ホーム / Fantasi / DEVIL QUEEN: Journey as Villainess's Subordinate / [KIND MONSTER] DERITA! DERITA! DERITA!

共有

[KIND MONSTER] DERITA! DERITA! DERITA!

作者: Gru
last update 公開日: 2022-08-27 12:21:38

Setelah rasa sakit, timbul rasa gatal.

Itu makin menjadi tiap kali aku berjalan.

Makin menjadi tiap kali aku menemukan musuh—sekumpulan orang arogan dengan zirah lengkap dan bayonet megah tersampir di bahu.

Petentang-petenteng di sepanjang jalan seakan dunia milik mereka.

Dan biar kuperjelas saja: tidak.

Tidak akan.

Aku tidak akan membiarkan itu terjadi.

Aku tidak akan membiarkan mereka tenang.

Aku tahu kalau semua ini salah. Melihatku seperti sekarang, Fio akan sedih. Bertanya-tanya, apa aku b
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • DEVIL QUEEN: Journey as Villainess's Subordinate   [ZACK] Di Ujung Dunia

    Percaya atau enggak, semua ini bener-bener di luar kendali.Aku juga ngira aku bakal mati kala itu.Emang pastinya bakal ada serangan.Di antara daerah lain, penjagaan kami hampir serapuh tahu. Bahkan cuma dengan dua puluh orang terlatih, kastil ini akan langsung jatuh.Tapi, ya … enggak secepat itu, setan.Mana, ketika mereka datang, mereka bawa satu pasukan penuh pula.Kira-kira jumlahnya ada sekitar dua belas ribu orang. Bersenjata lengkap. Armor mengilap. Bahkan ada artileri.Upaya yang sia-sia untuk menyerbu kastil enggak berharga.Padahal, kalau mereka minta aku nyerah baik-baik, bakal langsung kulakukan.api, orang-orang ini punya pemikiran aneh tentang musuhnya. Bahwa kami dianggap sebagai perwujudan setan yang mesti dibasmi, diperkosa, dibantai hingga musnah dan menjamin kemenangan.Maka, sembari menunggu mana pilihan paling pas yang bakal kudapat, aku mendapat kemuliaan untuk ngehuni penjara bawah tanah.Aku pernah ke sini sekali.Kala itu lebih ramai.Ada si Wilson tolol it

  • DEVIL QUEEN: Journey as Villainess's Subordinate   [RACHEL] Pertama dan Terakhir

    Malam udah begitu larut ketika akhirya kami bertatap mukaDevon nampak jauh lebih murug dari sebelumnya.Dqan enggak mau repot-repot untuk membuak pembicaraan.Jadilah mesti aku yang mengeluarkan suara duluan. “Boleh aku tidur bersama? Untuk hari ini?”“Ada esuatu yang terjadi?”“Aku mimpi buruk.Setelah beragam pertimbangan bisu dan sesi tatap-tatapan memuakkan yang berasa terjadi setahun, Devon akhirnya ngangguIsi dalamnya gak jauh beda dengan bilik pribadi yang kusinggahi.Kasur raksasa berkelambu.Lemari mahoni yang tingginya satu setengah kali manusia dewasa. Tapestri dan pernak-pernik keemasan yang menghiasi segenap dinding.Hanya aja semuanya tersamarkan oleh benderang lampu yang begitu redup. Melebur dalam kerlap-kerlip yang justru menciptakan suasana yang lebih menenangkan dan damai.Kayaknya emang isi kamar itu mencerminkan kepribadian seseorang.“Perlu saya hidupkan lampunya?”Aku menggeleng pelanDevon ngangguk. Kaku.Atau cuma aku yang berpikir demikian?Dengar.Ini buka

  • DEVIL QUEEN: Journey as Villainess's Subordinate   [RACHEL] Semuanya Enggak Penting

    Sejak awal ini konyol. Bilangnya udah enggak seperti dulu lagi, tapi apa yang kulakuin di sini? Terjebak dalam dunia khayal tempat seharusnya aku enggak berada. Aku lebih penasaran, seberapa lama samaran murahan ini bakal bertahan. Maksudku, cuma selembar kain hitam bertudung yang dari bagian bahu hingga lengannnya koyak-koyak, bukannya kami bakal langsung dicurigain. Lagi, si Jeanette tolol ini juga gak nyiapin aku alas kaki. Apa dia enggak mempertimbangkan semua ini? Kayaknya aku terlalu berharap banyak. Pada akhirnya, meski dijulukin pahlawan dan penjahat perang—tergantung dari mana kau dengernya—nih cewek masih remaja. Pribadi berpikiran sempit yang punya semangat sekonyol orang pengidap gangguan jiwa. Selain prajurit, aku nyaksiin demonstrasi. Kumpulan massa dari para rakyat jelata dengan proporsi tubuh abnormal yang mendengarkan ceramah orang-orang teler. Orang-orang teler yang mengatakan ‘kebenaran’. “Negeri ini udah dikutuk di hari pertama Pengkhianat itu diangkat

  • DEVIL QUEEN: Journey as Villainess's Subordinate   [JEANETTE] Enggak Ada Lagi yang Tersisa

    `“Itu gak mungkin.”Bard sepertinya yang paling mengerti. “Aku tau dia temanmu, tapi … orang-orang akan selalu berubah, hingga pada titikk yan gak bisa kau kenalin.”Banyak yang bilang itu kabar angin, tapi berdasarkan pengalmanku dari berbagai sisi, itu merupakan kebenaran yang cuma dilebih-lebihkanEntah di bagian mananya, tapi hanya ada satu simpulan: banyak orang mati di Ibukota.“Aku mau keluar cari angin dulu.”Yang lain menanggapi dalam bungkam.Mengerti apa yang kurasakan.Sejak hari itu, aku udah berjanji.Pada diri sendiri, bahwa mulai sekarang aku bakal nyiptain ‘perubahan’.Tapi, bukan seperti yang dikehendaki Brown dan kawanannya.Visi mereka terlalu liar, brutal, dan tak manusiawi.Oh, tentu aku dengar soal mereka juga.Tentang gaung revolusi yang diserukan seluruh penjuru negeri.Mereka bahkan berani bawa-bawa nama Dia Yang Menguasai Langit dan Bumi. Menyebut kampaye kekerasan itu sebagai Perang Suci.Itu keterlaluan. Itu mesti kuhentikan.Tapi, tidak secara langsung.Be

  • DEVIL QUEEN: Journey as Villainess's Subordinate   [RACHEL] Kapal Karam

    Malam udah begitu larut ketika akhirya kami bertatap mukaDevon nampak jauh lebih murug dari sebelumnya.Dqan enggak mau repot-repot untuk membuak pembicaraan.Jadilah mesti aku yang mengeluarkan suara duluan. “Boleh aku tidur bersama? Untuk hari ini?”“Ada esuatu yang terjadi?”“Aku mimpi buruk.Setelah beragam pertimbangan bisu dan sesi tatap-tatapan memuakkan yang berasa terjadi setahun, Devon akhirnya ngangguIsi dalamnya gak jauh beda dengan bilik pribadi yang kusinggahi.Kasur raksasa berkelambu.Lemari mahoni yang tingginya satu setengah kali manusia dewasa. Tapestri dan pernak-pernik keemasan yang menghiasi segenap dinding.Hanya aja semuanya tersamarkan oleh benderang lampu yang begitu redup. Melebur dalam kerlap-kerlip yang justru menciptakan suasana yang lebih menenangkan dan damai.Kayaknya emang isi kamar itu mencerminkan kepribadian seseorang.“Perlu saya hidupkan lampunya?”Aku menggeleng pelanDevon ngangguk. Kaku.Atau cuma aku yang berpikir demikian?Dengar.Ini bukan

  • DEVIL QUEEN: Journey as Villainess's Subordinate   [RACHEL] Kabar Bahagia

    “Nyamankan dirimu sendiri, Rachel. Enggak usah terlalu tegang begitu. Aku enggak bakal nyakitin kamu atau gimana, kok. Gimana pun, kita ini temen lama, bukan?”Ya? Kalau begitu, biarkan kudaratkan satu pukulan paling kuat yang kubisa ke wajah bodohmu itu.Mungkin, setelahnya, aku jadi enggak terlalu gugup lagi.Karena gimana ya …Belum ada tiga hari sejak kedatangan bajingan-bajingan asing ini, dan mereka udah memperlakukan istana bak rumah sendiri.Kamar-kamar tamu ditempati sembarangan.Barak dan persenjataan dikuasai.Tentara-tentara yang tersisa dilucuti—alasannya sih untuk ngehindari kekerasan yang enggak perlu.Itu dalih tolol—atau mungkin enggak?Entahlah.Karena, terlepas dari info ini valid atau enggak, jumlah pasukannya enggak kurang dari 15 ribu.Membanjiri kota dengan intimdasi dan todongan yang dibalut dengan begitu manis hingga nampak seperti persembahan yang menarik.Apa salah satu di antara mereka ada yang punya kemampuan memgendalikan pikiran, ya?Makudku, mengubah per

  • DEVIL QUEEN: Journey as Villainess's Subordinate   [BROWN DIRT] Kisah Pembangkangan Makhluk Tak Berarti

    Hamba terbangun dengan kuping berdenging dan kepala berputar-putar.Banyak hal mengerikan yang terjadi.Kebakaran. Kerusuhan. Kekejian.Bukan.Ini masalah yang berada di luar kehendak Hamba.Ini konflik di mana Hamba seharusnya tidak mengomentariHamba tidak berhak.Hamba tidak berhakApalagi, dalam mimpi a

  • DEVIL QUEEN: Journey as Villainess's Subordinate   [TOM] Semunya Begitu Sempurna (Dan Begitu Kurang)

    Aku enggak pernah sebahagia hari ini.Semuanya terasa sempurna.Semuanya terasa lengkap.Emang, hari ini berjalan sebiasa hari yang lain.Natalie bangun pagi-pagi, masih penuh senyum lelah seperti biasa, dan sempat-sempatnya memberi kecupan selamat pagi sembari diiringi kekehan jahil.Aku, masih setengah

  • DEVIL QUEEN: Journey as Villainess's Subordinate   [RACHEL] Hari Bahagia

    Informasi adalah kekuatan. Itu hukum mutlak. Karenanya ada peribahasa: diam adalah emas. Makin banyak yang kau katakan, makin pasti pula hidupmu gak bakal panjang. Aku tentu gak mau ada peristiwa berdarah-darah di saat yang seharusnya menjadi hari paling bahagia dalam diriku. Tapi, bukannya aku engg

  • DEVIL QUEEN: Journey as Villainess's Subordinate   [RACHEL] Angan-Angan Kesampaian, Deh (Akhirnya)

    Ada bisik-bisik.Di istana.Di jalan-jalan Ibukota.Di seluruh pelosok negeri.‘Bangsawan kini bisa ngebunuh warganya yang gak bersalah?’‘Di mana keadilan?’‘Raja dipengaruhi oleh sekumpulan iblis yang cuma haus kekuasaan.’‘Singgasana itu dikutuk. Tahta itu dikutuk.’‘Negeri ini akan mendapat murka besar

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status