Beranda / Rumah Tangga / Di Atas Ranjang Dokter Sonya / 168. Pembalasan Dendam Sonya

Share

168. Pembalasan Dendam Sonya

Penulis: Gallon
last update Tanggal publikasi: 2022-05-01 01:56:17
Sonya diam menatap gedung pengadilan agama di hadapannya, ini adalah hari di mana Sonya melakukan sidang terakhir dan hari di mana ia mungkin akan mendapatkan status janda, itu juga bila pengadilan memutuskan ia bisa bercerai dengan Emir. Kalau tidak, dia harus berkutat dengan beberapa kali lagi pengadilan yang sangat melelahkan.

"Sonya, Sayang ... ayo, turun," ucap Awan sambil membuka sabuk pengaman yang Sonya kenakan.

"Oh ... ayo," jawab Sonya lemah sembari membuka pintu dengan wajah lesu.

Gallon

Hai ... pembacaku Sayang, aku mau izin, yah. Aku mau libur lebaran dulu, dari tanggal 1 sampai dengan tanggal 3 Mei dan baru update kembali normal tanggal 4 Mei. Karena aku mau idul fitri dulu dan fokus ke keluarga aku, kalau kalian kangen aku bisa kok DM aku di akun sosial media aku @storyby_gallon (di IG atau FB) Atau kalian bisa baca cerita aku yang konyol binti aneh judulnya Balada Hutang Keluarga Rhoma, langsung aja di search di GoodNovel yah. Terakhir Gallon ucapkan Mohon maaf lahir dan batin bagi yang merayakan dan selamat berlibur semuanya. XOXO Gallon yang Hobi Kellon.

| 5
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (25)
goodnovel comment avatar
Yung
jngn ngomong aja sobya buktikan dari dulu juga mikir mertua kaya setan itu
goodnovel comment avatar
Risma Magdalena
buka semuanya sonya biar si ibu parwati tau diri
goodnovel comment avatar
Rina Aryati
pasti bakal kangenn,,tgl 4 msh lamaaaa bangettt,,berarti ada lagi tgl 5,,,hidup dlm penantian judulnyaaa
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Di Atas Ranjang Dokter Sonya   389. From Gallon With Love

    Hai semua pembacaku sayang ....Gallon ucapkan terima kasih sudah membaca hingga akhir kisa perjalanan cinta Awan dan Sonya. Sebuah kisah yang pelik, berat dan penuh gairah dari Awan dan Sonya.Kisah yang dimulai dari sebuah pengkhianatan, rasa benci, dan mamaki diri akibat sebuah kekurangan yang menjadikan diri Sonya membenci dirinya dan melupakan rasa dicintai juga mencintai.Sebuah kisah dengan akhir yang manis namun dibalut sebuah kenyataan hidup, sebuah kenyataan yang membuat kita sadar kalau kita hidup di dunia ini tidaklah selamanya. Secinta apa pun kita pada seseorang ingatlah ada maut yang memisahkan namun, yakinlah maut juga yang akan menyatukan kalian kembali. Cerita ini harus berakhir di sini, cerita manis ini harus berakhir secara sedih namun tetap dibalut senyum bukan sebuah tangis. Cerita cinta Sonya dan Awan tidak akan ada kelanjutannya, semuanya sudah jelas dan mereka sudah sangat berbahagia dengan kehidupannya. Gallon harap semua yang membacanya puas dengan akhir ki

  • Di Atas Ranjang Dokter Sonya   388. Sebuah Akhir Dari Kisah yang Manis

    Tit ... tit ... tit ....Suara alat yang memonitor jantung Awan terdengar memilukan di kuping Hana dan Haikal, sudah lima hari mereka berdua berjaga di sana bergantian dan tidak mau meninggalkan Awan, semenjak Awan terjatuh dari kamar mandi."Hana, Haikal bisa keluar?" tanya Daniel melalui celah pintu kamar.Hana dan Haikal saling tatap lalu keluar dari kamar, sebelumnya mereka berdua mengecup kening Awan pelan. Setelah di luar Hana dan Haikal bertemu dengan Daniel dan juga Adara bersama seorang dokter. Mereka tahu siapa dokter itu, dokter itu adalah Dokter Intan, adik almarhum mama mereka."Tante ada apa?" tanya Hana sambil berdiri di samping Daniel, spontan suaminya itu merangkul bahunya pelan mencoba menguatkan Hana."Ada yang salah sama Daddy?" tanya Haikal sambil merangkul pinggang istrinya, mencoba mencari ketenangan dari tubuh istrinya itu.Intan mencoba tersenyum sebaik mungkin walau ia sadar kalau ia tidak bisa menipu Hana dan Haikal yang sudah mengenal dirinya dengan sangat b

  • Di Atas Ranjang Dokter Sonya   387. Sebuah Ketetapan Tuhan

    Tangan Awan terus bergerak mengelus nisan Sonya, disetiap tarikan napasnya ia merasakan rasa rindu yang menusuk nan sakit. Ia rindu memeluk Sonya, mengecupi tubuh istrinya, dan tidur di samping wanita yang sudah menemaninya selama 37 tahun. Jemari Awan terus bergerak, sesekali terdengar suara tarikan napas berat Awan. Matanya mulai buram akibat menahan air mata yang selalu jatuh ke tanah setiap ia datang ke sana untuk bertemu Janu dan Sonya.Masih segar di ingatannya saat Sonya pergi meninggalkan dirinya di pelukkannya. Sonya kalah dan menyerah pada penyakitnya, wanita itu pergi meninggalkan dirinya tiga tahun lalu. Sonya menyerah pada penykitnya, Sonya meninggalkan dirinya sendirian di dunia. Maut sudah memisahkan mereka, mengakhiri sebuah dongeng cantik nan bahagia yang selama ini Awan dan Sonya rajut. Menikah dengan Sonya adalah sesuatu yang sangat Awan sukai. Setiap harinya selalu Awan lewati dengan perasaan senang dan bahagia, walau ada beberapa kali mereka menemui hambatan ke

  • Di Atas Ranjang Dokter Sonya   386. Selamat Pagi Sonya

    37 Tahun Kemudian .....Awan mematut dirinya di depan kaca sambil menarik-narik kemejanya. Ia sesekali tersenyum sambil mengusap-usap bagian rambutnya yang sudah memutih termakan usia. Ia sekali lagi memutar tubuhnya memastikan kalau tampilannya sudah sesuai dengan apa yang ia harapkan.Tangan Awan mengambil parfume yang sudah ia pakai semenjak dahulu kala, seketika itu juga wangi laut menyeruak ke indera penciumannya. Mencium itu semua membuat ia ingat perkataan Sonya kalau menciumnya wangi tubuhnya seolah ia sedang berlibur ke pantai."Sonya," bisik Awan sambil tersenyum kembali ke arah cermin. Ah ... ia rindu pada istrinya, ia rindu pada celotehan istrinya itu. Tanpa sadar pikirannya menghitung sudah berapa lama ia menikahi Sonya. "37 tahun," bisik Awan yang mulai menghitung berapa lama ia sudah menikah dengan Sonya, wanita yang sangat ia cintai hingga masa tuanya itu. Tok ... tok ... tok ....Awan menoleh melalui bahunya dan mendapati pintu kamarnya di buka. Senyumannya melebar

  • Di Atas Ranjang Dokter Sonya   385. Sebuah Kesepakatan Awan dan Sonya

    "Mereka tidur di sini," ucap Lidya sambil membuka pintu kamar Tara.Sonya melihat Hana dan Haikal yang tidur di ranjang bersama Tara dan Amia. Terlihat kedua anaknya itu mengenakan piayama yang sama sambil memeluk sesuatu yang mereka bagi, Sonya tanpa sadar tersenyum melihat apa yang anak kembarnya itu peluk. "Aku nggak paham kenapa Hana dan Haikal meluk handuk, mereka tiap tidur selalu meluk handuk itu. Aku sampai sangka itu selimut tapi, aku liat-liat itu ternyata handuk," terang Lidya sambil mengambil tas si kembar yang sudah rapih di pojok kamar. "Itu anduk aku, mereka minta katanya buat mereka bawa." Sonya menahan tawanya sendiri saat mengingat keinginan si kembar, tanpa sadar tangan Sonya mengusap kening si kembar. "Ya ampun, manis banget ... padahal mereka bukan anak kamu secara biologis tapi, manis banget," ucap Lidya sambil mengusap kedua lengannya. "Iya ... aku bersyukur mendapatkan mereka berdua ... aku bersyukur dipertemukan dengan Awan dan diberkahi dua malaikat ini,"

  • Di Atas Ranjang Dokter Sonya   384. Nafsu yang Terganggu

    "Bener-bener si kupret!" maki Eka sambil berjalan berlalu lalang di hadapan Lidya yang sedang membaca majalah dan sesekali melirik ke arah Eka.Eka kembali melihat jam yang ada di dinding rumah dengan geram, bagaimana tidak, waktu sudah menunjukkan jam 12 malam di hari senin dan bila jarum panjang jam bergerak sedikit saja maka hari sudah berganti menjadi hari selasa. "Bisa duduk nggak, sih?" tanya Lidya yang akhirnya kesal melihat Eka terus bergerak hilir mudik seperti setrikaan. "Duduk, sini." Lidya menepuk sofa yang ada di sampingnya berharap suaminya duduk di sana dan tenang. Sayangnya keinginannya tidak tercapai, Eka menggeleng sambil kembali hilir mudik dan memainkan ponselnya."Ini kupret satu, kebiasaannya ya Tuhan, dia bilang hari senin ... ini hari senin, bahkan ...." Eka melihat jam dinding dan menyadari jarum panjangnya sudah bergeser. "Udah hari selasa ... dasar manusia tanah sengketa, hobi bener bikin susah orang."Lidya hanya bisa menahan tawanya melihat kelakuan Eka y

  • Di Atas Ranjang Dokter Sonya   60. Terbelit Kenikmatan Awan

    Awan mengerang frustrasi karena Sonya sama sekali tidak bergerak di atasnya, Sonya hanya diam seolah memberikan jeda pada Awan untuk merasakan letupan kenikmatan yang akan berubah menjadi gulungan hasrat yang meledak.“Awan,” pekik Sonya kaget saat Awan mengentaknya dengan keras

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
  • Di Atas Ranjang Dokter Sonya   52. Mencoba Mengambil Kembali

    "Awan ...," bisik Sonya yang kaget saat mendapati Awan dan Eka di depan ruangan petugas CCTV. "Dokter Sonya, kenapa ada di sini?" tanya Awan kaget saat melihat Sonya ada di sana, ditambah lagi di belakang Sonya ada Lidya yang sedang menatapnya dengan tatapan yang seolah mengetahui dosa be

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
  • Di Atas Ranjang Dokter Sonya   63. Terjebak Birahi Awan

    Tarian lidah Awan terus bergerak ke sepanjang kaki Sonya, bokong, punggung hingga bahu Sonya, menggigit bahu Sonya hingga Sonya yakin kalau itu semua akan meninggalkan bekas.Tangan Awan yang hangat membuka tali bra dan melepaskannya dari tubuh Sonya. Jemari Awan menggelitik rusuk Sonya dan

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
  • Di Atas Ranjang Dokter Sonya   65. Wanita Lain?

    Sonya baru saja selesai mandi dan keluar dari kamar mandi dan melihat Awan yang sedang duduk di ujung ranjang dan menelepon seseorang. Saat melihat Sonya, Awan terlihat kikuk dan mendekati Sonya. "Aku ada telepon," bisik Awan sembari mengecup ke

    last updateTerakhir Diperbarui : 2026-03-19
Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status