Share

Chapter 2 Wajah Asli

Penulis: Luisana Zaffya
last update Terakhir Diperbarui: 2026-02-10 14:39:40

“Keguguran?”

Aku membekap mulutku dan air mataku jatuh. Aku merasa kehilangan tanpa sempat memiliki.

“Dan Anda hampir kehabisan darah karena tidak segera dibawah ke rumah sakit. Kalau …”

“Terima kasih, Dokter.” Nick mendekatiku. “Sekarang, biarkan aku mengurus tunanganku.”

Dokter Peterson meninggalkan kami dan Grace melangkah masuk. Menutup dan mengunci pintu. Aku tidak diberi kesempatan untuk menangis, Grace mengabaikan keberadaanku dan bicara pada Nick. “Itu bukan anakmu, kan?”

Aku diam, sekarang tak ada lagi dinding untuk menyembunyikan pengkhianatan mereka.

“Tentu saja bukan. Aku tidak pernah tidur dengan Lilith. Aku bahkan tidak pernah menciumnya tanpa ijin darimu.”

Mataku terpejam. Menarik napas dan tarikan kuat di kepala mengejutkanku terlalu cepat. Mataku terbuka dan melihat wajah penuh ketegangan Nick. Tatapan pria itu membara, hingga warnanya nyaris sama seperti bara api. “Katakan itu bukan anakku, Lilith. Kau tahu aku tidak pernah menidurimu.”

“Kau melakukannya. Di hari jadi kita dua bulan yang lalu. Setelah Grace memberitahu kita kehamilannya.”

Wajah Nick membeku tapi Grace tertawa. 

“Ah, itu.” Grace mengangguk. “Jadi kau mengatakan yang sejujurnya,” ucap Grace pada Nick. “Malam itu aku memasukkan sesuatu ke minumannya dan meninggalkannya di kamar hotel.”

“A-apa?” Aku tak punya tenaga lagi untuk terkejut. Sudah kehabisan emosi menghadapi pengkhianatan dua orang yang paling kupercaya dengan seluruh hidupku. Tidak ada tempat untuk merasakan sakit di sekujur tubuhku lagi.

“Jadi kau sudah tahu semuanya.” Nick menarik lenganku hingga jatuh dari ranjang. Mengabaikan rintihanku.

“Kita tak perlu membuang waktu untuk meluruskan kesalah pahaman ini, kan?” Grace menamparku. “Ini untuk mengkhianati Nick. Dan pembatalan pernikahan?”

“Kita sudah berjalan sejauh ini, bagaimana mungkin kau akan menghancurkan rencana kami?” Nick menyentakkan kepalaku ke samping, membentur sudut meja dengan kekuatan yang tak dikira-kira. Aku mengerang, hanya untuk mendapatkan injakan di tangan kiri.

“Kau pikir bisa meninggalkan kami begitu saja. Kita sahabat dan saudari selamanya. Ingat?”

Aku tertawa. 

“Kau tertawa?” geram Nick. Mendongakkan kepalaku hingga leherku serasa akan patah.

“Lakukanlah apa pun yang kalian inginkan. Agar aku tak menyesali apa pun,” lirihku. Mengabaikan perih di ujung bibirku.

Tamparan Grace kembali mendarat di wajahku. Rasa panas menjalar di seluruh permukaan wajahku. Tapi aku tak akan membiarkan mereka membuatku kembali meneteskan air mata.

Deringan ponsel di nakas terdengar. Nick mengambil sebelum tanganku yang lemah mampu bergerak. Lalu menjawab, “K-kakek?”

Nick membekap mulutku dan Grace menahan kedua tanganku.

“Lilith masih tidur. Saya tidak ingin mengganggunya.”

Aku melihat raut Nick yang membeku. “Harus? Sepertinya dia sedang tidak enak badan.”

Sekali lagi Nick mendengarkan dan tampak terpaksa ketika menjawab, “Baiklah, kami akan ke kantor siang ini.” Panggilan berakhir dan Nick melempar ponselku ke lantai. Melepaskan tangan dari mulut. Menangkap kepalaku dan berbisik. “Kita tidak akan membatalkan pernikahan. Aku sudah menghapus pesan singkat yang belum dibaca kakekmu.”

Aku menggeram.

“Atau …” Nick melemparkan pandangan ke arah Grace. Yang langsung menunjukkan gambar-gambar di ponsel. “Kau tahu apa ini?”

Mataku menyipit, memastikan pandanganku dengan cermat dan tidak pernah ingat pernah berpose seliar itu di depan kamera. Secara sengaja maupun tidak. Tetapi yang ditunjukkan Grace kemudian adalah videoku dan seorang pria. Di tepi kolam renang dengan pose yang …

“Kejadiannya tidak seperti itu.”

“Ya, dimulai dan diakhiri di detik yang tepat untuk membuat orang salah paham.”

“Kau akan memerasku dengan kebohongan? Setidaknya cari kelemahanku yang lain, Nick. Apakah sesulit itu?”

Tamparan Grace mendarat di pipiku. Kepalaku berdengung. Menyentakkan tangan Nick dan berdiri. Aku bisa berdiri, bernapas dan sudah memutuskan tidak akan meratapi kebusukan Nick dan Grace lebih banyak lagi. Tanganku menyentuh ujung bibirku. Bersumpah akan membuat mereka membayar setiap tetes darahku.

Wajah Nick dan Grace campuran antara pucat dan merah padam. Entah bagaimana bisa terlihat seperti itu. Tetapi kali ini aku yang salah bicara. Mereka jelas sangat tahu kelemahanku. Setelah berteman sepuluh tahun, kami saling mengenal luar dan dalam.

“Kakekmu?” seringai Nick kembali.

Aku melihat wajah asli mereka untuk pertama kalinya. Penuh keserakahan dan kebencian yang tak lagi terbungkus rapi di depanku.

“Panggil dokter,” perintah Nick pada Grace. “Dia harus pulang sekarang juga.”

*** 

“Tuan Nick sudah menunggu di depan. Dan …”

Aku menoleh, menatap keraguan Haida saat memasang anting terakhirku. Menatap polesan make upku yang sempurna. Menutupi luka di kening dan lecet di bibir. “Apa lagi?”

“Nona Grace baru saja menghubungi arsitek dan desain interior untuk merombak …”

“Tak perlu dilanjutkan.” Aku mengambil tas dan berjalan keluar. Jadi sekarang mereka terang-terangan akan menempati rumahku? 

Aku menyeberangi lorong dengan pintu-pintu kamar pelayan. Satu-satunya tempat yang tak mungkin dijadikan tempat untuk memadu kasih Grace dan Nick.

“Aku tidak suka semua warna yang ada di rumah ini. Vas, lukisan, lampu hias dan semua perabotnya. Tidak boleh ada satu pun jejaknya di sini. Bahkan di gelas ataupun sendok.”

“Kau bebas melakukan apa pun, Grace.”

“Tapi apa kau harus menikah dengannya?” Tangan Grace bergelayut di leher Nick, memberikan bibir untuk lumatan yang lama.

Nick menoleh, menatap kedatanganku. Tepat sebelum aku ingin muntah. Nick bahkan tak pernah menciumku sepanas itu. Demi menjaga kehormatanku, katanya. Kehormatan yang sudah dihancurkan oleh Grace.

Dan anakku? Tanganku menyentuh perut. Aku menelan pahit yang menambah lubang di hatiku.

“Baiklah, kau boleh menikahinya tetapi tidak ada ciuman.”

Nick mengangguk. “Apa pun, sayangku.”

“Dan aku yang akan memilih tempat, gaun, dan cincinnya.”

“Kau sudah melakukannya.”

Aku tidak menunjukkan reaksi apa pun yang ditunggu Grace.

*** 

“Kau yang memaksa kami bertindak sekasar ini, Lilith. Untuk kebaikan yang kau berikan pada kami, kami sangat tahu berbalas budi.”

“Dengan menusukku dari belakang.”

“Sebelum bertemu denganmu, Grace adalah kekasihku. Jadi kaulah orang ketiga dalam hubungan kami dan kami sudah sangat baik hati membiarkanmu menjadi istri sahku.”

“Kalau aku tidak mendengar pembicaraan kalian tadi malam, apakah kau akan membiarkanku merawat anakmu dan Grace untuk menjadi penerusku.”

“Darah Blackwood adalah investasi jangka panjang yang tidak akan merugi. Jangan tersinggung.”

Aku hanya tersenyum tipis.

“Atau setidaknya sampai aku berhasil membangun namaku sendiri.”

Aku melirik ke samping, pada jemari Nick yang memain-mainkan cincin pertunangan kami. Pilihan Grace. Hanya perlu berpikir jernih dan tanpa kecerdasan tinggi untuk menebak apa yang akan dilakukan Nick. Menghancurkan Blackwood dan membangun kerajaan bisnis atas nama pria itu sendiri? Sekarang aku tahu apa yang kuhadapi.

“Menurutmu, kalau aku berhasil menghancurkan Blackwood. Berapa banyak Blackstone akan membayarku?”

Blackstone Group. Tak hanya menjadi saingan bisnis di pasar global. Secara pribadi, Blackstone Group dan Blackwood Group adalah musuh bebuyutan. Permusuhan kedua keturunan mengalir di nadi kami. Turun temurun, berlangsung lama dan tanpa sebab yang jelas.

“Membayar kepalamu?”

Aku tersenyum tipis. “Melampaui segala harga.”

Senyum Nick membeku, tatapannya menajam.

“Kita sudah sampai.” Aku membuka pintu dan menolak sentuhan apa pun yang ditawarkan oleh Nick. Sampai di ruang pertemuan, para direksi sudah mengelilingi meja besar dan kami datang di saat yang tepat. Kakek sudah berdiri di podium.

“Anda datang di saat yang tepat, Nona.” Asisten kepercayaan kakek, Kael membukakan pintu untukku dan Nick. Aku masuk, sekali lagi mengabaikan uluran tangan Nick.

“Lilith Elysia Blackwood.” Tangan Zack terulur, menyambut kedatanganku bersama tepuk tangan riuh yang bergema di setiap sudut. “Dan calon cucu menantuku, kalian semua sudah mengenalnya. Nick Vance.”

Tepuk tangan terdengar lebih bersemangat.

“Tidak lagi.” Suaraku menciptakan keheningan yang tiba-tiba. Dan aku sadar semua orang langsung memberikan perhatian penuhnya padaku. “Aku membatalkan pernikahan kami.”

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Dikhianati Tunanganku, Dinikahi Pamannya yang Berkuasa   Chapter 10 Rahasia Di Tangan Grace

    Aku tersentak kaget saat mataku terbuka dan menemukan Amy yang berdiri di ujung ranjang. Bersandar di tiang ranjang dengan pandangan yang terpaku ke arah wajah Lucien. Dan berpakaian.“Dia selalu tampan saat sedang tidur.” Senyum Amy berubah dingin saat menoleh ke arahku. “Bukan berarti dia tidak tampan saat tidak sedang tidur. Hanya saja, aku suka setiap kali melihatnya sedang tidur. Begitu tenang dan damai, dan saat matanya terbuka. Mereka berada di dunia lain. Kau mengerti?”Aku bangun terduduk, masih menahan selimut tetap menempel di dada untuk menutupi dadaku yang telanjang. Dan sama sekali tak memahami maksud kata-kata Amy yang setengah melantur.“Saat tidur, dia terlihat seperti malaikat.”Aku menoleh ke samping, menatap wajah tampan Lucien yang bernapas dengan teratur. Garis rahangnya tidak kaku, helaian rambut jatuh sembarangan di dahi. Secara keseluruhan, ekspresi Lucien terlihat lebih lembut dengan mata yang terpejam. Yang tak pernah ditunjukkan saat pria itu terjaga.Mungk

  • Dikhianati Tunanganku, Dinikahi Pamannya yang Berkuasa   Chapter 9 Malam Pertama

    Emmit Blackstone tak punya pilihan untuk mengakui keberadaanku. Meja makan besar sudah dipenuhi semua anggota keluarga Blackstone. “Dia tidak seharusnya ada di sini.” River langsung menemukan keberadaanku di samping Lucien. “Ayah sudah memberi persetujuan.” Lucien melirik Emmit yang duduk di seberang meja. Membuat Amy dan Daniel menoleh cepat.“Dia tidak bertanya.” Emmit hanya mengedikkan bahu. Membuatku bergerak tak nyaman di kursiku.“Dia berada di tempat yang salah.”Aku menoleh, menangkap suara yang pertama kali kudengar. Adik laki-laki Emmit, Evan Blackstone. Di sampingnya istri dan putri mereka. Freya dan Nicole. “Grace Sinclair, mengirim salam.”Evan membeku.“Untuk Nicole, maksudku.” Aku menatap Nicole. Evan tidak bersuara lagi.“Terima kasih, Nyonya Blackstone” bisik Lucien. Dan tidak ada lagi yang bersuara setelah makanan disajikan di meja. Makan malam berlangsung terlalu hening. Selesai dengan cepat dan tanpa konfrontasi berarti seperti sambutan penuh antusias mereka.Kel

  • Dikhianati Tunanganku, Dinikahi Pamannya yang Berkuasa   Chapter 8 Keluarga Blackstone

    “Wanita bergaun hitam?” Suara Lukas datar dan penuh ketenangan. Nyaris seperti Kael. “Dia sudah keluar beberapa menit yang lalu.”“Kau yakin?” Grace tak menyerah. “Aku yakin …”“Kita pergi sekarang.” Kemudian suara langkah kaki keduanya semakin menjauh. Aku kembali mendapatkan napasku. Kelegaan tersebut hanya bertahan satu detik, aku tersadar dan melompat turun. Hampir terjerembab ke lantai kalau Lucien tidak menangkap pinggangku.“T-terima kasih.”“Terima kasih?”Aku menurunkan pandangan. Mengambil dompetku. “Kita harus keluar.”“Setelah kita bertemu ayah dan kakekku, tidak ada lagi yang harus disembunyikan, kan?”Aku tahu.“Aku sudah mengurus semua barang-barang di apartemen. Tidak banyak. Besok pagi aku akan menjemputmu.”“Apa?” Aku menoleh dengan cepat.“Anggota Blackstone punya aturan ketat untuk anggota keluarga utama.”“Dan apa itu?”“Keturunan sah Blackwood, tetap tinggal di tempat Blackwood.”Langkahku terhenti, seluruh tubuhku membeku.“Apa aku sudah memberitahumu?”“Belum.”

  • Dikhianati Tunanganku, Dinikahi Pamannya yang Berkuasa   Chapter 7 Istri

    Aku membeku, apakah aku tidak salah dengar? Secepat ini Nick membutuhkanku?“Kita bisa membicarakan semuanya dengan baik-baik. Aku akan memberimu kesempatan untuk meminta maaf.”“Minta maaf? Maaf, apa aku tidak salah dengar?”“Kau yang tidak punya pilihan, Lilith. Kau harus menikah untuk mendapatkan saham ayahmu, kan?”“Belum cukup yang kau curi dariku?”Nick menyambar lenganku, menyentakkan tubuhku hingga membentur dadanya. Wajahku mengeras dan bibirnya menipis.Tanganku terangkat saat Kael bereaksi dengan sikap ramah Nick yang hanya bertahan beberapa detik.“Aku bukan orang yang tidak terima kasih. Jika kau tidak membuat masalah dengan pengumuman konyolmu, aku tidak akan senekat ini untuk …”“Memanipulasi wasiat kakekku?”Nick memucat meskipun wajahnya tetap mengeras. Aku melepaskan lenganku. “Di negara ini, tidak ada peraturan untuk menikahi dua wanita, Nick. Kau bisa pindah kenegaraan kalau tertarik memiliki dua istri. Tapi salah satunya sudah pasti bukan aku.”“Aku dan Grace tida

  • Dikhianati Tunanganku, Dinikahi Pamannya yang Berkuasa   Chapter 6 Pernikahan

    Ini bukan ciuman pertamaku, tetapi dari cara Lucien menciumku, Lucien sudah sangat berpengalaman dengan wanita. Jauh berpengalaman dibanding diriku yang masih begitu muda dan hanya memiliki Nick. Juga pria misterius, yang bahkan tidak kuingat bagaimana kami bisa memiliki anak bersama.“Manis sekali.” Lucien mengusap bibirku yang masih basah dengan ibu jari. “Aku penasaran, apa saja yang bisa dilakukan mulut ini?”“Tidak ada.” Wajahku seperti terbakar.“Untuk sekarang.” Ujung bibir Lucien tersenyum dan aku menatapnya. Tangannya merogoh saku jas, mengeluarkan kotak berwarna hitam dan membukanya. “Cincin pertunangan.”Sejenak aku terpana dengan keindahan kilau dari batu merah gelap yang menjadi mata cincin, lalu terpukau dengan kecantikan desain tersebut. Sangat tidak berlebihan kalau Blackstone bisa menjadi perusahaan perhiasan mewah yang berkembang pesat di pasar global. Popularitasnya tidak lebih kecil dari ketenaran Blackwood, tetapi mungkin lebih besar sedikit. Karena darah Blacksto

  • Dikhianati Tunanganku, Dinikahi Pamannya yang Berkuasa   Chapter 5 Lucien Blackstone

    Kekejaman dan kebencian keluarga Blackstone adalah informasi yang sudah menjadi bagian dari diriku sebagai penerus satu-satunya Blackwood. Dan Lucien Blackstone, tampan dan sangat menyadari ketampanannya, semua perwujudan sikap brengsek orang kaya. Cukup mendeskripsikan cucu tertua dari River Blackstone. Yang akan memegang kendali selanjutnya setelah Emmit Blackstone.Tidak sulit menemukan wanita-wanita cantik yang berpose di lengan Lucien dengan berbusana minim. Menyukai yang terbaik dari yang terbaik, tercantik dari yang tercantik, dan yang tersempurna dari yang sempurna. Dibandingkan keturunan Blackstone yang keseluruhannya nyaris selalu menghancurkan apa pun tanpa menggunakan otak mereka, Lucien terobsesi dengan mengoleksi barang-barang yang cantik.“Blackwood?” Suara rendah yang membuat bulu di tengkukku berdiri segera mengalihkan perhatianku dari vas di meja. Sejenak mengagumi koneksi kaki tangan kakek untuk mempertemukanku dengan Lucien Blackstone. Di ruang pribadi di salah klu

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status