LOGINDalam paruh pertama kehidupannya, Valeska Raharja adalah sebuah kisah sukses yang nyaris tanpa cela. Dia adalah putri keluarga terpandang, lulusan universitas ternama, dan berhasil mengambil alih perusahaan keluarga pada usia 23 tahun. Hanya dalam waktu setahun, dia berhasil melipatgandakan keuntungan perusahaan. Dia cerdas dan cantik. Dalam kamus hidupnya, tidak pernah ada sesuatu yang tidak bisa didapatkannya. Sampai akhirnya, dia bertemu Jovian Adhira. Valeska mencoba berbagai cara untuk mengejarnya, tetapi selalu ditolak berkali-kali. Dia menyewa layar iklan raksasa untuk menyatakan cinta hingga menghebohkan seluruh kota, tetapi Jovian sama sekali tidak bereaksi. Dia mengendarai supercar edisi terbatas untuk menjemput Jovian sepulang kerja, tetapi pria itu malah berjalan menuju halte bus. Dia bahkan rela melepas tender bernilai ratusan triliun hanya demi mengajak Jovian minum kopi. Namun, Jovian menolak dengan kening berkerut dan berkata bahwa bisnis bukanlah permainan. Semua penolakan itu justru semakin membangkitkan ketertarikan Valeska. Akhirnya, untuk pertama kali dalam hidupnya, dia menemukan sesuatu yang benar-benar layak untuk ditaklukkan.
View MoreAngin musim semi di tepi Sungai Seine tidak mampu mencairkan es yang membeku di dalam hati Jovian. Dia tetap tinggal di Paris selama tiga hari lagi, berkeliaran seperti arwah yang kehilangan arah di setiap tempat yang mungkin didatangi Valeska.Gerbang akademi seni yang tertutup rapat, jalan berbatu di luar galeri, hingga kafe kecil di seberang gedung apartemennya.Namun, dia tidak pernah berhasil melihat Valeska lagi.Kemunculan Daxton, serta kedekatan dan keselarasan yang mengalir begitu alami di antara mereka, bagaikan tembok tak kasatmata yang luar biasa kokoh. Semua itu memisahkan Jovian dari dunia Valeska sepenuhnya.Pada akhirnya, dia menaiki penerbangan untuk kembali ke negaranya.Di luar jendela pesawat terbentang lautan awan yang luas. Sinar matahari begitu menyilaukan, tetapi yang dia rasakan hanyalah hawa dingin.Kesalahan di masa lalu tidak bisa diperbaiki. Apa yang telah hilang tidak akan pernah kembali.Kesadaran itu menyiksanya dengan jauh lebih kejam daripada hukuman a
Pada sore hari terakhir pameran, pengunjung di galeri sudah tidak terlalu ramai. Valeska sedang berbicara pelan dengan sepasang pengunjung ketika lonceng angin di pintu tiba-tiba berbunyi. Dia mengangkat kepala dan melihat Jovian berdiri di ambang pintu dengan cahaya dari belakang.Tubuhnya tampak lebih kurus dan wajahnya begitu kuyu. Mantelnya sedikit kusut, matanya dipenuhi semburat merah, sementara tatapannya terpaku erat pada Valeska. Tatapan itu dipenuhi luapan kegembiraan, penyesalan, dan keputusasaan.Valeska memandang wajah yang dahulu pernah membuatnya tergila-gila sekaligus memberinya rasa sakit yang begitu mendalam.Namun, tidak ada sedikit pun gejolak di dalam hatinya. Yang tersisa hanyalah ketenangan, seolah-olah dia sedang memandang orang asing.Sepasang pengunjung tadi diam-diam meninggalkan mereka."Valeska ...." Jovian berjalan mendekat dengan langkah terhuyung. Suaranya serak saat akhirnya berkata, "Akhirnya aku menemukanmu."Dia menatap Valeska seolah-olah tidak akan
Tema "Kelahiran Kembali" adalah gagasan yang disampaikan Daxton dengan tenang setelah mengamati lukisan dan catatan Valeska selama hampir setengah tahun.Di studionya yang dipenuhi buku tetapi tetap tertata rapi, cahaya matahari musim dingin menyinari lantai. Valeska membentangkan sketsa-sketsa lukisannya yang menggambarkan retakan, jejak hujan, jaringan akar, dan bekas-bekas samar.Daxton mengamatinya cukup lama. Sesekali ujung jarinya menyentuh lembut tekstur permukaan lukisan."Varah." Akhirnya dia mengangkat kepala, sorot matanya memancarkan ketajaman seorang profesional."Ketika karya-karya ini ditempatkan bersama, terlihat jelas perjalanan batin yang utuh. Dari objek konkret yang membawa metafora, kemudian beralih ke citra alam yang abstrak, hingga teori 'transformasi visual' yang kamu bahas dalam catatanmu. Semua ini dengan sendirinya telah membentuk narasi 'kelahiran kembali' yang sangat personal, tetapi sekaligus bersifat universal."Dia berjalan menuju papan tulis dan mulai m
Menjelang akhir musim gugur di Paris, gerimis tiba-tiba menyelimuti kawasan Marais tanpa peringatan.Valeska berdiri di depan jendela galeri "L'Éclat Discreet", tempat dia bekerja paruh waktu, memandangi air hujan yang mengalir di kaca dan membentuk jejak-jejak yang terus berubah setiap saat."'Jendela Hujan' ini justru memiliki pesona yang hanya ada pada momen sesaat."Suara lembut seseorang terdengar dari belakang.Valeska berbalik dan melihat seorang pria mengenakan kardigan kasmir abu-abu muda dan kacamata tanpa bingkai berdiri tidak jauh darinya. Wajahnya tampan dan bersih, sementara pembawaannya memadukan kepekaan seorang seniman dengan keanggunan seorang akademisi."Jejak-jejak hujan ini tidak bisa dikendalikan, tetapi setiap detiknya menciptakan gambar yang tidak akan pernah terulang."Dia berjalan mendekat beberapa langkah. Tatapannya menyapu karya-karya terbaru Valeska yang tergantung di dinding.Permainan cahaya dan bayangan di Montmartre, kolong jembatan di Sungai Seine, se


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.