Share

BAB 39

Author: Langit Parama
last update publish date: 2026-03-01 07:01:48

Sejenak, Jevier hanya mampu menatap Mahendra tanpa suara. Dadanya bergetar halus, detak jantungnya terasa lebih cepat dari biasanya.

Ia tidak menyangka pertanyaan itu akan datang secepat ini. Dan yang lebih mengejutkan, ia tak benar-benar ingin mengelak.

Melihat raut terkejut di wajah dokter muda itu, Mahendra justru tersenyum tipis.

“Apa … terlalu terlihat, ya, Pak?” tanya Jevier akhirnya, suaranya rendah, hampir seperti pengakua
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 112

    “Kita sudah sampai, Tuan,” ucap sopir pribadi Kaelix saat mobil berhenti mulus di depan rumah Sasqia. Kaelix melirik sekilas ke arah bangunan itu, lalu kembali menyandarkan punggung dengan tenang. “Kamu saja yang turun,” ujarnya datar. “Dan jangan lupa minta Pak Mahendra membawa kamera milik putrinya.” “Baik, Tuan.” Zidan segera keluar dari mobil, langkahnya mantap menuju pintu rumah. Ia menekan bel satu kali. Tak lama, pintu terbuka. Soraya muncul di ambang pintu, menatap pria di hadapannya dengan kening berkerut. “Selamat siang, Bu. Saya ingin bertemu dengan Pak Mahendra,” ucap Zidan sopan. Soraya mengamati dari ujung kepala hingga kaki, tatapannya penuh selidik. “Kamu siapa?” Namun sebelum Zidan menjawab, pandangannya teralih ke mobil yang terparkir di depan gerbang. Matanya menyipit. “Itu … Tuan Kaelix, kan?” “Benar, Bu. Hari ini T

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 111

    Kaelix berdiri bersandar di kusen pintu. Kedua tangannya terlipat di dada, sorot matanya dingin—mengamati apa yang dilakukan adik bungsunya. Bukan sekadar mengamati, tatapannya juga terlihat menghakimi. “Masuk ke kamar orang tanpa izin,” ucapnya datar. “Sekarang merekamnya juga?” Jevier menelan ludah, berusaha tetap tenang. “Aku cuma ....” “Untuk apa itu?” potong Kaelix dengan nada rendah. Sunyi sejenak. Kaelix melangkah masuk perlahan, sepatu kulitnya beradu pelan dengan lantai. Tatapannya beralih ke dinding penuh foto itu. Lalu kembali ke Jevier. “Jadi,” gumamnya rendah, sudut bibirnya terangkat tipis, “Kamu juga mulai berpikir hal yang sama?” Jevier terdiam. Kaelix mendekat, berhenti tepat di depannya. “Bahwa Sasqia …,” jedanya disengaja, suaranya merendah, menusuk, “Hanya dijadikan pelarian oleh Tristan.” “Aku tidak berpikir sepert

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 110

    “Papa senang,” ucap Mahendra pelan setelah pintu rumah kembali tertutup, “Akhirnya bisa bertemu langsung dengan orang yang selama ini menanggung semua biaya pengobatan Papa.” Sasqia tertegun. Jantungnya berdetak lebih cepat. Ia menelan ludah, lalu memaksakan senyum kecil di wajahnya. “Iya, Pa,” jawabnya lirih. “Kamu jangan sampai menyinggung dia,” lanjut Mahendra, tatapannya penuh arti. “Dia sudah banyak membantu keluarga kita.” Kalimat itu membuat Sasqia langsung mengangkat kepala. Matanya membulat. Soraya yang duduk di samping hanya menyunggingkan senyum tipis, seolah menikmati arah pembicaraan itu. “Benar,” sambungnya dingin. “Jangan sampai kamu jual mahal kalau dia meminta sesuatu. Apalagi sampai bersikap tidak sopan pada orang seperti Tuan Kaelix.” Sasqia menghembuskan napas pelan, menahan sesuatu yang mulai mengendap di dadanya. “Papa juga setuju,” ujar Mahendra lembut. “Tidak baik membuat kecewa seseorang yang sudah membantu kita tanpa pamrih.” Sasqia langsung menoleh.

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 109

    “Kaelix?” ulang Mahendra, alisnya berkerut, nama itu terasa tidak asing di telinganya. “Iya, saya Kaelix,” jawab pria itu tenang. “Maaf datang tanpa pemberitahuan. Saya hanya ingin melihat rumah seharga dua miliar yang saya beli.” Ucapan itu membuat Mahendra membeku. “Yang … Anda beli?” suaranya nyaris tercekat. Kaelix hanya mengangguk singkat. “Ah,” lanjutnya santai, “Anda pasti Papa Sasqia? Yang kemarin dirawat karena kanker?” Mahendra refleks mengangguk. “Anda terlihat jauh lebih baik sekarang,” ujar Kaelix, nada bicaranya tetap tenang, bahkan terdengar sopan. “Saya senang melihatnya, Pak.” Mahendra menatapnya lekat. Ada sesuatu yang mulai terhubung di benaknya. “Apa mungkin …,” ia menyipitkan mata, “Anda yang membayar semua biaya rumah sakit saya? Termasuk rawat jalan, bahkan kalau saya harus dirawat lagi nanti?” Kaelix tidak langsung menjawab. Ia hanya menyunggingkan senyum tipis. Senyum yang sulit diartikan. “Semoga rumah ini bisa menjadi tempat paling nyaman untuk An

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 108

    “Daripada sibuk mencampuri hubungan saya dengan Sasqia,” suara Tristan rendah, dingin, dan tajam, “Lebih baik kamu urus anakmu sendiri. Sana.” Kaelix akhirnya berbalik sepenuhnya. Tatapannya lurus, menusuk mata sang adik. “Jadi … hasil tes DNA tadi sama sekali tidak membuatmu puas?” tanyanya datar. Tristan menyunggingkan senyum tipis. “Bukan tidak puas,” balasnya tenang. “Saya tidak percaya.” Hening sejenak. “Tidak percaya?” kedua alis Kaelix bertaut. “Kamu sedang mengatakan kalau hasil itu palsu?” “Iya,” jawab Tristan tanpa ragu. “Dan itu sudah pasti.” Napas Kaelix terdengar berat. Ia menggeleng pelan, seolah sedang menahan sesuatu dalam dirinya. “Entah kamu ini bodoh,” gumamnya rendah, “Atau …,” tatapannya menajam. “Iri.” Tristan terkekeh pelan, nyaris mengejek. “Iri? Untuk apa?” “Bukan iri,” potong Kaelix cepat, suaranya kini lebih dalam, lebih menekan. “Tapi cemburu.” Ia melangkah satu langkah mendekat. “Karena kamu kesal, marah, melihat wanita itu lebih memilih saya, b

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 107

    Sasqia menutup pintu kamarnya perlahan.Punggungnya langsung bersandar pada daun pintu, seolah menahan sesuatu yang sejak tadi menekan dadanya. Ia menghela napas panjang, matanya terpejam sesaat.Ia sendiri tidak menyangka. Pertemuan singkat dengan Kaelix sore tadi justru memberinya keberanian untuk akhirnya melawan.“Rasanya lebih lega, ya,” gumamnya lirih. “Ngelawan, daripada cuma diem dan terus nerima.”Ada keheningan yang terasa berbeda di dalam dadanya. Lebih ringan.Perlahan, Sasqia melangkah menuju ranjang lalu duduk di tepinya. Tangannya meletakkan paper bag berisi kamera itu di atas kasur dengan hati-hati.Senyum kecil terukir di wajahnya. “Gimana dia bisa tahu kalau aku suka motret senja?”Ia menggeleng pelan, masih tidak habis pikir.Tangannya terulur, mengambil kamera itu, lalu kembali membuka galeri hasil jepretan tadi.Satu per satu foto ia geser. Langit. Gedung. Pantulan cahaya senja di kaca mobil taksi yang ditumpanginya. Semua terlihat begitu hidup.Namun ketika ia sa

  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 26

    “Selamat pagi, Tuan,” sapa Sasqia ketika langkahnya terhenti di ambang ruang tengah vila. Ia sempat terperanjat. Di sana, sang kakek dan Kaelix duduk santai seolah telah lama menikmati pagi. Dua cangkir teh hangat mengepul pelan di atas meja rendah di antara mereka. “Bergabunglah dengan kami,” pi

    last updateLast Updated : 2026-03-20
  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 20

    Kaelix baru saja selesai mandi. Tubuh atletisnya hanya terbalut handuk putih yang melingkar rendah di pinggangnya yang bidang.“Sial, cuma ada handuk. Tidak ada bathrobe,” gumamnya pelan.Udara malam terasa cukup dingin hingga membuatnya beberapa kali mendecih kesal.Begitu keluar dari kamar mandi,

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 17

    Lebih bagus? Untuk dia? “Kapten.” Sasqia menggeleng tegas, berusaha mengusir debar aneh di dadanya. “Tidak perlu. Saya hanya perlu mengambil kembali kalung yang Mama saya ambil.” Tristan memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celana seragamnya. Tatapannya tenang, namun sulit ditebak. “Jadi

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Dekapan Hangat Tiga Pria   BAB 21

    “Gimana, Ma? Kalungnya asli?” tanya Shiren malam itu, begitu mereka selesai makan malam bertiga bersama Sherly. Di sudut ruang tengah, Sherly asyik memainkan kotak musik balerina pemberian bibinya. Boneka beruang di pelukannya didekap erat, seolah takut ada yang merebutnya. “Asli, dong. Harganya m

    last updateLast Updated : 2026-03-19
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status