/ Romansa / Dinikahi Om Duda / Godaan Sekretaris Genit

공유

Godaan Sekretaris Genit

작가: Suci Komala
last update 게시일: 2021-12-08 07:46:10

Suasana sarapan di kediaman keluarga Xie sangat berbeda sekarang. Tentu saja karena Revalina sudah tidak merasa canggung lagi. Dengan cekatan, wanita itu menyiapkan sepiring nasi dan lauk-pauk untuk mertua dan suaminya. 

Setelah semua lengkap, barulah ia menyiapkan untuk putra dan dirinya sendiri. Tak sedikit celoteh dari mulut Revalina mampu membuat Hanna maupun Raffael tertawa. 

"Om Suami, aku minta schedule ngantor dan mengajarmu. Boleh?"

"Untuk apa?"

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (3)
goodnovel comment avatar
Novi Andesfi Tanjung
kapan tumbuh cinta suami revalina ya
goodnovel comment avatar
Meri Mpilole
padahal revalina sudah bersusah paya tetapi cinta suaminya belum tumbuh-tumbuh juga
goodnovel comment avatar
Widya Nur Kartika Dewi
ayo raffael mulailah si reva aja dah mulai mencintai masak kamu enggak
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Dinikahi Om Duda   Pernikahan - Ending

    Tidak ingin membuang kesempatan, Casandra mengutarakan keinginannya untuk menjodohkan Elbert dengan Xiera. Pernyataannya itu tentu saja disikapi beragam ekspresi."Bagaimana? Kok, malah diam semua?" tanya Casandra."Emm ... aku gimana suamiku saja," jawab Revalina.Casandra menatap Raffael. "Gimana, Tuan?"Raffael menatap Revalina, Hanna, serta mertuanya bergantian. "Ini soal masa depan. Tidak bisa diputuskan saat ini juga.""Tapi, kau setuju, kan?"Raffael menghela napas. "Belum tentu."Mimik Xiera yang semula berseri, kini murung mendengar jawaban sang papa. "Aku udah kenyang. Maaf, Rara ke kamar dulu." Tanpa menoleh siapapun, gadis itu bergegas menaiki anak tangga.Semua menatap kepergian Xiera tanpa kata."Kamu tidak hanya memiliki Elbert, ada Aldevaro yang harus kamu pikirkan per

  • Dinikahi Om Duda   Pulangnya Xiera dan Elbert

    Sudah dua minggu Xiera dan Elbert di rumah sakit. Penyangga pada leher Xiera pun sudah dilepas, kecuali Elbert. Leher pemuda itu masih memerlukan penyangga karena benturan di kepala yang cukup parah. Dirawat dalam satu kamar tentu saja membuat mereka senang. Setiap hari tak luput dari kata sayang dan saling memberi perhatian. pun dengan Revalina dan Casandra yang makin kompak. Kedua wanita itu mengatur jadwal untuk menunggu putra dan putri mereka.Pagi itu saatnya perban Xiera dibuka. Didampingi Revalina, Xiera tengah duduk bersiap menunggu sang dokter. Sepuluh menit berselang, dokter datang didampingi seorang perawat."Pagi," sapa dokter dan perawat."Pagi, Dok," jawab Revalina dan Xiera kompak."Sekarang kita buka dulu perban nya, ya? Kita lihat sudah kering atau belum," ucap dokter.Xiera mengangguk."Lukanya sudah kering," ucap dokter saat perban itu terbuka.Xiera meminta cermin kepada Re

  • Dinikahi Om Duda   Kuasa Tuhan

    Setelah berbincang cukup lama, akhirnya Xiera kembali tertidur. Bella memutuskan untuk pulang."Bella pamit, Tante, Nek. Titip salam untuk Xiera," ucapnya kepada Revalina dan Hanna."Pamit, Tuan," lanjutnya kepada Raffael dan ditanggapi anggukkan."Tidak tunggu dulu Al?" tanya Revalina."Biar nanti bertemu di depan saja, Tan."Namun, dari kejauhan Raffael melihat Aldevaro berlari ke arah mereka. Tentu saja semua perhatian menjadi teralih kepada pemuda itu.Melihat mata Aldevaro yang merah, membuat Revalina bertanya, "Ada apa, Al? Kenapa lari-lari?"Napas Aldevaro terengah-engah. Pemuda itu menjatuhkan bokongnya di kursi stainless. "El, Ma ... El ....""Iya, El kenapa, Al?"Aldevaro menangis tersedu-sedu. "El meninggal, Ma."Semua tercengang mendengar jawaban Aldevaro."Ya, Tuhan!" Revalina membekap mulutnya sendiri, sedangkan Hanna dan Raffael saling bertatap dengan panda

  • Dinikahi Om Duda   Kehilangan

    Raffael dan Alex merasa bersyukur karena dalam situasi genting hubungan Casandra dan Revalina membaik. Kini, mereka hanya menunggu kabar baik dari anak masing-masing."Sayang, kapan sampai?" tanya Revalina."Baru aja," jawab Raffael.Casandra bergelayut manja di lengan Alex. Tentu saja membuat Alex merasa heran. Pasalnya, Casandra tidak pernahseperti itu."Bisa barengan, janjian, kah?" tanya Casandra kepada Alex."Kebetulan kami bertemu di parkiran."Akhirnya mereka memutuskan untuk menemui anak mereka masing-masing.Tiba di kamar inap, Raffael tentu saja bertanya bagaimana bisa Revalina dekat dengan Casandra. Sang istri pun menceritakan apa yang ia dan Casandra bicarakan di kantin."Syukurlah. Semoga saja semua itu ke luar dari hatinya.""Ya, semoga.""Selamat siang, Tuan," sapa Bella saat Raffael mendekat ke arah Xiera berbaring. Gadis itu beranjak dari duduknya.&n

  • Dinikahi Om Duda   Restu

    Tiga hari sudah Xiera dan Elbert dirawat. Masa kritis Xiera sudah berlalu, tetapi belum sadarkan diri dan sudah dipindahkan ke ruang rawat inap. Lain halnya dengan Elbert. Pemuda itu masih berjuang melewati masa kritisnya. Revalina dengan setia menemani putri kesayangannya. Tak peduli lelah dan kantuk menerpa, bahkan mata panda sudah terlihat jelas. Begitupun dengan Casandra. Wanita karir itu memilih menyingkirkan egonya. Ia setia mendampingi sang putra tercinta. Air mata tak henti jatuh di pipi. Alex yang melihat sang istri seperti itu merasa sedih. Namun, rasa syukur tak ia pungkiri karena dengan kejadian itu membuat Casandra sadar bahwa ada seorang anak yang butuh perhatiannya."Siang, Tante," sapa Bella saat masuk ke kamar inap Xiera."Siang, Sayang. Loh, langsung dari sekolah? Apa tidak lelah?"Bella duduk di samping Revalina. "Tidak. Yang lelah justru Tante dan itu gara-gara aku. Sekali lagi maaf, Tan."Revalina tersenyum dan membingkai pipi Bella.

  • Dinikahi Om Duda   Kritis

    Isak tangis Revalina dan Casandra tak terbendung menambah ketegangan. Semua gelisah menunggu hasil pemeriksaan dokter. Kursi stainless yang berjajar rapi tak satu pun mereka duduki. Semua berdiri dilanda kecemasan yang luar biasa."Keluarga pasien," panggil seorang suster.Revalina menghampiri. "Gimana putri saya, Sus?""Bagaimana dengan putraku?" tanya Casandra.Suster itu mengatakan jika Xiera dan Elbert harus segera menjalani operasi. Pendarahan di kepala yang cukup serius membuat hal itu harus dilakukan."Lakukan yang terbaik, Sus. Berapa pun saya akan bayar!" kata Raffael."Cepat lakukan, Sus!" seru Casandra."Silakan urus administrasi dulu, Tuan, Nyonya," kata suster itu, kemudian pergi.Raffael dan Alex bergegas mengurus administrasi.Sambil menangis, Revalina menghubungi kedua orang tuanya. Selain memberitahu kondisi sang putri, pun ia meminta agar Carlos menyiapkan jet p

  • Dinikahi Om Duda   Kenyataan Pahit Aldevaro

    Tiba di parkiran rumah, Aldevaro mencoba menjaga sikap. Ia kembali seperti biasa."Akhirnya, sampe juga," ucapnya. "Ayok, para bidadari kita turun," sambungnya dengan nada ceria.Aldevaro merangkul Xiera agar jalan beriringan dengannya."Idih ... bibirnya cembe

  • Dinikahi Om Duda   Pertemuan Aldevaro Dengan Casandra

    Tiba di sebuah mall ternama, Revalina dan Xiera mengunjungi berbagai counter brand ternama. Namun, memang pada dasarnya mereka sudah memiliki semuanya, jadi mereka hanya melihat-lihat saja."Ma, belum ada keluaran terbaru. Masa mau beli lagi," ungkap Xiera saat melihat sepatu.

  • Dinikahi Om Duda   Kehancuran Maria

    Di hotel, Maria melihat kabar infotainment mengenai dirinya. Berita tentang gagalnya menikah dengan Raffael hingga hamil di luar nikah tengah santer diperbincangkan."Aarrrggghh! Kurang ajar!" teriak Maria kesal.Roni yang baru saja ke luar dari kamar mandi, sontak mengham

  • Dinikahi Om Duda   Keputusan Revalina

    Waktu berputar terasa sangat cepat. Revalina meninggalkan tanah air sudah tiga minggu lamanya. Ia tidak dapat membendung kesedihannya. Bagaimana tidak? Satu minggu lagi menjelang pesta pernikahannya, ia justru menyaksikan berita tentang rencana pernikahan suaminya dengan Maria. Pesta pernikahan y

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status