Share

Bab 67. Undangan

Aвтор: Miarosa
last update publish date: 2026-01-01 12:37:31

Lucia masih memandangi pintu butik beberapa detik setelah wanita itu menghilang di balik kaca etalase.

"Margarita Sanz," ulangnya pelan seolah nama itu bisa tiba-tiba memberi jawaban sendiri.

Valeria mengangkat bahu ringan. "Mungkin klien lama? Atau sosialita yang sering muncul di majalah?"

Lucia menggeleng pelan. "Mungkin saja."

Valeria tidak menanggapi. Ia kembali merapikan gaun-gaun di rak dan berusaha menyingkirkan perasaan tidak nyaman yang entah sejak kapan muncul.

***

Di sisi lain
Продолжить чтение
Scan code to download App
Заблокированная глава

Latest chapter

  • Di Balik Wajah Sang Miliuner   bab 106. Jangan Pergi!

    "Daniel DeLaLuca akan mengundurkan diri dengan alasan kesehatan mental akibat trauma keluarga yang beruntun," lanjut Alejandro dan matanya menatap tajam ke arah danau yang tenang. "Aku akan melakukan operasi wajah di luar negeri, mengubah identitas, dan kita akan memulai hidup baru di tempat yang tidak mengenal nama DeLaLuca. Aku tidak butuh kekayaan berdarah itu. Aku hanya butuh kamu."​Valeria tersenyum dan menyandarkan kepalanya di bahu Alejandro. Harapan itu terasa begitu nyata, seolah mereka hanya tinggal melangkah menuju pintu kebebasan. Namun, takdir memiliki cara yang kejam untuk mengingatkan manusia bahwa mereka hanyalah tamu dalam raga yang bukan miliknya.​Satu minggu berlalu sejak malam di pondok itu. Kehidupan Alejandro sebagai CEO DeLaLuca Corp berjalan sangat sibuk, namun ada sesuatu yang mulai berubah. Awalnya hanya sakit kepala ringan, namun lama-kelamaan, Alejandro mulai merasakan distorsi. Saat sedang meninjau dokumen, tangannya tiba-tiba gemetar, karena ia merasa

  • Di Balik Wajah Sang Miliuner   Bab 104. Rencana Alejandro

    Lobi penjara pusat terasa dingin dan steril. Bau disinfektan yang tajam menusuk hidung, menciptakan atmosfer yang menyesakkan. Alejandro duduk di balik kaca pembatas ruang kunjungan khusus, menunggu sosok wanita yang dulu pernah jadi ibunya.​Pintu besi di seberang terbuka dengan derit yang memilukan. Silvia masuk dengan tangan terborgol. Meski mengenakan seragam tahanan, ia masih mencoba mempertahankan dagunya tetap tinggi. Namun, saat ia melihat siapa yang duduk menunggunya, langkahnya goyah sesaat. Silvia duduk dan meraih gagang telepon. Matanya yang tajam menatap Daniel.​"Kamu pikir kamu sudah menang, Daniel?" suara Silvia terdengar serak melalui speaker. "Kamu baru saja menghancurkan usaha yang aku bangun dengan darah dan air mata selama puluhan tahun demi perusahaan yang sekarat."​Alejandro tersenyum tipis."Aku tidak menghancurkan usahamu, Silvia. Aku hanya memastikan semua hutang terbayar lunas. Data dari Sanz Management sudah cukup untuk membuatmu mendekam di sini seumur h

  • Di Balik Wajah Sang Miliuner   Bab 103. Kita Menang!

    "Emiliano DeLaLuca pernah menjebakku dalam kasus penggelapan pajak sepuluh tahun lalu untuk menyingkirkan Sanz Management dari proyek pelabuhan. Aku kehilangan posisi dan hampir dipenjara. Aku ingin melihat dia membusuk di selnya, tapi aku juga ingin melihat DeLaLuca Corp bangkit kembali sebagai entitas yang bersih, karena aku punya kepentingan di sana." Andrew mengeluarkan sebuah ponsel terenkripsi dan meletakkannya di meja.​"Di dalam sini ada bukti aliran dana rahasia yang dikirim Silvia Ortega ke beberapa rekening luar negeri. Salah satu rekening itu digunakan untuk mendanai operasional Corvus. Jika kamu menyerahkan ini ke otoritas keuangan, perusahaanmu akan mendapatkan status saksi mahkota. Bank tidak hanya akan mencairkan lini kreditmu, tapi mereka akan memberikan perlindungan aset selama masa transisi."Di dalam keheningan The Vault Bar yang hanya diterangi lampu temaram, Alejandro menatap ponsel terenkripsi yang diletakkan Andrew di atas meja kayu ek tua itu. Ia tidak langsun

  • Di Balik Wajah Sang Miliuner   Bab 102. Penawaran

    Sebuah taman terbuka di pusat kota, Alejandro duduk menunggu dengan segelas espreso pahit. Ia sengaja memilih tempat umum agar Margarita tidak bisa melakukan manuver yang terlalu intim atau rahasia. Tak lama kemudian, Margarita datang dengan gaya yang sangat kontras mengenakan setelan mewah dan diikuti oleh dua asisten yang membawa dokumen.​"Daniel, kamu tampak lelah," sapa Margarita, duduk di hadapannya tanpa diundang. Ia meletakkan kacamata hitamnya di meja dengan denting yang sengaja dikeraskan. "Skandal keluarga memang bisa menguras energi, tapi untungnya aku di sini untuk membantumu memulihkan semuanya."​Alejandro menatapnya datar. "Mari langsung ke intinya, Margarita. Fermin bilang Sanz Management bersedia memberikan jaminan kredit."​Margarita tersenyum penuh kemenangan. "Tentu. Kami akan menyuntikkan dana segar dan memberikan jaminan kepada bank agar DeLaLuca Corp bisa beroperasi kembali dalam dua puluh empat jam. Namun, ada syaratnya."​Ia menyodorkan sebuah dokumen. "Aku

  • Di Balik Wajah Sang Miliuner   Bab 101. Belas Kasihan

    Di kantor pusat DeLaLuca Corp, Alejandro masih terjaga meskipun malah telah larut. Ia baru saja selesai memeriksa beberapa dokumen aset yang dibekukan oleh kepolisian. Di mejanya ada segelas kopi yang sudah mendingin menjadi teman setianya.​Fermin mengetuk pintu pelan. "Tuan, ada pesan dari pihak bank. Mereka menahan lini kredit kita sampai ada kejelasan struktur organisasi yang baru. Kita butuh suntikan dana atau jaminan dari pihak ketiga dalam waktu empat puluh delapan jam atau operasional di beberapa sektor akan lumpuh."​Alejandro menghela napas dam jemarinya memijat pelipisnya. Inilah sisi Daniel yang harus ia hadapi. ​"Siapa yang paling mungkin memberikan jaminan itu sekarang, Fermin?" tanya Alejandro tanpa mengalihkan pandangan dari dokumen.​"Satu-satunya yang memiliki likuiditas cukup besar dan cukup berani mengambil risiko ini adalah Sanz Management, Tuan," jawab Fermin hati-hati. "Tapi kita tahu itu berarti Anda harus berhadapan kembali dengan Nyonya Margarita."​Alejandr

  • Di Balik Wajah Sang Miliuner   Bab 100. Keyakinan Margarita

    Valeria melangkah keluar dari gedung DeLaLuca Corp dengan kaki yang terasa ringan namun kepalanya dipenuhi banyak pikiran. Setibanya di butik, Valeria langsung masuk ke ruang pribadinya. Lucia yang sejak tadi menunggu dengan kecemasan yang memuncak langsung menyambar lengannya.​"Val! Syukurlah kamu kembali. Bagaimana? Apa kata Daniel? Apakah dia mengancammu? Wajahmu, kamu habis menangis?" Lucia mencecar dengan rentetan pertanyaan dan tangannya memegang segelas air untuk sahabatnya.​Valeria duduk di sofa beludru merahnya dan mencoba menenangkan napas. Ia menatap Lucia lekat-lekat, ragu apakah sahabatnya ini akan menganggapnya gila."Lucia, Daniel, dia bukan Daniel."​Lucia mengerutkan kening. "Maksudmu? Dia jadi gila karena kasus ayahnya? Atau dia melakukan sesuatu padamu?"​"Bukan itu," Valeria menggeleng cepat, air mata kembali menggenang. "Pria itu, jiwa di dalam tubuh Daniel adalah Alejandro. Alejandro kembali, Lucia. Dia tidak benar-benar mati malam itu, jiwanya berpindah ke tu

  • Di Balik Wajah Sang Miliuner   Bab 80. Satu Kebenaran Yang Membunuh

    Rafael tersenyum pahit. "Cek buku tamu hotel itu. Nama yang selalu dia pakai tidak pernah berubah, meskipun datang dengan identitas berbeda.” Alejandro menatap Rafael, lalu dengan suara rendah dan dingin, ia berkata, “Terima kasih atas petunjukmu!" Rafael mengangguk. "Maaf Daniel! Aku tidak bisa

  • Di Balik Wajah Sang Miliuner   Bab 79. Suite 1703

    “Dia menginap di kawasan Salamanca, hotel kecil dan Sepertinya dia sengaja memilih tempat yang tidak terlalu mencolok.” Alejandro berdiri dari kursinya dan melangkah ke jendela dan menatap kota di bawah sana. “Sendirian?” “Tidak selalu. Dia sering berpindah tempat, tapi ada satu pola,” lanjut pri

  • Di Balik Wajah Sang Miliuner   Bab 78. Orang Yang Disingkirkan Virginia

    “Terima kasih sudah mengantarku,” ucapnya. “Sama-sama dan segera hubungi aku kalau ada apa-apa,” jawab Alejandro. Valeria mengangguk lalu berjalan masuk ke butik. Begitu pintu terbuka, Lucia yang sedang merapikan etalase langsung menoleh dan detik berikutnya matanya membesar. “Valeria?” serunya

  • Di Balik Wajah Sang Miliuner   Bab 77. Aku Akan Membantumu

    Nada suaranya terdengar terkejut sekaligus lembut. "Iya, ini aku," jawab Valeria pelan. "Ada apa? Kamu baik-baik saja?" tanya Alejandro langsung. Pertanyaan sederhana itu membuat Valeria terdiam sejenak. Ia menggigit bibirnya. "Tidak juga," katanya jujur. Alejandro langsung berubah seriu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status