Share

Bab 254

Author: Célia Oliveira
"Semua yang bisa kita lakukan di sini sudah selesai," ujar Alverio saat keluar dari ruang pemeriksaan. Wajahnya terlihat tegang dan kelelahan.

"Masih belum ada hasil?" tanya Samuel. Harapannya makin menipis setiap kali mendengar kabar terbaru.

"Belum," jawab Alverio sambil mengusap wajah. "Polisi Wobosano sudah menerima laporan. Mereka sedang mencari rekaman kamera pengawas dari sekitar bandara."

"Ayo, kita ke Wobosano sekarang," ujar Naren dengan mantap.

"Ayo." Samuel langsung mengiakannya.

Per
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Di Antara Bos dan Bayinya   Bab 279

    Berhubung sadar sudah terlalu banyak bicara, Elina buru-buru mencoba meralat ucapannya."Aku nggak ada maksud apa-apa, Bu.""Mana mungkin nggak ada maksud?" Itha mengangkat sebelah alis dengan curiga. "Apa kamu tertarik pada Hasan?""Nggak!" jawab Elina yang terlihat gugup. "Aku nggak tertarik pada siapa pun. Sekarang, aku nggak memikirkan soal pacaran. Aku cuma ingin belajar. Itu maksudku."Itha mengamatinya beberapa saat lagi dengan mata menyipit, tetapi akhirnya memutuskan untuk tidak mendesak."Baiklah."Mereka kemudian mengetuk pintu rumah Aura. Salah seorang pembantu segera membukakan pintu."Pagi, Bi Sandra. Apa Alisa ada di rumah?""Pagi, Bu Itha. Nona Alisa ada di rumah. Silakan masuk."Keduanya masuk. Begitu melewati ambang pintu, Itha menoleh ke arah putrinya."Ibu mau bicara berdua saja dengan Alisa. Boleh?""Baiklah," jawab Elina sambil tersenyum jahil. "Silakan bahas rahasia kalian ...."Itha memutar mata, tetapi tidak menanggapi godaan itu. Dia terus menyusuri lorong, se

  • Di Antara Bos dan Bayinya   Bab 278

    Dalam perjalanan menuju rumah sahabatnya, Itha menggandeng lengan putrinya sambil menceritakan kekhawatirannya tentang kehamilan ini."Aku yakin semuanya akan berjalan dengan baik, Bu. Tuhan pasti akan menjaga kalian," ujar Elina yang berusaha menenangkan ibunya. "Kita akan memulai babak baru yang indah."Itha tersenyum. Namun sebelum sempat menjawab, perhatiannya teralihkan. Seorang pemuda bertubuh tinggi dan atletis keluar dari rumah dengan setelan jas elegan. Dia terlihat merapikan ujung lengan kemejanya dengan cermat."Itu Hasan atau Gavin?" tanya Itha sambil menyipitkan mata."Sepertinya Hasan, kalau dilihat dari cara jalannya," jawab Elina. Tanpa sadar, dia menatap pria itu sedikit lebih lama dari biasanya."Ibu selalu sulit membedakan mereka kalau cuma melihat sekilas, apalagi dari jauh." Itha mengakuinya sambil tertawa."Kadang aku juga tertukar," sahut Elina. Dia masih memperhatikan pria itu berjalan mendekat.Melihat mereka, Hasan tersenyum sopan dan menghampiri keduanya."Pa

  • Di Antara Bos dan Bayinya   Bab 277

    "Aku masih nggak percaya kita akan punya anak kembar," ujar Itha dengan riang dalam perjalanan pulang."Aku juga sama .... Ya ampun, bahagianya jadi dua kali lipat," balas Samuel sembari tersenyum lebar."Anak-anak pasti heboh begitu tahu!""Sudah pasti."Namun, Itha kemudian terdiam. Senyumnya perlahan mereda ketika sesuatu terlintas di benaknya."Elina ...."Tanpa perlu mendengar kelanjutannya, Samuel langsung memahami apa yang mengusik hati istrinya. Dia pun merasakan hal yang sama, terlebih kini hampir semua dokumen keberangkatan putri mereka sudah siap."Aku paham ...." ujar Samuel dengan lembut. Dia melepaskan satu tangan dari kemudi untuk menyentuh bahu istrinya. "Tapi, kamu tahu sendiri Elina seperti apa. Dia pasti akan mencari cara supaya kita tetap dekat. Lagian, dia nggak boleh menunda masa depannya demi kita.""Kamu benar," bisik Itha sambil menyeka air mata yang menggenang sebelum sempat jatuh."Jangan terlalu dipikirkan dulu ya? Sekarang kamu ingin melakukan apa?" tanya S

  • Di Antara Bos dan Bayinya   Bab 276

    Keesokan harinya, Samuel mengantar Elsa ke kampus, lalu langsung pergi ke rumah sakit bersama istrinya. Mereka sama-sama sudah tidak sabar ingin mengetahui kondisi bayi mereka dan usia kehamilan Itha.Sambil menunggu dipanggil, mereka bertemu Aura dan Alverio di ruang tunggu. Pasangan itu juga terlihat bersemangat."Aku mau melepas spiral," ungkap Aura sambil tersenyum kecil."Alverio pasti sangat senang," komentar Itha dengan suara pelan."Jangan ditanya lagi." Aura tertawa. "Dia bahkan mengajak langsung ke rumah pantai setelah dari sini. Katanya, di sana kami bisa lebih leluasa berduaan.""Wah!" Itha membelalakkan mata, lalu ikut menggoda, "Sepertinya beberapa hari ke depan kamu bakal kurang istirahat ya?""Sepertinya begitu," jawab Aura sambil tertawa. Dia melirik suaminya dengan penuh arti. Alverio sedang mengobrol dengan Samuel di sisi lain ruangan."Tapi yang jelas ...." Aura melanjutkan dengan santai, "Kalau demi menambah anggota keluarga yang bisa kami sayangi, lelah pun aku re

  • Di Antara Bos dan Bayinya   Bab 275

    Elsa mengikuti arah pandangan adiknya, lalu mengerutkan kening."Kamu nggak merasa pengorbananmu terlalu besar ... untuk seseorang yang bahkan nggak peduli?""Aku bukan melakukan ini demi dia," balas Elina cepat sambil kembali menatap kakaknya. "Aku melakukannya demi diriku sendiri. Kalau aku tetap di sini dan nggak mencari kesibukan lain, aku akan terus jadi orang bodoh yang sama.""Kamu nggak bodoh.""Aku memang bodoh!" bantah Elina sambil tersenyum getir. "Sudah jelas dia nggak tertarik, tapi aku masih saja menyukainya. Rasanya seperti sengaja mencari sakit hati!""Dik ...." Elsa mencoba menyela, tetapi Elina terus bicara seolah akhirnya bisa mengeluarkan semua unek-unek yang sudah lama dipendam."Aku bahkan belum pernah mengungkapkan perasaanku ... tapi rasanya sudah ditolak berkali-kali," keluh Elina. "Setiap kali dia menjauh, setiap ucapan yang menyiratkan penolakan, setiap kali dia bilang dirinya nggak pantas dicintai ... seolah dia sedang memperingatkanku supaya nggak terlalu d

  • Di Antara Bos dan Bayinya   Bab 274

    Selama makan siang, kehamilan Itha menjadi topik utama pembicaraan. Semua orang terlihat antusias. Senyum di wajah mereka membuat suasana di meja makan terasa hangat dan penuh keceriaan."Itha, sudah tahu usia kandunganmu berapa minggu?" tanya Aura sambil sedikit mencondongkan tubuh."Belum ...." jawab Itha. "Beberapa hari ini, aku memang sudah curiga dan sudah membuat janji dengan dokter. Tapi karena terlalu penasaran ... aku akhirnya tes sendiri dulu. Aku ingin memberi kejutan pada kalian semua, tapi ya ... ternyata kejadiannya nggak sesuai rencana."Samuel menunduk sambil menggaruk tengkuk. Dia jelas merasa malu."Memang jadi kejutan ... lengkap dengan kehebohan gara-gara ulahku," gumam Samuel. Hal itu membuat yang lain menahan tawa."Ayah benar," sahut Elsa sambil berusaha tidak tertawa. "Setelah semua yang terjadi, ceritanya malah jadi lebih seru. Cuma telingaku sempat hampir copot karena dijewer. Itu sama sekali nggak lucu."Semua orang tertawa lepas, termasuk Itha yang kemudian

  • Di Antara Bos dan Bayinya   Bab 6

    Pukul enam pagi, aku bangun dan mengenakan pakaian. Aku sedang merapikan beberapa laci ketika seseorang mengetuk pintu kamar. Aku langsung membukanya. Ternyata itu pria yang menurunkan barang-barang dari mobil kemarin saat aku tiba dari ibu kota bersama bayi dan Alverio."Selamat pagi, Nona Aura. Na

  • Di Antara Bos dan Bayinya   Bab 5

    "Tuan Alverio, berapa hari usia bayi ini?""Dua hari.""Apa dia sudah menjalani tes tusuk tumit?" tanyaku penasaran."Apa?" jawabnya seolah-olah dia sama sekali tidak paham apa yang kubicarakan."Ini tes penting yang dilakukan beberapa hari setelah bayi lahir. Tes ini membantu mendeteksi beberapa pe

  • Di Antara Bos dan Bayinya   Bab 4

    Saat itu, jantungku membeku, terhenti sejenak. Aku hampir menyaksikan sebuah adegan bunuh diri jika aku tidak bertindak. Naluriku mengambil alih. Aku harus menghentikan pria itu sebelum tragedi terjadi."Pak!" Aku berteriak agar dia bisa mendengar. "Tolong, jangan lakukan itu!"Saat itu juga, kuliha

  • Di Antara Bos dan Bayinya   Bab 3

    "Aura, Aura!"Aku menoleh ke samping dan melihat temanku, Isya. Dia mengenakan gaun panjang berwarna biru langit, rambut pirangnya terurai, melambai padaku sambil berjalan mendekat."Aku kira kamu tidak jadi datang, Aura!" katanya sambil memelukku."Isya, kamu tidak tahu apa yang baru saja terjadi.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status