Share

27. Agni Diculik

Penulis: Cheezyweeze
last update Terakhir Diperbarui: 2025-04-07 19:59:56

Reynar terhenyak sesaat setelah mendengarkan penuturan dari Agni dan melihat wanita itu langsung keluar dari ruangan tanpa mengatakan sepatah kata apapun.

"Dok, aku minta maaf." Reynar membungkuk, lalu berpamitan dengan sang dokter.

Keduanya menikmati se-cup kopi hangat sambil terlibat pembicaraan kecil.

"Kau bisa menemukan wanita sempurna suatu saat nanti, Rey,"

Reynar pun tersenyum remeh sambil terus memperhatikan sorot mata Agni. "Jika aku mencari yang sempurna, kenapa aku harus repot-repot membuang waktuku selama kurang lebih 7 tahun?" ucapnya dengan ada frustrasi. "Sudahlah. Ayo, pulang. Hari sudah sore," lanjut Reynar sambil kembali menggandeng tangan Agni.

Reiner pun membawa Agni kembali ke rumahnya. Tidak menunggu waktu lama, Reynar pun segera berpamitan pergi setelah memastikan Agni masuk ke dalam rumahnya.

Di dalam rumah tampak Cakra duduk di ruang tamu dengan berbagai makanan di atas meja.

"Agni, kau sudah mak
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dimanja Sang Penguasa   75. Aku Bisa Menuntutmu

    "Su-sudah sampai? Bagaimana kau tahu?" tanya Agni.Razka melepaskan seat bell nya. "Kau lupa——jika aku juga pernah tinggal di tanah air." Razka keluar dari mobil dan melangkah memutar untuk membuka pintu agar Agni segera turun."Terima masih, Razka." Agni keluar dari dalam mobil. Sedangkan Razka memperhatikan sekitar. Pria itu menatap apartemen yang ada di depannya dari bawah ke atas."Kau tinggal di lantai berapa?" tanya Razka sambil menyandar pada mobilnya."Lantai dua," jawab Agni."Aku antar!" balas Razka."Tidak perlu. Aku tidak ingin merepotkanmu," elak Agni."Tidak apa-apa. Lagipula jika terjadi apa-apa denganmu, aku juga yang akan kena," sahut Razka.Agni menoleh dengan tatapan kosong. "Razka, apa kau memberitahu Yosua jika kau mengantarku?" "Mm ... tidak. Kenapa?" Melirik Agni yang terlihat lega saat mendengarnya. "Tapi bukan berarti Yosua tidak tahu menahu soal ini," sambungnya dan berhasil mematahkan kelegaan dalam diri Agni.Agni terlihat pasrah jika memang Yosua mengetah

  • Dimanja Sang Penguasa   74. Ingin Pergi ke Apartemen

    Cakra menyandarkan tubuhnya bersamaan dengan deruan napas kasar. Rasa kesal dan marah menjadi satu di dalam dada. Cakra berpikir jika Yosua sedang mempermainkannya.Cakra menautkan jemarinya dan menggunakan sikunya untuk bertumpu."Yosua, aku pastikan aku akan membuatmu menepati janjimu itu!"Rasa kesal dan amarah menyelimuti hati Cakra dan itu bertolak belakang dengan Reynar. Justru Reynar sangat bahagia saat mendengar bahwa Agni telah kembali ke tanah air, tapi Reynar berusaha untuk tetap tenang di depan Cakra.Reynar tidak ingin Cakra curiga padanya jika sebenarnya Reynar masih menyimpan rasa pada Agni. Jika Cakra mengetahuinya tentu dia pun pasti akan marah pada Reynar."Aku harus bisa menghubungi Agni, tapi bagaimana caranya? Apa mungkin Agni masih mau menemuiku? Tentunya Yosua juga tidak akan membiarkan Agni bertemu denganku!" Reynar menjatuhkan dirinya di atas ranjang. Pikirannya sedang sedikit kalut.Reynar masih memikirkan bagaimana cara untuk menemui Agni dan mencari alasan

  • Dimanja Sang Penguasa   73. Setelah Urusan Selesai

    Agni duduk sendirian di kamar. Wanita itu tidak menyangka jika akan kembali ke tanah air. Tentunya dia pun harus siap bertemu lagi dengan Reynar dan Cakra. Terlebih lagi Agni punya janji dengan Reynar.Yosua masuk ke dalam kamar dan menemukan Agni sedang bengong serta Agni pun tidak menyadari jika Yosua masuk ke dalam kamarnya. Pria itu berdiri lama memperhatikan Agni. Ada rasa bersalah dalam diri Yosua telah melibatkan Agni dalam dunianya, tapi untuk meninggalkannya pun itu tidak mungkin. Yosua menarik napas dan mengembuskannya. Tentunya hal itu menarik perhatian Agni."Yos, kau kah itu?" ucapnya pelan sambil memalingkan wajahnya.Yosua mengangkat kepalanya dan tersenyum saat keberadaannya sudah diketahui oleh Agni. Yosua tersenyum dan melangkahkan kaki masuk ke dalam."Hm ... aku kira kau sudah tidur." Yosua duduk di samping Agni.Agni bergerak menghadap ke arah gerakan yang dia rasakan. "Ada apa? Apa ada masalah?" tanyanya. "Aku mendengar deruan napas gusarmu tadi," lanjutnya.Yos

  • Dimanja Sang Penguasa   72. Diam-Diam

    Pesawat tinggal landas meninggalkan negara taiko. Kurang lebih tiga jam penerbangan ditempuh. Kepulangan yang diam-diam justru membuat sebuah masalah baru.Yang dikira akan lancar dan aman sampai tujuan, tapi ternyata kedatangan mereka tercium oleh Cakra.Cakra segera menghubungi Reynar dan ternyata Reynar pun sudah mengetahuinya. "Apa rencana kita sekarang?" tanya Reynar."Kapan kau ada waktu? Aku ingin membahas ini!" tandas Cakra."Kebetulan hari ini aku off-day. Bagaimana jika nanti siang ketemu di tempat biasa," papar Reynar."Ok. Deal!"Siang hari Reynar dan Cakra bertemu di sebuah kafe tempat mereka berdua menghabiskan waktu. Di kafe itu memang ada satu tempat yang tertutup dan biasa dipakai untuk acara rapat atau lainnya. Mereka bertemu hendak membahas masalah Yosua.Apakah Reynar dan Cakra sudah mengetahui tentang mansion-nya Yosua?Jawabannya TIDAK.Keduanya belum mengetahui masalah tersebut. Bagaimana bisa?Sepertinya ada permainan yang sedang dimainkan di dunia mafia sehin

  • Dimanja Sang Penguasa   71. Mendadak Pulang

    Yosua menemani Agni masuk ke dalam kamar. Pria itu berusaha akan membicarakannya pada Agni. Tidak ingin berlama-lama, Yosua langsung mengutarakan apa yang ingin dia katakan."Apa yang ingin kau katakan padaku, Yos?" tanya Agni dengan pandangan kosong.Saat Yosua hendak menjawab tiba-tiba ponsel milik Yosua bergetar dan bersamaan dengan Razka yang memanggil namanya. Apa yang dilakukan Razka? Pria itu tampak berjalan dengan tergesa-gesa sambil menatap ponselnya."Sebentar aku terima panggilan ini dulu," ujarnya pada Agni dan beranjak dari sana untuk mendekati Razka."Yos ..." Razka menunjukkan sesuatu dengan mengarahkan ponsel miliknya. Kedua mata Yosua membulat sempurna."Halo ...." Yosua mendengarkan secara detail sambil tangannya mengepal erat. Panjang kali lebar kali tinggi Yosua mendengarkan anak buahnya bicara dengan seksama. Terlihat kadang wajahnya melemas, lalu berubah menjadi tegang bahkan dahinya berkerut tiga.Yosua syok mendengar jika satu dari dua markas yang tersisa dib

  • Dimanja Sang Penguasa   70. Harga Sama Dengan Nafsu

    Langkah Irene langsung terhenti manakala mendengar kata transfer. Irene memang wanita matre, yang akan sekali kalah jika diiming-imingi dengan uang. Wajar memang karena semua orang juga membutuhkan benda yang satu itu."Berapa? Apa nominal yang biasa aku transfer itu kurang? Jika kurang akan ku tambah lagi nominalnya," ujar Nattawut."Tidak———tidak. Maaf, jika sikapku tidak membuatmu nyaman, sayang," rayu Irene. Irene tahu bagaimana marahnya seorang Nattawut jika dia sudah merasa tidak dihargai.Nattawut mencium gelagat yang aneh pada Irene. "Kau tahu kan bagaimana jika aku marah?"Irene gelagapan. Lantas dia mulai bermain drama. Irene berusaha agar membuat Nattawut tidak marah.Namun, pria itu justru memikirkan hal lainnya. Seolah dia menatap curiga pada Irene. Nattawut mendekati Irene dan dengan cepat pria itu menarik tangan Irene dengan kasar. Irene yang terkejut lantas memberontak dan berteriak. Nattawut membekap mulut Irene lantas menampar wanita itu beberapa kali hingga Irene

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status