MasukNamun, para monster iblis ini juga tidak bodoh. Mereka tidak mungkin menggunakan kelemahan mereka sendiri untuk menyerang kelebihan Tirta.Gurrrr!Para monster iblis itu langsung menarik kembali kesadaran spiritual mereka dan mengerahkan kekuatan dahsyat. Mereka berniat segera mengakhiri pertempuran dan menghancurkan Jade serta Selvi yang berada di sisi lain. Setelah membunuh mereka berdua, Tirta tentu saja akan dibunuh dengan mudah.Mengenai anjing hitam besar yang telah menggali lubang dan mengubur dirinya sendiri. Di mata ratusan monster iblis, dia hanya sepotong daging gemuk yang tidak bergerak. Tidak ada satu pun dari mereka yang menganggapnya serius.Boom!Delapan monster iblis tingkat semi pengguncang langit bekerja sama untuk menyerang. Kekuatan mengerikan yang mereka keluarkan benar-benar sebanding dengan bencana penghancur dunia. Kehampaan yang tak berujung hancur, berbagai fenomena angin, api, petir, dan guntur pun terus saling berkelindan. Dalam radius ratusan ribu mil, seg
"Padahal sudah susah payah dibangunkan dari tidur panjang.""Baiklah. Kalau begitu, kita gunakan keturunan Raja Monster terdahulu itu untuk meregangkan otot kita sedikit."Pada saat yang bersamaan, beberapa monster iblis yang berada di antara ratusan iblis besar itu juga mengulurkan cakar mereka terlebih dulu ke arah Jade."Pergi!" teriak Selvi yang menjadi orang pertama menyerang. Begitu dia mengaktifkan formasi, beberapa naga bumi yang terbentuk dari emas murni langsung muncul dari permukaan tanah di bawah kakinya. Dengan raungan yang mengguncangkan langit dan bumi, dia langsung menghadapi keempat iblis besar itu.Tang!Telapak tangan kera iblis dihantam ekor salah satu naga bumi hingga terpental ke samping.Awalnya, roh beruang hitam hendak menginjak Tirta sampai mati, tetapi seekor naga bumi membuka mulut besarnya yang penuh darah dan langsung menelan seluruh kaki beruang itu."Ini ... formasi macam apa?" tanya roh beruang hitam sambil menghantamkan telapak tangannya. Naga bumi itu
Banyak monster iblis yang berada di sana juga tidak menyangka Taufik akan menggunakan lencana kuno kaisar manusia untuk menyegel pusat energi Tirta. Pusat energi adalah dasar dari kekuatan spiritual. Begitu disegel, akibatnya tentu saja akan sangat serius. Dengan kata lain, kini Tirta tidak memiliki kemampuan untuk melawan dan hanya bisa menunggu untuk disembelih.Ini benar-benar kabar yang sangat menggembirakan.Untuk melakukan hal itu, Taufik tentu saja harus membayar harga yang sangat mahal juga. Darah esensial di dalam tubuhnya terkuras habis, membuatnya terlihat seolah-olah bisa mati kapan saja."Bagus sekali, Manusia. Kamu mampu melakukan sampai sejauh ini, setidaknya kamu nggak mengecewakan kami. Tapi untuk pastikan semuanya aman, biar aku mengujinya lebih dulu," kata kera iblis sambil menyipitkan keempat matanya.Meskipun masih setengah percaya, kera iblis kembali mengulurkan telapak tangan hitam pekat yang sebesar gunung iblis purba itu dan hendak menghancurkan Tirta menjadi g
Wajah Jade dan Selvi yang sedang membangun formasi pun sama-sama menjadi pucat dan merasa putus asa."Sialan .... Monster iblisnya terlalu banyak. Lebih baik aku berhenti memberontak saja dan mengakhiri hidupku lebih awal. Mungkin saja mayatku masih bisa tetap utuh," kata anjing hitam besar yang ketakutan hingga pusing. Dia mulai menggali lubang di tempat itu dan berniat mengubur dirinya terlebih dulu.Di antara ratusan monster iblis, Tirta paling tertarik dengan sosok manusia yang berdiri di samping rubah iblis berekor sembilan, kera iblis, roh beruang hitam, dan naga purba berwujud manusia. Seorang manusia berpakaian hitam dengan tingkat kultivasinya hanya tingkat pencapaian agung."Anjing tua, kamu yang diam-diam bersekongkol dengan Pegunungan Belantara dan mau merenggut nyawaku?" tanya Tirta dengan suara muram sambil menyipitkan matanya. Sekarang semuanya sudah sampai pada tahap ini, hidup atau mati semuanya bergantung pada takdir. Tidak ada yang perlu ditakutkan lagi.Melihat hal
Krak!Sebuah telapak tangan hitam pekat yang ukurannya seperti gunung iblis purba dengan kekuatan dahsyat pun meruntuhkan langit dan menghancurkan segala sesuatu yang dilaluinya. Telapak tangan itu menerjang dengan niat membunuh yang tak berujung."Selvi, Jade, jaga diri kalian baik-baik. Aku akan menghadapi mereka lebih dulu," kata Tirta yang tidak menghindar ataupun mundur, malah melesat ke langit dan melayangkan tinjunya. Situasinya sangat mendesak dan Selvi belum selesai membangun formasi besar, sehingga dia harus memberi Selvi waktu.Dong!Saat tinju dan telapak tangan bertabrakan, suara benturannya terdengar seperti dua benda logam ilahi bertabrakan. Sementara itu, energi tak berujung mengamuk dan menyebar ke segala arah hingga seluruh tumbuhan dalam radius sepuluh ribu mil hancur.Namun, Tirta jelas sekali berada di pihak yang unggul dan berhasil memukul mundur telapak tangan hitam itu.Tak lama kemudian, pemilik telapak tangan besar itu akhirnya muncul. Ternyata itu adalah kera
Bayangan keempat kaki anjing hitam besar itu sampai samar-samar karena berlari begitu cepat. Setelah tiba di dekat Tirta, dia berteriak dengan aneh. Setiap kali mengucapkan satu kalimat, pantatnya akan menyemburkan sedikit esensi obat spiritual berwarna putih. Itu terjadi karena terlalu banyak energi esensial dari obat spiritual yang masuk ke tubuhnya, sehingga sulit untuk segera dicerna.Pemandangan itu benar-benar terlihat sangat aneh."Anjing sialan, kamu benar-benar berpikiran luas. Kita saja belum tentu bisa keluar hidup-hidup, kamu malah sudah pikirkan bagaimana menikmati masa tua di Pegunungan Belantara. Maksudku, bisa nggak kamu berikan sedikit kontribusi yang berguna?" kata Tirta yang benar-benar tidak tahu harus tertawa atau menangis. Sambil menutup hidungnya, dia menendang anjing hitam besar hingga terpental.Anjing hitam besar berlari kembali dan berkata dengan kesal, "Bocah, kamu merasa aku nggak berguna? Huh, manusia memang suka meremehkan anjing. Terus terang saja, aku s







