Share

Bab 35

Penulis: Rose_roshella
last update Tanggal publikasi: 2026-04-15 13:54:50
"Berani sekali kau memeluk putriku dengan tangan penuh darah itu, Marvin Vance?"

Sebuah suara bariton yang berat dan penuh wibawa tiba-tiba memecah keheningan di atas dek speedboat. Alina dan Marvin perlahan melepaskan pelukan mereka. Di ujung dermaga, puluhan pasukan berseragam hitam dengan senjata lengkap tampak berbaris rapi, membelah jalan untuk seorang pria paruh baya berjas formal yang melangkah maju dengan tongkat berkepala perak di tangannya.

Arthur Sterling.

"Ayah...." suara Alina ti
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 119 Lembaran baru

    "Aku janji, Alina... Aku tidak akan terluka lagi. Jangan menangis, aku baik-baik saja," bisik Marvin lembut, mengusap pucuk kepala istrinya yang masih terisak di pangkuannya. "Mulai sekarang, kita akan saling menjaga. Tidak akan ada lagi kekonyolan seperti ini. Aku melakukan ini demi menyelamatkan hidup mu, Alina."Alina mengangguk pelan dalam tangisnya. Ia mengecup punggung tangan Marvin yang diikat jarum infus, tak mau melepas jemari suaminya sedikit pun."Leo," panggil Marvin parau, menoleh pelan ke arah asisten pribadinya yang berdiri tak jauh dari pintu."Saya di sini, Tuan Vance, apa yang bisa saya bantu?" sahut Leo cepat seraya melangkah mendekat dan membungkuk hormat."Bagaimana situasi di luar? Apa semuanya aman? Tolong perketat keamanan Alina di rumah sakit ini. Jangan sampai ada musuh yang mendekati dia dalam jarak 10 meter," ucap Marvin dengan tatapan yang seketika berubah tegas, meski napasnya masih agak berat."Semua sudah beres, Tuan. Suli beserta seluruh anak buahnya s

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 118 Tersadar

    "Tuan Marvin!" teriak Leo histeris saat melihat tubuh Marvin mendadak roboh menabrak lantai dingin koridor rumah sakit.Darah segar terus mengucur deras dari lengan jas Marvin yang robek akibat sabetan peluru, membasahi lantai ubin putih di depan ruang ICU."Dokter! Perawat! Tolong Tuan Vance! Selamatkan dia!" seru Leo seraya berlari menahan kepala Marvin yang sudah tak sadarkan diri.Dokter dan tim medis yang baru saja keluar langsung berhamburan mendekati Marvin."Bawa dia ke ruang tindakan sekarang! Pendarahannya terlalu parah dan tubuhnya mengalami syok hebat! Siapkan kantung darah!" perintah dokter tegas seraya mengangkat tubuh Marvin ke atas brankar darurat."Tuan... tolong bertahanlah... Kau harus kuat, demi Nyonya Alina yang saat ini membutuhkan mu," bisik Leo cemas, menatap wajah bosnya yang pucat pasi bagai mayat.***Dua hari kemudian.Sinar matahari pagi menembus tirai tipis kamar perawatan VIP. Aroma cairan antiseptik menusuk indra penciuman Alina. Kelopak matanya bergeta

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 117 Penawar

    "Tembak!" teriak Marvin.BANG! BANG!Suara letusan senjata saling bersahutan di dalam gedung tua yang gelap. Marvin bergerak lincah, berguling ke balik pilar beton tebal saat timah panas berhamburan menerjang dinding di belakangnya."Leo! Tahan mereka di bawah! Aku akan mengejar Suli!" teriak Marvin seraya melepaskan dua tembakan balasan yang menembus dada anak buah Suli."Baik, Tuan! Serahkan yang di bawah pada kami! Kalian berdua, ikut Tuan Marvin!" sahut Leo yang mendobrak pintu bersama pasukan Vance. Suara dentuman baku tembak kian pekat memecah keheningan malam.Marvin tak membuang waktu. Dengan pistol tergenggam erat, ia berlari menaiki tangga besi menuju lantai mezanin, mengejar siluet Suli yang menghilang ke arah lorong atas."Suli! Berhenti kau, brengsek! Aku tak akan biarkan kau lolos begitu saga!" jerit Marvin bergema.Suli menoleh kaget, tak menyangka Marvin bisa menembus kepungan anak buahnya begitu cepat. Pria berjaket kulit itu panik, menyambar pistol di pinggangnya da

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 116 Pembalasan

    "Kita harus mencari keberadaan Suli. Jangan sampai dia datang kembali dan mencelakai Alina."Marvin menyapu pandangannya ke sekeliling lorong rumah sakit yang sepi. Rahangnya mengeras, mengepal erat jemarinya hingga memutih. Amarah di dalam dadanya sudah berada di puncaknya."Tuan! Saya sudah berhasil melacak lokasi terakhir sinyal telepon Suli!" seru Leo yang berlari mendekat dengan napas memburu."Di mana bajingan itu berada?!" tembak Marvin dingin."Sinyalnya terdeteksi di area pabrik tekstil tua di pinggiran kota sebelah selatan, Tuan. Apa tuan mau ke sana?" jawab Leo seraya menunjukkan titik lokasi pada layar ponselnya. "Pasukan keamanan kita sudah bersiap di luar, tinggal butuh perintah dari Tuan.""Bagus. Bawa separuh pasukan untuk mengepung area luar pabrik dari jarak aman, hancurkan mereka hingga tidak bersisa!" perintah Marvin penuh penekanan. "Jangan ada yang bertindak konyol sebelum aku memberi aba-aba, apa kau mengerti?!""Baik, Tuan. Lalu bagaimana dengan Nyonya Alina? T

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 115 Balas Dendam Lama

    "Ini tidak bisa dibiarkan!" Marvin memutar tubuhnya dengan cepat, menatap Leo yang berdiri kaku di dekat pintu dengan wajah pucat."Leo! Periksa seluruh CCTV koridor rumah sakit dalam satu jam terakhir! Pastikan siapa pun yang mencoba melukai Alina, tidak akan bisa lolos dariku!" perintah Marvin dengan suara berat dan tajam, mata merahnya memancarkan kemurkaan murni. "Temukan siapa saja yang mendekati kamar Alina! Aku ingin kau segera menangkapnya!""Baik, Tuan Vance! Saya akan langsung ke ruang keamanan!" jawab Leo tegap, lalu berbalik cepat dan berlari menelusuri koridor.Dokter dan dua perawat sibuk mendorong brankar Alina keluar dari kamar menuju ruang ICU. Marvin melangkah cepat di samping brankar, menggenggam erat jemari dingin istrinya tanpa berniat melepaskannya sedikit pun."Alina... dengarkan aku, Sayang. Jangan menyerah, kau kuat, kau pasti bisa," bisik Marvin emosional di telinga Alina. "Aku akan membalas semua orang yang menyakiti mu. Kau harus tetap hidup untukku!""Tua

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 114 Dendam Lama

    Sialan! Beraninya dia mengirim ancaman ini ke nomerku,' gumam Marvin, wajahnya tak bisa menyembunyikan perasaan marahnya. Ponsel di tangan Marvin seketika bergetar hebat bersamaan dengan jemarinya yang mendadak dingin kaku. Pria itu menyipitkan mata, membaca deretan kalimat berikutnya dari nomor tak dikenal itu dengan napas yang memburu. [Bagaimana, Tuan Vance yang terhormat? Kejutanku sangat manis, bukan? Nikmati detik-detik terakhir ketenangan mu sebelum kau menyadari apa yang sudah kuhilangkan dari hidupmu.] "Bangsat!" umpat Marvin rendah, ia menggenggam erat ponsel miliknya. Dengan wajah pucat pasi, Marvin melempar ponselnya ke sofa dan berlari kencang mendekati ranjang tempat Alina terbaring. "Alina! Alina, bangun, Sayang! Buka matamu, jangan menakutiku, Alina!" panggil Marvin panik. Tangan besarnya menepuk-nepuk pelan pipi halus istrinya. Namun, Alina sama sekali tak bergeming. Deru napas wanita itu terasa begitu berat dan teratur, terlalu lelap untuk ukuran seseorang

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 38

    "Marvin! Kau baik-baik saja, kan? Tolong jawaba aku, Marvin! Bangun, Marvin! Aku mohon jangan tinggalkan aku!" tangis Alina pecah, ia meraih kepala Marvin dan mendekapnya ke dadanya. Marvin melenguh pelan, kelopak matanya terbuka sedikit, menatap Alina dengan senyuman lemah yang dipaksakan. "Aku...

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 6

    "Pergi! Aku tidak butuh belas kasihan dari sipir penjara sepertimu!" teriak Alina, tangannya meraba udara dan menjatuhkan nampan bubur hingga isinya berserakan di lantai. Hari-hari di rumah persembunyian menjadi neraka baru bagi Alina. Kegelapan yang menyelimutinya bukan hanya di mata, tapi juga di

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 5

    Tubuh Marvin terasa semakin lemas, beratnya seperti menarik seluruh kekuatannya pergi perlahan. Dia hampir saja terjatuh, namun masih bisa menahan Alina yang terdiam di pelukannya.Suaranya, suara Leo yang penuh kekhawatiran, menyentuh telinganya. "Marvin... Apa kau baik-baik saja?"Marvin bisa me

  • Dekapan Hangat Sang Bodyguard    Bab 4

    Kapal logistik itu membelah ombak di tengah kegelapan malam. Suara mesin kapal yang menderu konstan menjadi satu-satunya musik latar di dek yang dingin itu. Alina masih terduduk di samping Marvin, jemarinya yang gemetar terlihat bersimbah darah oleh darah Marvin.Marvin meringis, kelopak matanya b

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status