ログインSejam kemudian, Zara bangun dari tidurnya. "Gimana, dah sembuh perut lo?" tanya Alex lembut.Sontak Zara langsung menjauhkan tubuhnya dari Alex. "Ngapain lo disini?!" Karena suara ribut dari Zara, membuat Sora kebangun dari tidurnya. "Napa nih ribut-ribut?" sambil mengucek-ucek matanya.Tiba-tiba Sora langsung bangkit berdiri. "Sial, gue ketiduran!" Matanya langsung memincing menatap Alex. "Lo nggak macam-macam sama Zara saat gue lagi tidur?!" Alex menunjukkan smirk nya, "Menurut lo..."Sora berlari menuju Zara dan langsung memeluknya. "Lo nggak diapa-apain kan sama Alex. Lo nggak di sentuh-sentuh sama Alex kan?" Sora membanjiri pertanyaan pada Zara dengan raut wajah khawatir."Gue nggak diapa-apain sama Alex, Sora..." Zara melepas pelukan Sora dengan pelan. "Gue aman kok."Sora menghembuskan nafas lega, "Syukurlah. Untung lo masih suci, belum ternodai oleh tangan kotor Alex.""Tangan gue nggak pernah kotor. Gue itu selalu menjaga kebersihan" ucap Alex."Manatahu kali. Walau lo ja
"Lo baju baru Ra?" tanya Sora pada Zara.Zara dan Axelle kembali ke sekolah setelah pulang dari mall. Axelle pun tidak menyuruh Zara lagi kembali ke perpustakaan, tapi langsung kembali ke kelas."Iya nih." Zara menggaruk tengkuk belakangnya."Kenapa lo beli baju baru. Kan belum semester baru?""Bukan gue yang beli. Tapi Axelle" jawab Zara."Axelle? Kenapa dia beliin lo baju?"Zara pun menceritakan semua kejadian yang terjadi di perpustakaan sampai yang terjadi di mall."Serius lo?!" Ada wajah kaget saat Sora mendengar cerita Zara. "Awalnya lo cuman mau ganti rok. Tapi di suruh juga ganti baju. Kesambet apa Axelle sampai nyuruh lo ganti baju.""Biasa. Emang nggak waras dari dulu dia, sama teman-temannya itu" ucap Zara santai."Masih kesal lo sama mereka berempat?""Ya masihlah. Lo kira gue nggak marah sama mereka, nggak kesal sama mereka. Setelah mereka buat gue jadi babu. Emang mereka siapa. Cuman anak konglomerat doang" ucap Zara dengan nada kesal."Tapi suka kan?" Sora menggoda Zara
Seperti biasa Zara dan Sora akan mengobrol di kelas sebelum bel masuk berbunyi."Udah nggak ada wartawan lagi yang ngejar lo?" tanya Sora."Akhir-akhir ini sih, nggak ada. Tapi gue masih takut. Lo tahu sendiri kan reporter itu seperti penguntit. Mereka selalu tahu dimana gue berada" jawab Zara."Betul juga sih. Berita lo dengan Arion juga mulai nggak ada lagi" ucap Sora."Oh iya, gue lupa bilang sama lo. Kemarin gue ketemu sama Kak Jessica" ujar Zara."Kak Jessica?""Kakak Arion. Jessica Veranda, model internasional itu loh Sora" jelas Zara.Sora pun langsung kaget. "Serius lo! Dimana lo ketemunya?!""Pas gue pulang dari supermarket. Dia minta gue ngobrol dengannya.""Ngobrol apaan?""Masa lo nggak tahu. Apalagi kalau bukan bahas Arion" jawab Zara malas."Gitu ya. Jadi lo bilang apa sama Kak Jessica?""Nggak ada. Gue cuman nanggapin omongannya seadanya" jawab Zara.Sora diam, tidak merespon ucapan Zara.Seorang guru tiba-tiba datang menghampiri Zara dan Sora. "Zara, Ibu bisa minta tol
"Kalian berempat sini sekarang juga?!" Suara teriakan Jessica menggelegar di seluruh penjuru rumah.Baru saja empat cowok tampan itu memasuki rumah Arion, langsung di sambut teriakan kakaknya Arion, yaitu Jessica."Mampus lo Arion. Kakak galak lo mulai ngamuk" bisik Arzan pada Arion."Kakak kenapa teriak-teriak sih. Baru juga gue nyampe di rumah" ucap Arion."Sini lo bocil! Gue kasih pelajaran buat lo sekalian teman-teman lo" balas Jessica.Empat cowok tampan itu berjalan pelan-pelan mendekati Jessica. Mereka bisa merasakan hawa-hawa membunuh dari Jessica, kakak galak yang bahkan orangtua Arion takut menghadapi nya."Aaahhh! Sakit Kak!" pekik Arion saat Jessica menjewer telinga nya.Arzan, Axelle, dan Alex meringis seakan mereka juga kena jewer dari Jessica.Sifat mereka yang cool dan kalem hilang di depan gadis yang berprofesi model internasional itu."Kak, lepasin telinga gue! Sakit tahu!" ucap Arion.Jessica pun menarik tangannya dari telinga Arion. "Darimana kalian berempat?" tany
Seorang gadis cantik yang baru saja turun dari pesawat dengan gaya elegan nya.Tangannya membawa koper, dengan kacamata hitam nya.Dia membuka handphone nya yang tertampil foto Arion. "I'm back baby" gumamnya sambil memandangi foto Arion sembari tersenyum tipis.Dia menelepon seseorang untuk menjemputnya di bandara. "Mommy, tell the driver to pick me up, I also want to meet Arion.""I miss Arion" ucapnya pada mommy nya di seberang sana.Setelah selesai menelepon orang tuanya, dia kembali memainkan handphone nya sembari menunggu seseorang yang akan menjemputnya."Hmm, Zara Aurora ya..." Gadis itu melihat berita-berita Zara yang melibatkan Arion. "Sepertinya gue harus bertemu dengannya.""Maaf Nona, saya terlambat menjemput Nona di bandara" ucap sopir yang di utus untuk menjemput gadis itu. "Nggak apa-apa. Sekarang antar aku langsung ke sekolah Arion.""Bukannya Nona langsung pulang ke rumah?" tanya sopir itu."Aku ingin bertemu dengan Arion. Aku sudah lama tidak bertemu dengan Arion."
"No, Zara adalah pacar gue!" tegas Arion.Zara langsung menolehkan kepalanya melihat Arion dengan mata membulat sempurna, dia kaget mendengar ucapan Arion."A... Apa lo bilang?" tanya Zara terbata-bata."Gue bilang, lo pacar gue" jawab Arion."Lo...!" geram Zara. "Bisa sih nggak lo, nggak bilang gue pacar lo. Sejak kapan coba, gue pacar lo.""Terserah gue dong, mau bilang lo pacar gue kek, tunangan gue, istri gue. Yah terserah gue" balas Arion santai.Zara menjerit dalam hatinya. "Pengen gue hantam nih cowok narsis" batinnya."Dah lah terserah kalian aja. Gue malas berurusan dengan kalian." Zara merasa capek, padahal cuman ngomong daritadi, tapi sangat membuang tenaga. Dia pun kembali duduk di tempatnya."Gue mau ngomong sama kalian semua" ucap Alex pada ketiga temannya.Mereka berempat pun keluar dari kelas, dan pergi menuju ke ruang OSIS."Apa kalian nggak bisa mundur" ucap Alex to the point saat sudah sampai di ruang OSIS."Mundur gimana maksud lo?" tanya Arzan bingung."Ya mundur.
Zara Aurora adalah gadis yang menyandang status sebagai siswa kelas 10 di SMA Cendekia.Tapi sekarang, kehidupan sekolah yang diidam-idamkan nya pupus sudah, setelah mencari masalah dengan Prince Charming.Tap... Tap... Tap...Seorang gadis terus berlari di lorong sekolah. Dia seperti sedang menghi
Tap... Tap... Tap... Seorang gadis terus berlari di lorong sekolah. Dia seperti sedang menghindari sesuatu. "Zara...!" panggil Sora. "Lo kenapa lari-lari sih." "Sora, please... Bantuin gue untuk jauh dari mereka" mohon Zara sambil mengatupkan kedua tangannya. "Lo dikejar Prince Charming lagi" uj
Zara yang sedang membersihkan ruangan OSIS, tiba-tiba di kagetkan oleh kedatangan ketua OSIS. Siapa lagi kalau bukan Alex."Yang bersih nyapu nya" tegur Alex."Bodoh amat. Yang nyapu kan gue, jadi terserah gue dong." Zara menjulurkan lidahnya mengejek Alex.Alex tidak menanggapi Zara. Dia duduk di
"Zara, beliin gue minum!" titah Arion pada Zara.Zara yang sedang asyik menulis di buku, harus menghentikan aktivitasnya. Dia pergi ke arah Arion."Mana uang beli minumannya?" Zara menyodorkan tangannya, meminta uang pada Arion."Pake uang lo lah. Masa pake uang gue" jawab Arion ketus."Tapi lo kan







