Teilen

Dua Kata

last update Veröffentlichungsdatum: 04.04.2026 20:00:50

Sementara Rong Tian, ia berhenti berjalan.

Ini bukan berhenti dengan cara orang yang bingung atau takut. Langkahnya terhenti tanpa goyah, seperti seseorang yang memang sudah menentukan titik itu sebelum kakinya sampai di sana.

Ia berhenti dengan cara seseorang yang sedang mendengarkan sesuatu yang frekuensinya terlalu rendah untuk ditangkap telinga biasa, namun cukup jelas bagi sesuatu yang lebih dalam dari pendengaran. Tubuhnya tidak bergerak, tapi a

Lies dieses Buch weiterhin kostenlos
Code scannen, um die App herunterzuladen
Gesperrtes Kapitel

Aktuellstes Kapitel

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Pintu di Bawah Aula

    Segel kecil di gagang pedang pecah. Cahaya bulan yang semula dipaksa mengalir ke arah Qiao Yulan tiba-tiba berbalik, dan perempuan itu memuntahkan darah ketika meridiannya dihantam oleh qi yang selama ini ia tekan dengan paksa.Pedang Rembulan lepas dari tangannya dan berputar sekali di udara. Rong Tian mengangkat lengan, membiarkan gagang pedang jatuh ke telapak tangannya, sementara seluruh aula melihat Qiao Yulan terhuyung mundur dengan wajah yang tidak lagi mampu mempertahankan senyum.“Pedang ini tidak pernah memilihmu,” kata Rong Tian.Aula sunyi, tetapi kesunyian itu tidak kosong. Di dalamnya ada wajah murid yang memucat, napas yang tertahan, jari yang melepaskan gagang pedang, dan tatapan yang mulai menghitung ulang semua cerita yang mereka dengar selama lima tahun.Cai Ruxin paling cepat bereaksi. Ia menunjuk Rong Tian dengan tangan gemetar, lalu berteriak, “Teknik iblis! Di

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Pedang di Tangan Pencuri

    Aula utama Sekte Bunga Salju tampak indah dengan cara yang dingin dan tertib. Pilar putihnya dipahat menyerupai batang es, lantai batu beku memantulkan cahaya biru pucat, sementara lambang bulan besar tergantung di balik kursi ketua seperti mata yang menilai setiap orang dari tempat tinggi.Rong Tian masuk di antara dua baris murid perempuan yang sudah mendengar tuduhan pencurian teknik. Beberapa menatapnya dengan kebencian yang dipelajari dari rumor, beberapa lagi mencoba tampak keras meskipun tangan mereka masih mengingat bagaimana formasi gerbang runtuh tanpa satu pun luka besar.Qiao Yulan duduk di kursi utama. Ia bukan perempuan renta, tetapi usia tampak berusaha disembunyikan di balik riasan halus, dan matanya yang licin menatap Rong Tian seperti pedagang tua menaksir barang langka sebelum menawar dengan harga paling rendah.Di samping kursi ketua, sebuah pedang tersandar pada penyangga giok putih. Pedang Rembulan

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Salju yang Tidak Mengenali Guru

    Rong Tian tidak mengubah ekspresi. Ia melihat bagaimana nama Bing Ruoxue dan Xue Lingyin menimbulkan reaksi yang terlalu cepat, terlalu seragam, dan terlalu takut untuk disebut sebagai kebenaran yang lahir alami.“Aku hanya bertanya apakah mereka masih hidup,” kata Rong Tian. “Jika kalian tidak tahu, panggil orang yang tahu.”Kalimat itu membuat wajah Cai Ruxin sedikit berubah. Bagi murid-murid muda, ucapan Rong Tian terdengar seperti ketenangan orang yang tidak memahami bahaya, tetapi bagi Cai Ruxin, ketenangan itu terasa seperti seseorang yang sengaja menahan tangan karena belum ingin membongkar meja.“Mulutmu ringan sekali menyebut nama orang berdosa,” ujar Cai Ruxin sambil mengangkat tangan. “Di depan wilayah sekte kami, pria asing sepertimu masih berani menyuruh kami memanggil orang, seolah Sekte Bunga Salju adalah halaman rumahmu sendiri.”Seorang

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Getar dari Utara

    Malam itu, di atas kapal spiritual kecil yang melaju di atas arus qi dingin, Rong Tian membuka segel kecil di lengan jubahnya. Dari ruang lipatan yang disembunyikan di bawah lapisan kain, sebuah pedang memancarkan cahaya hangat yang sangat tipis, tidak menyala ganas, tetapi cukup untuk membuat permukaan air di bawah kapal berkilau seperti bara dalam abu.Pedang Matahari terbaring di telapak tangannya. Pedang itu bukan rampasan yang pernah diumumkan, bukan pula piala kemenangan yang dibawa ke depan banyak saksi, melainkan sisa dari Bai Lie, seorang lawan yang pernah cukup tajam untuk melihat bayangan masa lalu Rong Tian sebelum tubuhnya jatuh ke Laut Timur.Setelah Bai Lie mati, Rong Tian tidak membiarkan pedang itu menjadi rebutan gelombang, monster laut, atau tangan kultivator rakus yang kelak akan menjual nama orang mati demi reputasi. Ia turun diam-diam ke kedalaman Laut Timur, mengambil Pedang Matahari dari pasir hitam dan karang retak,

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Dunia yang Terlalu Sunyi

    Retakan di langit Benua Longhai sudah menutup, tetapi bekasnya masih tertinggal di puncak Gunung Xuandu seperti guratan luka tua yang tidak ingin dibicarakan orang. Angin melewati batu pecah dan panji kusam, membawa sisa debu perang yang dulu membuat sekte, kaisar, prajurit, dan pendekar kecil menahan napas di bawah bayang-bayang dua abadi.Rong Tian berdiri di tepi tebing dengan jubah putih yang kini tidak lagi asing bagi Dataran Tengah Benua Longhai. Di kaki gunung, beberapa rombongan pendekar melewati jalur batu dengan suara tertahan, sebagian memberi hormat dari jauh, sebagian lain menundukkan kepala setelah memastikan sosok itu benar-benar bukan bayangan kabut.Di masa lalu, suara seperti itu sering membawa tantangan, fitnah, atau niat membunuh yang disembunyikan di balik sapaan sopan. Hari ini, semuanya berubah menjadi jarak yang sangat tertib, dan justru jarak itulah yang membuat Rong Tian merasa dunia fana semakin kehilangan suara yang pernah membuat pedangnya bergerak.Seoran

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Dunia Fana yang Mencela Penahannya

    “Dengar. Yang Mulia naik karena langit mengakuinya,” katanya, tetapi matanya tidak berani menatap retakan yang terus melebar.Seorang saksi dari wilayah barat Kekaisaran Bai Feng membalas, “Kalau Tuan Jubah Putih tertahan karena dosa, mengapa retakan ini menunggu tangannya?”“Siapa yang tahu hukum langit?” sahut sekte kecil lain, berusaha mencari aman. “Bisa saja ia punya hutang kepada Benua Longhai.”Pengawal Balai Angin Senja maju setengah langkah. “Kalau punya hutang berarti dia sedang membayar dengan menyelamatkan kalian, bukan dengan menjual nyawa orang lain seperti pengecut.”Perdebatan itu tidak berhenti di Gunung Xuandu. Sebelum malam tiba, kabar mulai turun lewat murid-murid yang pulang, prajurit yang menulis laporan, pengawal karavan yang menahan gemetar, dan biksu muda yang membawa murid pingsan menuju kaki gunung.

  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Lima Belas Jurus di Lantai Dua

    "Dua puluh jurus," kata Rakhim sambil menatap seluruh lantai dua dengan tatapan yang sangat lambat dan sangat mengukur."Untuk pimpinan Sekte Bunga Salju, kau bertahan cukup lama."Li Mingyuan dari Sekte Awan Sembilan Keabadian berdiri dari kursinya dengan sangat pelan, wajahnya sangat keras."Tuan

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-30
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Nadi Pedang dan Kejatuhan Sang Demigod

    Rakhim menarik napas sangat panjang, dadanya naik turun dengan cara yang sangat jelas dan sangat terlihat. Ia mengelap keringat di dahinya dengan punggung tangan kiri, mata tidak pernah lepas dari Rong Tian yang berdiri dengan sangat tenang di hadapannya."Baiklah," kata Rakhim dengan suara yang sa

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-30
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Arena Kecil dan Pedang Kayu Persik

    Suara riuh dari lantai bawah mulai bergerak naik. Langkah-langkah kaki yang sangat banyak menghantam tangga kayu dengan bunyi yang sangat keras dan sangat bertubi-tubi, seperti hujan batu jatuh ke atap rumah.Penduduk Ashgar yang tadinya duduk di lantai bawah naik satu per satu dengan wajah yang sa

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-30
  • Dari Penguasa Kegelapan Menjadi Raja Pedang    Segel Bara Langit

    Qasim Nural mengetuk batu segel sekali lagi."Begini," kata Qasim Nural dengan nada yang sangat tegas. "Segel Bara Langit bisa menutup seluruh area pameran. Tidak ada kultivator yang masuk tanpa kita ketahui. Tidak ada yang keluar membawa Jubah tanpa memicu segel.""Berapa lama pasangnya?" tanya Ra

    last updateZuletzt aktualisiert : 2026-03-30
Weitere Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status