Home / Young Adult / Diasuh Bos Besar / Bab 73. Rasa Penasaran Marlena

Share

Bab 73. Rasa Penasaran Marlena

Author: Maemoonah
last update publish date: 2025-12-24 23:49:11
Belum juga debaran jantungnya berdenyut normal, terdengar teriakan dari arah depan. Ternyata, Marlena sudah menunggunya disisi bahu jalan dekat pintu masuk gerbang sekolah.

“Siapa yang mengantarmu tadi, Liz? Apa gak kurang jauh dia mengantarmu? BTW, Kenapa rasanya aku tidak asing sama mobil sport warna merah itu, ya? Mobil itu seperti milik Bos besar.”

Tanya Marlena penasaran pada Alisa yang masih berjalan dengan wajah menunduk di trotoar depan pagar sekolah.

Kepala Alisa terangkat sedikit.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Diasuh Bos Besar   Bab 122. Rahasia Terbongkar

    Jika Marlena sengaja ingin mempermainkan dan membuat marah Bos besarnya, well, gadis itu benar-benar sudah berhasil.Marlena pura-pura menatap penuh tanya ke arah Tuan Malik yang tiba-tiba saja berkata seolah menuduh dirinya sengaja. “Apa maksudmu, Bos? Kenapa aku harus mempermainkanmu?” Tentu saja dia harus tetap mempertahankan sandiwaranya seapik mungkin didepan semua orang, terutama Bos besar yang telah menyakiti hatinya karena penolakannya itu, agar terlihat meyakinkan.“Berlagak tidak tahu pula!” Salah satu mata Tuan Malik memicing penuh tuduhan yang membuncah, hingga membuatnya semakin gerah melihat sandiwara Marlena yang tidak kunjung selesai gadis itu mainkan.“Aku sungguh-sungguh tidak tahu. Tidak bisakah Bos memberitahuku agar aku tidak penasaran?” Ekspresi rasa tidak bersalah yang begitu polos, Marlena tampilkan ke arah Tuan Malik agar pria itu percaya bahwa dirinya tidak terlibat.Rahang Tuan Malik mengeras, “Kau berbohong mengenai hotel Genuo Azzuro, Lena! Tidak ada hot

  • Diasuh Bos Besar   Bab 121. Meringkus Farel

    Terdengar bunyi KLIK sebelum handle putar pintu kamar mandi terbuka dengan cepat.Alisa yang masih duduk diatas jamban duduk, menatap nanar kehadiran Farel yang melangkah masuk masih dengan hanya mengenakan celana dalamnya saja.“Ka-kamu mau apa, Rel? Kenapa kamu memaksa masuk? Khan aku belum selesai.” Tanya Alisa dengan suara bergetar menahan takut, tangannya berpegangan kuat disisi kiri kanan closet duduk. Ia takut Farel akan membawanya paksa ke atas ranjang.“Jangan beralasan, Bitch! Kau kira aku tidak tahu kalau kau sengaja mengulur-ulur waktu? Sadarlah, Bos besar tidak akan mencarimu! Dia sudah meninggalkanmu!” Ucap Farel dengan seringai yang mengerikan, ia mencemooh Alisa sesuka hatinya. Berusaha meruntuhkan harapannya.Dia berdiri didepan Alisa, lalu kedua tangannya terulur, memaksa menyusupkan diri di ketiak gadis didepannya, dan dengan sekali sentakan, ia mengangkat tubuh Alisa yang seketika menegang dan gemetaran itu.“Lepaskan aku, Rel! Aku mohon! Kamu tidak perlu berbuat s

  • Diasuh Bos Besar   Bab 120. Mempermainkan Tuan Malik

    Tangan Tuan Malik melayang ke udara, hendak menampar mulut lancang Marlena karena sudah menuduh calon istrinya itu telah melakukan perbuatan hina. Namun, sekuat tenaga ia menahan amarahnya. Ia tidak ingin terbawa arus gelombang hasutan yang sengaja diciptakan Marlena untuk mematik api cemburunya sekaligus membakar emosinya.“Jaga ucapanmu, Lena! Jangan pernah merendahkan Lisa seperti itu! Kau tahu sendiri, dia bukan seperti itu.” Peringatan keras diberikan Tuan Malik pada Marlena lalu mengganti tamparan itu menjadi cengkeraman kuat di rahangnya. “Akh, aku tidak bohong, Bos! Kalau kau tidak percaya padaku, aku punya buktinya. Bukti rencana pelarian mereka!” Sambil merintih, tangan Marlena dengan susah payah bergerak mengambil ponselnya dari dalam tas kecil, dan memperlihatkan semua pesan chat persekongkolan Alisa, Farel serta bantuan dirinya ke arah Tuan Malik. “Bacalah sendiri kalau Bos tidak percaya!”Dengan gusar, Tuan Malik meraih ponsel Marlena dan terpaksa membacanya karena ras

  • Diasuh Bos Besar   Bab 119. Hasutan Marlena

    “Cari Marlena sampai dapat!” Titah Tuan Malik dengan suara menggelegar pada semua pengawalnya, termasuk Thomas.Tuan Malik begitu kesal saat mengetahui bahwa Marlena lah yang membawa Farel ke sekolah.Berdasarkan rekaman CCTV yang ada di pintu masuk gerbang sekolah, yang memperlihatkan bahwa Farel datang berboncengan dengan Marlena. Dari situlah Tuan Malik bisa mengambil kesimpulan dengan yakin bahwa Penculikan terhadap Alisa sudah direncanakan sebelumnya oleh dua orang tersebut.Tidak ingin tinggal diam, Tuan Malik menelpon Riko, manajer operasionalnya yang ada di Club untuk mencari tahu dimana alamat rumah Farel, untuk selanjutnya memerintahkan beberapa penjaganya yang ada di kelab untuk menggeledah tempat tinggal bartendernya tersebut.Sambil menunggu hasil pencarian yang dilakukan Riko bersama pengawalnya, Tuan Malik ikut bergerak mencari keberadaan Marlena yang kemungkinan saat ini sedang bersembunyi di area sekolah, mencari di sisi lain dari area sekolah yang belum dijangkau pen

  • Diasuh Bos Besar   Bab 118. Vila Tengah Hutan

    Mulut Alisa menganga tidak percaya usai mendengar ucapan Farel. “Apa? Kita akan menginap disini? Di Vila ini?” Mata Alisa mengamati vila besar dan megah didepannya itu yang jauh dari rumah penduduk dan sepertinya berada di tengah hutan.“Tentu saja, Babe! Kenapa?” Farel membawa motornya memasuki halaman vila yang ternyata cukup luas itu. Ada beberapa kendaraan roda empat yang terparkir disana.“Tidak! Aku tidak mau, Rel! Aku ingin pulang saja!” Tegas Alisa yang menolak mentah-mentah ajakan Farel.Dengan santai, Farel turun dari kendaraannya setelah memarkir motor balapnya di halaman vila yang tidak berpagar. Menekan bel yang ada didepan pintu masuk.“Jangan membuat keributan disini, Babe! Ini sudah malam. Kalau kamu minta pulang, besok saja! Aku harus istirahat. Punggungku capek berkendara hampir dua jam. Tidak bisakah kamu mengerti?” Farel memperingatkan Alisa penuh dengan penekanan sekaligus meminta pengertian Alisa.Pintu terbuka, sayup-sayup terdengar suara house musik didalam san

  • Diasuh Bos Besar   Bab 117. Jauh dari Jangkauan

    Begitu murkanya Tuan Malik, saat melihat Thomas kembali menghadapnya tanpa membawa Alisa disampingnya.BUGH!“Bodoh! Bagaimana bisa kamu kehilangan jejaknya didalam toilet putri, Thomas?” Hardik Tuan Malik begitu kesal setelah mendaratkan Pukulan keras ke rahang Thomas.Tuan Malik tidak perlu memusingkan tatapan aneh yang ditujukan padanya karena memperlakukan pengawalnya seperti seorang penjahat.Berusaha tegar dan tidak mengaduh, Thomas memberikan penjelasan. “Ada seorang gadis yang menabrak dan menumpahkan makanan di tubuh saya, Tuan!”“Hanya karena pakaianmu kotor ketumpahan makanan, dan kamu jadi melalaikan tugasmu? What the fuck of you, Thomas? Kamu bukan pengawalku kemaren sore!” Ucapnya begitu murka ke arah Thomas. Tangannya bahkan reflek mendorong kesal tubuh pengawalnya hingga mundur selangkah darinya. Ia tidak percaya pengawalnya itu tidak becus mengawal calon istrinya, hingga hilang begitu saja tanpa jejak. Padahal dia sengaja mengandalkan Thomas untuk mengawal Alisa, kar

  • Diasuh Bos Besar   Bab 112. Meracuni Pikiran Alisa

    Marlena tampak tersenyum puas. “Baguslah! Aku senang kamu sudah sadar dan mengambil keputusan dengan tepat, Liz!”Alisa hanya diam membisu tidak menanggapi. “Oh iya, apakah kamu tidak penasaran kenapa aku menyuruhmu untuk meninggalkan Bos besar, Liz?” Kata Marlena sambil membuka keran air, lalu me

  • Diasuh Bos Besar   Bab 111. Rencana Licik Marlena

    Ketika di sekolah, Alisa tidak mengharapkan bertemu dengan Marlena pada istirahat jam pertama maupun kedua. Ia yakin, teman akrabnya itu pasti sangat membencinya, karena wanita yang selama ini ia cari, wanita perebut pacarnya ternyata selalu berada tidak jauh darinya, bahkan disampingnya setiap saa

  • Diasuh Bos Besar   Bab 110. Dari Cinta Jadi Benci

    Tatapan Tuan Malik kini terhunus ke arah Alisa, “Ikut aku! Kamu harus menjelaskan perbuatanmu di Klub tadi!” Tarik Tuan Malik di tangan Alisa. Menyeretnya menuju kendaraan.“Lepaskan aku! Aku bisa jalan sendiri tanpa harus kau seret, Tuan!” Hardik Alisa melayangkan protesnya. Ia tidak suka diperlak

  • Diasuh Bos Besar   Bab 109. Kakak Adik

    Andika tidak begitu jelas mendengar suara Alisa yang kalah oleh deru mesin motor gedenya yang begitu nyaring, hanya geraman suara dalam yang hinggap di telinganya. Pemuda jangkung itu terus melajukan motor gedenya menuju ke tempat yang ia pikirkan, sedangkan Alisa menenggelamkan wajahnya di punggu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status