แชร์

Bab 2621

ผู้เขียน: Hazel
"Berhubungan dengan keselamatan seluruh rakyat Negara Darsia? Kak Saba, apa masalahnya?" tanya Tirta. Dia mengernyit setelah mendengar perkataan Saba.

Tirta berpikir apa mungkin orang Negara Martim tahu dia yang menembakkan senjata nuklir? Makanya sekarang mereka ingin membalas dendam?

Jawaban Saba menyangkal pemikiran Tirta. "Kabar ini baru disampaikan dari Pulau Hamas. Menurut laporan dari pasukan militer yang berjaga di sana, Pulau Hamas yang awalnya cerah tiba-tiba diselimuti awan gelap seki
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3648

    "Nggak .... Sial, benar-benar sial. Seharusnya aku nggak menerima tugas ini! Belum sempat berjasa, malah nyaris kehilangan nyawa!"Melihat situasi seperti ini, keturunan rubah iblis ekor sembilan dan satu monster iblis lainnya menjadi semakin ketakutan. Mereka membakar esensi darah tanpa memedulikan apa pun demi melarikan diri menyelamatkan nyawa.Adapun Pedang Tulang itu, mereka sudah tidak memedulikannya lagi. Toh mereka sudah tidak punya kesempatan untuk mengambilnya, apalagi memiliki kemampuan untuk mengaktifkannya lagi."Pedang ini memang sangat bagus. Setelah membunuh kedua monster iblis ini, aku akan mengambilnya." Tirta terus memperhatikannya dengan saksama. Setelah itu, dia tidak berhenti dan langsung mengejar mereka.Saat ini, kedua monster iblis itu tentu saja melarikan diri ke arah yang berbeda. Mereka sangat paham bahwa sekalipun tetap bersama, peluang untuk bertahan hidup juga sangat kecil. Jadi, lebih baik mereka berpisah dan menyerahkan nasib masing-masing kepada takdir

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3647

    Awalnya, mereka mengira setelah Pedang Tulang dikeluarkan, mereka bisa membunuh semua orang di tempat itu dengan mudah.Namun, mereka sama sekali tidak menyangka bahwa dua pusaka milik Tirta ternyata mampu menahan Pedang Tulang dengan sempurna, membuat artefak itu sama sekali tidak bisa menunjukkan kekuatannya.Dalam situasi seperti ini, meskipun sangat tidak rela, mereka tetap tak mampu mengubah keadaan.Terlebih lagi, serangan tadi sudah membuat mereka kesulitan untuk terus mengendalikan Pedang Tulang."Mau lari ke mana?"Tirta sudah susah payah menunggu kesempatan ini. Mana mungkin dia membiarkan ketiga monster iblis itu melarikan diri? Saat itu juga, dia menghancurkan udara kosong dan menempuh ratusan kilometer untuk mengejar mereka!Bum! Bum! Bum!Cahaya pedang yang begitu rapat terus dilancarkan Tirta tanpa sedikit pun belas kasihan. Serangan yang terus mengalir tanpa henti ini memiliki kekuatan yang sama sekali tak berkurang. Di seluruh dunia awani, mungkin hanya Tirta yang mamp

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3646

    Wuush!Ketiga monster iblis segera memusatkan pikiran, memanggil kembali Pedang Tulang. Pedang Tulang membelah udara kosong dan mengadang di depan mereka.Ya, mereka tidak memilih untuk menyerang Tirta dengan risiko mengalami luka parah. Karena pada saat Pedang Tulang bergerak, kertas emas dan peta bintang juga langsung bereaksi, seolah secara otomatis melindungi tuannya. Keduanya terus berputar mengelilingi tubuh Tirta.Tring! Tring! Tring!Bagaimanapun juga, Pedang Tulang setara dengan seorang ahli tingkat pengguncang langit. Karena kecepatannya jauh lebih tinggi, pedang itu akhirnya berhasil menahan tiga cahaya pedang mengerikan dan menghasilkan riak-riak energi.Energi asal bergetar. Kemudian, cahaya pedang lenyap begitu saja."Kecepatan peningkatan kekuatan bocah ini benar-benar mengerikan. Untungnya, dia juga nggak mampu berbuat apa-apa terhadap Pedang Tulang."Hal ini membuat ketiga keturunan iblis besar itu akhirnya sedikit lega. Kalau tidak, cahaya pedang mengerikan tadi pasti

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3645

    Di mana pun Pedang Tulang yang membawa energi asal melintas, udara kosong seolah dibelah. Retakannya terus melebar tanpa batas hingga mencapai ribuan atau puluhan ribu kilometer. Tidak ada tanda-tanda retakan itu akan pulih.Pedang ini tampaknya tidak memiliki daya rusak yang begitu dahsyat. Namun, di bawah tingkat pengguncang langit, sepuluh ahli yang sudah mencapai tingkat semi pengguncang langit pun tetap tidak akan mampu menahan tebasannya."Tirta, hati-hati!" Jade yang baru saja berhasil menenangkan pikirannya kembali merasa semakin khawatir saat melihat hal ini. Tubuhnya bergerak. Dia hendak terbang melintang untuk mengadang di depan Tirta.Melihat hal itu, hati Tirta tersentuh sekaligus menegang. Dia sangat memahami bahwa Jade sekalipun tidak akan mampu menahan serangan pedang itu.Untungnya, dibandingkan Pedang Tulang, kecepatan Jade pada akhirnya terlalu lambat sehingga dia sama sekali tak mampu mengejar."Selvi, cari kesempatan untuk membawa Jade dan Kak Tabib Suci pergi dari

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3644

    Kesabaran ketiga monster iblis itu akhirnya mencapai batasnya.Mereka sudah membuang terlalu banyak waktu demi mendapatkan energi asal yang berada di dalam tubuh Jade. Mereka tidak ingin terus menunda lagi.Setelah keturunan rubah iblis berekor sembilan selesai berbicara, kotak giok putih yang menyegel senjata pusaka itu pun dikeluarkan.Rasanya seolah, pada detik berikutnya, kotak itu akan terbuka dan senjata pusaka di dalamnya yang berkekuatan setara dengan tingkat pengguncang langit akan langsung membunuh Jade tanpa sedikit pun keraguan."Kalian tenang dulu. Aku akan mencoba apakah aku bisa memaksa energi asal itu keluar dari tubuhku."Wajah Jade menegang saat berkata demikian. Meskipun energi asal itu sama sekali tidak berada di bawah kendalinya, Jade tetap ingin menenangkan keadaan. Dia tidak ingin Tabib Suci mati karenanya.Kalau tidak, sekalipun dia beruntung bisa selamat, dia juga tidak akan tahu bagaimana harus memberikan pertanggungjawaban kepada Tirta."Nggak ... nggak ... p

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 3643

    Karena itu, dia juga tidak menunjukkan terlalu banyak emosi yang bisa mengganggu Tirta. Keduanya sudah sangat mengenal satu sama lain, sehingga semuanya sudah dipahami tanpa perlu diucapkan.Tidak perlu banyak bicara.....Di sisi Jade, lebih dari satu jam telah berlalu. Dalam keadaan normal, waktu satu jam lebih hanyalah sekejap.Namun, dalam situasi sekarang, dikepung oleh tiga ahli yang sudah mencapai tingkat semi pengguncang langit, dengan setiap serangan mengarah pada titik mematikan, waktu terasa berjalan sangat lambat.Setiap menit dan setiap detik bagi Jade terasa seperti berabad-abad.Puh! Meskipun tubuh Jade dilindungi oleh energi asal, bagaimanapun juga energi ini bukan miliknya sendiri.Dia hanya bisa bertahan secara pasif. Tidak ada cara untuk mengerahkan energi itu secara aktif untuk menyerang.Akibatnya, Jade terus berada dalam keadaan terluka, pulih, terluka lagi, lalu pulih kembali. Siklus ini terus berulang.Jika bukan karena tekadnya yang begitu kuat, seorang kultiva

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status