Startseite / Romansa / Coach, Sentuh Aku Lebih Dalam! / Bab 64: Kerjasama untuk Menghancurkan John

Teilen

Bab 64: Kerjasama untuk Menghancurkan John

last update Zuletzt aktualisiert: 03.01.2026 01:20:44

Beberapa jam setelah bercinta yang cukup panas yang mereka lalui, Jane dan Brian masih berbaring berdampingan di sofa ruang keluarga apartemen Jane masih tanpa mengenakan apa pun di tubuh mereka.

Hanya saling menggenggan dan berpelukan menikmati malam sunyi dan mengobati rindu masing-masing hati.

Jane menatap langit-langit cukup lama, lalu menghela napas pelan. Ada sesuatu yang mengganjal di pikirannya sejak tadi, sebuah kejanggalan yang tak bisa dia abaikan begitu saja.

Perlahan, dia memiringkan tubuhnya dan menoleh ke arah Brian yang berbaring di sampingnya. Wajah pria itu tampak santai, tetapi sorot matanya menunjukkan kewaspadaan yang tak pernah benar-benar padam.

“Brian,” panggil Jane dengan suara rendah namun serius.

Brian menoleh dan menatapnya penuh perhatian. “Ada apa?” tanyanya dengan nada suara yang lembut, seolah siap mendengarkan apa pun yang akan Jane katakan.

Jane menarik napas lebih dalam sebelum akhirnya berkata, “Ada sesuatu yang aneh. Sesuatu yang terjadi sebelum ka
Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel
Kommentare (4)
goodnovel comment avatar
MAIMAI.
siap siap jhon, kamu kecewa berat.
goodnovel comment avatar
Nining Mulyaningsi
bagus Jane kamu emang harus kerjasama sama Brian biar tau rasa c John udah punya istri masih aja jelalatan sama yang lain.
goodnovel comment avatar
Icha Qazara Putri
Ya lagian Jhon aneh, udah punya istri kok suka wanita lain..
ALLE KOMMENTARE ANZEIGEN

Aktuellstes Kapitel

  • Coach, Sentuh Aku Lebih Dalam!   Bab 73: Akan Menemukan Banyak Hal

    Sheila melangkah dengan cepat menghampiri John. Wajahnya memerah oleh amarah yang tidak lagi bisa dia tahan.Tangannya mengepal, bahunya naik turun menahan emosi yang mendidih sejak dia mendengar percakapan John dan Clara barusan.“Kau benar-benar keterlaluan!” bentaknya dengan nada yang cukup tajam. “Bagaimana mungkin kau punya hati sebusuk itu pada Brian?” teriaknya kemudian.John menatap Sheila dengan sorot mata keras. Namun berbeda dari sikapnya pada Clara tadi, kali ini ia memilih diam.Rahangnya mengeras, urat di pelipisnya menegang, sementara kedua tangannya mengepal di sisi tubuhnya, seolah menahan sesuatu yang ingin dia luapkan tetapi dia sendiri tidak sanggup mengucapkannya.Sementara Brian berdiri sedikit di belakang Sheila. Ia tidak ikut berteriak, tidak pula ikut memaki. Ia hanya menatap John dengan dingin, tatapan yang jauh lebih menyakitkan daripada kemarahan. Tatapan itu membuat John refleks menelan ludah.“Kenapa, John?” Sheila kembali mendesak.“Kenapa kau tega melak

  • Coach, Sentuh Aku Lebih Dalam!   Bab 72: Kepergok Brian dan Sheila

    Lorong di sisi aula hotel itu lengang dan temaram, jauh dari hiruk-pikuk pesta yang masih berlangsung meriah di ruangan utama. Lampu dinding menyala redup, hanya memantulkan bayangan panjang di lantai marmer yang dingin. Di sanalah John berdiri berhadapan dengan Clara, wajahnya tegang, rahangnya mengeras seolah sedang menahan sesuatu yang berat.“Aku diancam oleh Brian,” ucap John akhirnya, dengan nada suara yang rendah namun sarat tekanan.Clara sontak mengernyit, jelas belum menangkap maksud ucapan itu. “Diancam?” tanyanya dengan nada suara yang meninggi. “Maksudmu apa?” lanjutnya.John menoleh ke kanan dan kiri untuk memastikan lorong itu benar-benar sepi. Tidak ada pelayan, tidak ada tamu yang berlalu-lalang. Setelah yakin, dia melangkah mendekat ke arah Clara dan menurunkan suaranya lebih jauh. “Sepertinya Brian tahu rencana kita.”Clara terdiam sejenak seraya menatap John dengan sorot mata tajam. “Rencana apa?” desaknya.“Rencana untuk mendekati Jane,” jawab John pelan. “Dan

  • Coach, Sentuh Aku Lebih Dalam!   Bab 71: Pesta Meriah Hills Group

    Pukul tujuh malam, Jane berdiri di depan cermin besar di kamar Brian. Cahaya lampu temaram memantul di permukaan kaca, menampilkan bayangan dirinya yang tampak berbeda dari biasanya.Gaun panjang berwarna gelap menjuntai anggun membalut tubuhnya. Punggung gaun itu terbuka, memperlihatkan lekuk punggungnya dengan elegan, sementara belahan dada yang tampak setengah memberi kesan dewasa dan berani, tanpa terkesan berlebihan.Jane menelan ludah pelan. Ia masih memandangi dirinya sendiri ketika pintu kamar terbuka dan Brian masuk.Langkah pria itu terhenti begitu matanya menangkap sosok Jane di depan cermin. Untuk beberapa detik, Brian hanya berdiri diam, menatap tanpa berkedip.“Kau ….” Brian menghela napas kecil lalu tersenyum. “Kau luar biasa cantik. Dan sangat seksi.”Jane tersenyum tipis, pipinya sedikit menghangat oleh pujian itu. Dia lalu menoleh menatap Brian melalui pantulan cermin. “Apa menurutmu aku berlebihan?” tanyanya dengan nada ragu.“Tidak,” jawab Brian cepat. “Kau sempurn

  • Coach, Sentuh Aku Lebih Dalam!   Bab 70: Pagi yang Panas

    Brian mengangkat tubuh Jane dengan enteng dan membuat wanita itu terkekeh saat dirinya kini duduk di meja makan sementara Brian berdiri di hadapannya.“Jangan menyesal jika aku terlalu liar, Jane. Karena kau yang memancing lebih dulu,” ucap Brian dengan tatapan matanya tak lepas dari Jane.Wanita itu hanya tersenyum rendah kemudian membuka mini dress yang dia kenakan itu dan memperlihatkan lekuk tubuhnya yang begitu indah.“Sentuh aku, Brian. Lebih dalam,” bisik Jane dengan suara paraunya.“Shitt!” umpat Brian dan langsung meraup bibir Jane dengan liar. Ciuman yang rakus, liar, dan panas di pagi hari itu membuat gairah Brian semakin membara.Lidahnya mengunci lidah Jane dan bibirnya melumat dengan dalam sampai membuat Jane mendesah pelan.“Terlalu dini untuk mendesah, Sayang,” bisik Brian dan kini bibirnya merayap di ceruk leher Jane.Mengisapnya hingga meninggalkan jejak merah keunguan di beberapa titik leher wanita itu. “Brian, mmh …,” desah Jane yang tidak mampu menahan diri untu

  • Coach, Sentuh Aku Lebih Dalam!   Bab 69: Siapa Takut?

    Pagi harinya, Jane terbangun dengan tubuh yang terasa letih, seolah setiap ototnya masih menyimpan sisa kelelahan malam sebelumnya.Matanya menyipit menahan cahaya matahari yang menembus sela tirai kamar. Ia menarik napas pelan, lalu baru menyadari satu hal: tubuhnya tidak mengenakan apa pun.Jane menoleh ke samping. Sisi ranjang yang biasanya terasa hangat kini kosong. Brian sudah tidak ada di sana.Seprai sedikit kusut, menyisakan jejak kehadirannya yang baru saja pergi. Jane menghela napas ringan, bukan kecewa, melainkan dengan perasaan aneh yang justru membuat sudut bibirnya terangkat.Ia meraih ponselnya yang tergeletak di nakas. Layar menyala dan menunjukkan pukul tujuh pagi. “Pagi sekali,” gumamnya lirih.Belum sempat dia bangkit sepenuhnya, aroma kopi hangat menguar dari arah dapur.Wangi pahit yang menenangkan itu membuat perutnya yang kosong bereaksi. Jane tersenyum kecil.Ada sesuatu yang terasa begitu domestik dan hangat dari aroma itu, sesuatu yang tidak pernah ia rasakan

  • Coach, Sentuh Aku Lebih Dalam!   Bab 68: Milikmu yang Membuatku Candu

    “Hai, tampan. Kenapa kau selalu tahu di mana aku berada?” tanya Jane dengan suara seraknya karena terlalu banyak minum.Brian mengibaskan tangannya di depan mulutnya karena bau alkohol dari mulut Jane yang menyerbak. “Kau minum berapa banyak, Jane? Astaga,” ucapnya sambil geleng-geleng kepala.“Aku akan membawanya pulang,” ucapnya pada Sita dan Riana sambil memapah Jane yang sudah sangat teler itu.“Hei, aku belum selesai berpesta. Kenapa kau membawaku pulang?” protes Jane sembari memanyunkan bibirnya.“Ini sudah pukul satu dini hari, Jane. Kau harus pulang,” ucap Brian sambil melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.Membawa Jane pulang ke apartemennya, bukan ke apartemen Jane karena unitnya lebih dekat.Beberapa menit kemudian, mereka tiba di apartemen dan Brian langsung merebahkan tubuh Jane di atas tempat tidur.“Kau mau ke mana?” tanya Jane dengan serak.Brian menoleh ke arah Jane yang kini tengah duduk dengan mata setengah tertutup.“Kau harus istirahat. Aku akan mengambil a

Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status