Share

Bab 53

Penulis: Rabecca Keegan
last update Tanggal publikasi: 2026-05-14 23:17:34

Aku berjalan ke arah mereka berdua. Suasana canggung langsung terasa memenuhi ruangan ini.

Aku lalu bertanya apa yang sedang mereka lakukan di sini. Tatapanku mengarah pada dokter itu dengan penuh heran. Sungguh sebuah plot twist yang terasa aneh bagiku.

Nadia diculik lalu diselamatkan oleh dokter ini? Bukankah itu terdengar seperti sebuah kebetulan yang terlalu dipaksakan? Atau justru ada sesuatu yang belum aku ketahui?

Nadia mulai menjelaskan semua yang terjadi, tetapi aku malas mendengark
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Cinta Terlarang Di Ruang Konsultasi   Bab 59 Digoda Pria Asing

    Disebut pacar oleh Sagara membuatku tersenyum kecil. Meski begitu, hingga saat ini aku masih belum benar-benar tahu mana Sagara yang sebenarnya. Apakah dia yang dewasa dan selalu bersikap tenang? Atau Sagara yang terkadang berpikiran mesum dan suka menggodaku? Atau justru Sagara yang seperti anak kecil, yang selalu membuatku tertawa dengan tingkah konyolnya?Aku menikmati suasana di sini. Selain karena tempat ini menyimpan banyak kenangan masa sekolahku, di sinilah aku merasa bisa menjadi diriku sendiri tanpa perlu berpura-pura menjadi siapa pun.Sagara yang tidak pernah membandingkanku dengan siapa pun membuatku merasa nyaman berada di dekatnya. Bersamanya, aku tidak perlu menjadi sempurna.Sayangnya, realita kehidupan kembali menyeretku pada kenyataan yang tidak bisa kuhindari.Aku sudah memiliki suami."Kenapa harus seperti ini, Tuhan?" batinku lirih. "Kenapa perasaan yang seharusnya tidak pernah ada justru membuatku berjalan semakin jauh?"Aku memandang punggung Sagara yang berdir

  • Cinta Terlarang Di Ruang Konsultasi   Bab 58 Menikmati Suasana Pagi

    Sagara tertawa melihatku seperti ini. Cairannya keluar tepat di depan wajahku, membuatku langsung memejam refleks sambil menggerutu kesal. Aku buru-buru mencari tisu di sekitar ranjang. Tanganku meraba meja kecil di samping tempat tidur hingga akhirnya menemukan sekotak tisu yang entah sejak kapan berada di sana. Dengan cepat aku membersihkan wajahku yang terasa lengket. Sialnya, sedikit cairan Sagara malah menempel ke bibirku. Tanpa sadar aku menjilatnya pelan. Asin. “Dasar…” gerutuku lirih sambil meringis jijik. Sagara malah tertawa semakin keras melihat ekspresiku yang kacau seperti itu. Aku lalu bangkit dari ranjang lalu berjalan cepat menuju toilet. Wajahku kubasuh berkali-kali dengan air dingin sampai rasa lengket itu perlahan menghilang. Namun entah kenapa, wajahku justru terasa semakin panas saat mengingat kejadian barusan. Memalukan sekali. Setelah merasa sedikit lebih tenang, aku keluar dari toilet sambil mengusap wajah menggunakan handuk kecil. Sagara masih berada

  • Cinta Terlarang Di Ruang Konsultasi   Bab 57 Hampir

    “Kamu gila, Saga,” ucapku sambil menghempaskan tubuh Sagara pelan. Sagara langsung manyun mendengar ucapanku. Entah kenapa ekspresi itu malah terlihat lucu di mataku. Sangat berbeda dengan sikap dingin dan dominannya selama ini. Kalau sudah seperti ini, dia benar-benar terlihat seperti anak kecil yang tidak dituruti keinginannya. Tanpa banyak bicara, Sagara kembali menggendongku dan membawaku naik ke atas ranjang. Gerakannya cepat, seolah takut aku kembali kabur darinya. Aku memekik pelan ketika tubuhku kembali jatuh di atas kasur empuk itu. Sagara langsung mendekat, mencium bibirku tanpa memberi kesempatan untuk protes. Ciumannya dalam dan menuntut, membuat hasrat yang sedari tadi kutahan perlahan mulai runtuh. Aku menggigit bibir bawahnya pelan. “Sakit, Nad,” keluhnya sambil melepaskan ciuman kami beberapa detik. Aku hanya terkekeh kecil melihat wajah protesnya. Jujur saja, aku tidak ingin mengulangi kesalahanku lagi. Cukup hubungan terlarang yang selama ini kami lakukan dia

  • Cinta Terlarang Di Ruang Konsultasi   Bab 56 Permintaan Sagara

    Aku kembali menunduk, memainkan sendok di dalam mangkuk soto yang kuahnya mulai dingin. Entah kenapa suasana di ruangan ini terasa aneh bagiku. Tenang… tapi juga membuat jantungku berdetak tidak karuan. Sagara masih duduk di depanku sambil memperhatikanku diam-diam. Tatapannya tidak lagi setajam tadi, namun aku tahu laki-laki itu masih menahan emosinya. “Aku jadi pengen mukul suamimu,” gumamnya tiba-tiba. Aku langsung menatapnya cepat. “Jangan aneh-aneh deh, Saga! Nanti malah jadi masalah.” Sagara hanya mendengus kesal. Ia bangkit dari duduknya, lalu berjalan menuju balkon dan membuka pintunya lebar-lebar. Udara malam langsung masuk, dingin dan menusuk kulit. Namun anehnya, keberadaan Sagara justru membuat hawa dingin itu terasa lebih hangat. “Jangan sampai aku tahu kamu sakit hati lagi gara-gara suamimu, Nad,” ucapnya sambil membelakangiku. “Aku nggak peduli kalau nantinya aku harus baku hantam sama dia karena kamu nangisin dia lagi.” Aku menatap punggungnya yang lebar. Bahun

  • Cinta Terlarang Di Ruang Konsultasi   Bab 55 Apartemen Sagara

    Aku bangun dari tidurku dengan kepala yang masih terasa berat. Perlahan, ingatanku kembali berjalan mundur pada apa yang terjadi sebelum aku tertidur tadi. Semua kejadian itu masuk lagi ke dalam kepalaku tanpa ampun. Pernikahan itu. Mas Azka. Wanita di sampingnya. Tatapan semua orang. Dadaku langsung terasa sesak. Air mataku jatuh begitu saja ketika semua rasa itu kembali menyerbu. Ada perasaan marah yang begitu besar, rasa kecewa yang sulit dijelaskan, dan keinginan untuk membalas semua perlakuan Mas Azka padaku. Namun di sisi lain, aku juga bingung harus melakukan apa. Aku benar-benar tidak tahu. Aku menatap sekeliling ruangan dengan bingung. Langit-langit putih, lampu redup, sofa abu-abu di dekat balkon, dan aroma kopi samar yang terasa familiar. Tempat ini asing… tapi juga tidak sepenuhnya asing. Aku mengernyit pelan. Dimana aku? Terdengar suara langkah kaki mendekati kamar ini. Ceklek. Suara knop pintu terbuka membuatku refleks menoleh. Di sana, Sagara berdiri samb

  • Cinta Terlarang Di Ruang Konsultasi   Bab 54 Luka Dipesta Pernikahan

    Pov Nadia Suasana pesta berubah menjadi tegang tepat setelah kedatanganku. Semua tamu menatap ke arahku dengan ekspresi terkejut. Suasana yang tadi dipenuhi canda tawa mendadak sunyi, seolah seluruh suara di ruangan ini lenyap begitu saja. Bahkan dentingan musik pernikahan yang sejak tadi terdengar meriah kini terasa begitu menyakitkan di telingaku. Aku menatap laki-laki di hadapanku dengan rasa kecewa yang begitu besar. Rasa yang kemarin saja belum sepenuhnya hilang dari hatiku kini kembali menganga, bahkan terasa jauh lebih menyakitkan dari sebelumnya. Dan sekarang, di depan mataku sendiri... dia menikahi sahabatku. Dadaku terasa sesak. Napasku memburu saat melihat Mas Azka dan Viona berdiri di atas pelaminan dengan pakaian pengantin mereka. Keduanya tampak serasi, begitu sempurna di mata semua orang. Namun bagiku, pemandangan itu seperti pisau yang perlahan mengiris hatiku tanpa ampun. Mas Azka tidak memberitahuku tentang pernikahan ini. Dia menikah diam-diam dengan Vion

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status