เข้าสู่ระบบBab 66: Reuni
Wuuush! Pendaran cahaya hitam keunguan memudar saat Crow menyelesaikan [Skill Active : Shadow Spatial Relocation]. Raka, Marco, Richard, Alaric, dan Valerian kini berpijak di dahan pohon ek raksasa, hanya beberapa ratus meter dari Katedral Tua yang tampak angker. Valerian Isabella menenggak botol Lemonade Sunlight-nya hingga tetes terakhir. Seketika, aura perak di sekelilingnya bergetar hebat. Wajahnya yang kini tampak semakin bersih dan glowing.. "Ah...Bab 238: Kelulusan BimaRaka menatap Bima yang terbaring."Sepertinya ada yang butuh ganti popok."Ctek.[Instant Diaper Change]Lalu mengeluarkan sesuatu dari kantongnya.Botol susu.Mordred mengernyit."Apa—"Raka mengabaikannya. Membuka tutup botol.Cairan di dalamnya berwarna putih keemasan. Aroma manis menguar — hangat, seperti pagi hari di padang rumput.[Susu Madu Pisang Spesial Raka] [Bahan: Susu Momo + Madu Hachi + Strong Banana] [Efek: Pemulihan Mana Penuh | Regenerasi Tubuh | Pemulihan Stamina | Peningkatan Kekuatan]Raka mendekatkan botol ke mulut Bima."Buka mulutmu.""K-Kak... aku bukan bayi—""Buka."Bima tidak bisa bergerak.Tangannya mati rasa. Kakinya hancur. Tulang rusuknya retak.Ia cuma bisa pasrah.Raka memiringkan botol.Bima minum.Mordred menatap pemandangan di depannya.Pria asing.Menyusui ksatria naga.Dengan botol susu.Di tengah medan perang.Urat di pelipis Mordred berkedut."Apa...""...yang kau lakukan...""...di hadapanku?"Suaranya rendah. Berbahaya.
Bab 237: Bala BantuanBima jatuh.Excalibur masih tergenggam — tapi jari-jarinya sudah mati rasa.Kesadarannya memudar."Kak Raka...""Tolong...""Aku belum cukup kuat..."Di tengah gelapnya — sebuah suara."Bima..."Hangat. Familiar."Waktunya ganti popok."Mata Bima langsung membelalak."KAK RAKAAAAAAA?!"SPLASH!!!Tubuh Bima mendarat di atas kubah air raksasa yang muncul dari bawah.Lembut. Hangat. Menyerap seluruh benturan.Kubah air perlahan turun — membaringkan Bima di tanah dengan hati-hati.Raka berdiri di sampingnya. Tangan kiri di saku. Wajahnya datar."Kau berantakan."Bima terbatuk. "K-Kak... kenapa di sini..."Raka menatapnya datar."Menurutmu?"WHOOOOOOOM!!!Mordred menukik dari langit. Abyss Sword teracung — mengarah langsung ke Raka."Penghalang baru?"
Bab 236: Langit yang TerbakarBOOOOOOM!!!Mereka melesat bersamaan.Excalibur bertemu Abyss Sword di tengah langit.Gelombang kejut memecahkan awan. Cincin angin menyebar ke segala arah — mengguncang menara istana di bawah mereka.CLANG! CLANG! CLANG! CLANG! CLANG!Tebasan demi tebasan tanpa henti di udara. Setiap benturan menciptakan ledakan emas dan hitam. Langit malam berkedip seperti petir abadi.Bima menebas dari kiri — Mordred menahan.Mordred menebas dari atas — Bima membelokkan dengan sayap.Mereka berputar. Melesat naik. Menukik turun. Bertukar posisi setiap detik.Dua makhluk yang seharusnya tidak ada di dunia yang sama — bertarung seolah langit adalah arena mereka.[Dragon Fire Breath!]Semburan api naga emas melesat. Panas membakar udara di sekitarnya — awan menguap.FWOOOOOOOOSH!!!Mordred melipat sayap kelelawarnya — membentuk perisai kegelapan. Duri-duri di sayapnya bersinar merah.BOOOOOOM!!!Api dan kegelapan bertabrakan. Ledakan memenuhi langit. Untuk sesaat, malam b
Bab 235: Naga dan IblisHalaman utama Istana Aethelgard.Kedua aura masih bertabrakan.Cahaya emas dari Excalibur melawan kegelapan pekat dari Abyss Sword.Tanah di antara mereka retak. Rumput terbakar. Udara bergetar.Mordred melangkah maju.Satu langkah.Aura kegelapan mendorong cahaya mundur.Dua langkah.Bima menggertakkan gigi. Kakinya terseret. Tanah di bawahnya hancur membentuk jejak."Berat..."Mordred mengangkat Abyss Sword."Tunjukkan padaku."WHOOOOSH!Mordred melesat.CLAAANG!!!Abyss Sword menebas vertikal. Bima menahan dengan Excalibur.Tanah di bawah kakinya ambruk. Kawah kecil terbentuk.KRAAK!Bima terdorong ke bawah. Lututnya hampir menyentuh tanah.Mordred menekan lebih dalam. Matanya menatap Bima tanpa emosi."Hanya segini?"BOOOOM!Mordred menendang dada Bima.Bima terpental. Punggungnya menghantam pilar.KRAAK!Pilar retak. Serpihan batu berjatuhan.Bima terbatuk. Ia langsung bangkit.[Holy Cross Slash!]Excalibur menebas diagonal.CLANG!Mordred menahan dengan s
Bab 234: Boneka dan NagaSayap selatan Istana Aethelgard.Elena berdiri di tengah taman istana yang sudah hancur.Di depannya — Selene tersenyum.Tiga bayangan berdiri di belakangnya.Shade. Fang. Raven.Ketiganya tidak bergerak. Mata mereka kosong. Tubuh mereka diselimuti benang sihir hitam."Mereka teman-temanmu, bukan?"Selene memiringkan kepalanya."Sayang sekali."Ia mengangkat jarinya."Sekarang mereka milikku."[Puppet Master!]Benang sihir hitam bersinar.Shade melesat pertama.SLASH!Daggers mengincar leher Elena.Elena melompat mundur.[Ice Barrier!]Dinding es muncul — menahan serangan Shade.KRAAK!Tapi Fang sudah ada di samping.BOOOOM!!!Tinju Fang menghantam dinding es. Dinding itu retak.Raven mengangkat tangannya dari belakang.Bola energi gelap melesat ke arah Elena.Elena mengangkat kedua tangannya.[Dual Casting — Fire Wall + Wind Burst!]Dinding api muncul — membakar bola energi. Ledakan angin mendorong ketiga puppet mundur.FWOOOOSH!!!Elena mendarat. Napasnya su
Bab 233: RaksasaSayap timur Istana Aethelgard.Marco berdiri di tengah koridor yang hancur.Giant Axe bertumpu di bahunya.Di hadapannya — Darius mengangkat kedua tangannya.Bayangan di seluruh koridor bergerak. Berkumpul. Menyatu.[Fusion Shadow!]GROOOOOAAAR!!!Raksasa bayangan berdiri di belakang Darius. Tingginya nyaris menyentuh langit-langit istana. Mata merah menyala dari wajah tanpa bentuk.Dan dari sisa bayangan yang tersebar — puluhan prajurit bayangan muncul. Berdiri berbaris di belakang Darius. Masing-masing memegang senjata gelap."Satu orang melawan satu pasukan."Darius tersenyum."Menyerah saja."Marco meludah ke samping.Aura merah meledak dari tubuhnya.[Berserker Aura!]Otot-ototnya membesar. Urat-urat menonjol di leher dan lengannya. Matanya berubah liar. Tekanan udara di sekitarnya berubah."Menyerah bukan bahasaku."GROOOOAR!!!Raksasa bayangan mengayunkan tinjunya.BOOOOOOM!!!Lantai hancur. Retakan menyebar ke segala arah.Marco melompat ke samping — dan langs
Bab 9: disiplin Sambil lanjut menyapu dedaunan kering yang berguguran di halaman belakang akademi, Raka merasakan saku celananya bergetar hebat. Ia merogoh botol susu artefaknya yang kini berpendar merah muda lembut. Jendela sistem muncul secara otomatis, memuntahkan rentetan notifikasi yang mem
Bab 8: keadilanDebu pertempuran telah mengendap, namun atmosfer di Aula Utama Akademi Aethelgard justru memuncak hingga ke titik didih. Di tengah ruangan yang megah itu, Raka berdiri dengan tenang meskipun kedua tangannya terborgol sihir penekan mana yang berpendar ungu gelap. Di sampingnya,
Bab 7: playpen Cahaya keemasan dan biru safir meledak dari tubuh Bima dan Elena saat partikel cahaya Nightmare Behemoth yang hancur terserap ke dalam inti mana mereka. Di dunia Aethelgard, mengalahkan monster Rank S bukan sekadar kemenangan, melainkan lonjakan evolusi yang masif bagi para pe
Bab 6: dungeonSuasana di Akademi Aethelgard yang biasanya tenang mendadak pecah oleh raungan memekakkan telinga yang seolah merobek langit. Di tengah lapangan upacara, sebuah retakan dimensi berwarna hitam pekat muncul, memuntahkan hawa dingin yang mencekam Dungeon Break Rank S."Se







