Share

Bab 593

Penulis: Hazel
Setelah itu, dia mengalihkan pembicaraan terhadap Susanti, "Oh ya, Bu Susanti. Bisa diskusikan satu hal denganmu?"

"Ada apa? Katakan saja," jawab Susanti dengan ragu-ragu.

"Aku sering nggak berada di rumah. Boleh nggak kamu atur beberapa bawahan untuk sering berpatroli di Desa Persik, supaya Bibi dan yang lainnya nggak ditindas lagi selama aku nggak ada?" tanya Tirta.

"Memangnya masih perlu kamu ingatkan? Aku sudah perintahkan orang tadi. Selain itu, aku juga akan datang patroli sendiri kalau ad
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Hans Silalahi
***** ahhhh cerita ini yg aku suka tirta membantu farida utk minta kewajibannya,,, masa gaji setahun gk dibayar? ayo tirta hajar sampai haknya farida dikasih Lanjut bro
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2950

    Tak lama kemudian, elang hitam raksasa itu makin menjauh dan menghilang di langit.Melihat mereka bertiga pergi, Nova baru merasa lega. Tang! Saat Nova tidak fokus, Pedang Galaksi dihantam oleh Tirta lagi hingga terpental.Nova membatin, 'Padahal penjahat ini sudah kehilangan akal sehat, tapi dia masih begitu hebat. Penjahat ini benar-benar nggak sederhana! Sebenarnya dia siapa? Kenapa aku nggak pernah mendengar tentang orang ini di kumpulan generasi muda wilayah lembah selatan?'Apa daya, Nova hanya bisa mengerahkan Teknik Mengejar Bintang untuk kabur ke hutan lebat. Dia berencana memanfaatkan kondisi geografis untuk mengulur waktu Tirta.Saat ini, efek anggrek ular giok sudah berkembang sampai batas maksimal. Tubuh Tirta sangat panas hingga terasa seperti hampir meledak.Melihat Nova kabur ke hutan lebat, Tirta menyimpan Busur Matahari dan berteriak. Dia langsung mengejar Nova tanpa ragu.Nova memang sudah mengerahkan teknik andalan sektenya, Teknik Mengejar Bintang. Kecepatannya san

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2949

    Bisa dibilang teknik pedang mereka sangat hebat. Kerja sama mereka membuat musuh tidak bisa menghindar. Bahkan mereka bisa melawan kultivator tingkat pembentukan jiwa tahap keenam.Cahaya pedang di sebelah kiri membentuk garis lurus untuk mengadang Tirta. Cahaya pedang di sebelah kanan berubah menjadi sembilan cahaya untuk membuat Tirta tidak bisa mundur.Sementara itu, Valeria melompat ke udara dan mengayunkan cambuknya. Dia mengadang Tirta di bagian atas. Valeria berseru, "Cambuk Lima Petir!"Tirta membatin, 'Aku juga akan mengalami luka ringan kalau ingin terbebas dari kepungan mereka.'Nova yang sudah mencapai tingkat pembentukan jiwa tahap ketujuh tidak bertindak, melainkan hanya berjaga di samping. Dia mengangguk sesudah melihat serangan tiga juniornya. Sudah jelas dia setuju dengan tindakan mereka."Panas sekali ... jangan halangi aku!" ujar Tirta. Dia segera mengeluarkan Busur Matahari dari Giok Penyimpanan.Bum! Bum! Bum! Terdengar tiga suara teredam. Kepala Valeria dan dua wa

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2948

    Melihat Tirta menerjangnya dengan wajah merah padam dan linglung, ekspresi wanita bergaun hijau berubah. Sebelum wanita itu sempat bereaksi, wanita cantik bergaun merah dari tiga wanita tingkat pembentukan jiwa tahap kelima di belakang bertindak terlebih dahulu.Wanita bergaun merah mendengus dan membentak, "Beraninya kultivator rendahan tingkat inti emas memetik obat spiritual sekte kita! Orang ini sudah melakukan kesalahan yang fatal, tapi masih berani menodai wanita suci sekte kita! Benar-benar cari mati!"Wanita bergaun merah menegaskan, "Kak Nova, kamu nggak usah turun tangan. Serahkan penjahat nggak tahu malu ini padaku!"Wanita bergaun merah memegang cambuk sepanjang tiga meter, lalu mengayunkannya dengan kuat. Plak! Terdengar suara yang menggelegar.Ujung cambuk langsung memanjang seperti hidup. Cambuk itu hampir melilit leher Tirta.Tirta mendengus. Meskipun agak linglung, dia masih bisa menghadapi bahaya mengikuti instingnya. Tirta berkelebat dan menghindari cambuk itu dengan

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2947

    Anjing hitam menggeleng dengan ekspresi sinis. Dia berseru sebelum menerjang segerombolan lebah nirwana, "Kamu benar-benar penakut! Lihat kehebatanku!"Tak lama kemudian, terdengar jeritan anjing hitam. "Aduh, sakit sekali! Tolong! Lebah-lebah ini pembunuh anjing!"Hidung dan pipi kiri anjing hitam bengkak. Tampangnya terlihat sangat lucu. Dia kabur bersama Tirta sambil menjerit. Mereka kehilangan arah dikejar segerombolan lebah nirwana.Lebah nirwana yang seukuran kepala manusia mengepakkan sayap mereka dan mengeluarkan suara berdengung. Ribuan lebah yang padat itu terlihat sangat mengerikan.Tentu saja mereka tidak sempat mencari wanita yang ditemukan anjing hitam untuk menanyakan lokasi di sini.Tirta menegur, "Anjing sialan, sudah kubilang madu itu nggak boleh diambil. Tapi, kamu masih bandel. Sekarang kamu terluka, 'kan?"Tirta membawa anjing hitam dengan menaiki Pedang Terbang. Akhirnya, mereka baru terlepas dari kejaran segerombolan lebah setelah belasan menit.Namun, lengan Tir

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2946

    Namun, akhirnya satu gigi taring harimau itu copot setelah dipukul Tirta. Harimau itu segera kabur, tetapi dia berhasil selamat.Tirta menebak harimau itu pasti sudah punya kecerdasan seperti manusia. Kalau tidak, dia tidak mungkin langsung kabur.Selain itu, ada beberapa ikan mas raksasa yang mempunyai kumis dan sisiknya seukuran telapak tangan manusia melompat keluar saat Tirta menyeberangi sungai. Beberapa ikan mas itu hendak melahap Tirta.Awalnya Tirta tidak menganggapnya serius. Dia langsung menyerang mereka.Namun, Tirta hanya berhasil membuat ikan-ikan itu kabur. Mereka sama sekali tidak terluka parah. Setidaknya ketangguhan fisik ikan-ikan itu setara dengan kultivator tingkat pembentukan jiwa.Ketika melewati padang bunga raksasa, bunga-bunga yang bermekaran terlihat seperti lonceng besar. Bahkan bunga-bunga itu hendak melahap Tirta.Akhirnya, baju Tirta robek. Akan tetapi, dia tidak terluka. Tirta meninggalkan padang bunga yang bisa melahap manusia itu.Setelah memasuki area

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2945

    "Oke, sekarang kita sudah bisa berangkat," kata Tirta. Dia melihat Ayu dan lainnya dengan perasaan tidak rela, lalu menggigit jari tangannya hingga berdarah. Tirta memasukkan darah dan kekuatan spiritual ke bintang dunia awani."Darahku sangat berharga. Nggak boleh disia-siakan!" ujar anjing hitam. Dia meniru gerakan Tirta, lalu memasukkan kakinya ke dalam mulut agar darahnya tidak mengalir keluar.Peta bintang mulai berubah. Bintang dunia awani menjadi makin terang. Namun, cahaya yang terpancar tidak menyilaukan. Hanya seperti cahaya bulan.Cahaya terpisah dari peta, lalu menyelubungi Tirta dan anjing hitam. Kemudian, ruang hampa bergejolak. Peta bintang berkedip, sedangkan Tirta dan anjing hitam merasakan pandangan mereka menjadi gelap.Saat melihat cahaya lagi, mereka sudah sampai di daerah pegunungan yang indah. Tampak tumbuhan yang sangat besar di tempat ini. Pohon paling pendek juga setinggi ratusan meter dan bisa dipeluk tiga orang.Satu rumput liar bahkan setinggi manusia. Sulu

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 470

    Setelah mendengar sapaan itu, Bella hanya mengangguk dengan tidak acuh. "Ya."Tidak ada sapaan yang terlontar dari mulut wanita itu. Kekuasaan Keluarga Purnomo sangat besar, sampai Bella berani mengabaikan seorang wali kota.Agatha melirik Tirta untuk menanyakan pendapatnya. Tirta langsung menggeleng

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 446

    "Setelah dipikir-pikir lagi sekarang, kami sudah mengorbankan jerih payah kami seumur hidup di Farmasi Santika. Kalau pergi begitu saja, memang nggak terlalu baik.""Kami benar-benar tulus menyadari kesalahan kami sekarang. Kami berharap bisa kembali ke perusahaan," ucap Rudi dengan tulus."Jadi ... b

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 316

    Begitu mendengar ucapan Tirta, amarah Bima makin memuncak. Dia membentak, "Dasar kurang ajar!"Saat berikutnya, Bima menyerbu ke arah Tirta. Danang dan keluarganya tentu merasa senang saat melihat pertarungan telah dimulai. Hati mereka dipenuhi penantian.Asalkan Bima berhasil membunuh Tirta, bukan ha

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 405

    Tirta menginstruksi beberapa hal sebelum mengakhiri panggilan.Selesai makan, Melati mengusulkan, "Kebun sayur kita sudah harus disiram. Aku ke kebun sayur dulu ya."Tirta mengangguk dan berkata, "Kebun sayurnya sangat luas. Biar kubantu.""Aku juga ikut," ujar Ayu.Tirta berucap dengan cemas, "Bibi, ma

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status