Share

Bab 624

Penulis: Hazel
"Ya, benar juga. Lihat saja, aku memang sudah pikun. Kalau begitu, Paman yang minum sendiri saja." Agus merasa dirinya seolah-olah sedang bermimpi.

Nasi sudah menjadi bubur, Nabila juga tidak bisa banyak berkomentar lagi. Hanya saja, dalam hatinya tak kuasa berpikir bahwa Tirta benar-benar memperlakukannya sangat baik. Berpacaran dengan Tirta adalah keputusan yang benar.

Setelah selesai makan, Tirta memanggil pelayan dan mencari tahu tentang beberapa lokasi tempat tinggal di sekitar kampus Nabil
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Hans Silalahi
***** Lanjut
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2756

    Razin merasa putus asa. Tatapannya menjadi muram. Dia bertanya, "Ini bukan kemampuan kultivator tingkat inti emas. Hei, apa kamu bisa beri tahu aku kebenarannya?"Tirta merasa lega, lalu dia menyeringai dan menyahut, "Ternyata kamu cukup jeli. Tentu saja ini bukan kemampuanku, tapi di dalam tubuhku ada tokoh hebat tingkat pembentukan dewa. Aku cuma mengasah teknikku kalau bertarung denganmu. Kalau nggak, dari tadi kamu pasti sudah mati."Razin yang kaget menanggapi seraya memelotot, "Tingkat pembentukan dewa ... ternyata kamu disokong kultivator tingkat pembentukan dewa .... Kalau begitu ... nggak sia-sia aku mati ...."Kemudian, Razin langsung mati. Hanya kultivator di atas tingkat pembentukan jiwa tahap kelima yang bisa menghentikan inti emas tahap kesembilan meledak.Razin sudah hampir mati, jadi Tirta tidak perlu membohonginya lagi. Dia merasa bangga bisa mati di tangan tokoh hebat seperti itu, makanya dia mengatakan dirinya mati tanpa penyesalan.Tirta tidak buru-buru maju. Dia me

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2755

    Tirta baru pertama kali merasakan kertas emas sangat hebat.Terdengar suara Genta dalam benak Tirta. "Apa hebatnya kultivator tingkat inti emas tahap kesembilan? Bahkan barang ini bisa menyingkirkan Mutiara Naga. Sayang sekali barang sebagus itu jatuh ke tanganmu."Namun, sekarang Tirta sedang memperhatikan pergerakan Razin. Jadi, dia tidak sempat menanggapi perkataan Genta. Hanya saja, Tirta tahu jelas kelak dia bisa menggunakan kertas emas untuk menghadapi masalah yang sulit.Sementara itu, darah yang dimuntahkan Razin menyebar di dalam air laut. Inti emas berhubungan dengan pikiran dan nyawa kultivator. Jadi, Razin memuntahkan darah karena inti emasnya diserang.Razin yang merasa tidak rela membatin, 'Sejak mulai berkultivasi, aku memasuki tingkat pembentukan energi pada usia 13 tahun. Kemudian, aku memasuki tingkat pembentukan fondasi pasa usia 19 tahun, tingkat inti emas pada usia 39 tahun, dan tingkat inti emas tahap kesembilan pada usia 109 tahun.''Demi fokus berkultivasi, aku

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2754

    Mendengar perkataan Neoma, Kamala menyarankan, "Canggah, apa ... kamu mau masuk ke laut untuk membantu guruku?"Kamala memang tidak ingin Tirta mati, tetapi Razin adalah guru Kamala. Dia juga tidak ingin Razin mati.Neoma tertawa, lalu menggeleng dan menjelaskan, "Kamala, gurumu sangat hebat. Kalau bukan karena energinya melemah, dia sudah memasuki tingkat pembentukan jiwa. Pemuda itu nggak mungkin bisa melawannya. Kalau aku membantu gurumu, dia pasti marah padaku.""Benar juga," timpal Kamala. Dia berpikir dirinya tidak bisa melakukan apa pun, jadi dia hanya bisa membiarkan masalahnya terus berkembang.Melihat Kamala tidak bicara lagi, Neoma membatin, 'Biarkan saja mereka berdua terus bertarung. Lebih baik lagi kalau mereka berdua mati. Dengan begitu, aku bisa mendapatkan barang berharga pemuda itu dengan mudah.'Tatapan Neoma kembali tertuju ke permukaan laut. Dia menunggu dengan sabar. Neoma makin untung jika waktunya makin lama.Sementara itu, Tirta menyerang Razin berkali-kali hin

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2753

    Kamala juga tertawa sambil menutup mulutnya. Suara mereka berdua tidak keras, tetapi Razin tetap mendengarnya.Wajah Razin merah padam. Amarahnya memuncak. Dia menjerit, "Argh! Bocah sialan, hari ini aku pasti akan mencincangmu!"Razin melempar terumbu di tangannya, lalu langsung masuk ke dalam air. Byur! Sekarang kekuatan spiritual Razin masih tersisa 70 persen. Dia sudah tidak sabar ingin membunuh Tirta, jadi dia mengerahkan seluruh kekuatannya.Kekuatan Razin tetap sangat mengerikan biarpun dibatasi saat berada di dalam air. Bam! Razin membidik punggung Tirta, lalu melayangkan tinjunya. Energi internal Razin memelesat bak naga air.Seharusnya tinjuan Razin menghantam punggung Tirta, tetapi Tirta bergerak lebih cepat daripada di daratan. Dia berhasil menghindari serangan Razin dan langsung menghilang."Eh? Gerakan bocah itu cepat sekali! Dia pergi ke mana?" gumam Razin. Dia melepaskan kesadaran spiritualnya untuk mencari Tirta.Ternyata Tirta sudah sampai di belakang Razin. Dia henda

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2752

    Sebelum Pedang Terbang membunuhnya, Tirta sudah maju terlebih dahulu. Bam! Tinjuan Tirta langsung menghancurkan satu Pedang Terbang.Krak! Kemudian, Tirta yang memancarkan niat membunuh intens menangkap satu Pedang Terbang lagi dan menghancurkannya dengan tangannya.Setelah itu, Tirta berputar di udara dan menendang satu Pedang Terbang lagi hingga retak. Dia membuka mulutnya, lalu mengeluarkan energi pedang yang terbentuk dari energi ungu. Energi pedang itu memelesat dan mematahkan tiga Pedang Terbang.Empat Pedang Terbang menusuk Tirta, tetapi Tirta sama sekali tidak terluka. Sebaliknya, ujung Pedang Terbang yang tidak tajam mulai berasap."Serang!" seru Tirta. Dia menangkap dua Pedang Terbang dengan cepat, lalu melemparnya kembali ke arah Razin. Pedang itu melaju dengan cepat bak anak panah yang dilepaskan dari busurnya.Razin makin antusias. Dia tahu Pedang Terbang yang terbentuk dari Kayu Arwah Gelap tidak berefek pada Tirta. Setelah menghindari dua Pedang Terbang yang dilempar Tir

  • Dokter Ajaib Primadona Desa   Bab 2751

    Neoma merasa bingung.Ekspresi Kamala tampak panik. Dia segera menggeleng dan menyahut, "Aku .... Nggak apa-apa, Canggah. Aku cuma tanya. Canggah nggak usah anggap serius."Neoma melihat Tirta sekilas. Wajahnya sedikit memerah. Dia bercanda, "Kamala, jawab aku dengan jujur. Jangan-jangan kamu ingin menjadi kekasih pemuda itu karena melihat dia tampan dan perkasa?"Neoma memang sudah meninggalkan hal duniawi, tetapi hatinya goyah saat melihat Tirta.Wajah Kamala merah padam dan mulutnya terbuka. Dia tidak tahu bagaimana caranya menanggapi perkataan Neoma.Neoma mengalihkan topik pembicaraan. Dia menepuk bahu Kamala sambil tertawa dan menasihati, "Kamala, kalian bukan berasal dari dunia yang sama. Selain itu, hari ini dia pasti mati. Kamu nggak usah berharap padanya lagi."Kamala langsung menyangkal, "Canggah, aku nggak berpikiran seperti itu. Jangan bercanda ...."Melihat reaksi Kamala, Neoma tidak berkomentar lagi. Dia kembali memperhatikan pertarungan Tirta dengan Razin.Kala ini, Raz

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status