Share

Bab 67. Undangan

Auteur: Miarosa
last update Dernière mise à jour: 2026-01-01 12:37:31

Lucia masih memandangi pintu butik beberapa detik setelah wanita itu menghilang di balik kaca etalase.

"Margarita Sanz," ulangnya pelan seolah nama itu bisa tiba-tiba memberi jawaban sendiri.

Valeria mengangkat bahu ringan. "Mungkin klien lama? Atau sosialita yang sering muncul di majalah?"

Lucia menggeleng pelan. "Mungkin saja."

Valeria tidak menanggapi. Ia kembali merapikan gaun-gaun di rak dan berusaha menyingkirkan perasaan tidak nyaman yang entah sejak kapan muncul.

***

Di sisi lain kota di lantai atas sebuah gedung kaca modern yang dipenuhi cahaya sore. Logo besar sebuah agensi model ternama terpampang di dinding, Sanz Management.

Margarita melangkah masuk ke ruang kerjanya sendiri. Ruangan luas dengan jendela-jendela tinggi, meja marmer putih, dan foto-foto kampanye fashion internasional terpajang rapi sebagian besar menampilkan dirinya di masa lalu.

Ia meletakkan tasnya di sofa, lalu berdiri di depan jendela, memandangi kota dari ketinggian.

"Jadi itu Valeria," batin
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Di Balik Wajah Sang Miliuner   Bab 68. Rasa Penasaran Yang Tertinggal

    Menjelang malam, butik mulai lengang. Cahaya lampu gantung menyinari kain-kain yang tergantung rapi seolah ikut beristirahat setelah hari yang panjang. Valeria berdiri di depan kasir sedang menghitung ulang laporan penjualan dan sementara Lucia mematikan lampu di beberapa sudut ruangan. "Aku tutup pintu depan, ya," ujar Lucia sambil meraih kunci. Valeria mengangguk. Ia baru saja hendak merapikan ponselnya ke dalam tas ketika layar itu menyala. Satu pesan masuk dari nomor yang belum lama ia simpan. Ia mengernyit ringan, lalu membuka pesan itu. Margarita: Nona Valeria Duarte, aku akan mengadakan acara pembukaan resmi Sanz Management akhir pekan ini.Saya akan senang jika Anda bisa hadir dan Anda boleh membawa satu teman. Valeria membaca ulang pesan itu dua kali. Ia menghela napas pelan dan perasaannya campur aduk antara heran dan waspada. Tanpa berkata apa-apa lagi, ia mengangkat ponsel dan menunjukkannya pada Lucia yang baru kembali dari pintu depan. Lucia membaca cepat, lalu ma

  • Di Balik Wajah Sang Miliuner   Bab 67. Undangan

    Lucia masih memandangi pintu butik beberapa detik setelah wanita itu menghilang di balik kaca etalase. "Margarita Sanz," ulangnya pelan seolah nama itu bisa tiba-tiba memberi jawaban sendiri. Valeria mengangkat bahu ringan. "Mungkin klien lama? Atau sosialita yang sering muncul di majalah?" Lucia menggeleng pelan. "Mungkin saja." Valeria tidak menanggapi. Ia kembali merapikan gaun-gaun di rak dan berusaha menyingkirkan perasaan tidak nyaman yang entah sejak kapan muncul. *** Di sisi lain kota di lantai atas sebuah gedung kaca modern yang dipenuhi cahaya sore. Logo besar sebuah agensi model ternama terpampang di dinding, Sanz Management. Margarita melangkah masuk ke ruang kerjanya sendiri. Ruangan luas dengan jendela-jendela tinggi, meja marmer putih, dan foto-foto kampanye fashion internasional terpajang rapi sebagian besar menampilkan dirinya di masa lalu. Ia meletakkan tasnya di sofa, lalu berdiri di depan jendela, memandangi kota dari ketinggian. "Jadi itu Valeria," batin

  • Di Balik Wajah Sang Miliuner   Bab 66. Gosip

    Alejandro terdiam beberapa detik sebelum menjawab. Tatapannya tetap tenang, meski rahangnya sedikit mengeras."Aku tidak punya hubungan apa pun dengan Valeria."Margarita mengangkat alis seolah menimbang jawaban itu, lalu ia tersenyum kecil, senyum yang terlalu terlatih untuk sekadar sopan."Oh?" katanya ringan. "Kalau tidak salah dia calon istri pria yang bertabrakan denganmu, kan? Aku mengikuti beritanya dan kamu hampir di penjara gara-gara itu."Alejandro mengangguk singkat. "Iya.""Menarik," gumam Margarita, lalu berjalan lebih dekat ke meja. "Media memang selalu membesar-besarkan segalanya."Ia terdiam sejenak, lalu nada suaranya berubah lebih lembut. "Daniel, aku minta maaf."Alejandro menatapnya, kali ini lebih waspada. "Untuk apa?""Aku tidak datang selama kamu di rumah sakit. Aku tahu seharusnya aku ada di sana." Ia menghela napas pelan. "Tapi aku sedang di London. Kontrak iklan, pemotretan, dan jadwal yang gila. Aku baru tahu kondisimu benar-benar membaik setelah semuanya se

  • Di Balik Wajah Sang Miliuner   Bab 65. Gosip

    Butik kembali hidup seperti biasa. Musik lembut mengalun, mesin jahit berdengung halus di sudut ruangan, dan Valeria memaksa dirinya fokus memeriksa pesanan pelanggan. Ia menyetrika gaun satin sambil menghela napas pelan dan berusaha mengusir sisa pusing dan rasa malu. Lucia sibuk di meja kasir sesekali memotret detail gaun untuk katalog daring butik.Tiba-tiba Lucia terdiam. Jemarinya berhenti menggulir layar ponsel dan wajahnya berubah pucat."Val," suaranya bergetar. "Kamu harus lihat ini. Sekarang!"Valeria menoleh dan jantungnya berdebar tanpa alasan jelas. Lucia mendekat dan menyorongkan ponselnya. Di layar terpampang foto yang terlalu jelas untuk disangkal. Valeria dan Daniel DeLaLuca berciuman di depan sebuah bar dan lampu neon membingkai siluet mereka. Waktu unggah pagi ini. Akun gosip kota. Valeria tertegun dan darahnya terasa surut. "Itu ...." suaranya hilang. Lucia menekan kolom komentar dan deretan reaksi bermunculan.@wowcitytalk: WOW. Daniel DeLaLuca punya kekasih baru

  • Di Balik Wajah Sang Miliuner   Bab 64. Bangun Di Tempat Yang Keliru

    Valeria terbangun dengan kepala terasa dipukul dari dalam. Pelipisnya berdenyut, mulutnya kering, dan cahaya yang menyelinap dari sela tirai terasa terlalu terang untuk mata yang masih berat."Ugh," gumamnya sambil memijat dahi.Ia berguling pelan, lalu berhenti mendadak, menyadari ini bukan kamarnya. Aroma yang asing dan seprai abu-abu yang tidak ia kenali.Jantung Valeria melonjak. Ia langsung duduk tegak, selimut terlepas sedikit, dan refleks pertama yang ia lakukan adalah menunduk melihat dirinya sendiri. Blusnya masih utuh dan roknya masih terpakai tidak ada yang berantakan. Ia menghembuskan napas lega sampai matanya bergerak ke samping. Daniel tidur di sebelahnya.Rambutnya sedikit acak-acakan, wajahnya rileks, dan satu lengannya terlipat di bawah bantal. "Apa?!" Valeria menahan teriakan di tenggorokannya.Marah menggantikan panik dalam hitungan detik, ia menepuk bahu Daniel keras-keras. "Bangun!"Tidak ada reaksi sama sekali."Daniel! Bangun!" Ia memukul lengannya lagi dan kal

  • Di Balik Wajah Sang Miliuner   Bab 63. Batas Yang Runtuh

    Sentuhan itu membuat Valeria tersentak. Ia menarik tangannya kasar. "Lepaskan! Aku butuh ini.""Kamu tidak butuh mabuk," ucap Alejandro rendah. "Kamu butuh bernapas."Valeria tertawa pendek yang getir. "Oh, jadi sekarang kamu tahu apa yang aku butuhkan?"Ia memesan lagi, lalu lagi. Gelas-gelas kosong mulai berjejer. Bahunya mengendur dan tatapannya tidak lagi fokus. Kata-katanya mulai melambat dan sesekali melantur."Aneh ya," gumamnya sambil memutar gelas. "Aku selalu bangga karena merasa bisa membaca orang ternyata aku sama butanya."Alejandro menggeser gelasnya menjauh. "Val, kamu sudah cukup minum."Valeria menyandarkan kepalanya ke meja bar. "Kamu selalu bilang itu," katanya sambil terkekeh kecil. "Dari dulu."Alejandro terdiam. Ia menatap wajah Valeria yang memerah dan mata yang berkaca-kaca. Ada luka lama di sana dan luka baru yang masih basah.Valeria mencoba berdiri, tapi tubuhnya oleng. Alejandro refleks menopangnya."Lihat?" gumam Valeria lirih. "Aku bahkan tidak bisa berdi

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status