Share

Bab 252: Pulang

Author: R.yan
last update publish date: 2026-09-09 12:00:37

Bab 252: Pulang

Di dalam kegelapan.

Marco berlari.

Tidak ada tanah. Tidak ada langit. Tidak ada arah. Tapi ia berlari — ke arah suara itu.

"Grooh..."

Tonton.

Suara berat itu semakin dekat. Marco merasakan kehadiran besar di sampingnya — meski tidak bisa melihat apa pun.

"Tonton — kau di sana?"

"Grooh."

(Di sini.)

Marco mengulurkan tangan. Jari-jarinya menyentuh sesuatu — batu. Hangat. Familiar.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 255: Tanpa Sayap

    Bab 255: Tanpa Sayap Mordred mengayunkan Abyss Sword. Bima melemparkan tubuhnya ke samping. Bilah hitam itu memotong udara tepat di tempat kepalanya berada sepersekian detik lalu. Tanah di bawahnya terbelah — retakan menjalar sepuluh meter ke belakang. Bima berguling. Lututnya menghantam reruntuhan. Ia memaksakan diri berdiri, tapi kakinya bergetar seperti bayi yang baru belajar berjalan. Dragon King Mode mengambil segalanya. Tenaga. Mana. Resonansi. Bahkan refleksnya terasa setengah detik lebih lambat dari biasanya. Mordred berjalan mendekat. Tidak terburu-buru. Abyss Sword terseret di tanah, meninggalkan garis hitam yang membakar batu di bawahnya. "Tadi kau menebas Void Sphere-ku seperti kertas." Mordred memiringkan kepalanya. "Sekarang? Kau bahkan tidak bisa berdiri dengan benar." Bima tidak menjawab. Ia fokus mengatur napas. Setiap tarikan udara terasa seperti menelan kaca. Mordred mengangk

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 254: 10 Menit

    Bab 254: 10 Menit Langit di atas Aethelgard terbakar. [Divine Resonance Level Max — Dragon King Mode.] Empat sayap naga membentang di punggung Bima. Api keemasan menjalar di setiap sisik energi, cahayanya menembus awan dan menyinari reruntuhan istana serta seluruh kota di bawahnya. Excalibur berkobar — bukan sekadar bersinar, tapi membakar langit. Mordred mengangkat tangan. [Black Void Sphere.] Bola hitam raksasa terbentuk di atas telapak tangannya, semakin besar, semakin gelap, seolah sebagian langit telah dicabut dan dipadatkan menjadi satu titik. "MATI!" Mordred melemparkannya. Bima mengangkat Excalibur lalu menebas. SLAAASH!!! Satu garis cahaya keemasan melintas. Void Sphere terbelah. Gelombang kejut meledak ke segala arahBOOOOOOM!!!dua bagian bola hitam itu meledak di langit kanan dan kiri. Mordred terpental ke belakang, tubuhnya terseret puluhan meter di udar

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 253: Tradisi Keluarga

    Bab 253: Tradisi Keluarga Anna duduk di rumput. Marco bersandar di pundaknya — kepalanya jatuh ke bahu Anna. Berat. Tapi Anna tidak peduli. Yang penting Marco napas. Yang penting Marco— Anna membeku. Matanya turun. Tubuh Marco — telanjang. Bajunya robek saat jadi Golem tadi. Seluruh— "UWAAAA!!!" Anna mendorong Marco. Marco jatuh ke rumput. GROOOOKK... Masih ngorok. "K-KENAPA MARCO TIDAK PAKAI BAJU?!" Wajah Anna merah padam. Tangannya menutupi matanya — tapi jari-jarinya terbuka sedikit. Mantis memiringkan kepalanya. "Bajunya robek waktu jadi Golem tadi. Dua puluh meter — ya masa bajunya ikut melar?" "TAPI KAN—" "Tenang." Crow melepas jubahnya. "Pakai ini dulu untuk—" "Serahkan padaku." Raka melangkah maju. Tenang. Santai. Tangan di saku. Viper melirik. "Tidak." Raka menoleh. "Hm?" "Kala

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 252: Pulang

    Bab 252: Pulang Di dalam kegelapan. Marco berlari. Tidak ada tanah. Tidak ada langit. Tidak ada arah. Tapi ia berlari — ke arah suara itu. "Grooh..." Tonton. Suara berat itu semakin dekat. Marco merasakan kehadiran besar di sampingnya — meski tidak bisa melihat apa pun. "Tonton — kau di sana?" "Grooh." (Di sini.) Marco mengulurkan tangan. Jari-jarinya menyentuh sesuatu — batu. Hangat. Familiar. Kulit Tonton. "Aku menemukanmu." Kegelapan masih menyelimuti. Tapi Marco tidak sendirian lagi. Lalu — dari atas. Cahaya. Kecil. Redup. Seperti bintang yang sekarat. Tapi hangat. Dan dari cahaya itu — suara."Marco""Tonto""Pulang... pulang..." Anna. Marco mendongak. "Kau dengar itu, Tonton?" "Grooh." (Aku dengar.) Cahaya itu berkedip. Semakin r

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 251: Kesadaran

    Bab 251: Kesadaran Giant Stone Golem mengamuk di taman selatan. Setiap langkahnya menghancurkan tanah. Setiap ayunan tinjunya merobek udara. Dua puluh meter granit-obsidian bergerak tanpa arah — tanpa pikiran — hanya insting. Viper berdiri di depan yang lain. "Sekarang."  Shade, Fang, dan Raven bergerak. Tiga arah berbeda. Membentuk segitiga di sekeliling Golem. Shade berlutut di sisi utara. Fang di tenggara. Raven di barat daya. Tiga pasang tangan menyentuh tanah. [Sealing Triangle — Activate.] Cahaya putih menyala di tanah — menghubungkan tiga titik. Segitiga raksasa terbentuk di bawah kaki Golem. Dinding cahaya naik — tiga sisi, tiga tembok transparan. Golem menghantam dinding. BOOOOM!!! Dinding bergetar — tapi tidak pecah. "TAHAN!" Shade berteriak. Darah menetes dari hidungnya. Fang menggertakkan gigi. Raven menancap

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 250: Resonansi 100%

    Bab 250: Resonansi 100% Di luar istana. Darius berlutut di tanah. Darah mengalir dari mulut dan pelipisnya. Tubuhnya gemetar. Shadow Resonance sudah lenyap. Tidak ada bayangan yang tersisa. DUUUUM. DUUUUM. DUUUUM. Langkah dari dalam istana. Dinding sayap timur runtuh — Giant Stone Golem melangkah keluar. Dua puluh meter. Granit-obsidian berkilau di bawah cahaya bulan. Mata merah menemukan Darius. GROOOOAAAHHHH!!! Darius mencoba berdiri. Kakinya tidak mau menurut. "Sial—" Golem mengangkat tinjunya. Darius mengangkat kedua tangannya. Bayangan tipis — sisa terakhir — membentuk perisai kecil di depannya. BOOOOOOM!!! Perisai hancur seketika. Tinju granit-obsidian menghantam Darius. Tubuhnya terlempar — menghancurkan tiga pohon, menggali tanah, dan berhenti di tepi taman selatan. Di antara akar pohon yang hancur, tubuh Da

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 5 Anak Asuh

    Bab 5: Anak AsuhSore itu, Raka duduk di bangku taman akademi yang tenang, membuka antarmuka sistem miliknya yang selama ini ia abaikan karena dianggap sampah. Namun, ada yang berbeda kali ini. Sebuah jendela transparan berkedip di depan matanya.> [System Update: Management List]> A

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 4 Negosiasi

    Bab 4: Negosiasi di Ruang MenaraPintu kayu jati raksasa dengan ukiran naga itu tertutup rapat, namun tidak cukup tebal untuk menghalangi pendengaran tajam dua siswa Rank SS yang menempelkan telinga mereka di luar."Bisa dengar sesuatu?" bisik Bima, tangannya masih gemetar memegang gagang

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 3 Aura

    Bab 3 Aura Sepanjang lorong menuju Menara Utama, Ratusan murid Akademi Aethelgard yang tadi berada di aula kini berkerumun. Tidak ada satu pun dari mereka yang berani menatap mata Raka Nightfall secara langsung. Pemuda berusia 20 tahun itu berjalan dengan langkah santai, posturnya tegap dan tenang

  • Dikira S Rank, Ternyata Aku Babysitter F Rank   Bab 2 Kekuatan

    Bab 2 Kekuatan "Kresek... kresek..." Bunyi aneh itu terdengar begitu nyaring di tengah keheningan aula yang mencekam. Marco menundukkan kepalanya ke bawah dengan gerakan patah-patah. "Gyahahaha!" Seseorang di kejauhan meledak tertawa, memecah keheningan. Dalam sekejap, seluruh aula dipenuhi oleh

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status