Share

125

Author: Eselitaa
last update Last Updated: 2025-12-13 16:06:49

"Assalamualaikum dokter, apakah aku mengganggumu?"

Zafran menyapa dengan tegas. Tetapi nadanya seperti berusaha dibuat selembut mungkin.

Zayna melirik ke arah lain dengan gugup.

Perawat yang bersama Zayna disuruh Zafran keluar karena dia ingin bicara dengan Zayna sebehntar berdua saja.

"Jangan!" tukas Zayna. "Aku tidak ingin berduaan denganmu. Kau terlihat menakutkan sekarang. Bisakah ada orang lain disini?" tanyanya panik.

"Tolong pergi!" titah Zafran lagi ke eprawat itu.

Perawat itu malah mendengarkan Zafran padahal dia sudah lama mengenal Zayna daripada Zafran. Sekarang Zafran memang terlihat menakutnya dan punya aura yang tidak main-main.

Zafran menghampiri Zayna yang melirik ke arah lain.

"Aku telah mendengar soal pertunanganmu dengan dokter Langit, itu maksudnya apa ya dokter? Bisa jelaskan secara terperinci kepadaku?" tanya Zafran dengan tajam.

Zayna menarik nafas. "Mau bagaimana lagi."

Zayna akhirnya menatap ke Zafran.

"Tidak di rumah, tidak di rumah sakit, orang-ora
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dikejar Lelaki Dingin yang Menolakku   134

    "Zafran, kamu jangan terlihat sangat kecintaan pada Zayna seperti itu. Zayna itu gadis yang baik. Kalau kamu mendekatinya sampai seperti ini, kamu bisa dianggap melampaui batas. Ingat, pertunangan kalian yang Zayna katakan, bisa batal kapan saja, jangan sampai keegosianmu membawamu pada penyesalan," tukas ARsela marah-marah di dalam mobil. Zayna terus menatap Zafran dengan tatapan tidak menyenangkan setiap kali Zafran menemukan Zayna. Kalau Zafran sedang tidak menatap Zayna, Zafran merasakan tatapan Zayna berbeda. Seperti tatapan yang sedang kagum. "Aku mengerti," jawab Zafran datar. "Abang Zafran juga baru pulang kerja tetapi langsung semangat buat ngajak Kakak Zayna jalan tetapi Kakak Zayna mengeluh. Rasanya nggak adil," sahut Amina. "Amina, kakak Zayna itu perempuan, tenaganya jelas beda sama abang kamu," kata Zafran. "Tunggu dia libur," kata Zafran. "Aku pikir dia tidak akan pernah punya hari libur. Dia bahkan bilang tidak akan menikah lebih dulu sebelum mendapatkan gelar d

  • Dikejar Lelaki Dingin yang Menolakku   133

    Pulang dari rumah sakit, Zayna bertemu dengan Zafran di depan rumah sakit. Zafran bersama Arsela dan Amina. Ekspresi Zayna sudah agak cemberut begitu melihat Zafran tetapi setelah melihat Amina dan Arsela, mau tidak mau dia harus memasang ekspresi ramah di wajahnya. Namun Arsela sempat menyadari ekspresi tidak enak Zayna. "Sudah pulang dokter?" tanya Arsela ramah. Zafran menghampiri Zayna. "Bagaimana kalau kita berbelanja di mall untuk keperluan pernikahan nanti?" tanyanya ramah tetapi masih menjaga jarak dengan Zayna. Zayna langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat. "Sepertinya aku nggak pernah bilang kalau kita akan menikah dalam waktu dekat. Aku juga sudah berjanji pada diriku sendiri untuk tidak menikah sebelum aku menjadi dokter spesialis jantung.""Tetapi dari lamaran ke pernikahan terlalu lama juga tidak baik," kata Zafran. "Aku mengerti. Sejak dulu, aku sudah kepikiran kalau memang aku harus menikah di kemudian hari, maka aku ingin langsung menikah saja tidak perlu

  • Dikejar Lelaki Dingin yang Menolakku   132

    Mereka akhirnya sampai di sekolah Amina. Zayna menyipitkan kedua matanya seraya keluar dari dalam mobil.Sekolah Amina terlihat sangat bagus, mewah, dan tampaknya ada beberapa murid dari luar negeri dari penampilannya. Zayna memperhatikan Amina yang berlari ke arahnya setelah bersalaman dengan Zafran. "Kakak Zayna, Amina sekolah dulu ya, doain Amina biar rangking satu terus dapat uang nanti uangnya aku mau kasih ke ibu. Aku mau bantuin beli obat buat ibu," kata Amina senang.Zayna terenyuh dengan ucapan adiknya Zafran. Zayna akhirnya mensejajarkan tingginya dengan Amina. Dia memeluk Amina erat. "Iya sayang, kakak Zayna doain kamu. Semangat dan jangan pernah menyerah ya sayang!"Zayna menarik diri lalu Amina mengulurkan tangan dan Zayna menerima tangan itu kemudian tangannya dicium oleh Amina.Amina kemudian melambaikan tangannya pada Zayna dan Zafran. Zafran cuma menganggukkan kepalanya sekilas sementara Zayna balas melambaikan tangannya.Setelah Amina tidak terlihat lagi, Zafran

  • Dikejar Lelaki Dingin yang Menolakku   131

    Pagi-pagi, Zafran sudah tiba di depan kediaman keluarga Zayna untuk menjemput gadis itu bersama Amina. Zayna dipanggil oleh kedua orang tuanya. Nada mereka terdengar terburu-buru. Zayna tidak pernah dipanggil oleh orang tuanya untuk cepat berangkat sebelumnya. Zayna menjadi sedikit kesal tetapi karena itu kedua orang tuanya, dia harus bersabar. "Abi, umi, kenapa kalian menyuruhku buat cepat-cepat? Aku kan sudah bilang harus berangkat jam sekian. Kalian nggak perlu mendesakku sampai kayak gitu. Jadi santai saja," kata Zayna kesal. Summayah menunjuk ke ruang depan dan berbisik ke Zayna. "Ada Zafran di depan," ucap Summayah. Sementara Hadi tengah membuatkan teh hangat untuk Zafran dan Amina. Zayna terkejut. Dia bertanya, "Kenapa dia ada disini sekarang? Bukankah dia tahu kalau aku harus berangkat?" tanyanya kesal. Summayah berkata, "Dia datang untuk menjemputmu, dia bilang ingin mengantarkanmu ke rumah sakit sebagai bentuk tanggung jawabnya dan sekalian mengantarkan Amina ke s

  • Dikejar Lelaki Dingin yang Menolakku   130

    Setelah semua yang dia lakukan selesai, Zayna bernafas lega bahkan sampai menitikkan air mata. "Aku merasa sangat bersyukur. Apa yang kulakukan tadi berhasil mengalihkan pikiranku dan aku semakin yakin untuk terus melanjutkan pekerjaanku. Aku merasa senang dengan pekerjaan ini," batin Zayna. Zayna sampai ditemui oleh Dokter Ardea dan Dokter Ardea memuji Zayna. Dalam perjalanan pulang, Zayna kepikiran mengenai ucapan dokter Langit terkait dirinya fokus pada pekerjaannya saja dulu jangan memikirkan tentang pasangan. Dokter Langit benar, begitulah pikir Zayna. "Aku menerima Zafran bukan berarti menerima dia sepenuhnya. Sebab aku tidak tahan menghadapi kakak Maisha yang marah karena aku tidak jujur pada hatiku. Padahal hatiku jelas tidak menginginkan pertunangan itu," batin Zayna. Zafran tiba-tiba mengirimkan pesan pada Zayna. Zafran: Sudah pulang? Zayna menghela nafas setelah membaca pesan yang sangat singkat tersebut. Tanpa salam, tanpa basa-basi, begitu datar, singkat, padat

  • Dikejar Lelaki Dingin yang Menolakku   129

    Saat perawat itu akan pergi, dokter Langit tiba-tiba memanggilnya. "Mau bawa kemana itu?!" tanya dokter Langit dingin. Pada saat yang sama, pasien masuk dan duduk di depan dokter Langit bersama wali pasien. "Dibawa kesana dok dan dibagikan ke teman-teman perawat yang lain," jawab perawat itu. "Bawa kesini! Itu diniatkan untuk diberikan kepadaku dan kedua orang tuaku." "Tapi bukannya dokter tidak mau?!" Perawat itu sungguh berani. Perawat itu sudah muak dengan gosip dokter Langit dan Zayna serta Zafran. Psrawat itu tidak menyangka kalau dokter Langit aslinya seperti ini. Sekarang tidak ada keraguan lagi mengenai dokter Langit yang suka dengan Zayna. Perawat itu terdiam beberapa detik. Tangannya yang memegang kantong plastik berisi makanan tampak mengencang. Ada kilatan ragu di matanya, tapi juga sesuatu yang lain—kesal, mungkin juga kecewa. Ia melirik sekilas ke arah pasien yang baru saja duduk, lalu kembali menatap Dokter Langit. “Ini jam kerja, Dok,” katanya akhirnya, nad

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status