ログインDuan Rong masih berusaha menjaga senyum. “Pemimpin Luo terlalu cepat menilai.”Luo Chenghai menutup peti biru. “Kalau begitu tulis ulang di depan kami. Tulis sesuai laporan asli, tambahkan catatan bahwa salinan pertama sempat diturunkan bahasanya, lalu tekan cap pos. Jika Tuan Duan merasa semua itu penghinaan, silakan tulis keberatan di bawah nama sendiri.”Juru salin kecil yang tadi menyindir Wei Song salah mencelupkan kuas. Tinta hitam menetes ke lengan bajunya, dan ia buru-buru menyembunyikan tangan di bawah meja.Pengawal karavan yang sempat tertawa kini pura-pura memeriksa tali sepatu. Mereka tidak lagi berani ikut meremehkan nama Tuan Jubah Putih setelah melihat satu juru salin utama pos dipaksa menulis ulang di depan orang banyak.Wei Song mendorong lembar kosong ke tengah meja. “Mulai ulang saja, Tuan Duan. Kuda kurir masih sanggup membawa kebenaran, asal penulis
Laporan resmi dari Benteng Utara Jin Gao meninggalkan halaman militer ketika embun masih menggantung di ujung panji Kekaisaran Bai Feng.Tabung bambu itu tampak kecil di tangan kurir muda bernama Wen An, tetapi cap merah Han Beitang di permukaannya membuat setiap pos jalan wajib memperlakukannya sebagai urusan wilayah, bukan cerita yang lahir dari meja rumah teh.Di dalam tabung itu, nama Tuan Jubah Putih belum menjadi legenda. Ia baru berupa catatan dingin yang menyebut Rumah Teh Seruling Senja, Sekte Puncak Matahari, Sekte Hutan Zhulin, Paviliun Awan Bijaksana, Balai Angin Senja, Klan Naga Air, dan Benteng Utara Jin Gao sebagai saksi berlapis atas kemunculan seorang pria berjubah putih di wilayah barat Kekaisaran Bai Feng.Namun kabar resmi selalu berjalan dengan kaki lebih berat daripada rumor.Saat kuda Wen An baru meninggalkan debu gerbang benteng, dua pengawal karavan sudah menceritakan versi m
Tombak-tombak di depan tidak patah. Mereka hanya miring sepersekian, cukup untuk membuat garis komando kehilangan sudut.Langkah kedua jatuh di sisi kiri. Baris belakang yang seharusnya menutup celah mendadak bergerak terlalu cepat, lalu tertahan oleh posisi kaki mereka sendiri.Langkah ketiga menekan pusat formasi.Seluruh tombak miring ke tanah satu demi satu.Tak seorang pun jatuh ke tanah, tetapi barisan itu sudah kehilangan bentuknya. Ujung-ujung tombak miring, langkah para prajurit tertahan, dan di depan mata semua saksi, Rong Tian meruntuhkan wibawa formasi tanpa perlu membuat satu tubuh pun berdarah.Prajurit muda yang tadi paling cepat menegakkan dada kini menunduk lebih dulu. Tombaknya masih di tangan, tetapi ujungnya menghadap tanah, dan di bawah tatapan para karavan yang tertahan, itu sudah cukup untuk membuat wajahnya panas.Cao Zhen berdiri kaku
Salinan penilaian Paviliun Awan Bijaksana sampai ke Benteng Utara Jin Gao sebelum matahari hari berikutnya condong ke barat.Kuda pengantar pesan tiba dengan busa putih di mulut, pelananya basah oleh keringat, dan pembawa suratnya tak sempat membersihkan debu dari alis sebelum gulungan dipindahkan ke tangan penjaga gerbang.Benteng Utara Jin Gao tidak sebesar kota, tetapi nadinya jauh lebih keras.Dindingnya tebal, parit kering mengitari sisi luar, panji Kekaisaran Bai Feng berkibar di atas menara, dan halaman dalam dipenuhi bunyi tombak panjang, sepatu besi, tali busur, serta perintah pendek yang dilatih agar tidak bergantung pada emosi.Han Beitang membaca laporan itu di ruang kerjanya yang sederhana. Di hadapannya ada peta wilayah barat Kekaisaran Bai Feng, satu baki teh hitam, segel militer, dan dua orang kepercayaan yang sudah terlalu lama berdiri di dekat kekuasaan untuk berpura-pura tidak cema
Cheng Yuwen mengangkat tangan kecil, menghentikan Sun Kehui sebelum pria itu membalas. “Kami tidak ingin berdebat sebelum menimbang. Paviliun Awan Bijaksana punya Formasi Tujuh Lapis untuk membaca aliran qi, keselarasan dengan tanah, stabilitas meridian, dan kemungkinan jejak teknik yang merusak.”Ia menunjuk lingkaran di lantai. “Jika qi Tuan selaras dengan hukum wilayah, kami akan mencatatnya. Jika tidak, kami juga harus mencatatnya.”Rong Tian berjalan ke tengah formasi. “Alat yang jujur boleh membaca.”Sun Kehui tersenyum lagi, kali ini lebih tipis. “Semoga Tuan tetap berkata demikian setelah hasilnya keluar.”Wei Dazhi mengambil kuas. Tangannya belum gemetar, tetapi genggamannya lebih rapat daripada sebelumnya.Cheng Yuwen memberi isyarat. Lonceng kecil di sisi meja diketuk, dupa penenang di empat sudut menyala lebih terang, da
Meng Qingsong tidak langsung masuk ke paviliun. Ia menunduk, mengambil lonceng bambu yang jatuh di dekat kaki Fang Jichao, lalu mengusap serat putus pada simpulnya dengan ibu jari.Wajah tua itu tidak marah, tetapi para murid Sekte Hutan Zhulin justru menahan napas lebih dalam. Mereka tahu, kemarahan yang tak keluar dari mulut pemimpin mereka sering lebih berat daripada bentakan di aula hukuman.“Lonceng ini seharusnya mengingatkan orang pada arah angin,” kata Meng Qingsong pelan. “Hari ini, ia justru mengingatkan sekte kita pada rasa malu.”Fang Jichao menunduk lebih rendah. Dua murid yang tadi mengikuti cemoohnya ikut menurunkan mata, dan suara bambu yang bergesekan di atas kepala mereka mendadak terasa seperti bisik-bisik panjang dari seluruh hutan.Meng Qingsong menyerahkan lonceng itu kepada murid penjaga di sampingnya. “Gantung di aula latihan. Biarkan semua murid
Setelah gemuruh Nadi Pedang mereda dan pedang raksasa hancur berkeping-keping, Makam Pedang Kekaisaran kembali diselimuti keheningan yang dalam. Keheningan yang berbeda dari sebelumnya.Bukan lagi keheningan yang mencekam atau mengancam, melainkan keheningan yang penuh hormat.Rong Tian berdiri di
Rong Tian berdiri di hadapan pedang hitam yang terletak di sudut Makam Pedang. Meskipun penampilannya sangat sederhana dan tidak mencolok, aura yang terpancar dari pedang itu kini terasa begitu kuat dan menindas.Seolah roh pedang di dalamnya telah terbangun sepenuhnya. Mengamati Rong Tian dengan i
Di antara halaman-halaman yang memudar, ada deskripsi tentang sebuah ajaran spiritual yang disebut Sutra Api Suci Zarthus. Sutra itu tidak mengajarkan seni bela diri ofensif seperti yang dikenal di Timur. Sebaliknya, sutra itu berfokus pada penguasaan elemen api dan cahaya, serta penggunaan Qi untu
Di tengah Makam Pedang Kekaisaran yang gelap, Rong Tian berdiri tegak dengan Lonceng Jiwa Senyap dalam genggamannya. Di hadapannya, pedang raksasa yang terbentuk dari jalinan ribuan bilah kuno menjulang tinggi, memancarkan aura kehancuran yang mencekam.Wushhhh!Tanpa peringatan, pedang raksasa itu







