Compartilhar

bab 256

Autor: Azzura Rei
last update Data de publicação: 2026-05-30 23:56:34

Sasha terperanjat, matanya membelalak panik saat mendengar nada sambung video mulai berbunyi dari ponsel William. Dengan sisa-sisa tenaga yang terasa lumpuh akibat pelepasan hebat baru saja, ia buru-buru menarik tali gaun satinnya yang melorot di lengan dan merapikan belahan dadanya yang terekspos. Wajahnya masih merah padam, napasnya belum sepenuhnya teratur, dan bibirnya sedikit bengkak akibat lumatan posesif William.

"William! Kamu benar-benar gila ya!" bisik Sasha setengah menjerit, tangann
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Dalam Dekap Hangat Pak Profesor   bab 279

    Kirana tampak tersentuh, matanya kembali berkaca-kaca mendapat kelonggaran yang tidak pernah ia duga sebelumnya dari sang ayah. "Papa... makasih."William yang menyaksikan itu hanya bisa menahan tawa sinis di dalam hati. Sungguh pikir William tak sampai jika hanya ingin membuat Kirana terharu. Aditama sengaja melonggarkan cengkeramannya pada Kirana malam ini hanya untuk membangun reputasi baru sebagai 'Papa yang pengertian' di hadapan mereka, sekaligus membuat posisi William yang tetap menjaga jarak terlihat semakin tidak rasional.William melirik jam tangan kronograf di pergelangan tangannya. Jarum panjang baru saja menyentuh angka dua belas, menandakan tepat satu jam telah berlalu sejak mereka berpindah ke ruang tengah. Jam sembilan malam."Waktu kita sudah habis," ujar William tegas sambil berdiri dari posisinya.Ia dengan cekatan namun lembut mengangkat tubuh Arlan yang sudah terlelap ke dalam dekapannya. Kepala balita itu terkulai nyaman di pundak William. Sasha pun ikut bangki

  • Dalam Dekap Hangat Pak Profesor   bab 278

    Bisikan Sasha mendarat lembut di telinga William, membawa riak batin baru di tengah kepalanya yang hampir mendidih. William menoleh sedikit, menatap sepasang mata istrinya. Ia tahu Sasha tidak sedang tunduk pada manipulasi Aditama; Sasha hanya sedang menggunakan logika dinginnya. Menghadapi singa tua yang sedang berakting menjadi korban dengan cara menyerang balik secara frontal hanya akan membuat mereka terlihat sebagai monster di mata Kirana.William memejamkan mata sesaat, mengatur napasnya yang sempat memburu. Bahunya yang semula tegang perlahan melonggar.“Kamu gak tahu siapa dia.”“Setidaknya dia orang yang sudah tua. Kita bisa menganggap beliau orang lain jika kamu keberatan.”"Satu jam," ucap William akhirnya, suaranya datar tanpa emosi, namun cukup keras untuk memutus isak tangis Kirana.Aditama yang mendengar itu diam-diam menarik sudut bibirnya tipissangat tipis hingga nyaris tak terlihat!.Sebelum kembali memasang topeng wajahnya yang layu dan penuh syukur. "Terima kasih,

  • Dalam Dekap Hangat Pak Profesor   bab 277

    “Tunggu!” ujar Aditama.Suara itu tidak lagi menggelegar penuh kuasa seperti sebelumnya. Nada bicaranya mendadak merosot turun, bergetar hebat, seolah-olah seluruh wibawa yang menyokong tubuh ringkihnya runtuh dalam satu kedipan mata.William menghentikan langkahnya tepat dua jengkal dari ambang pintu ruang makan, namun ia tidak membalikkan badan. Bahunya menegang, mengantisipasi trik murahan macam apa lagi yang akan dimainkan oleh sang patriark.Di belakang mereka, terdengar suara gesekan kursi yang kasar. Aditama melangkah memutari meja makan dengan langkah yang sengaja dibuat sedikit terseret, kehilangan ritme tegas yang ia pamerkan beberapa menit lalu. Wajah otoriternya lenyap, digantikan oleh gurat keputusasaan yang begitu meyakinkan."William... Sasha..." Aditama menyebut nama mereka dengan napas yang memburu pendek, seolah pasokan oksigen di paru-parunya mendadak menipis. Pria tua itu memegang pinggiran meja untuk menopang tubuhnya, menatap lurus ke arah Kirana yang mulai teris

  • Dalam Dekap Hangat Pak Profesor   bab 278

    Aditama meletakkan pisau dan garpunya di atas piring porselen dengan dentingan halus yang terdengar begitu nyaring di ruang makan yang sunyi. Ia menyeka sudut bibirnya dengan serbet kain, lalu melayangkan pandangan lurus ke arah Arlan yang sedang berusaha memotong dagingnya dengan canggung."Anak yang tampan," ujar Aditama, nadanya terdengar seperti seorang kakek yang bangga, namun sorot matanya sedingin es. "Dia mewarisi struktur rahangmu, William. Dan sepertinya... dia juga mewarisi ketenanganmu. Sayang sekali jika potensi sebesar itu harus tumbuh di luar lingkaran utama Aditama."Tangan William yang memegang garpu menegang. Ia bisa merasakan pergerakan kecil di sampingnya. Sasha, meski tetap diam sesuai janji, kini duduk lebih tegak dengan jemari yang meremas gaunnya sendiri."Dia tumbuh di tempat yang tepat," sahut William, suaranya sangat rendah, nyaris seperti geraman yang tertahan. "Jauh dari racun keluarga ini."Aditama tertawa hambar. "Racun? Atau perlindungan? Kamu terlalu n

  • Dalam Dekap Hangat Pak Profesor   bab 275

    Sasha mengangguk mantap. Meski ia adalah wanita berprinsip yang terbiasa berpikir kritis, ia mengerti bahwa di balik dinding benteng pertahanan William, terdapat ketakutan yang dalam, bukan takut akan kekalahan di meja bisnis, melainkan takut kehilangan hal-hal yang paling berarti baginya.“Aku mengerti, Will,” jawab Sasha lembut, jemarinya mengusap punggung tangan suaminya. “Aku akan menjadi pendengar dan pengamat yang baik. Aku tidak akan mengeluarkan satu patah kata pun kecuali kamu yang memintanya.”William menatap Sasha dalam-dalam. Kepercayaan yang diberikan istrinya adalah bahan bakar sekaligus beban yang berat baginya. Ia tahu, dengan membawa Sasha dan Arlan ke kediaman utama, ia sedang membiarkan mereka masuk ke dalam zona bahaya yang dipenuhi oleh penglihatan tajam Aditama. Namun, ia juga sadar bahwa membiarkan Sasha tetap di luar jangkauan hanya akan membuat istrinya itu menjadi sasaran empuk yang tak terlindungi. Bersama William, setidaknya ia bisa memantau setiap ancaman

  • Dalam Dekap Hangat Pak Profesor   bab 276

    William mengembuskan napas berat. "Aditama mengundang kita makan malam besok di rumah utama."Sasha tertegun sejenak. "Rumah utama? Tempat ibumu dulu...?""Ya," potong William cepat. "Dia menggunakan nama ibuku untuk memancingku. Dan... dia membawa Kirana pulang dari Australia."Sasha memiringkan kepalanya, mencoba mencerna nama baru yang baru saja didengarnya. "Kirana?”"Benar. Adikku satu-satunya. Dia pulang tanpa memberi tahu aku, dan sekarang dia ada di bawah pengaruh Aditama," suara William terdengar parau. "Aku tidak ingin membawamu dan Arlan ke sana, Sasha. Tempat itu terlalu kotor dan penuh dengan kepalsuan. Tapi jika aku pergi sendiri, Aditama pasti akan menggunakan Kirana untuk menekanku agar membawa kalian di lain waktu."Sasha menatap William dengan tatapan yang sangat matang. Ia bisa melihat dilema yang luar biasa besar di mata suaminya. Di satu sisi, William ingin melindungi surga kecil mereka, namun di sisi lain, ada adik kandungnya yang juga harus diselamatkan dari ce

  • Dalam Dekap Hangat Pak Profesor   bab 146

    "Semuanya hancur. Semua gara gara ayah begomu ini, Clarissa!”Clarisa pun dihubungi. Bukan hanya shock, Clarissa pun mendapat imbas dari perbuatan ayahnya. Dia bekerja di perusahaan besar Aditama, membuat dia dalam masalah besar.“Mama gak lagi bercanda kan? Aku baru saja akan naik jabatan.”“Entah

  • Dalam Dekap Hangat Pak Profesor   bab 144

    "Banyakk. Termasuk….”William menyesap kopinya perlahan, matanya tidak pernah lepas dari wajah Bramanto yang mulai memucat. Keheningan di ruangan itu terasa mencekik, hanya menyisakan suara detak jam dinding yang seolah menghitung mundur sisa napas ketenangan Bramanto."Tentang golongan darah.Sasha

  • Dalam Dekap Hangat Pak Profesor   bab 144

    “Jika benar Sasha masih hidup, aku akan balas kebohongan ini!”William menyandarkan kepalanya di sandaran kursi mobil yang empuk, namun pikirannya bekerja dengan kecepatan tinggi. Pantas selama ini dia curiga dengan Bram yang kembali dan meminta belas kasihnya dengan dalih kematian Sasha. Benar ben

  • Dalam Dekap Hangat Pak Profesor   bab 136

    Meskipun rasa mual terkadang masih menyentak perutnya, Sasha tetap memaksakan diri untuk memantau pesanan keripik di gawai miliknya. Strategi Sasha untuk memproteksi diri kini bukan hanya sekadar bersembunyi, melainkan membangun ekosistem kehidupan yang mandiri di dalam bangunan tua tersebut."Nduk

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status