共有

96

作者: Angsa Kecil
last update 公開日: 2026-08-06 10:50:05
“Bagaimana?!” desis David setengah berbisik, matanya membelalak menatap Arga yang sudah duduk di tepi kasur dengan selang infus yang terlepas. “Wanita itu benar-benar beraksi?”

Arga meringis menahan nyeri yang menusuk di dadanya, peluh dingin mulai membasahi pelipisnya. Tangannya yang agak gemetar menunjuk ke arah katup selang infus yang sudah terisolasi.

“Bawa ... bawa sampel cairan ini sekarang ke laboratorium,” bisik Arga berat dan terputus-putus. Matanya menatap David penuh penekanan. “Jad
Angsa Kecil

Sambil nunggu gimana reaksi Nadia. Jangan lupa mampir ke Novel Othor yang baru Saat Istri Dingin Tiba-Tiba Minta Tidur Bersama 😍😍😍😍

| 4
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (4)
goodnovel comment avatar
Angsa Kecil
nantikan Kakak (⁠。⁠♡⁠‿⁠♡⁠。⁠)(⁠。⁠♡⁠‿⁠♡⁠。⁠)(⁠ ⁠◜⁠‿⁠◝⁠ ⁠)⁠♡
goodnovel comment avatar
Asyfahanal Wafa
jadi penisirin karangan bunga buat nadia apa agra yg pura² meninggoy
goodnovel comment avatar
Angsa Kecil
Makasih Banyak Kakakku love youuuu (⁠๑⁠♡⁠⌓⁠♡⁠๑⁠)(⁠ ⁠◜⁠‿⁠◝⁠ ⁠)⁠♡(⁠。⁠♡⁠‿⁠♡⁠。⁠)(⁠✿⁠ ⁠♡⁠‿⁠♡⁠)
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Dokter, Jangan Menyentuhku Lagi   98

    Tiga karangan bunga raksasa berdiri gagah dengan papan nama besar yang memajang kalimat sindiran tajam atas segala aksi bejatnya. Puluhan orang di area parkir dan jalan raya berkumpul, sedang membaca tiap kata dengan gelak tawa riuh. Logika Nadia runtuh sepenuhnya. Dia menyerbu karangan bunga pertama seperti orang kesetanan. Tangannya mencengkeram papan gabus itu, merobek bunga-bunga plastik di atasnya dan menendang penyangga kayunya hingga ambruk ke aspal. “Bohong! Ini semua fitnah! Ini semua bohong!” jerit Nadia histeris sambil terus merusak karangan bunga kedua dengan tangannya. Di sekelilingnya, puluhan orang bukannya iba, melainkan makin gencar menyorotkan kamera ponsel. “Lihat itu, malah jadi gila!” “Ayo rekam, masukkan ke medsos biar makin viral dokter pelakor ini!” Di sekelilingnya, puluhan orang bukannya iba, melainkan makin gencar menyorotkan kamera ponsel. “Lihat itu, malah jadi gila!” “Ayo rekam, masukkan ke medsos biar makin viral dokter pelakor ini!” “Dokter Na

  • Dokter, Jangan Menyentuhku Lagi   97

    Tiga karangan bunga berukuran sangat besar berdiri kokoh tepat di depan pintu kaca utama, menyita perhatian siapa saja yang melintas di jalan raya. Tulisan di atas papan bunga itu tercetak tebal dan sangat mencolok:[Selamat atas keberhasilan dokter Nadia yang sukses menghancurkan rumah tangga orang.][Apresiasi tinggi untuk dokter Nadia dalam prestasi luar biasanya, memisahkan dua anak dari ayah kandungnya selama bertahun-tahun.][Selamat menikmati topeng yang runtuh, dr. Nadia. Karma tidak pernah salah alamat.]Orang-orang di luar gedung langsung berkerumun rapat, membaca tiap baris kalimat dengan wajah melongo tak percaya.“Siapa sebenarnya dokter Nadia ini?” tanya seorang pria paruh baya yang memegang helm. “Wah, keterlaluan sekali kalau tulisan di papan bunga ini benar.”“Siapa lagi? Itu dokter spesialis muda!” sahut seorang lainnya. “Sungguh tidak menyangka, mukanya manis, tapi kelakuannya benar-benar merindingkan!”Di lantai atas, dari balik tirai salah satu ruang rawat yang

  • Dokter, Jangan Menyentuhku Lagi   96

    “Bagaimana?!” desis David setengah berbisik, matanya membelalak menatap Arga yang sudah duduk di tepi kasur dengan selang infus yang terlepas. “Wanita itu benar-benar beraksi?” Arga meringis menahan nyeri yang menusuk di dadanya, peluh dingin mulai membasahi pelipisnya. Tangannya yang agak gemetar menunjuk ke arah katup selang infus yang sudah terisolasi. “Bawa ... bawa sampel cairan ini sekarang ke laboratorium,” bisik Arga berat dan terputus-putus. Matanya menatap David penuh penekanan. “Jadikan ini bukti otentik percobaan pembunuhan. Lalu, langsung jalankan eksekusi selanjutnya tanpa menunda waktu.” David menatap tabung selang itu, lalu menatap Arga dan mengangguk. Pemahaman cepat terjalin di antara mereka. “Aku paham. Aku akan bawa sampel ini ke Sintia sekarang. Tapi kamu tidur lagi. Bukannya ceritanya kamu mau mati. Mana ada calon mayat palsu duduk gini.” “Hish ….” Arga merintih kesal. Lalu, David membantu Arga kembali berbaring. “Kapan aku bisa keluar dari tempat sialan i

  • Dokter, Jangan Menyentuhku Lagi   95

    David mengusap tengkuknya. “Sebagian besar sudah terkumpul. Rekam jejak, manipulasi dokumen, sampai aliran dana. Hanya saja lokasi anak Profesor Handoko yang sampai detik ini belum berhasil kita temukan.” “Langsung bergerak hari ini. Jangan tunggu aku mati kaku di sini!” perintah Arga. “Hem. Aku tahu. Makin cepat makin baik. Dan kamu bisa makin cepat bebas ketemu sama Anna dan si kembar.” “Panggil Sintia. Dia yang harus memegang penuh laboratorium begitu hal fatal itu terjadi nanti.” “Aku sudah menekan Sintia sejak kemarin,” timpal David. “Aku tegaskan padanya, kalau dia masih berani menolak atau main dua kaki, berkas manipulasi tes DNA palsu itu akan langsung aku serahkan ke proses hukum.” Itulah alasannya kenapa saat dulu ada pemalsuan tes DNA, Arga masih membiarkan Sintia berada di rumah sakit itu karena suatu saat akan bisa digunakan. Arga mendengkus pelan. Tatapannya kembali kosong, menatap lurus ke arah langit-langit. Bayangan wajah Anna dan gelak tawa dua anaknya terpampan

  • Dokter, Jangan Menyentuhku Lagi   94

    Regan merapikan posisi jam tangan di pergelangannya. “Aku harus pergi sekarang untuk memastikan pengawalan di lokasi. Karangan bunga pesananmu akan langsung diturunkan tepat di depan pintu utama rumah sakit. Minta pengawalmu tetap siaga, dan kamu harus ekstra hati-hati.” Anna menatap pada pria yang berdiri di belakang punggungnya itu. “Regan ... sekali lagi, aku benar-benar berterima kasih. Dan aku minta maaf untuk semuanya.” Regan menggeleng pelan. Raut wajahnya tetap tenang, tanpa ada sisa amarah atau kekecewaan yang ditunjukkan. “Tidak perlu berulang kali mengucapkan kata itu. Aku cuma ingin menyelesaikan tugasku menjaga keselamatanmu, sampai aku bisa mundur dengan tenang tanpa ada rasa cemas sedikit pun.” “Cie ... sad boy terhormat kita memang nggak pernah gagal bikin meleleh!” Yuna menyela heboh, bersiul menggoda sambil menaik-turunkan alisnya ke arah Regan. “Gaya mundurnya sangat elegan, ala-ala pria berkelas dunia!” Regan hanya menggelengkan kepala melihat tingkah Yuna, lalu

  • Dokter, Jangan Menyentuhku Lagi   93

    “Mama keren sekali tadi!”“Wow, Mama hebat!”Saat Anna baru saja melewati ambang pintu, Kaisar dan Kayla langsung menyambutnya dengan tepuk tangan meriah. Mata mereka berbinar menatap sang ibu dengan rasa kagum.Pria kecil itu mengepalkan dua tangan di depan dada. “Kalau Mama punya tanduk banyak dan tajam begitu, Mama pasti nggak akan kalah lagi melawan Kakek dan Nenek jahat itu!”Kayla mengangguk. “Betul! Mereka pasti akan takut!”Yuna yang berdiri di samping mereka tertawa lepas. “Nah, dengar itu! Trik tanduk Mama memang nggak pernah gagal. Nanti Tante Yuna akan belikan bando tanduk sungguhan buat Mama, gimana?”Anna tertawa kecil, melepas ketegangan yang sempat mengikat bahunya. Dia berlutut, mensejajarkan tingginya dengan kedua anaknya. Tangannya terulur mengusap pipi Kaisar dan Kayla secara bergantian. “Kalian tahu tidak siapa yang baru saja datang ke sini?”Kaisar menghentakkan napasnya pelan, dua alisnya terangkat tinggi. “Yang pasti orang-orang jahat yang sudah bikin Mama nang

  • Dokter, Jangan Menyentuhku Lagi   3. Ciuman Paksa

    Anna yang wajahnya sudah lelah terpaku heran menatap suaminya.“Apa maksudmu?” Arga tak menjawab. Pria itu justru melangkah lebar mendekatinya, lalu tanpa peringatan menarik pergelangan tangan Anna dan mendorong tubuh wanita itu hingga terjatuh ke atas ranjang.“Arga!” Anna terbelalak kaget.Berus

  • Dokter, Jangan Menyentuhku Lagi   6. Jadi Ayah Mereka

    Elara Art Studio. Tempat ini dibangun Anna dari nol. Sebuah bisnis level menengah di bidang seni lukis yang merangkak dari bawah. Untuk mengenalkan karyanya, Anna masih sering mengikuti pameran bersama, menitipkan lukisan di galeri seni, hingga mengambil proyek mural dan wall printing. Bangunan du

  • Dokter, Jangan Menyentuhku Lagi   5. Anak Haram

    “Bu Anna, lain kali ajari anak Anda untuk bertindak benar. Jangan cari masalah. Anak saya jadi kena mental karena trofinya hancur. Selamat mencari sekolah baru.” Anna menatap tajam. “Mereka bukan anak haram. Dan merekalah pemenang yang sebenarnya. Hanya kalah dengan uang Anda! Lain kali, ajari ana

  • Dokter, Jangan Menyentuhku Lagi   4. Korban Kecelakaan

    Pagi harinya, Arga baru kembali ke rumah dengan penampilan kusut, seperti tidak tidur semalaman. Dia melangkah cepat ke kamarnya, tapi saat memegang handle pintu, dia menahan sebentar. Saat ini dadanya sedang tak karuan dan banyak hal yang ingin dikatakan pada Anna. Masuk kamar, dan sangat yaki

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status