๊ณต์œ 

Bab 3

์ž‘๊ฐ€: Uti
last update ๊ฒŒ์‹œ์ผ: 2025-09-04 14:20:23

๐—›๐—ข๐—ฆ๐—ฃ๐—œ๐—ง๐—”๐—Ÿ ๐—™๐—ข๐—ฅ๐—ง๐—จ๐—ก๐—˜ ๐— ๐—˜๐——๐—œ๐—ž๐—”

Kesadaran kembali menyusup pelan-pelan, menyibak kabut hitam yang menyelimuti pikiran Evelyn. Matanya terbuka, menatap kosong langit-langit ruangan yang berwarna putih steril. Bau disinfektan menusuk hidungnya, mengingatkannya pada kenyataan pahit yang baru saja terjadi. Ruangan ini sunyi, hanya dihiasi bunyi monoton mesin medis yang masih terhubung lengannya. Daddy-nya sudah tidak ada. Dan kini, ia sendirian. Keluarga satu-satunya yang ia punya kini telah pergi meninggalkan Evelyn sendirian untuk selamanya.

Cekleek

Suara pintu yang terbuka menyentak lamunannya. Seorang pemuda tampan dengan setelan jas hitam rapi memasuki ruangan, wajahnya dipenuhi concern yang tulus.

โ€œBagaimana perasaan Anda, Nona Muda?โ€ tanya Gio, suaranya lembut namun tegas.

โ€œPanggil Lo, Gue aja,โ€ sahut Evelyn dengan suara serak. Ia selalu merasa tidak nyaman dengan formalitas berlebihan yang ditunjukkan Gio, sang tangan kanan Daddy-nya.

โ€œApakah tidak masalah, Nona Muda?โ€ tanya Gio sekali lagi, nada ragu masih terasa.

โ€œHmmm,โ€ Evelyn hanya berdeham, mengangguk pelan. Tubuhnya masih terasa lemas, tapi ia tidak ingin berlama-lama di tempat ini.

Dengan sigap, Gio membantunya turun dari brankar dan mendudukkannya dengan hati-hati di atas kursi roda yang sudah disiapkan. Malam ini, jenazah Tuan Damien akan dipulangkan ke Mansion ๐——๐—ฒ๐˜ƒ๐—ฒ๐—ฟ๐—ฒ๐˜‚๐˜…. Sebuah tugas yang terasa begitu berat bagi mereka semua.

Sepanjang perjalanan, Evelyn hanya diam. Pandangannya tertuju pada kelamnya jalanan di luar jendela mobil. Jam telah menunjukkan pukul 03.00, membuat suasana terasa semakin sepi dan mencekam. Di depan, Gio dan sang supir duduk dalam keheningan, sesekali menghela napas berat. Duka yang mereka rasakan sama dalamnya. Tuan Damien bukan hanya pemimpin/bos, tapi juga seorang Daddy yang telah memperlakukan mereka dengan baik dan penuh hormat. Bagi Gio, Tuan Damien adalah Ayah yang tidak pernah ia miliki, dan Evelyn adalah adik perempuan yang ia janji untuk lindungi.

Mobil melaju pelan, membawa serta duka dan janji yang harus ditepati. Dan dalam diamnya, Evelyn bertekad untuk menemukan jawaban di balik semua ini.

~

๐˜’๐˜ฆ๐˜ฅ๐˜ช๐˜ข๐˜ฎ๐˜ข๐˜ฏ ๐˜‹๐˜ฆ๐˜ท๐˜ฆ๐˜ณ๐˜ฆ๐˜ถ๐˜น

Waktu terus bergulir bagai roda yang tak berhenti berputar, namun hari ini, waktu seolah membeku dalam duka yang paling dalam. Kediaman megah keluarga Devereux, yang biasanya dipenuhi tawa dan kemewahan, kini diselimuti kabut kesedihan yang pekat. Setiap sudut ruangan dipadati oleh orang-orang dari berbagai kalangan. Ada anggota setia Tuan Damien yang masih berseragam hitam khas mafia ๐—–๐—ฟ๐—ถ๐—บ๐˜€๐—ผ๐—ป ๐—™๐—ฎ๐—ป๐—ด, berdiri kaku dengan mata berkaca-kaca. Ada pula para pengusaha ternama, beberapa dengan wajah duka tulus, sementara yang lain menyembunyikan senyum kepuasan di balik sapu tangan, senang karena saingan terberat mereka telah tiada.

Di tengah semua itu, Evelyn terbaring lemah di lantai marmer yang dingin, tepat di depan peti mati megah yang terbuat dari kayu mahoni berukir halus. Tubuhnya menggigil, tangan mungilnya mencengkeram ujung peti hingga buku-buku jarinya memutih. "Daddy..." ratapnya dalam isakan yang menyayat, seolah kekuatan dunia telah meninggalkan evelyn sepenuhnya. Wangi bunga lili dan mawar Merah yang memenuhi ruangan terasa menusuk, mengingatkannya pada kenyataan pahit yang harus ia hadapi.

Gio, setia seperti bayangan, berdiri di sampingnya. Tatapannya waspada, mengawasi setiap orang yang mendekat, sementara hatinya hancur menyaksikan Evelyn yang remuk redam. Seragam hitamnya yang rapih tak mampu menyembunyikan kesedihan yang juga ia rasakan. Tuan Damien bukan hanya pemimpin, tapi juga ayah yang tak pernah ia miliki.

Ketiadaan Adrian dan keluarganya terasa begitu menyolok. Dengan alasan yang dibuat-buat, Tuan Deren terkena serangan jantung, Nyonya Sinta gula darah rendah, dan Adrian harus menghadiri rapat yang tidak bisa ditunda, mereka telah pergi meninggalkan Evelyn sendirian di hari tergelapnya. Rayuan manis Adrian di pagi hari telah membuat Evelyn luluh, mengizinkan mereka pergi, tanpa menyadari bahwa itu semua adalah bagian dari kebohongan besar yang telah direncanakan.

"Daddy," Evelyn kembali berbisik, pipinya menempel di permukaan peti yang dingin. "Hari ini Evelyn merasa tidak ada lagi yang menyayangiku. Bahkan suami dan keluarga yang selama ini selalu ada di sampingku... mereka semua pergi. Mengapa mereka meninggalkanku saat aku paling membutuhkan mereka?"

"Evelyn," panggil Gio lembut, membungkuk di sampingnya. Evelyn hanya meliriknya sebentar sebelum kembali memusatkan perhatian pada peti sang Daddy, seolah tak ingin melewatkan detik-detik terakhir bersamanya.

"Evelyn," Gio mencoba lagi, suaranya lebih tegas namun tetap penuh empati. "Mereka semua ingin memberikan penghormatan terakhir untuk Tuan. Anggota Crimson Fang telah menunggu."

Seketika, udara berubah. Para anggota mafia Crimson Fang, organisasi bawah tanah terkuat yang dipimpin Tuan Damien dan seharusnya diwariskan kepada Evelyn di usia 20 tahun namun karena Evelyn telah dibutakan oleh cinta dan lebih memilih Adrian dibandingkan kejayaan yang di miliki keluarganya, itulah sebabnya tuan Damien masih mempertahankan mafia tersebut sampai Evelyn bisa mengambil alih semuanya. Aggota Crimson Fang mulai bergerak maju secara serentak. Ratusan pria dan wanita berseragam hitam dengan lencana rubah merah di dada mereka membentuk barisan rapi. Mereka menundukkan kepala dalam-dalam, bukan hanya sebagai tanda hormat, tetapi juga sebagai sumpah setia yang bisu. Setiap pandangan yang mereka arahkan pada Evelyn penuh makna, sebuah pengakuan diam-diam bahwa dialah penerus sah mereka.

Namun bagi Evelyn, pemandangan itu justru melukai hatinya lebih dalam. Kata-kata "penghormatan terakhir" dari Gio terasa seperti pisau yang menikam jantungnya. Ini adalah pengakuan bahwa Daddy-nya benar-benar telah pergi. Bahwa ia kini benar-benar sendirian, tanpa perlindungan sang raja dunia bawah yang selama ini menjadi naungannya.

Dari balik kerumunan, tatapan tajam Gio menangkap sorot mata beberapa pengusaha yang berbisik-bisik dengan senyum puas. Tangannya mengepal. Janjinya pada Tuan Damien untuk melindungi Evelyn membara dalam dadanya, mengobarkan tekad yang semakin kuat.

Sementara Evelyn, di antara lautan duka dan pengkhianatan, mulai merasakan sesuatu yang lain menyala dalam hancurnya hati, sebuah tekad yang pelan namun pasti. Daddy mungkin telah pergi, tetapi warisannya, dan dendamnya, masih hidup. Darah seorang pemimpin yang selama ini tertidur mulai berdenyut dalam nadinya, membangkitkan kekuatan yang ia sendiri tak sadari masih dimilikinya.

Anggota Crimson Fang terus berbaris memberikan penghormatan terakhir, masing-masing dengan pandangan penuh makna kepada Evelyn. Mereka tahu, putri Tuan Damien ini adalah penerus sah mereka. Dan mungkin, inilah saatnya bagi Evelyn untuk kembali ke dunia yang pernah ditinggalkannya dunia yang penuh dengan rahasia, kekuatan, dan bahaya yang mengintai.

์ด ์ž‘ํ’ˆ์„ ๋ฌด๋ฃŒ๋กœ ์ฝ์œผ์‹ค ์ˆ˜ ์žˆ์Šต๋‹ˆ๋‹ค
QR ์ฝ”๋“œ๋ฅผ ์Šค์บ”ํ•˜์—ฌ ์•ฑ์„ ๋‹ค์šด๋กœ๋“œํ•˜์„ธ์š”

์ตœ์‹  ์ฑ•ํ„ฐ

  • DENDAM ISTRI YANG TERKHIANATI ย ย ย Bab 24

    Malam ini, aula megah di kawasan tersembunyi kota berubah menjadi medan pertemuan para penguasa dunia bawah. Puluhan pemimpin klan mafia dari berbagai penjuru negeri bahkan dari luar negeri telah berkumpul. Mereka datang dengan pakaian terbaik, ditemani para pengawal setia, siap untuk malam tahunan yang selalu penuh intrik dan bahaya.Lampu kristal berkilauan di langit-langit tinggi, meja-meja panjang dipenuhi hidangan mewah dan minuman termahal. Tapi di balik kemewahan itu, udara dipenuhi ketegangan. Semua orang saling mengawasi, semua orang saling curiga.Di sudut aula, beberapa pemimpin klan peringkat bawah berkumpul sambil menyesap wiski."Selama bertahun-tahun aku belum pernah bertemu atau melihat langsung pemimpin Crimson Fang," ujar salah satu dari mereka, pria paruh baya dengan bekas luka di pelipis."Seperti tahun-tahun sebelumnya, dia tidak akan hadir," sahut yang lain, pria bertubuh tambun dengan cincin emas di setiap jari. "Malam ini kita akan memanfaatkan peluang ini. Per

  • DENDAM ISTRI YANG TERKHIANATI ย ย ย Bab 23

    Pagi itu, kediaman Montgomery yang megah tampak tenang. Matahari bersinar cerah, menerangi taman luas yang dirawat dengan sempurna. Namun ketenangan itu hanya bertahan sampai sebuah paket kecil di titip kepada salah satu satpam. Seorang kurir berpakaian biasa mengantarkannya, lalu pergi begitu saja tanpa meminta tanda tangan atau konfirmasi penerima, tidak ada nama pengirim, tidak ada alamat kembali. Hanya sebuah kotak berukuran sedang, dibungkus kertas hitam polos, dan di atasnya dihiasi setangkai bunga mawar hitam yang kering mawar hitam asli, bukan buatan.Nyonya Sinta menerima paket itu dari tangan seorang satpam. Ia hanya memandangi benda itu dengan perasaan aneh. Jantungnya berdebar tak karuan, meskipun ia belum tahu apa isinya."Bawa masuk," perintahnya pada satpam itu.Setelah satpam itu pergi, Nyonya Sinta duduk di sofa ruang keluarga, menatap paket itu dengan intens. Bunga mawar hitam bukan simbol yang baik. Tuan Deren yang sedang bermain ponsel di sebelahnya, menyadari p

  • DENDAM ISTRI YANG TERKHIANATI ย ย ย Bab 22

    Pagi itu, Adrian tiba di apartemen Clara dengan perasaan ringan. Langkahnya riang, senyumnya mengembang, tak sabar untuk segera terbang ke luar negeri dan bertemu dengan putra kecilnya yang sudah lama tak ia peluk."Ayo sayang, aku sudah sangat tidak sabar untuk bertemu Kevin!" gegas Adrian begitu Clara membuka pintu.Clara hanya mengangguk cepat, tapi wajahnya sedikit pucat. Semalam ia tak bisa tidur memikirkan masa depannya dengan Adrian. Tapi melihat kekasihnya begitu bersemangat, ia memaksakan senyum dan menarik kopernya keluar dari kamar."Sebentar, Sayang. Aku cuma mau pastikan semua dokumen Kevin sudah lengkap."beberapa menit kemudian, mereka sudah berada di dalam mobil. Adrian menyetir dengan kecepatan stabil, sesekali menggenggam tangan Clara yang duduk di sampingnya. Di kursi belakang, dua koper besar tergeletak tanda bahwa mereka berencana untuk tinggal cukup lama di sana.Sesampainya di bandara, mereka langsung menuju terminal keberangkatan internasional. Di sana, Evan su

  • DENDAM ISTRI YANG TERKHIANATI ย ย ย Bab 21

    Matahari mulai merangkak naik di ufuk timur, menerangi Mansion yang megah dengan cahaya keemasan. Namun pagi itu, mansion yang biasanya hangat dan ramai terasa berbeda, sunyi, dingin. Seperti rumah kosong yang kehilangan jiwanya.Adrian melangkah masuk melalui pintu utama setelah semalaman beristirahat di kediaman orang tuanya. Biasanya, begitu pintu terbuka, akan ada Evelyn yang menyambutnya dengan senyuman manis, tangan terbuka, dan pertanyaan-pertanyaan penuh perhatian. Biasanya, ada kehangatan yang menyambutnya.Tapi pagi ini, hanya ada kehampaan.Matanya menyapu ruang tamu luas yang tertata rapi. Para maid berlalu lalang dengan pekerjaan mereka masing-masing, membersihkan debu, merapikan vas bunga, mengepel lantai marmer yang mengilap. Mereka menunduk hormat saat melihatnya, tapi tak ada satu pun yang menyapanya lebih dulu."Evelyn kemana?" gumam Adrian, keningnya berkerut. "Tumben banget."Ini pertama kalinya dalam lima tahun pernikahan mereka, Evelyn tidak ada di rumah saat ia

  • DENDAM ISTRI YANG TERKHIANATI ย ย ย Bab 20

    Aletta Chellys Gracelya.Wanita imut dengan senyum manis yang selalu mampu membuat mood Evelyn membaik, bahkan di hari-hari terburuk sekalipun. Mereka bersahabat sejak kecil, tumbuh bersama bagaikan dua sisi mata uang yang tak terpisahkan. Kedekatan mereka bukan sekadar pertemanan biasa mereka seperti anak kembar yang lahir dari ibu berbeda.Aletta adalah orang yang tahu segalanya tentang Evelyn. Rahasia, ketakutan, mimpi, bahkan kelemahan, sebaliknya, Evelyn juga tahu semua tentang Aletta termasuk masa lalu orang tuanya yang pernah menjadi anggota setia Crimson Fang sebelum Aletta lahir.Pertemuan mereka setelah enam tahun terpisah terasa seperti mimpi. Evelyn menatap sahabatnya yang masih sama seperti dulu imut, ceria, dengan mata yang selalu berbinar. Tapi kali ini, Evelyn melihat potensi lain di sana."Aku mau kau menjadi dokter bedah Crimson Fang," ujar Evelyn tiba-tiba, suaranya datar sambil menggoyangkan gelas wine di tangannya. Warna merah anggur itu berputar perlahan, memantu

  • DENDAM ISTRI YANG TERKHIANATI ย ย ย Bab 19

    "Apakah sudah lama menunggu?"Suara itu datang dari belakang. Dingin, tapi penuh kelembutan yang tak terbantahkan. Suara yang familiar, suara yang sudah enam tahun lamanya tak pernah lagi terdengar di telinga Evelyn. Suara yang selama ini hanya ada dalam mimpi dan kenangan masa kecil.Evelyn menoleh, dan dunia seolah berhenti berputar.Di belakangnya berdiri seorang wanita cantik, dengan rambut hitam legam terurai panjang hingga sebahu, wajahnya masih sama seperti dulu hanya lebih dewasa, lebih tegas. Matanya yang bulat berbinar menatap Evelyn dengan intensitas yang tak terlukiskan. Langkahnya tegas mendekati Evelyn yang masih berdiri mematung di samping meja.Evelyn mundur selangkah, tak percaya dengan apa yang dilihatnya. "A-Aletta?" Suaranya nyaris tak terdengar, hanya bisikan parau yang keluar dari tenggorokannya yang tiba-tiba tercekat.Matanya membelalak sempurna. Tangannya yang sedari tadi memegang ponsel kini gemetar hebat, sampai-sampai ponsel itu nyaris jatuh.Aletta terseny

๋”๋ณด๊ธฐ
์ข‹์€ ์†Œ์„ค์„ ๋ฌด๋ฃŒ๋กœ ์ฐพ์•„ ์ฝ์–ด๋ณด์„ธ์š”
GoodNovel ์•ฑ์—์„œ ์ˆ˜๋งŽ์€ ์ธ๊ธฐ ์†Œ์„ค์„ ๋ฌด๋ฃŒ๋กœ ์ฆ๊ธฐ์„ธ์š”! ๋งˆ์Œ์— ๋“œ๋Š” ์ž‘ํ’ˆ์„ ๋‹ค์šด๋กœ๋“œํ•˜๊ณ , ์–ธ์ œ ์–ด๋””์„œ๋‚˜ ํŽธํ•˜๊ฒŒ ์ฝ์„ ์ˆ˜ ์žˆ์Šต๋‹ˆ๋‹ค
์•ฑ์—์„œ ์ž‘ํ’ˆ์„ ๋ฌด๋ฃŒ๋กœ ์ฝ์–ด๋ณด์„ธ์š”
์•ฑ์—์„œ ์ฝ์œผ๋ ค๋ฉด QR ์ฝ”๋“œ๋ฅผ ์Šค์บ”ํ•˜์„ธ์š”.
DMCA.com Protection Status