Share

Bab 2621

Author: Hazel
"Berhubungan dengan keselamatan seluruh rakyat Negara Darsia? Kak Saba, apa masalahnya?" tanya Tirta. Dia mengernyit setelah mendengar perkataan Saba.

Tirta berpikir apa mungkin orang Negara Martim tahu dia yang menembakkan senjata nuklir? Makanya sekarang mereka ingin membalas dendam?

Jawaban Saba menyangkal pemikiran Tirta. "Kabar ini baru disampaikan dari Pulau Hamas. Menurut laporan dari pasukan militer yang berjaga di sana, Pulau Hamas yang awalnya cerah tiba-tiba diselimuti awan gelap seki
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3465

    Pedang Penumpas Dewa sudah tak lagi berada di tangan Tirta.Kekuatan serangannya langsung berkurang drastis. Selain itu, esensi darah di seluruh tubuhnya juga hampir terkuras habis. Sosoknya menjadi terlihat sangat tua, bahkan tubuhnya tampak kurus.Hanya rambut dan alisnya yang masih berwarna hitam. Dia terlihat seperti seorang "orang tua muda" dan sudah tidak mampu lagi mempertahankan jurus dahsyat itu."Mereka masih hidup .... Nggak, aku harus terus lanjut. Aku harus bertahan."Tubuh Tirta terhuyung-huyung. Dengan gemetar, dia mengeluarkan sebatang tanaman spiritual berusia puluhan ribu tahun dari Cincin Penyimpanan. Dia tidak sempat memurnikannya dan langsung memasukkannya ke mulut untuk dikunyah.Energi spiritual yang bergelora menyebar dan langsung mengobati tubuh Tirta yang terluka. Namun, esensi darah yang telah Tirta habiskan sudah terlalu banyak. Sebatang tanaman spiritual berusia puluhan ribu tahun sama sekali tidak memberikan efek apa pun.Tidak ada pilihan lain. Dia hanya

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3464

    Bum! Suara dahsyat itu seolah membuat seluruh dunia membisu. Yang terlihat dengan mata telanjang hanyalah sebilah energi pedang raksasa yang menyerupai pilar pemusnah dunia, membentang hingga ratusan ribu kilometer.Bagaikan bintang dari luar langit, suara itu membawa kekuatan dahsyat yang mampu menghancurkan langit dan bumi serta menyapu seluruh penjuru.Dalam sekejap, energi pedang itu turun di atas permukaan laut yang membentang luas sejauh mata memandang.Krek! Krek! Udara kosong yang tak berujung itu hancur berkeping-keping, rapuh seperti lapisan es tipis.Jika dilihat dari bawah, sosok Tirta pada saat ini bahkan tampak seperti titik hitam yang sangat kecil."Ini jurus pedang terkuat milik Bakrie .... Bocah itu ternyata telah mencuri ilmu jurus ini!" Hati Selvi terguncang hebat. Menghadapi serangan yang begitu dahsyat, bahkan dia pun merasa tak berdaya untuk melawan."Sial ... jurus pedang macam apa ini? Kekuatannya sudah sebanding dengan teknik terlarang dari era surgawi!"Sesaat

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3463

    Dengan kata lain, saat ini tubuh Sodam sepenuhnya dikendalikan olehnya seorang diri, tanpa campur tangan apa pun."Persetan denganmu!" Kesadaran Tirta kembali jernih. Dia langsung berteriak keras.Dia tahu bahwa wanita itu sekali lagi telah menolongnya, tetapi dia tidak sempat berterima kasih. Bagaimanapun, dari 15 menit yang berharga itu hanya tersisa sekitar 8 menit.Waktu yang tersisa tidak banyak. Memanfaatkan saat Sodam sedang kesakitan, Tirta mengambil kembali jantungnya dan memasukkannya kembali ke rongga dadanya.Pada saat yang sama, Pedang Penumpas Dewa juga kembali ke tangannya. Dalam jarak sedekat itu, dia langsung mengayunkan Pedang Penumpas Dewa sekuat tenaga ke leher Sodam!Puff! Kepala Sodam menggelinding, tetapi tubuhnya tidak langsung mati. Kepala yang tergeletak di tanah mengeluarkan jeritan dengan ekspresi ketakutan, sementara tubuh tanpa kepala itu tampak kehilangan arah. Tangannya pun bergerak liar ke sana kemari."Nggak .... Kepalaku .... Nggak .... Kalian cepat m

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3462

    Dug, dug, dug ....Sodam terus menyeringai. Menurut perkiraannya, pada saat jantung iblis itu memasuki tubuh Tirta, benda itu langsung berakar dan dengan sendirinya menyambungkan kembali seluruh meridian yang telah terputus.Seiring setiap denyutnya, darah di dalam tubuh Tirta disaring oleh jantung iblis itu sedikit demi sedikit, berubah dari merah segar menjadi merah kehitaman yang pekat.Permukaan tubuh Tirta juga tampak seolah dipenuhi ular-ular kecil berwarna hitam yang merayap di sekujur tubuhnya, membuat penampilannya terlihat sangat menyeramkan."Kesadaranku makin kabur .... Tubuhku terasa sangat berat .... Rasanya aku sudah kehilangan kendali atas tubuhku ...."Tubuh Tirta terhuyung. Dia merasakan seluruh tubuhnya sangat lemas, seolah dirinya tertindih di bawah gunung. Bahkan untuk menggerakkan satu jari pun dia tidak mampu.Pada saat yang sama, Tirta samar-samar mendengar dengungan yang seolah berasal dari suara iblis. Suara itu seakan hendak menghancurkan kehendaknya sepenuhn

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3461

    Gelombang kejut dahsyat yang dihasilkan oleh benturan itu mengguncang segalanya. Bahkan para roh ganas dari era surgawi pun kesulitan menstabilkan tubuh mereka.Namun, cahaya dari kertas emas yang menyelimuti Selvi dan Priya yang sedang tak sadarkan diri tiba-tiba bergetar hebat, meniadakan seluruh kekuatan itu. Mereka berdua sama sekali tak terpengaruh."Hehehe .... Memang barang bagus ...."Para makhluk dari era surgawi yang mengelilingi Selvi dan Priya menunjukkan tatapan yang dipenuhi keserakahan luar biasa.Namun, tak lama kemudian mereka seolah teringat sesuatu. Tatapan serakah itu kembali ditekan. Mereka menoleh ke arah Sodam, masing-masing dengan seringai dingin di sudut bibir."Ugh! Gimana mungkin ...."Pada saat yang sama, Sodam mengeluarkan jeritan memilukan. Dia terkejut sekaligus murka saat mendapati telapak tangannya ternyata telah tertebas. Keempat jarinya terputus. Darah hitam menyembur dengan deras."Nggak ada yang mustahil. Hari ini, aku pasti akan membunuhmu!" Tirta

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3460

    Krek! Sodam menggertakkan gigi. Amarahnya membubung tinggi. Seluruh tubuhnya sampai bergetar."Bocah, berani sekali kamu mempermainkanku! Kalau aku nggak bisa hidup, jangan harap kalian semua bisa keluar dari sini dalam keadaan selamat!"Duar! Energi iblis di sekujur tubuh Sodam bergolak hebat. Kabut hitam yang menyelimuti tubuhnya bagaikan gunung berapi seluas ribuan kilometer yang terus memuntahkan asap hitam.Dari seluruh tubuhnya, kekuatan tingkat pencapaian agung tahap menengah yang meledak memiliki daya tekan yang tak tertandingi. Puncak utama Paviliun Ufuk langsung runtuh terkena dampaknya. Pemandangannya seperti sebuah bom nuklir baru saja meledak di tempat.Puff! Puff! Puff! Di bawah sana, sebagian tetua dan murid yang memiliki tingkat kultivasi rendah, terguncang oleh kekuatan dahsyat yang bergelora itu hingga tubuh mereka hancur seperti mengalami pelapukan."Aah ... tolong!""Ugh!""Aku nggak ingin mati ...."Para tetua dan murid itu mengeluarkan jeritan memilukan. Tubuh mer

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 775

    "Orang ini adalah wakil di kantor kepolisian, Bu Susanti. Sepertinya kamu harus ikut ke kantor polisi sama dia.""Benar, Bu Clara. Melakukan tindakan ilegal itu nggak bisa dibiarkan. Dengan adanya kesaksian dari kami berdua, kamu nggak bisa mengelak lagi. Ayo ikut Bu Susanti ke kantor polisi!" timpal

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 576

    Begitu Tirta melangkah masuk, Mauri, Saad, dan Susanti pun mengikuti. Situasi mendadak ini membuat para penari di ruang privat buru-buru memakai pakaian mereka, lalu berdiri di samping tanpa berani bergerak. Sekalipun Saad dan lainnya tidak bersuara, mereka bisa menebak identitas pendatang ini."Kali

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 695

    Setelah menyadari kesalahan mereka, Dipo dan yang lainnya segera berlutut di depan Tirta dan memohon ampun. Salah satu dari mereka berujar, "Tirta, kami salah. Tolong maafkan kami ...."Namun, Tirta hanya menanggapi dengan dingin, "Sudah terlambat untuk minta maaf sekarang. Aku memang orang biasa, ta

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 698

    Pada akhirnya, suasana di kantor polisi menjadi sunyi senyap. Dari ibu kota provinsi, yang tersisa hanya Amal yang tidak sadarkan diri dan Budi yang mengikuti di belakang Tirta tanpa mengatakan apa pun sejak tadi.Lutfi menyuruh pengawalnya untuk mengangkat Amal ke tumpukan sampah yang tidak jauh dar

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status