Home / Romansa / Dekapan Hangat Sang Bodyguard / Bab 134 Sang Pengacau

Share

Bab 134 Sang Pengacau

Author: Rose_roshella
last update publish date: 2026-10-02 22:29:38

Prang!

"Siapa?" Alina terkejut saya mendengar suara gaduh di luar.

Suara kaca jendela kamar yang pecah mengejutkan Alina. Belum sempat ia berteriak, dua pria bertopeng hitam melompat masuk lewat balkon, langsung menerjang dan membekap mulut Alina rapat-rapat.

"Siapa kalian?" tanya Alina dengan wajah panik.

"Jangan teriak atau leher mu terlepas dari badan mu!" ancam salah satu penyusup seraya menempelkan pisau ke leher Alina.

Alina meronta histeris di dalam cengkeraman mereka. Satu penyusup lain
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 156 Diujung Akhir

    Marvin melangkah masuk ke dalam ruang pemulihan yang sunyi, menatap sosok Lenika yang terbaring lemah di atas ranjang putih dengan selang oksigen menempel di hidungnya. Ia terlihat lemah dan pucat, membuat Marvin terlihat prihatin.'Cepatlah pulih, Lenika. Kau harus kuat demi anak mu,' gumam Marvin dalam hati.Di sebelah ranjang tersebut, sebuah inkubator kecil tampak menjaga kehangatan bayi perempuan Lenika yang lahir prematur dengan ukuran yang sangat kecil.'Bertahanlah putri kecil. Demi ibu mu yang sudah memperjuangkan mu,' batin Marvin, menatap iba.Kring! Ponsel Marvin di dalam saku jasnya mendadak berdering nyaring. Ia segera mengeluarkan ponselnya dan melihat nama Leo tertera di layar.Marvin: "Ada apa, Leo?" tanya Marvin dengan suara berat, menjaga volume bicaranya agar tidak mengganggu istirahat Lenika.Leo: "Tuan Vance, kami baru saja mendapatkan laporan dari anak buah di perbatasan. Sisa anggota kelompok Nagoza yang kabur semalam semuanya sudah berhasil diringkus dan dise

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 155 selamat

    "Apa?! Dokter meminta mu untuk memilih salah satu diantara mereka?" desis Marvin dengan mata membelalak lebar, cengkeramannya pada kedua bahu Alina mengerat. "Kenapa bisa jadi seperti itu? Apa yang terjadi padanya selama disekap? Aku mengira tidak terjadi sesuatu dengan nya."Alina menggelengkan kepalanya pelan, air matanya kembali menetes. "Aku tidak tahu, Marvin... Saat dia tiba di UGD, kondisinya sudah sangat parah akibat siksaan mereka. Dokter terpaksa menyuruhku memilih karena nyawa mereka berada di ambang batas."Marvin mengusap wajahnya dengan kasar, napasnya memburu menahan amarah bercampur rasa bersalah yang mendalam pada Lenika."Maafkan aku, Alina. Aku benar-benar tidak tahu kondisi nya saat itu. Setelah aku berhasil melepaskan dia dari pria itu, aku meminta anak buahku untuk segera membawanya ke rumah sakit. Apa dokter belum selesai melakukan operasi?" tanya Marvin penuh ketegangan, menatap pintu ruang operasi yang tertutup rapat."Dokter masih di dalam dan dia belum kelua

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 154 Lenika atau Bayinya

    Alina membelalak kaget, napasnya seketika tertahan di tenggorokan."Dia sedang mencariku?! Astaga, Leo! Kenapa kau buru-buru melapor padanya sebelum mengecekku dulu?! Siap pasti akan mengira kalau aku berbohong padanya!" bentak Alina panik, tangannya meremas ujung bajunya sendiri. "Kalau Marvin tahu aku ada di sini, dia pasti langsung datang dan mengurungku lagi! Dia pasti tidak akan percaya dengan kata-kataku lagi.""Maafkan saya, Nyonya... Saya panik karena melihat kamar rumah sakit kosong dan pintu darurat terbuka, dan anak buah saya tidak tahu di mana Nyonya berada saat itu. Saya kira Nyonya melarikan diri karena memanfaatkan kelengahan penjaga," jawab Leo tertunduk ketakutan. "Tuan Marvin sekarang sedang dalam perjalanan ke sini! Dan saya sudah memberitahukan apa yang sebenarnya terjadi saat itu. Saya yang salah dan ini hanya miskomunikasi saja.""Terima kasih Leo... Aku tidak mau dia berpikiran kalau aku tidak menepati janjiku untuk tidak pergi. Aku ingin kau menjelaskan kepada

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 153 Ibu atau Anak

    Marvin: "Sialan!" raung Marvin frustrasi, menendang keras sisa puing di dekatnya hingga berhamburan. "Bagaimana bisa kalian melewatkannya begitu saja, Leo? Kenapa kau bisa membiarkan istriku pergi begitu saja?!"Leo: "Maaf, Tuan... Nyonya Alina memanfaatkan pergantian shift pengawal dan langsung kabur menaiki taksi yang kebetulan melintas," jawab Leo gemetar di ujung telepon.Marvin mencengkeram kepalanya sendiri, napasnya memburu tak beraturan di tengah dinginnya malam pelabuhan.Marvin: "Cari dia! Kerahkan seluruh mata-mata dan anak buah kita ke setiap sudut kota! Jangan biarkan dia pergi membawa anakku! Aku tidak mau tahu bagaimana caranya kalian menemukan dia!"Leo: "Baik, Tuan! Kami segera bergerak! Dan akan menemukan Nyonya Alina."Marvin melangkah cepat menuju mobilnya, membanting pintu dengan keras, lalu menancap gas bak kesetanan membelah jalanan kota yang basah oleh sisa hujan. Pikirannya dipenuhi ketakutan luar biasa bahwa kali ini ia benar-benar akan kehilangan Alina untuk

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 152 Misi Berhasil

    "Hentikan mobilnya!" Cithhh!Suara decitan ban mobil Marvin membelah hujan lokal yang mulai turun membasahi kawasan industri tua di tepi pelabuhan. Bangunan pabrik tua yang terbengkalai itu tampak berdiri megah, namun mencekam di tengah kegelapan malam."Tuan Vance, tim pengawal sudah menyebar dan menggepung seluruh akses keluar pabrik, kita tinggal tunggu perintah Tuan untuk bergerak," bisik salah satu pengawal yang memegang senapan laras panjang."Jangan menembak sebelum aku memberi perintah! Tunggu sampai aku melihat situasinya," perintah Marvin dengan suara dingin dan rahang yang mengetat keras. "Tujuan utama kita adalah menyelamatkan Lenika! Jangan sampai dia terluka dan terjadi sesuatu dengan bayi yang ada dalam kandungan nya.""Baik, Tuan. Saya akan menunggu perintah Tuan," balas Leo.Marvin mengokang senjatanya lalu melangkah lebar menerobos pintu besi pabrik yang sudah berkarat. Suara langkah kakinya menggema keras di dalam ruangan yang luas dan berdebu itu.Di tengah ruanga

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 151 Pertemuan Mengharukan

    "Hahaha! Ide bagus, Lenika! Aku akan menghubungi setelah kita sampai, agar kita bisa mempersiapkan segala sesuatunya sebelum dia datang," tawa pria asing itu meledak, menatap Lenika dengan tatapan sinis. "Biarkan si brengsek Marvin itu pontang-panting menuju toko bunga kosong itu, sementara kau yang berada di tanganku! Kita bisa bermain-main sedikit dengan Marvin Vance."Lenika tampak tersenyum dan menoleh ke belakang menatap wajah Alina yang saat itu tampak menitikkan air mata.'Selamat tinggal, Alina. Semoga Marvin segera datang menyelamatkan mu,' gumam Lenika dalam hati.Pria itu langsung menyeret Lenika secara kasar masuk ke dalam mobil van hitam yang terparkir di belakang toko. Van itu menderu kencang, melesat meninggalkan kawasan tersebut sebelum ada yang menyadari.Sementara itu, di dalam toko bunga."Lenika...."Alina terduduk lemas di lantai, memeluk perut buncitnya yang gemetar hebat. Air matanya menetes deras, mengingat kebaikan Lenika yang bertaruh nyawa demi menyelamatkan

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 6

    "Pergi! Aku tidak butuh belas kasihan dari sipir penjara sepertimu!" teriak Alina, tangannya meraba udara dan menjatuhkan nampan bubur hingga isinya berserakan di lantai. Hari-hari di rumah persembunyian menjadi neraka baru bagi Alina. Kegelapan yang menyelimutinya bukan hanya di mata, tapi juga di

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 5

    Tubuh Marvin terasa semakin lemas, beratnya seperti menarik seluruh kekuatannya pergi perlahan. Dia hampir saja terjatuh, namun masih bisa menahan Alina yang terdiam di pelukannya.Suaranya, suara Leo yang penuh kekhawatiran, menyentuh telinganya. "Marvin... Apa kau baik-baik saja?"Marvin bisa me

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 2

    Alina merasa dunianya runtuh seketika. Menikah? Di gudang kotor ini? Dengan pria yang selama ini ia anggap sebagai sipir penjara? "Tidak! Kau gila! Aku tidak mau menikah dengannya!" teriak Alina histeris, meronta hingga kursi kayunya berderit keras. "Aku hanya ingin menikah dengan Julian!" Pr

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 1

    "Putuskan hubunganmu dengan pria brengsek itu, Alina! Keluarga Sterling tidak menerima menantu dari putra musuhnya sendiri!"Suara Arthur Sterling menggelegar di ruang kerja mansion yang mewah. Alina hanya bisa menggigit bibir, menatap ayahnya dengan sorot mata penuh pemberontakan."Aku tidak akan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status