Share

BAB 111

Author: Langit Parama
last update publish date: 2026-05-24 00:00:13

Kaelix berdiri bersandar di kusen pintu. Kedua tangannya terlipat di dada, sorot matanya dingin—mengamati apa yang dilakukan adik bungsunya.

Bukan sekadar mengamati, tatapannya juga terlihat menghakimi.

“Masuk ke kamar orang tanpa izin,” ucapnya datar. “Sekarang merekamnya juga?”

Jevier menelan ludah, berusaha tetap tenang. “Aku cuma ....”

“Untuk apa itu?” potong Kaelix dengan nada rendah.

Sunyi sejenak.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 244

    “Sherly mau berenang, Tante!” Bocah kecil itu berlari menghampiri Sasqia, lalu menarik-narik tangan bibinya dengan penuh semangat. “Ayo ... ayo berenang!” Sasqia tersenyum kecil. Ia mengusap lembut kepala keponakannya sebelum melirik ke arah langit di balik dinding kaca ruang tamu. Langit sudah mulai menggelap. “Sekarang udah sore, Sayang,” ucapnya lembut. “Kalau nanti Sherly berenang terus keburu malam, gimana kalau Mama sama Kakek ternyata mau pulang?” “Nggak.” Soraya menjawab lebih cepat daripada siapa pun. “Kami memang berencana menginap.” Mahendra spontan menoleh. “Soy ....” Nada suaranya mengandung teguran halus. Sebab sebelum berangkat, mereka sudah sepakat hanya akan bertamu sebentar, lalu pulang malam itu juga. Soraya justru tersenyum santai. “Sekali-sekali menginap di rumah anak sendiri memangnya kenapa?” “Iya, Sas,” sahut Shiren. “Sherly dari tadi semangat banget lihat kolam renang kamu.” Ia menatap putrinya yang sudah melompat-lompat kegirangan. “Aku belum sempat

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 243

    “Punya suami yang tampan, kaya, baik, ditambah tinggal di rumah semewah ini, masih sempat-sempatnya nangis juga, Sas?” celetuk Shiren sambil menyandarkan tubuhnya ke sofa. Nada bicaranya terdengar ringan, namun sindiran tipis di balik kalimat itu tetap terasa. Mahendra melirik putri sulungnya sekilas. Tatapan itu dingin. Cukup untuk membuat Shiren mendengus pelan dan memilih mengalihkan pandangan. Mahendra kembali menatap Sasqia. “Nak ... ada masalah?” Sasqia buru-buru menggeleng. “Enggak ada, Pa.” “Lalu kenapa matamu merah?” Sasqia menarik napas pelan sebelum memaksakan senyum. “Aku cuma ... kepikiran.” “Kepikiran apa?” Ia menundukkan kepala. “Aku ngerasa belum bisa ngasih apa-apa buat Mas Kael.” Mahendra mengernyit. “Memangnya suami kamu pernah meminta balasan?” “Enggak!” Sasqia langsung menggeleng cepat. “Mas Kael gak pernah minta apa pun.” Ia menggenggam kedua tangannya sendiri. “Cuma ... Mas Kaelix pengen punya anak.” Suaranya semakin lirih. “Sedangkan sampai sekarang

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 242

    “M-Mas ... aku bisa jelasin.” Suara Sasqia bergetar. Tangannya perlahan terangkat, seolah ingin meraih lengan Kaelix. Namun pria itu sama sekali tidak bergeming. Tatapannya tetap dingin. tajam, hingga sulit ditebak apa yang sebenarnya sedang ia rasakan. “Jelaskan apa?” tanyanya pelan. Sasqia membuka mulut. Tetapi belum sempat satu kata pun keluar, Kaelix kembali berbicara. “Selama tiga bulan ini ...,” ucapnya lirih. “Saya benar-benar tertipu.” Kalimat itu membuat napas Sasqia tercekat. “Saya pikir ... kamu sudah menerima saya.” “Mas ....” “Saya pikir sikapmu selama ini tulus.” Tatapan Kaelix tidak pernah lepas dari wajah istrinya. “Kamu menurut. Kamu lembut. Kamu mulai memperhatikan saya. Sampai akhirnya saya percaya ... bahwa kejadian di hari pernikahan itu hanya masa lalu.” Ia menghembuskan napas panjang. “Seharusnya saya tidak lengah.” “M-Mas, dengerin aku dulu ....” “Ternyata saya salah.” Nada suaranya tetap tenang. Namun justru ketenangan itulah yang membuat dada Sas

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 241

    Pagi itu, suasana ruang keluarga terasa hangat. Mahendra duduk di atas karpet ruang tengah, menemani Sherly yang sedang sibuk menyusun balok-balok warna-warni. “Yang ini buat istana, Kek!” seru Sherly antusias. Mahendra terkekeh pelan. “Iya, Putri Sherly maunya istana, ya?” Tak lama kemudian, langkah kaki terdengar dari arah dapur. Shiren menghampiri mereka sambil membawa secangkir kopi hangat. “Pa,” panggilnya, “kapan kita main ke rumahnya Sasqia?” Mahendra mengangkat pandangan. “Kenapa memang?” “Aku penasaran sama rumah barunya. Soalnya ada di kawasan menteng.” Belum sempat Mahendra menjawab, Sherly langsung berdiri sambil mengangkat kedua tangannya. “Iyaaa! Ayo ke rumah Tante Qia!” Mahendra tersenyum melihat tingkah cucunya. “Pengen ketemu Tante?” Sherly mengangguk cepat. “Sama Om Kaelix!” “Tuh, Pa.” Shiren ikut tersenyum. “Sherly juga pengen.” Mahendra mengusap kepala cucunya pelan. “Nanti ya, Kakek ajak.” “Kapan?” tanya Sherly tak sabar. “Hari ini aja,” usul Shiren.

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 240

    Usai menyelesaikan makan malam, Sasqia kembali ke kamar hotel tempat seluruh kru menginap sebelum penerbangan esok hari. Suasana kamar begitu tenang. Ia meletakkan tas tangannya di atas meja, lalu duduk di tepi ranjang sambil mengembuskan napas panjang. Hari pertamanya kembali bekerja berjalan lebih baik daripada yang ia bayangkan. Meski sempat dikejutkan oleh kehadiran Tristan, pikirannya justru lebih banyak dipenuhi sosok lain. Kaelix. Tanpa sadar, senyum tipis terukir di bibirnya saat mengingat bagaimana suaminya mengantarnya ke bandara pagi tadi. “Mas ...,” gumamnya lirih. “Kenapa perhatian banget, sih?” Dadanya kembali terasa hangat. Sasqia membuka laci kecil di samping ranjang. Dari dalamnya, ia mengeluarkan sebuah botol obat berukuran mungil. Botol itu sudah begitu akrab di tangannya. Ia memandanginya cukup lama. Tatapannya perlahan menerawang. Sebelumnya, ia selalu merasa belum siap. Belum siap membangun keluarga dengan laki-laki yang saat itu bahkan belum benar-benar

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 239

    “M-Mas Tristan?” Langkah Sasqia terhenti tepat di depan pintu kokpit. Matanya membulat, jelas tak menyangka akan bertemu sosok yang pernah begitu dekat dengannya, dan yang harus dia hindari. “Kok ... Mas ada di sini?” Tristan yang baru keluar dari kokpit menatapnya tenang. “Kenapa memangnya?” tanyanya datar. “Ini memang pekerjaan saya sejak dulu.” Sasqia buru-buru menggeleng. “Bukan, bukan itu maksud saya.” “Lalu?” “Bukannya Mas di EBA 127?” tanyanya hati-hati. “Kenapa sekarang di sini?” Tristan menghembuskan napas pelan. “Kebetulan mulai hari ini saya dipindahkan ke EBA 128.” “Mulai ... hari ini?” “Iya.” Napas Sasqia seakan tertahan. Hari pertama ia kembali bekerja. Hari pertama pula Tristan dipindahkan ke kru yang sama. Terlalu bertepatan. Tristan memperhatikan perubahan ekspresi wanita di hadapannya sebelum bertanya pelan, “Jadi ... suamimu mengizinkan kamu kembali bekerja?” Sasqia mengangguk. “Iya.” “Syukurlah. Karena kamu menikah dengan Kaelix.” Sasqia menatapnya b

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 39

    Sejenak, Jevier hanya mampu menatap Mahendra tanpa suara. Dadanya bergetar halus, detak jantungnya terasa lebih cepat dari biasanya. Ia tidak menyangka pertanyaan itu akan datang secepat ini. Dan yang lebih mengejutkan, ia tak benar-benar ingin mengelak.

    last updateLast Updated : 2026-03-23
  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 36

    Sasqia masih menatap layar ponselnya beberapa detik setelah panggilan itu berakhir. Nama Tristan perlahan menghilang dari layar, namun suaranya seolah masih tertinggal di telinganya. Ia menghela napas pelan, lalu memasukkan ponselnya ke dalam saku celana. “Telepon da

    last updateLast Updated : 2026-03-22
  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 27

    “Tuan, kita sudah sampai.” Suara sopir membangunkan Tristan yang duduk di kursi belakang. Ia baru saja tiba di vila tempat kakeknya beristirahat. Sejak mendarat di bandara, ia langsung menuju ke sini—bahkan sempat terlelap sebentar di perjalanan. Ia membuka mata perlahan, lalu keluar dari mobi

    last updateLast Updated : 2026-03-21
  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 30

    “Apa yang mereka lakukan di dalam?” Kaelix bergumam lirih sambil menatap langit malam yang bertabur bintang. Ia duduk seorang diri di bangku taman vila, diterangi cahaya lampu kekuningan yang temaram. Di antara jemarinya, sebatang rokok menyala redup. Bara merah di ujungnya berkedip setiap kali i

    last updateLast Updated : 2026-03-21
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status