Home / Mafia / Dalam Genggaman sang Mafia Dingin / BAB 69 Rona Merah di Fajar Pertama

Share

BAB 69 Rona Merah di Fajar Pertama

Author: Pritca Ruby
last update publish date: 2026-10-27 21:30:50

Cahaya keemasan fajar perlahan menerobos masuk menembus celah tirai sutra yang tersingkap tipis, menyapu permukaan peraduan luas berlapis seprai hitam yang tampak sedikit kusut. Keheningan pagi yang tenang membungkus seluruh kamar utama kediaman privat, menggantikan atmosfer panas dan emosi intens yang menyatu semalam.

Aleta menjadi yang pertama terbangun. Kelopak matanya yang bergetar halus perlahan terbuka, menyesuaikan diri dengan pendar sinar mentari pagi. Rasa hangat mendominasi seluruh tu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dalam Genggaman sang Mafia Dingin   BAB 70 Takhta Sang Nyonya Muda

    Sinar mentari pagi menerobos lembut menembus dinding-dinding kaca kediaman megah yang kini sepenuhnya menjadi milik Aleta. Suasana dingin dan kaku yang dulu menyelimuti bangunan bernuansa marmer itu telah lenyap tanpa bekas, berganti dengan kehangatan rumah yang hidup. Bunga mawar putih dan gandum keemasan terpajang anggun di setiap sudut lorong, menyebarkan aroma menenangkan yang menyambut setiap orang yang melangkah di dalamnya.Aleta berdiri di tengah area rumah kaca pribadi. Dalam balutan gaun kasual berwarna krem yang anggun dan simpel, ia tampak begitu mempesona. Wajahnya yang dulu sering dibayangi rasa cemas kini memancarkan binar kebahagiaan yang murni dan tenang. Dengan telaten, Aleta merawat kelopak-kelopak bunga mawar yang bermekaran subur, memotong tangkai yang layu dengan senyuman tipis yang tak pernah lepas dari bibirnya."Nyonya Muda," suara Bi Bikah terdengar lembut dari arah pintu rumah kaca. Pelayan senior itu melangkah mendekat seraya membawa nampan berisi teh herba

  • Dalam Genggaman sang Mafia Dingin   BAB 69 Rona Merah di Fajar Pertama

    Cahaya keemasan fajar perlahan menerobos masuk menembus celah tirai sutra yang tersingkap tipis, menyapu permukaan peraduan luas berlapis seprai hitam yang tampak sedikit kusut. Keheningan pagi yang tenang membungkus seluruh kamar utama kediaman privat, menggantikan atmosfer panas dan emosi intens yang menyatu semalam.Aleta menjadi yang pertama terbangun. Kelopak matanya yang bergetar halus perlahan terbuka, menyesuaikan diri dengan pendar sinar mentari pagi. Rasa hangat mendominasi seluruh tubuhnya, bersumber dari lengan tegap yang melingkar posesif di pinggangnya, mengunci tubuh mungilnya agar tetap rapat tanpa jarak.Aleta memiringkan kepalanya sedikit, menatap sosok pria yang terlelap tenang di sampingnya. Antonio tampak begitu damai saat tidur. Rambut hitam tebalnya sedikit berantakan jatuh menutupi dahi, menanggalkan aura dingin dan intimidatif yang biasanya selalu membalut sang penguasa tanah. Tatapan Aleta berjelajah menyusuri rahang tegas suaminya, dan seketika kilasan-kilas

  • Dalam Genggaman sang Mafia Dingin   BAB 68 Dalam Dekapan Sang Penguasa

    Pendar lampu dinding berwarna keemasan menyapu peraduan luas berlapis seprai sutra hitam. Antonio merendahkan tubuhnya secara perlahan, mengikis habis jarak yang tersisa di antara mereka hingga Aleta sepenuhnya tenggelam di bawah naungan tubuh bidang sang suami. Aroma maskulin bercampur wangi sandalwood yang menjadi ciri khas Antonio mengepung seluruh indra penciuman Aleta, membakar habis sisa udara di sekeliling mereka dan membuat Aleta berdesir hebat.Antonio tidak terburu-buru. Pria mafia yang biasanya bertindak cepat, tegas, dan dominan dalam mengambil keputusan itu kini menjelma menjadi sosok pelindung yang teramat sabar. Jemari besarnya yang hangat menyusuri rahang Aleta, mengusap pelan bibir wanitanya yang sedikit terbuka sebelum bergerak turun menelusuri leher jenjang Aleta yang begitu halus dan sensitif."Kamu gemetar, mi amor..." bisik Antonio rendah, deru napas hangatnya yang terengah menyapu pelipis Aleta, menyuntikkan getaran halus yang merayap hingga ke ujung jari.Aleta

  • Dalam Genggaman sang Mafia Dingin   BAB 67 Malam Pertama Dan Janji Abadi

    Pesta resepsi yang megah di aula utama akhirnya usai saat larut malam menyelimuti kediaman. Para tamu VIP dan pejabat tinggi telah meninggalkan lokasi di bawah pengawalan ketat, menyisakan ketenangan yang menentramkan di seluruh penjuru kediaman mewah tersebut. Langkah-langkah kaki pengawal di luar bangunan utama terdengar samar, menjaga batas perimeter dengan kedisiplinan tinggi.Di dalam kamar utama, lampu-lampu kristal diredupkan, menyisakan pendar keemasan hangat dari lampu dinding yang membias lembut ke seluruh ruangan. Aroma harum kelopak bunga mawar putih dan lilin aromaterapi menyeruak tenang di udara.Aleta berdiri di dekat jendela besar yang menampilkan pemandangan taman malam yang sunyi. Ia telah menanggalkan gaun pengantin beratnya, berganti dengan gaun tidur sutra berwarna krem yang jatuh anggun menutupi tubuhnya. Pengalaman menegangkan di altar tadi siang masih membayang di benaknya, namun kali ini bukan lagi sebagai ketakutan, melainkan sebagai bukti betapa besarnya per

  • Dalam Genggaman sang Mafia Dingin   BAB 66 Hancurnya Sebuah Ambisi

    Atmosfer di dalam aula utama mendadak menjadi begitu mencekam. Puluhan moncong senjata milik pengawal pribadi Antonio kini terkunci tepat ke arah anak buah Helena dan Giselle. Para tamu undangan menahan napas dalam keheningan total, menyaksikan bagaimana sang penguasa tanah secara terbuka membalikkan kepungan politik yang dirancang ibunya sendiri.Helena berdiri terpaku di tempatnya. Wajah anggun yang biasanya memancarkan keangkuhan itu kini memucat pasrah. Cangkir porselen dan gaun mewahnya tak lagi mampu menutupi kekalahan telak yang baru saja diterimanya di hadapan para pejabat tinggi, menteri, dan relasi bisnis internasional. Rencana besar yang ia susun dengan rapi untuk mempermalukan Aleta di depan publik seketika berbalik menjadi panggung kehancurannya sendiri."Antonio..." suara Helena bergetar, berusaha menahan rasa malu dan amarah yang membakar dadanya. "Kamu rela mengancam ibu kandungmu sendiri di depan umum demi wanita dari ladang gandum ini?"Antonio melangkah turun satu a

  • Dalam Genggaman sang Mafia Dingin   BAB 65 Dentum Takdir di Tengah Altar

    "Dengan ini, berdasarkan ikatan janji suci yang telah diikrarkan, aku menyatakan kalian berdua resmi menjadi suami dan istri."Suara pendeta bergema penuh kekhidmatan di seluruh penjuru aula, disambut tepuk tangan riuh dari para tamu VIP dan pejabat tinggi yang hadir. Antonio perlahan membuka selubung tipis yang menutupi wajah Aleta. Manik mata hitamnya menatap lurus pada wanitanya—yang kini telah resmi menjadi istrinya.Antonio merengkuh pinggang Aleta, menundukkan kepala dan mendaratkan ciuman hangat yang amat dalam di bibir Aleta. Sebuah ciuman yang mengunci janji suci mereka, menyegel rasa kepemilikan mutlak dan cinta yang tak tergoyahkan. Aleta memejamkan mata, membalas ciuman itu dengan remasan lembut jemarinya di dada bidang Antonio. Di detik itu, seluruh ketakutan Aleta menguap, digantikan oleh kedamaian yang belum pernah ia rasakan seumur hidupnya.Namun, kedamaian di atas altar itu tak bertahan lama.Brak!Pintu jati raksasa di bagian belakang aula mendadak terdorong keras.

  • Dalam Genggaman sang Mafia Dingin   BAB 2 Sebuah Pelecehan

    Matahari sudah tidak terlihat lagi, digantikan oleh bulan sabit yang seolah tersenyum meskipun tidak ada taburan bintang yang ikut menghiasi langit yang gelap."Bahkan bulan saja masih mampu tersenyum walaupun dia sendirian di langit yang gelap itu," gumam Aleta yang hendak menutup jendela tetapi s

  • Dalam Genggaman sang Mafia Dingin   BAB 1 Nasib Malang

    "Mana uangnya?"Aleta menghela nafas panjang. "Aku baru saja sampai ke rumah, yang kamu tanyakan hanya uang. Seharian aku bekerja di ladang gandum, bahkan kamu tidak tanya selelah apa seharian aku di sana setiap hari tanpa libur.""Kamu baru bekerja satu tahun saja, lagaknya seperti sudah menghidup

  • Dalam Genggaman sang Mafia Dingin   BAB 6 Malam Panjang

    "Kamu tahu alasan kamu ada di sini?" Suara berat itu kemudian memecah hening kamar dingin di sudut ruangan setelah beberapa saat tak ada tanggapan atas ucapan Aleta."Aku minta maaf kalau mungkin aku ada sal --""Mungkin?" Antonio mengernyit. "Memang!"Lantas Antonio beranjak dari tempat duduknya

  • Dalam Genggaman sang Mafia Dingin   BAB 5 Kesalahan

    Byur!!Satu gelas berisi air disiramkan pada wajah Aleta sampai terhenyak bangun karena terkejut."Bagaimana tidurmu semalam, Jalang?"Sepasang mata Aleta membola saat mendengar sebutan itu untuknya. Padahal dia adalah wanita baik-baik. Ia tidak ingat apa yang terjadi semalam sampai akhirnya bisa t

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status