Share

Bab 1187

Author: Hazel
Tirta hanya menyingkirkan Air Kutukan dari tubuh murid wanita itu dan melirik bagian dadanya beberapa kali. Murid wanita itu memakai baju, dia juga tidak rugi biarpun dilirik Tirta.

Sebenarnya hanya Tirta sendiri tahu apa yang dilihatnya. Meskipun murid wanita itu memakai baju, tetap tidak berpengaruh bagi Tirta.

Setelah puas melihat tubuh wanita itu, Tirta berkata kepada murid wanita yang bokongnya berisi, "Itu ... Adik yang bokongnya berisi. Kamu maju, racun di tubuhmu terlalu kuat. Biar aku b
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
hans
***** bagus lanjut
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3596

    Memang tidak membutuhkan waktu yang terlalu lama untuk memindahkan seluruh anggota Sekte Hasrat ke tempat ini. Namun, untuk menemukan Sekte Hasrat, kedua wanita itu justru menghabiskan waktu hampir satu jam.Setibanya di sana, Priya langsung mengenali formasi teleportasi di tempat itu yang memang ditinggalkan oleh Sekte Formasi Surgawi."Kalian ini ... siapa? Kenapa kalian berani menerobos area terlarang Sekte Hasrat?""Cepat pergi!""Kalau nggak, tanggung sendiri akibatnya!"Pada saat yang bersamaan ....Di dalam Sekte Hasrat, beberapa murid tingkat pembentukan jiwa yang kultivasinya relatif rendah menyadari tiba-tiba muncul dua wanita di depan formasi teleportasi. Mereka semua tak mampu menahan diri dan merasa terkejut.Di dalam sekte, bahkan tetua senior yang masih berada di tingkat pemurnian dewa pun ikut terusik dan buru-buru datang. Alasannya, baru saja kartu takdir dari ketua, semua tetua, dan para murid yang pergi keluar tiba-tiba hancur dalam waktu yang sangat singkat. Bahkan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3595

    Pusat energi semua orang dari Sekte Hasrat terbelah, bahkan sebelum mereka sempat memahami apa yang terjadi. Tubuh mereka pun satu per satu berjatuhan ke tanah.Ketua Sekte Hasrat terbang paling tinggi, sehingga jatuhnya juga paling parah. Kepalanya sampai berdarah dan hampir pingsan di tempat."Kamu ini ... siapa sebenarnya?" tanya Ketua Sekte Hasrat. Namun, dibandingkan dengan tubuhnya yang terbelah menjadi dua, hal yang membuatnya lebih ketakutan adalah kekuatan Jade. Dia sama sekali tidak menyangka ternyata hari ini dia mendapat bencana."Kamu nggak layak untuk tahu identitasku," kata Jade dengan suara yang tetap dingin dan tanpa sedikit pun emosi. Dia mengangkat tangan dan menunjuk, lalu kepala ketua Sekte Hasrat langsung meledak di tempat. Bahkan jiwa spiritualnya pun lenyap, sehingga sama sekali tidak ada kemungkinan untuk hidup kembali."Ketua sekte ada di tingkat penebas dewa tahap awal dan sudah tak terkalahkan di Kota Locain selama hampir seribu lima ratus tahun .... Tapi, d

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3594

    Tempat ini bernama Kota Locain. Di dunia awani yang luas, tempat ini hanya bisa dianggap sebagai setetes air di lautan. Lebih tepatnya lagi, tempat ini adalah daerah terpencil yang miskin dan kekurangan energi spiritual. Para kultivator yang memiliki ambisi untuk berkembang tidak akan memilih untuk tinggal di sini.Justru karena alasan ini, Ketua Sekte Hasrat memakai teknik rahasia untuk meningkatkan kultivasinya hingga tingkat penebas dewa tahap awal. Karena tidak ada yang lebih kuat, dia pun menjadi berkuasa. Dalam radius dua belas ribu kilometer, dia sudah bertindak semena-mena selama hampir seribu lima ratus tahun. Namun, tetap masih tidak ada seorang pun yang datang menentangnya.Perbuatan Ketua Sekte Hasrat ini juga sudah membuatnya terkenal dengan reputasi buruk di Kota Locain.Saat ini, di dalam restoran, selain Jade dan Priya, sebagian besar kultivator lainnya sudah meninggalkan tempat itu. Namun, mereka sebenarnya hanya bersembunyi di tempat aman sambil masih mengamati. Merek

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3593

    "Huh. Masalah ini sudah ditangani Raja Monster, tapi sikapmu masih saja nggak percaya. Jangan-jangan kamu meragukan Raja Monster dan meremehkan kekuatan serta fondasi Pegunungan Belantara?" kata monster iblis lainnya sambil menikmati tehnya. Sikapnya terlihat tidak bersahabat.Monster iblis ini adalah kera iblis berkepala dua. Tubuhnya mendekati bentuk manusia, tetapi sangat kekar. Seluruh tubuhnya ditutupi bulu hitam dan kulitnya juga hitam pekat seperti tinta. Baik dalam hal kekuatan maupun ketangguhan fisiknya, dia adalah salah satu yang terkuat di antara banyak monster iblis di Pegunungan Belantara."Kalau mau minta bantuan orang lain, bersikaplah seperti orang yang sedang meminta bantuan. Jangan anggap kamu ini tuan. Kalau nggak, urusanmu nggak akan beres," kata monster iblis terakhir.Monster iblis ini adalah seekor naga purba yang sudah berubah menjadi wujud manusia. Kepalanya yang besar masih menyerupai kepala naga purba dan pupil vertikalnya terlihat sangat ganas serta brutal.

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3592

    Para wanita itu tentu saja tahu apa yang dimaksud Tirta. Sebenarnya, sejak terakhir kali Tirta berpisah dengan mereka, mereka juga sangat merindukannya. Ditambah lagi, besok Tirta akan pergi ke Pegunungan Belantara, tempat berbahaya yang hanya menyisakan sedikit peluang untuk bertahan hidup. Oleh karena itu, bahkan Lavanya pun akhirnya ikut bergabung.Tidak ada satu pun dari mereka yang merasa malu. Mereka pergi ke gua kediaman Suryana dan meluapkan rasa rindu serta enggan berpisah yang telah mereka pendam. Bahkan ranjang giok hangat yang tidak pernah rusak selama sepuluh ribu tahun pun tak mampu menahan ulah mereka sehingga muncul retakan seperti jaring laba-laba. Ini membuktikan betapa sengitnya pertempuran mereka.....Di dalam Pegunungan Belantara ....Taufik ditempatkan di gua kediaman tempat rubah iblis berekor sembilan tinggal. Setelah mencapai tahap transformasi wujud, gua kediaman monster iblis juga tidak seburuk yang dibayangkan. Namun, tempat itu tetap sangat sederhana. Seti

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3591

    Namun, hal ini juga menunjukkan sikap Suryana yang tegas."Baiklah. Kalau begitu, aku akan merepotkan Tabib Suci untuk ikut denganku," kata Tirta yang hanya bisa menyetujuinya.Melihat hal ini, para wanita juga merasa lebih lega."Tirta, ajak aku juga. Beberapa waktu lalu, aku sudah memahami sebagian wawasan yang ditinggalkan leluhur generasi pertama. Kemacetan dalam kultivasi yang sudah menggangguku selama bertahun-tahun ini pun sudah menunjukkan tanda-tanda akan terurai. Siapa tahu dengan memanfaatkan kesempatan ini, aku bisa benar-benar memasuki tingkat pencapaian agung.""Aku juga akan membawa dua artefak yang ditinggalkan leluhur generasi pertama, jadi peluang menang akan bertambah. Kalau kami gagal dan mati, itu juga nggak ada hubungannya denganmu. Ini pilihanku sendiri."Pada saat yang bersamaan, terdengar sebuah suara dari pintu aula utama. Afifah, wanita cantik berusia sekitar dua puluh delapan tahun dengan penampilan bak dewi yang turun dari kahyangan, pun membuka bibir merah

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status