LOGINMurid utama Sekte Ambara yang sudah mencapai tingkat inti emas tahap kedua terpaksa menjelaskan, "Tetua Gorgon, Tetua Magani, sebelumnya dua tetua dari sekte kami pergi untuk membunuh penjahat yang melenyapkan anggota sekte bawahan kami. Tapi ... mereka nggak kembali lagi.""Sampai sekarang, nggak ada kabar dari mereka. Aku rasa kemungkinan besar dua tetua itu sudah dibunuh. Hanya saja, kartu takdir mereka ada di dunia awani. Jadi, kami nggak bisa memeriksanya," lanjut murid itu.Terdengar suara sekelompok tetua dari sekte super besar yang berdiskusi di udara."Ha? Ternyata ada masalah begitu?""Kultivasi dua tetua itu nggak rendah, tapi mereka juga dibunuh. Sepertinya mereka bertemu dengan kultivator tingkat pembentukan dewa itu!""Mereka cuma berdua. Tentu saja mereka mati kalau bertemu orang itu.""Kalau nggak, dua tetua pasti datang untuk bekerja sama dengan kita."Para tetua tingkat pembentukan jiwa yang mengandalkan sekte super besar hanya mendengar percakapan mereka. Semuanya ke
Para murid ini dianggap tidak berguna karena kemampuan mereka lemah. Itulah sebabnya mereka tidak meninggalkan gunung.Sebenarnya mereka bisa hidup. Hanya saja, mereka juga mengincar Elisa dan lainnya yang cantik. Mereka memprovokasi Tirta.Tirta yang mengamuk meminta Elisa dan lainnya untuk mengasah kemampuan dengan membunuh para murid itu.Setelah mendengar ucapan Elisa, Tirta menyahut sembari mengangguk, "Oke."Tirta membakar semua mayat di tanah, lalu memimpin jalan. Kabut makin tebal saat mereka makin dekat dengan puncak gunung.Di puncak gunung memang terdapat formasi. Sayangnya, formasi itu sudah dirusak sekelompok orang yang baru dibunuh tadi.Sebuah gua dibangun di tengah formasi, tetapi tidak ada jejak orang tinggal di gua ini. Semua batu spiritual dan teknik yang ditinggalkan di dalam gua juga sudah dirampas.Hanya saja, Tirta sudah mengambilnya kembali. Dalam beberapa waktu ini, dia tidak lupa merampas harta pemurni energi yang dibunuhnya.Alhasil, batu spiritual dan artefa
Energi spiritual di sini kurang melimpah, jadi luka kucing putih susah pulih. Dia hanya bisa memulihkan luka di dunia misterius dengan kondisi setengah sadar.Kultivasi kucing putih sudah sedikit pulih setelah menghabiskan waktu yang panjang. Jadi, dia bisa membuka gua yang ditinggalkan pemurni energi.Alhasil, kucing putih malah ditangkap Tirta sebelum sempat menikmati batu spiritual. Pengalaman hidup kucing putih benar-benar menyedihkan.Beberapa hari yang lalu, kucing putih merasakan gejolak spasial yang terhubung ke dunia awani. Itulah sebabnya dia menghasut anjing hitam untuk membawanya pergi.Di depan dinding gua, anjing hitam bangkit dan menggerakkan dua kakinya. Dia bertepuk tangan untuk dirinya sendiri.Anjing hitam yang bangga menggonggong dan berseru, "Aku memang genius! Dalam waktu beberapa menit, aku bisa langsung menguasai Formasi Perpindahan yang ditinggalkan majikanku."Kucing putih tidak terlalu percaya. Dia ingin meminta anjing hitam untuk mempelajari formasi itu lagi
Nabila ingin mengejar anjing hitam, tetapi dia yang sedang hamil tidak berani berlari.Sementara itu, Yasmin merasa tidak rela berpisah dengan anjing hitam. Hanya saja, tidak ada gunanya dia melarang anjing hitam pergi secara paksa. Bagaimanapun, anjing hitam sudah memutuskan untuk pergi. Jadi, Yasmin juga tidak mengejar anjing hitam.Nabila mengelus perutnya yang membesar seraya berucap, "Sudahlah, nanti aku baru beri tahu Tirta masalah anjing sialan itu setelah dia pulang. Belakangan ini aku mulai merasakan gerakan janinku. Lebih baik aku jalan santai saja."Nabila jalan-jalan di Desa Persik bersama Yasmin. Saat ini, Desa Persik sudah dirombak secara besar-besaran.Vila Tirta terletak di tengah, sedangkan deretan vila baru sedang dibangun di sekelilingnya. Vila itu akan dijadikan tempat tinggal tetua dan murid Sekte Kristala.Farida juga tidak pelit menghabiskan uang untuk mengurus 10 ribu lebih wanita dari Negara Raigorou itu meski jumlah mereka sangat banyak. Dia membangun sederet
Tirta menanggapi, "Um, kemungkinan begitu. Tapi, takutnya mereka nggak tahu aku disokong dua tokoh hebat tingkat pembentukan dewa. Baguslah, terserah mereka mau melakukan apa. Setelah semua anggota mereka lengkap, aku akan cari mereka sendiri kalau mereka nggak menemukanku."Tirta bukan hanya tidak panik. Sebaliknya, dia merasa sedikit antusias. Bagaimanapun, sebenarnya kurang efektif jika Tirta membunuh mereka di tempat-tempat terpisah seperti ini.Tirta melanjutkan, "Ayo, kita turun gunung. Kita cari puncak gunung yang lain lagi. Bi Elisa, kemari dulu. Kita jalan sama-sama."Elisa yang kebingungan mengikuti Tirta dan bertanya, "Tirta, ada apa?"Tirta menjelaskan, "Kulihat sepertinya kultivasimu hampir menerobos tingkat pembentukan fondasi. Aku bantu kamu."Elisa membalas, "Bantu aku? Bagaimana caranya .... Jangan, Tirta. Kita buru-buru ...."....Sementara itu, di dunia fana. Ayu dan lainnya duduk di sofa vila Desa Persik.Ayu yang merasa tidak tenang berucap, "Sudah berhari-hari mer
Namun, sekarang Elisa dan lainnya marah. Jadi, mereka tidak peduli lagi. Mereka ingin bertarung mati-matian dengan murid dari Sekte Suci Utara.Hanya saja, tiba-tiba energi Tirta bergejolak sehingga membuyarkan lapisan awan di puncak gunung. Kemudian, Tirta membuka matanya dan berdiri. Dia berucap, "Bi Elisa, kalian nggak usah bertindak. Biar aku saja."Suara Tirta sangat dingin. Dia juga memancarkan niat membunuh.Elisa berujar dengan senang, "Tirta, kamu sudah menerobos tingkat kultivasimu? Sebenarnya nggak masalah kalau kami yang bertindak. Lagi pula, ada kamu yang menjaga kami. Sudah saatnya kami mengasah kemampuan. Kalau nggak, kapan kemampuan kami berkembang?"Luvia juga merasa lega. Dia menimpali, "Benar. Sebenarnya kemampuan orang-orang ini nggak terlalu hebat. Kebetulan kami bisa mengasah kemampuan dengan melawan mereka."Murid Sekte Suci Utara tertawa sinis dan membual setelah melihat Tirta bangun."Hei, kamu masih muda. Tapi, sikapmu sangat sombong.""Kultivasimu memang lebi
"Bu Yanti, aku nggak bercanda. Aku yang bangun vila besar di ujung desa itu. Mobil Mercedes Maybach yang diparkir di depan klinik itu juga milikku. Aku punya banyak uang kok," ucap Tirta dengan serius. Dia tidak memberi kesempatan bagi Yanti untuk berpikir.Tirta menambahkan, "Asalkan kamu membantuk
Tirta tertawa sinis, lalu berkata, "Baguslah kalau kamu maju. Aku memang berniat membuat perhitungan denganmu!"Tirta mengerahkan kekuatan Tinju Harimau Ganas sampai maksimal. Energi tinjuannya benar-benar dahsyat dan menimbulkan suara yang memekakkan telinga, seperti suara auman harimau!Semua oran
Tendangan Tirta sangat kuat. Wajah Karsa babak belur dan tulangnya patah. Karsa merasakan sakit kepala hebat. Dia berteriak, "Lihat saja nanti! Ayah angkatku pasti akan membalas dendam untukku setelah tahu masalah ini!""Berisik!" seru Tirta. Dia menendang Karsa lagi. Kali ini, Karsa tidak bersuara.
"Tirta, aku perlu ikut nggak?" tanya Melati dengan agak panik."Nggak usah, Kak. Aku bisa sendiri. Nanti aku bawa Bu Yanti balik. Kamu tenang saja," sahut Tirta sambil mengeluarkan jarum perak di sakunya dan menunjukkannya kepada Melati."Kamu ingin membuat Bu Yanti lupa kejadian hari ini ya? Ya sud







