Home / Young Adult / Dekapan Hangat Papa Rivalku / 17. Kehangatan Semu di Kota Paris

Share

17. Kehangatan Semu di Kota Paris

Author: Miss Nonce
last update publish date: 2026-10-04 19:11:44
Baru kali ini Mikha keluar negeri dan naik pesawat pribadi, dengan fasilitas lengkap. Semua ada, Mikha sampai terpukau. Sekaya apa sugar Daddy-nya ini, hingga memiliki pesawat pribadi.

Saat ini Mikha berada di sebuah suite room hotel mewah di Kota Paris, dengan pemandangan indah. Duh, rasanya Mikha tidak sabar untuk jalan-jalan berdua dengan Kama. Di luar negeri tidak ada yang mengenal mereka, Mikha rasa harusnya aman ya. Sayangnya, baru hari pertama Kama menyuruh tinggal di hotel saja.

Kama bar
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dekapan Hangat Papa Rivalku   18. Batas Seorang Simpanan

    Mikha menggeliat kala merasakan hentakan di atas ranjang. Membuka mata yang sepat, ia melihat Kama duduk di tepi ranjang seraya mengancingkan kemeja diujung tangannya.“Beb..”Kama menoleh, tersenyum tipis. “Tidur saja, kalau masih mengantuk.”Mikha beranjak duduk dengan pelan, matanya masih mengantuk efek semalam tidak bisa tidur.“Beb, sudah mau jalan?”“Humm..”Kama berdiri lalu memakai jasnya. Mikha melirik, diatas meja sudah siap sarapan pagi di Kota Paris.“Kamu yang siapin sarapannya?”“Humm, kamu sarapan di sini saja.”“Oke,” sahut Mikha.Kama lalu mengambil ponselnya, menoleh ke Mikha. “Hari ini kamu di kamar saja.”“Kenapa? Kan aku mau jalan-jalan,” kata Mikha.“Besok saya temani, hari ini dikamar.”“Babe_”“Menurut Mikha,” potong Kama tegas.Mikha bisa apa selain manyun, dia mengangguk patuh. Kama mendekat dan membelai rambutnya.“Good girl,” ucapnya dan mengecup kening Mikha lembut.Tanpa pamit Kama meninggalkan kamar, Mikha hanya menatap punggung pria itu hingga menghilan

  • Dekapan Hangat Papa Rivalku   17. Kehangatan Semu di Kota Paris

    Baru kali ini Mikha keluar negeri dan naik pesawat pribadi, dengan fasilitas lengkap. Semua ada, Mikha sampai terpukau. Sekaya apa sugar Daddy-nya ini, hingga memiliki pesawat pribadi.Saat ini Mikha berada di sebuah suite room hotel mewah di Kota Paris, dengan pemandangan indah. Duh, rasanya Mikha tidak sabar untuk jalan-jalan berdua dengan Kama. Di luar negeri tidak ada yang mengenal mereka, Mikha rasa harusnya aman ya. Sayangnya, baru hari pertama Kama menyuruh tinggal di hotel saja.Kama baru saja keluar dari kamar mandi dengan jubah mandi satin hitam yang agak terbuka di dada. Rambutnya masih sedikit basah, menyebarkan aroma sandalwood dan expensive taste yang langsung memenuhi ruangan suite Le Meurice.Mikha yang sedang duduk bersila di pinggir tempat tidur, mendadak tidak fokus. Matanya tanpa sadar memindai penampilan Kama.Gila ya, batin Mikha gusar. Udah tau gue lagi ngambek, dia malah pamer tembok dada sama papan gilasan premium begitu. Mana itu bahu lebar penopang masa depan

  • Dekapan Hangat Papa Rivalku   16. Kunjungan Kenegaraan di Istana Merah Muda

    Mikha mengeratkan selimut di dadanya, usai percintaannya dengan Paizani Kama Kanigara, sugar Daddy kesayangannya. Menyunggingkan senyum menggemaskan, Mikha menggigit bibir bawahnya teringat bagaimana Kama menerjangnya dari ruang tamu menuju kamar, dan menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang.Kama yang menaiki tubuhnya, memberikan kecupan sehangat sutra. Begitu lembut hingga Mikha hanya bisa memejamkan matanya, tatapan Kama yang penuh damba padanya. Membuat Mikha tertunduk lemas, sugar daddynya ini tidak kaleng-kaleng pesonanya.Kini, sugar daddynya itu tengah berdiri dengan ponsel di tangan seraya melihat pemandangan malam di apartemen mewah mereka yang terletak di lantai 25.Kama berdiri dengan wibawa yang tak bisa dibantah, meski usianya sudah di akhir empat puluhan, tapi justru di situlah letak pesonanya. Rambut hitam pekat yang kini diselingi warna perak di sekitaran pelipis, tidak banyak. Tapi justru itu yang membuat pemilik perusahaan teknologi, FnB dan perhotelan itu terlihat se

  • Dekapan Hangat Papa Rivalku   15. Alasan Menjadi Sugar Baby

    Mikha melangkah masuk ke ruang kuliah dengan langkah pelan, matanya masih sembab akibat kurang tidur. Kemarin dia terpaksa bolos kuliah, karena Om nakalnya tidak berhenti mengajarnya dengan kenikmatan dunia. Tapi tidak masalah, selesainya Mikha diberi hadiah mewah. Sebuah kalung dengan liontin bunga, cantik sekali.Tiba-tiba, suara tawa cempreng memecah keheningan. Vio muncul bersama tiga gadis yang selalu menempel bak parasite, lengkap dengan senyum sok cantik mereka."Ada yang bolos nih, dua hari nggak kuliah Kerja rodi banget nih," sindir Citra, salah satu dayang-dayang Vio, sambil melirik tajam ke arah Mikha.Vio ikut tertawa, suaranya penuh ejekan, "Buat apa sih?”Priska, salah satu dari mereka tidak ketinggalan. “Tuntutan hiudp kali, Cit. Kalau nggak banting tulang begitu, mau makan apa coba?"“Kalau buat makan, kalau cuma buat gaya fashion kelas atas tapi nggak sampai atas gimana,” celetuk Citra lagi mneyindir keras.“Pengan nggak nethink, tapi kok nggak bisa!” Priska tertawa s

  • Dekapan Hangat Papa Rivalku   14. Sarapan Mikha (21+)

    Esok paginya, Mikha sudah berkutat di dapur minimalis apartemen mewah Kama. Aroma harum mentega yang meleleh di atas wajan memenuhi dapur, aroma yang memubuat orang tergoda. Mikha berdiri santai mengenakan kemeja putih longgar, dengan cekatan mengocok telur dan menyiapkan roti tawar. Sarapan yang sangat sederhana—hanya scrambled eggs gurih dan roti panggang hangat—tapi cukuplah untuk memulai hari di apartemen megah berlantai tinggi tersebut.Di tempat ini, Mikha memang tak perlu pusing memikirkan hal-hal rumit. Segala kebutuhan hidupnya, mulai dari bahan makanan segar yang selalu diisi ulang, tagihan bulanan, hingga fasilitas kelas atas, semuanya sudah terjamin dengan sempurna.Saat Mikha sedang membalik roti panggangnya, dua lengan kekar tiba-tiba melingkar lembut di pinggangnya dari belakang. Kehangatan langsung menyapu punggung Mikha saat Kama menyandarkan dagunya di bahu wanita itu."Selamat pagi," bisik Kama dengan suara serak khas bangun tidur, menyapa tepat di dekat telinga Mik

  • Dekapan Hangat Papa Rivalku   13. Sugar Baby dan Sugar Daddy

    Aroma parfum mahal dan pendingin udara toko barang mewah di pusat perbelanjaan kelas atas siang itu tak mampu meredakan rasa heran Rara. Di depannya, Mikha santai menunjuk dua tas kulit edisi terbatas dan tiga pasang sepatu hak tinggi tanpa sekali pun melihat label harga.“Wangi nggak?” tanyanya pada Rara yang lihat kanan kiri, bingung mau beli apa. Karena harganya tidak ngotak, kalau menurut Rara.“Wangilah, semerbak. Parfum mahal,” celetuk Rara polos.Mikha tersenyum, lalu memanggil pelayan di dekatnya. "Mbak, tolong dibungkus semua ya," ujar Mikha pada pelayan toko sambil menyodorkan kartu kredit berwarna hitam mengilap.“Eh gila Mikha, definisi kaya mendadak ini mah.” Rara sampai geleng kepala.Rara menatap tumpukan kantong belanjaan berlogo desainer dunia itu dengan mata membelalak. "Mikha, kamu kesurupan apa gimana, sih? Ini kalau ditotal bisa buat bayar uang muka rumah! Sayang tahu,” desis Rara.“Santai sih,” ujar Mikha tertawa pelan sambil merapikan gaun sutranya.“Sumpah ya s

  • Dekapan Hangat Papa Rivalku   3. Plus One om Duda

    Mikha sudah siap dengan job-nya. Berdandan cantik, duduk anteng di meja rias. Di belakangnya, Rara bertindak sebagai hairstylist, bergantian. Rara memegang catokan, Mikha mau diluruskan rambutnya.“Njrit, pegel gue tiap catok elu, Mikh. Akuin aja sih udah, rambut lo kribo.” Rara mengeluh, sudah set

  • Dekapan Hangat Papa Rivalku   2. Sugar Daddy Potensial

    Masih di Beach Club, Seminyak-Bali.“Kesana saja yuk,” ajak Mikha, lebih baik mereka cari angin dulu.Toh mereka sampai minggu depan di Bali, jadi aman kalau hari ini mereka tidak dapat mangsa.Mikha berdiri tegap di tepi pantai, angin laut menerbangkan helai rambut keritingnya yang terurai panjang

  • Dekapan Hangat Papa Rivalku   1. Cari Mangsa = Cowok Tajir

    “Ra, yakin aman?” tanya Mika mendadak gugup masuk ke sebuah beach club di Bali.Biasanya dia rajin ke night club, tapi berbeda. Jika biasanya bersenang-senang, kali ini dia akan mencari mangsa.“Amanlah,” ujar Rara, teman malam Mika.“Lo yakin kan, nggak ada yang kenal kita?” sambung Mikha lagi, ma

  • Dekapan Hangat Papa Rivalku   7. Benci, Dendam, dan Seorang Sugar Daddy

    Bottom of FormKuliah selesai. Koridor Gedung B penuh mahasiswa yang buru-buru pulang. Mikha berjalan pelan, buku tebal Strategi Bisnis dipeluk di dada. Wajah tegas, judes, tapi langkahnya tenang.Tidak buru-buru, tidak menoleh kiri kanan.Tidak perlu tebar pesona, tapi bisa dipastikan semua mata me

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status