Share

Chapter 53

Author: Reartha
last update publish date: 2026-06-11 12:22:55

Pagi itu, ketika Yusallia membuka mata, hal pertama yang ia sadari bukan cahaya yang masuk dari sela tirai atau suara pendingin ruangan yang berdengung halus. Yang pertama ia sadari justru kenyataan bahwa ini adalah pagi pertamanya sebagai istri Rionegro setelah hari pernikahan mereka benar-benar lewat.

Yusallia berbaring beberapa detik lebih lama, menatap langit-langit kamar yang sudah mulai terasa familiar. Tubuhnya masih menyimpan lelah dari hari sebelumnya, tetapi pikirannya terl
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Demi Pernikahan yang Bahagia   Chapter 64

    Hari Minggu itu datang dengan cara yang terlalu tenang untuk hati Yusallia yang sudah terlalu penuh.Pagi turun perlahan ke apartemen mereka lewat cahaya lembut yang menyelinap dari sela tirai ruang tengah, jatuh di lantai, di tepian sofa, dan di wajah seorang pria yang tertidur di sana dengan kepala sedikit miring ke satu sisi. Televisi mati. Laptop di meja masih terbuka setengah. Satu gelas air tinggal separuh. Dan di ruang yang begitu sunyi itu, Yusallia berdiri diam di ambang lorong sambil memandang Rionegro lebih lama dari yang seharusnya.Semalam pria itu tertidur di sofa.Bukan karena ada masalah besar. Bukan pula karena mereka bertengkar. Beberapa hari terakhir justru tidak ada pertengkaran sama sekali. Hanya ada sunyi yang panjang, hati-hati, dan dingin. Rionegro tetap menjalankan semuanya seperti biasa-makanan, jadwal, obat, pengingat kecil, dan segala bentuk perhatian yang bisa ia ukur. Sementara Yusallia, pelan-pelan, belajar hidup di dalam per

  • Demi Pernikahan yang Bahagia   Chapter 63

    Seminggu bisa terasa sangat lama ketika dua orang tinggal di bawah atap yang sama, tetapi tidak benar-benar saling menjangkau. Setelah malam itu, malam ketika Yusallia mencoba membuka satu pintu kecil dalam diri Rionegro dan justru merasa langkahnya tertahan di depan sesuatu yang tak bisa ia lewati, apartemen itu tetap berjalan seperti biasa. Tidak ada pertengkaran besar. Tidak ada suara meninggi. Tidak ada piring dibanting, tidak ada kalimat kasar yang sengaja dilempar untuk melukai. Semuanya tetap rapi. Tetap tenang. Tetap tertata dengan cara yang dari luar mungkin terlihat dewasa dan wajar. Namun justru karena itulah, suasananya terasa jauh lebih dingin. Apartemen itu masih sama seperti sebelumnya. Lampu-lampu tetap menyala hangat saat malam datang. Dapur kecil tetap bersih. Meja makan tetap tertata. Kamar Yusallia tetap nyaman, begitu juga ruang kerja kecil Rionegro yang hampir selalu ditempati pria itu saat ada dokumen yang harus dib

  • Demi Pernikahan yang Bahagia   Chapter 63

    Seminggu bisa terasa sangat lama ketika dua orang tinggal di bawah atap yang sama, tetapi tidak benar-benar saling menjangkau.Setelah malam itu, malam ketika Yusallia mencoba membuka satu pintu kecil dalam diri Rionegro dan justru merasa langkahnya tertahan di depan sesuatu yang tak bisa ia lewati, apartemen itu tetap berjalan seperti biasa. Tidak ada pertengkaran besar. Tidak ada suara meninggi. Tidak ada piring dibanting, tidak ada kalimat kasar yang sengaja dilempar untuk melukai. Semuanya tetap rapi. Tetap tenang. Tetap tertata dengan cara yang dari luar mungkin terlihat dewasa dan wajar.Namun justru karena itulah, suasananya terasa jauh lebih dingin.Apartemen itu masih sama seperti sebelumnya. Lampu-lampu tetap menyala hangat saat malam datang. Dapur kecil tetap bersih. Meja makan tetap tertata. Kamar Yusallia tetap nyaman, begitu juga ruang kerja kecil Rionegro yang hampir selalu ditempati pria itu saat ada dokumen yang harus dibaca. Kota di luar

  • Demi Pernikahan yang Bahagia   Chapter 62

    Malam Senin itu datang dengan kelelahan yang menempel tipis di tubuh mereka berdua. Jakarta di luar jendela apartemen masih menyala seperti biasa, dengan lampu-lampu kendaraan yang bergerak panjang di kejauhan dan gedung-gedung tinggi yang tetap hidup bahkan ketika jam kerja orang-orang seharusnya sudah selesai. Di dalam apartemen, suasananya jauh lebih tenang. Lampu ruang tengah dinyalakan seperlunya. Televisi mati. Pendingin ruangan berdengung pelan. Dan aroma makan malam sederhana yang baru saja selesai mereka santap masih tertinggal tipis di udara. Yusallia baru pulang dari rumah sakit satu jam sebelumnya. Hari itu cukup melelahkan. Bukan hari terburuknya, tetapi cukup padat untuk membuat bahunya terasa berat sejak sore. Sementara Rionegro juga baru kembali dari kampus dengan wajah yang tampak sama tenangnya seperti biasa, hanya sedikit lebih lelah di sekitar mata. Mereka sempat makan malam bersama, berbicara seperlunya tentang hal-hal kecil, jam pu

  • Demi Pernikahan yang Bahagia   Chapter 61

    Siang di awal pekan selalu punya suasana yang khas di lingkungan kampus.Tidak benar-benar tenang, tapi juga tidak sechaotic jam-jam pagi ketika mahasiswa masih berlarian mengejar kelas pertama mereka. Matahari siang jatuh terang di pelataran fakultas, memantul di kaca-kaca gedung dan trotoar yang mulai dipenuhi bayangan pohon. Dari arah jalan utama kampus, suara motor, langkah kaki, dan percakapan mahasiswa terdengar bercampur jadi latar yang terlalu akrab untuk diperhatikan lagi.Di kafe kecil dekat gedung dosen, suasananya tidak jauh berbeda.Beberapa meja terisi dosen yang sedang makan siang cepat sambil membuka laptop, sebagian lain ditempati mahasiswa yang masih mengerjakan tugas meski jam istirahat sudah berjalan. Mesin kopi sesekali mendesis. Sendok beradu pelan dengan cangkir. Dan di salah satu meja dekat jendela, Savira sudah duduk lebih dulu dengan segelas kopi dingin di tangannya.Ia melirik jam di pergelangan tangan, lalu mendecak kec

  • Demi Pernikahan yang Bahagia   Chapter 60

    Hari Sabtu datang dengan ritme yang lebih pelan dari biasanya.Jakarta di luar apartemen tetap hidup seperti biasa, tapi dari lantai setinggi itu semuanya tampak lebih tenang. Langit pagi cenderung cerah, meski masih ada sisa warna pucat yang membuat cahaya matahari terasa lembut saat jatuh di kaca-kaca gedung dan jalanan yang mulai padat. Di dalam apartemen Rionegro, suasana juga berjalan lambat. Tidak ada kampus. Tidak ada rumah sakit. Tidak ada jadwal yang menuntut mereka keluar sejak pagi.Yusallia sempat berpikir hari itu akan menjadi hari yang sangat tenang.Ia bangun sedikit lebih siang, sarapan bersama Rionegro, lalu menghabiskan waktu di ruang tengah sambil membaca buku yang belum selesai ia sentuh sejak tiga hari lalu. Rionegro juga ada di rumah, seperti biasa, duduk di salah satu sisi sofa dengan laptop di pangkuan, beberapa file terbuka di hadapannya, wajahnya setenang biasa. Mereka tidak banyak bicara, tetapi keheningan di antara mereka kini t

  • Demi Pernikahan yang Bahagia   Chapter 38

    Menjelang siang, Yusallia masuk ke kamar untuk merapikan beberapa barang lagi. Ia menata pakaian yang kemarin belum sempat dimasukkan ke lemari, menyusun buku, lalu mengganti posisi satu dua benda kecil di meja rias agar terasa sedikit lebih seperti dirinya. Tidak banyak, tapi cukup untuk membuat

  • Demi Pernikahan yang Bahagia   Chapter 37

    Pagi itu datang dengan cara yang terasa terlalu pelan. Bukan karena matahari terlambat terbit, melainkan karena bagi Yusallia, waktu seolah sengaja berjalan hati-hati di tempat yang masih belum terasa seperti rumah. Cahaya pagi masuk dari sela tirai kamar yang semalam ditempatinya

  • Demi Pernikahan yang Bahagia   Chapter 36

    Ketika mobil akhirnya memasuki area apartemen Rionegro, Yusallia tanpa sadar duduk sedikit lebih tegak. Gedung itu tampak sama seperti yang ia ingat. Tinggi, rapi, dan berdiri dengan kesan tenang yang nyaris terlalu sempurna di tengah kota yang sibuk. Halaman depanny

  • Demi Pernikahan yang Bahagia   Chapter 35

    Perjalanan menuju apartemen Rionegro terasa lebih panjang dari biasanya, meskipun jalanan siang itu tidak terlalu macet. Atau mungkin bukan jalannya yang terasa panjang. Mungkin yang memanjangkan semuanya adalah keheningan di antara mereka. Setelah ber

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status