Share

Bab 11 Data hilang

Penulis: Qin Mecca
last update Tanggal publikasi: 2026-06-12 15:38:13

"Ada yang menghapus laporan lama pasien 307."

Kalimat itu membuat ruang komite etik langsung hening.

Aurora yang duduk di kursinya perlahan mengangkat kepala.

"Laporan lama?" tanyanya pelan.

Salah satu anggota komite mengangguk.

"Pasien 307 pernah terlibat insiden dengan tenaga medis sebelumnya."

Aurora membeku.

Jadi dugaan para perawat kemarin benar.

Pasien itu memang pernah bermasalah.

"Lalu kenapa dia masih menjadi pasien VIP?" tanya Leon dingin.

Tak ada yang langsung menjawab.

Ketua komite
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (3)
goodnovel comment avatar
Marimar
waduh nyawa Rora terancam
goodnovel comment avatar
Ayruw
jadi siapa sebenarnya orang itu..?
goodnovel comment avatar
BunNa
ayo Leon segera temukan pelakunya. nyawa Aurora terancam itu
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dokter Galak Itu Milikku    Bab 12 Mimpi buruk

    Aurora maduh membeku di depan lift.Pesan anonim itu masih terpampang jelas di layar ponselnya.Kalau kamu pikir Leon bisa melindungimu, kamu salah besar.Karena orang yang sedang kalian cari... berada jauh lebih dekat daripada yang kalian kira.Jantung Aurora berdegup keras. Siapa sebenarnya orang ini?Kenapa seolah mengetahui setiap langkahnya?Dan yang paling membuatnya takut... Bagaimana orang itu bisa tahu soal Leon?Pintu lift kembali tertutup.Aurora buru-buru mematikan layar ponselnya.Ia tidak ingin memikirkannya lagi malam ini.Ia sudah terlalu lelah.Sementara itu.Di ruang direktur.Leon masih menatap layar tablet di tangannya."Dokter?" Florina berdiri di depannya. "Masih ada yang ingin diperiksa?"Leon mengalihkan pandangan. "Akun yang mengakses laporan pasien 307."Florina mengangguk. "Masih kami telusuri."Leon menyimpan tablet itu. "Saya ingin hasil lengkapnya besok.""Baik."Florina berbalik.Namun sebelum keluar, wanita itu tiba-tiba berhenti. "Dokter.""Hm?"Florin

  • Dokter Galak Itu Milikku    Bab 11 Data hilang

    "Ada yang menghapus laporan lama pasien 307."Kalimat itu membuat ruang komite etik langsung hening.Aurora yang duduk di kursinya perlahan mengangkat kepala."Laporan lama?" tanyanya pelan.Salah satu anggota komite mengangguk."Pasien 307 pernah terlibat insiden dengan tenaga medis sebelumnya."Aurora membeku.Jadi dugaan para perawat kemarin benar.Pasien itu memang pernah bermasalah."Lalu kenapa dia masih menjadi pasien VIP?" tanya Leon dingin.Tak ada yang langsung menjawab.Ketua komite terlihat tidak nyaman. "Itulah yang sedang kami selidiki."Leon menyandarkan tubuhnya. "Saya ingin melihat seluruh laporannya."Pria itu menghela napas. "Itu masalahnya.""Apa?""Berkasnya hilang."Ruangan langsung menjadi tegang."Hilang?" ulang Leon."Bukan hanya berkas fisik."Pria itu menunjuk layar komputer. "Data digitalnya juga ikut terhapus."Aurora langsung menggenggam jemarinya.Karena semua orang tahu.Data rumah sakit tidak mungkin hilang begitu saja.Seseorang sengaja menghapusnya.

  • Dokter Galak Itu Milikku    bab 10 Viona Magnolia

    Koridor lantai tiga mendadak sunyi.Tatapan semua orang tertuju pada Viona.Sementara itu, wajah wanita tersebut perlahan memucat."Aneh sekali."Leon menyimpan ponselnya."Karena unggahan itu dibuat dari jaringan internal rumah sakit."Viona tertawa kecil. "Itu tidak membuktikan apa-apa, Dokter.""Tentu."Leon mengangguk. "Saya juga tidak mengatakan Anda pelakunya."Wajah Viona sedikit melunak. Namun hanya sesaat."Makanya saya sudah meminta tim IT melakukan penyelidikan lebih lanjut."Jantung Viona langsung berdegup."Dan sampai penyelidikan selesai, saya tidak ingin ada yang menyebarkan rumor lagi."Tatapan Leon menyapu seluruh koridor. "Termasuk kalian."Semua orang langsung menunduk.Tidak ada yang berani membantah.Leon lalu menoleh ke Aurora. "Ikut saya."Aurora yang masih memegang ponsel buru-buru mengangguk.Namun sebelum ia sempat melangkah, suara Viona terdengar."Dokter."Leon berhenti. "Ada masalah?"Viona menggigit bibir. "Lalu bagaimana dengan hubungan pribadi antara Do

  • Dokter Galak Itu Milikku    bab 9 Tegang

    "Kak Aurora!"Aurora menoleh.Perawat junior berlari menghampirinya sambil membawa ponsel. "Waduh, Kak... masalah besar.""Ada apa?""Coba lihat forum staf."Aurora langsung membuka aplikasi internal rumah sakit.Begitu melihat layar, wajahnya seketika memucat.Foto dirinya dan Leon saat masih kuliah terpampang jelas.Di bawahnya puluhan komentar terus bertambah."Jadi mereka memang pernah dekat?""Pantas saja Dokter Leon membelanya.""Aku sudah curiga dari awal.""Perawat baru bisa masuk tim operasi direktur? Sekarang masuk akal."Aurora menggenggam ponselnya erat. "Siapa yang unggah ini?""Tidak tahu. Akunnya anonim."Belum sempat Aurora berpikir lebih jauh, suara lain terdengar."Wah, ternyata benar."Aurora mengangkat kepala.Viona berjalan mendekat bersama dua perawat senior.Ekspresinya terlihat terkejut.Terlalu terkejut."Jadi kamu memang punya hubungan dengan Dokter Leon?""Kak Viona, saya—""Kok bisa disembunyikan selama ini?" potong Viona. "Kalau memang mantan pacar, kenapa

  • Dokter Galak Itu Milikku    Bab 8 Lelah

    Aurora buru-buru mengaitkan kembali branya, tidak ingin membuat Leon semakin murka. Ia menghadap Leon dan mulai menaruh tangannya di karet celananya. Dengan ragu-ragu, ia mulai menurunkan celananya. Aurora merasa bersyukur karena masih memakai celana ketat pendek di balik celana seragamnya, jadi ia tidak perlu terlihat hanya memakai dalaman. Aurora segera menundukkan kepalanya ketika celananya sudah terbuka semua. Ia tidak berani mengintip Leon yang berlutut di depannya, kini sedang menekuri kakinya itu. “Bajingan itu tidak menyentuhmu sampai bawah kan tadi?”Aurora menggeleng cepat, “Saya lebih dulu menekan bel emergency.”“Bagus,” ucap Leon, “Berdiri sekarang.”Aurora mematuhi perintahnya. Tapi, baru ia sadar kalau posisi ini sangat memalukan karena Leon semakin leluasa melihat tubuh bawahnya yang tidak berbusana. Ia menundukkan kepalanya lagi dan meremas-remas tangannya gugup.“Balik badan,” suruh Leon lagi yang dipatuhi Aurora.Jantung Aurora berdebar tidak karuan. Ia berharap

  • Dokter Galak Itu Milikku    Bab 7 Pasrah

    “B-bukan seperti itu,” gugup Aurora. Ia menarik napas sejenak, “Saya cuma merasa tidak perlu sampai diperiksa buka baju begini.” “Tentu saja perlu. Saya tidak tahu bagaimana dia mencelakaimu tadi,” sela Leon tajam. Ia mengangkat satu alisnya ketika melihat wajah Aurora memerah. “Jangan bilang kalau kamu malu?” Wajah Aurora bertambah merah. Leon berhasil menebak pemikirannya dengan tepat. Ia menundukkan kepala, tidak berani bersitatap dengan Leon. Leon mendengus melihat reaksi Aurora. Tapi, ujung bibirnya terlihat tertarik sedikit seperti menahan senyum tipis. “Aurora, saya tidak tahu apa yang ada di pikiranmu. Tapi, kamu lupa kalau saya ini dokter? Badanmu tidak akan membuat saya bereaksi apa-apa,” ucap Leon yang menohok hati Aurora. “Saya sudah banyak melihat banyak badan pasien, pria maupun wanita. Jadi, hanya karena kamu adalah mantan kekasih saya, bukan berarti—” “Ba-baiklah! Saya mengerti!” potong Aurora malu. Tidak kuat mendengar ucapan Leon lebih lanjut. Padahal, ia

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status