LOGIN
Tap... Tap... Tap...
Seorang gadis terus berlari di lorong sekolah. Dia seperti sedang menghindari sesuatu. "Zara...!" panggil Sora. "Lo kenapa lari-lari sih." "Sora, please... Bantuin gue untuk jauh dari mereka" mohon Zara sambil mengatupkan kedua tangannya. "Lo dikejar Prince Charming lagi" ujar Sora. "Gue capek, lari-lari terus dari mereka" ucap Zara. "Lo sih, cari masalah dengan mereka. Sekarang dah kena akibatnya kan" ucap Sora. *Flashback on* Dua bulan setelah masa MPLS... Zara pergi ke sekolah dengan hati yang begitu kesal. Mood nya buruk sekali setelah dari rumah. Bagaimana tidak emosi, diperjalanan dia dilempar sampah oleh orang tanpa sengaja. Yang bener aja lah, Zara yang kena imbasnya. Inilah akibatnya kalau buang sampah sembarangan. Zara terus mengutuk orang yang tanpa sengaja melempar sampah padanya. "Orang gila, gak bisa lihat orang. Emang dia buta ya" umpat Zara kesal. Zara melihat sebuah kaleng botol, dan dengan emosi dia menendang kaleng botol tersebut, dan... Bugh! "Aaahh!" pekik seseorang yang baru saja keluar dari dalam mobil mewah. "Gila lo ya, gak punya mata lo!" teriak cowok tersebut. "Sorry, gue nggak sengaja." Zara langsung lari-lari terbirit-birit menghindari cowok tersebut. Setelah capek berlari, tanpa sadar Zara ternyata sudah sampai di sekolah. "Akhirnya sampai juga di sekolah" leganya. Zara dengan tenang masuk ke dalam sekolah. Dia masuk ke dalam kelas 10 IPA 3. Dia menjatuhkan bokongnya di kursi. "Dikejar setan lo ya" ucap Sora. "Pucat amat muka lo." "Ini lebih dari setan" balas Zara. "Kenapa sih gue harus ketemu dengan tuh cowok. Mati gue" batin Zara. "Zara, cepetan ganti baju. Les pertama pelajaran olahraga" ujar Sora. "Hmm, oke." Zara mengambil pakaian olahraganya di dalam tas. Dia dan Sora pergi ke toilet untuk mengganti baju. Ternyata toilet hampir penuh, karena semua cewek di kelas nya mengganti pakaian di toilet tersebut. Setelah para cewek mengganti pakaian, mereka bergegas ke lapangan. "Semuanya sudah berkumpul?" tanya Pak Dimas. "Sudah Pak!" "Kita akan melakukan pemanasan" ujar Pak Dimas. "Rentangkan tangan kalian untuk mengatur jarak kalian." "Kalian ikuti gerakan Bapak ya." Pak Dimas mulai melakukan gerak pemanasan dan diikuti oleh para murid. Setelah selesai pemanasan, Pak Dimas menyuruh mereka untuk melakukan melakukan permainan basket dan voli. "Basket untuk yang cowok. Dan voli untuk yang cewek. Mengerti?" "Iya Pak." "Kita bagi tim ya" ucap Sora pada teman-temannya cewek. Mereka pun mulai memainkan bola voli. "Zara, bolanya bukan ditendang!" ujar Sora. "Sorry" sahut Zara. Zara memainkan bola voli nya menggunakan tangan, tapi tiba-tiba lagi Zara mulai menggunakan kakinya. "Zara, bolanya jangan di tendang astaga!" peringat Sora. Prang! Sora sudah terlambat memperingati Zara, karena bolanya sudah memecahkan kaca mobil sport. Zara panik, dan bergegas ke arah mobil tersebut. "Kok bisa pecah sih?!" Ketahuan gak ya kalau gue yang pecahin" gumamnya. "Lo apain mobil gue?!" Seorang cowok datang dihadapan Zara. "Setelah satu orang, muncul yang satu lagi. Sial bener nasib gue" batin Zara. "Aduh, sorry ya. Gue bener-bener gak sengaja. Maaf ya" ujar Zara sambil mengatupkan kedua tangannya. "Lo bener-bener..." ucap laki-laki sambil menahan emosi. Dia marah karena melihat kaca mobil nya pecah. "Gue minta maaf." Setelah mengucapkan permintaan maaf, Zara langsung lari terbirit-birit. Dia tidak mau berurusan dengan cowok itu lagi. "Woy! Lo jangan lari!" Zara lari sampai ke dalam kelas. Dia merasa dia aman kalau di dalam kelas. Zara menghela nafas lega. "Selamat gue juga." Beberapa waktu kemudian, bel istirahat pun berbunyi. "Sora, temenin gue ke kantin yuk" ajak Zara. "Ya udah, gue temenin." Zara dan Sora pun pergi ke arah kantin. Saat sampai di kantin, Zara melihat seorang cewek nangis dan seorang cowok didepan cewek tersebut. "Mesti di kasih pelajaran tuh cowok, seenaknya aja bikin cewek nangis." Zara pun pergi dan mengabaikan Sora yang terus memanggilnya. "Dasar cowok brengsek!" Plak! Zara menampar cowok tersebut didepan semua orang. "Lo gila ya, bikin cewek nangis" ucap Zara emosi. "Gak punya hati lo!" Sora datang menghampiri Zara. "Lo kenapa tampar dia sih?!" "Karena dia brengsek! Bikin nangis cewek" jawab Zara. "Lo salah orang bodoh. Bukan dia yang bikin nangis. Cewek itu nangis karena dicampakkan oleh pacarnya. Cowok itu hanya mencoba menenangkan dia" jelas Sora. "Kok lo baru bilang?! Gue jadi salah tampar orang kan" ucap Zara. "Makanya kalau di panggil dengerin" sahut Sora. "Maafin gue ya" ucap Zara pada cowok yang sudah dia tampar tadi. "Lo kira gue bakalan maafin lo. Naif banget lo. Lo sudah mempermalukan gue di depan banyak orang" ucap cowok itu dingin. "Ya maaf, gue gak tahu kalau bukan lo pelakunya" ujar Zara dengan menunduk. Dia agak takut dengan tatapan dingin dari cowok itu. "Gak punya mata lo." "Gue udah minta maaf ya. Lo jangan nyolot lagi. Semua manusia itu pasti akan melakukan kesalahan." "Sora, ayo kita pergi. Gue gak mood untuk makan lagi." Zara menarik tangan Sora keluar dari kantin. "Apa gue bernasib buruk hari ini. Kenapa gue harus berurusan dengan mereka sih" batin Zara. Bugh! Tanpa sengaja Zara menabrak seseorang dan menyebabkan minuman cowok tersebut tumpah. "Sorry, gue gak sengaja" ucap Zara. "Sial, kenapa cowok yang sama dengan mereka sih" batin Zara kesal. "Buta lo. Kalau jalan itu pake mata" ketus cowok tersebut. "Heh! Kalau jalan itu pake kaki, kalau mata itu untuk melihat. Udah minta maaf juga, masih marah juga" ucap Zara, dia langsung pergi meninggalkan cowok tersebut. Tidak peduli lagi, kalau harus meminta maaf. "Zara, lo sadar kalau lo sudah masuk ke lubang neraka" ujar Sora. "Please, jangan ungkit itu lagi. Gue udah pengen lupain kejadian hari ini. Jadi pengen amnesia deh" ucap Zara. Zara dan Sora pun masuk ke dalam kelas. Menunggu untuk pelajaran selanjutnya. Bel pulang pun berbunyi, semua siswa pulang sekolah. "Zara, gue duluan ya" pamit Sora. "Iya." Zara masih sibuk memasukkan buku-bukunya ke dalam tas. Setelah selesai dia pun pulang. Saat Zara sampai di halaman sekolah, dia melihat ke empat cowok yang dia cari masalah hari ini di depan gerbang. Mereka berdiri sambil melihat ke arah Zara dengan tatapan balas dendam. "Habis sudah kehidupan gue di sekolah ini." *Flashback off*Tinggal menghitung hari menjelang tahun baru. Zara dan keluarga liburan di tepi pantai, yang batal beberapa hari yang lalu. Sora dan Prince Charming juga ikut bersama mereka. Kali ini, mama Zara yang mengundang mereka. “Nggak apa-apa Mama Helen. Kami bisa ikut merayakan tahun baru bareng kalian kok. Lagipula keluarga kami semuanya sibuk” ucap Arion. “Iya mama Helen. Mama papa selalu tugas di tahun baru” ucap Alex. “Keluarga ku pergi keluar negeri. Tapi aku ingin merayakan tahun baru di Indonesia aja” ucap Axelle. “Kami ikut mama Helen aja. Mama papa juga izinin, karena mereka juga pergi bersama dengan keluarga Axelle” ucap Arzan. Begitulah yang mereka katakan, saat Helen menghubungi mereka berempat. Dan disinilah mereka berada sekarang. Di pantai, dengan cuaca yang sangat cerah. Zara yang mengenakan celana pendek dan kaos mini berjalan-jalan menikmati pasir putih di pantai, di temani oleh Sora. Dan para Prince Charming berselancar di laut. Tidak usah di pertanyakan baga
Dari jendela kamar, Zara memandang ke arah luar. Hari ini hujan turun. Dan rencana mereka liburan ke pantai juga batal.“Kenapa juga hari ini hujan. Jadi batal dong, kita bermain di pantai” ucap Sora di seberang sana.Zara dan Sora sedang melakukan panggilan video call. “Mau gimana lagi. Mungkin besok kita baru ke pantai atau beberapa hari kemudian.”“Iya sih. Tapi tetap aja batal hari ini.”Zara merebahkan dirinya di atas kasur. “Kita bisa ke pantai lain hari.”“Ya udah deh. Gue udah di panggil mama gue nih. Gue matiin ya.”Zara mengangguk. Dan panggilan video call mereka pun berakhir.Zara menghabiskan waktu nya membaca komik di dalam kamar.Saat sore hari, hujan baru berhenti turun. Zara keluar dari kamarnya untuk pergi ke minimarket yang tidak jauh dari rumahnya.Di perjalanan menuju minimarket, dia bertemu dengan Axelle. Ekspresi Axelle juga sedikit terlihat kaget.“Lo kenapa bisa ada disini?” tanya Zara.“Gue ada urusan” ucap Axelle sambil melihat ke arah lain.“Urusan apa? Dan
Setelah selesai makan Zara dan Sora duduk di pinggir kolam renang sambil menggerakkan kaki mereka di dalam air. “Untung gue ikut liburan kesini. Kalau nggak gabur juga gue selama liburan.”“Tapi bagus juga sih. Biar gue ada teman.”Tiba-tiba para Prince Charming muncul. “Lo ada disini Zara” ucap Arion.“Kenapa? Cariin gue?”“Ya nggak kenapa-kenapa sih” jawab Arion.“Arzan, lo mau berenang nggak?” tanya Arion pada Arzan.Seketika Arzan membuka baju nya dan menampilkan otot-otot di tubuhnya. Arion langsung bersiul saat melihat tubuh Arion. “Agresif bener lo malam ini.”“Diam lo. Kata lo mau berenang” sahut Arzan.“Okay.” Giliran Arion yang melepas pakaiannya. Otot di tubuh Arion juga tak kalah sama dengan Arzan. Ekspresi wajah Zara sedikit terkejut sekaligus kebingungan. “Ngapain mereka berenang malam-malam begini?” ucap Zara dalam hati.Byur!Arzan dan Arion langsung menyebur ke dalam kolam. Zara dan Sora terkena cipratan air karena masih duduk di pinggir kolam.“Pakaian gue jadi bas
“Zara… Bangun!” teriak Sora di dekat telinga Zara. Zara langsung bangun dari tidurnya seketika. “Gue kaget astaga!” sahutnya sembari mengelus dadanya, dia hampir jantungan mendengar teriakan Sora. “Ini udah jam berapa astaga. Kita telat!” ucap Sora. “Hah? Apa? Kenapa?” Zara masih setengah sadar. Dia masih mengantuk. Sora mengguncang tubuh Zara. “Lo nggak ingat kita pergi ke vila nenek lo hari ini. Mama papa lo udah nunggu lo dari tadi. Lo masih aja belum bangun.” “Gue masih ngantuk loh. Lagipula kita nggak ada acara penting kok. Cuman liburan aja.” “Jalanan macet. Lo mau kita sampai di sana kemalaman. Buruan lo siap-siap” ucap Sora sambil mendorong tubuh Zara untuk bangun dari tempat tidur. “Iya, gue mau mandi dulu.” “Cepetan. Gue keluar dulu, sama mama papa lo.” Sora pun keluar dari kamar Zara. “Zara udah bangun Sora?” tanya Helen. “Dia lagi siap-siap Tante.” “Anak ini. Kok bisa dia lupa kalau hari ini kita pergi liburan.” “Pa, apa masih macet jalanan kah? Kala
Ting tong! Seseorang membunyikan bel rumah Zara. Zara yang mendengar bunyi bel itu langsung keluar dari kamar. "Mungkin paket yang datang." Ceklek! Zara melihat seorang pria. "Halo, dengan Nona Zara?" tanya pria tersebut. "Iya. Saya sendiri. Ada apa ya?" Pria tersebut memberikan sebuah kotak pada Zara. "Ini ada titipan buat Nona Zara." "Titipan? Dari siapa?" "Saya tidak bisa memberitahu kan nya Nona. Kalau begitu saya permisi." Pria tersebut pamit pergi dari rumah Zara. "Ini kotak dari siapa?" Zara menelusuri setiap inci kotak tersebut, mana tahu dia menemukan sebuah petunjuk. "Tidak ada nama pengirimnya." Zara mengunci pintu rumahnya kembali, dan masuk ke dalam kamarnya. Kotak tersebut di letakkan nya di atas kasurnya. "Ini kotak dari siapa sih?" Zara menatap kotak berwarna pink tersebut. Dia masih berpikir, siapa nama pengirim kotak ini. Daripada penasaran, Zara membuka kotak tersebut. Dia sedikit tercengang bahwa isi kotak tersebut adalah sebuah dress warna
Setelah acara balapan-balapan itu, Zara jadi terjebak pada malam itu juga.Well, kok dia merasa dijadikan bahan taruhan ya. Tapikan, dia juga yang kesusahan begini.Seperti malam ini. Dia terjebak dalam acara pernyataan cinta Axelle, atau yang disebut acara tembak-tembakan. Masalahnya, orangtua Zara juga berada disini. Orangtua Axelle juga ada disini. Bukan itu saja, orangtua Alex, Arzan, dan Arion juga berada disini.Ini acara nembak, atau lamaran sih. Pake bawa orangtua segala lagi. Inilah, yang membuat Zara kesusahan pada malam ini.Zara menggunakan dress putih, sama dengan warna kemeja Axelle. "Ini lo mau nembak, atau lamaran sih?!" kesal Zara.Axelle tersenyum. "Kalau lo anggap ini sebagai lamaran, no problem."Sedangkan ketiga cowok itu yang sedang memandangi Axelle dan Zara, sangat kesal bercampur marah. Apalagi Alex, dia benar-benar marah saat ini.Apalagi, karena Axelle pake acara undang orangtua segala lagi."Kok jadi Axelle yang bareng Zara, Alex?" tanya Sinta.Alex tidak
Seorang gadis memandangi rumah besar yang ada di depan matanya dengan ekspresi yang mengatakan "wow." Gadis itu adalah Zara Aurora dan rumah yang ada di depannya adalah rumah Alex Gajendra."Gila, gede bener rumah si ketos songong" gumamnya.Seseorang wanita paruh baya keluar dari rumah tersebut. "
"Sora, kita ke kantin yuk. Gue laper banget. Gue pengen makan cilok" ucap Zara sambil mengusap perutnya yang mulai keroncongan.Sora menggelengkan kepalanya melihat tingkah Zara yang kekanak-kanakan. "Ya udah, ayo. Gue juga pengen makan cilok" Sora menggandeng tangan Zara keluar dari kelas.Sesam
"Mama... Zara pulang..." Zara yang baru sampai dirumahnya setelah pulang dari sekolah melepas sepatunya di depan pintu masuk. Ini sudah menjadi kebiasaan Zara setiap pulang sekolah.Kehidupan Zara terbilang lumayan. Mamanya seorang guru sekolah dasar, dan papanya seorang polisi. Yang bisa di bilan
Zara yang sedang membersihkan ruangan OSIS, tiba-tiba di kagetkan oleh kedatangan ketua OSIS. Siapa lagi kalau bukan Alex."Yang bersih nyapu nya" tegur Alex."Bodoh amat. Yang nyapu kan gue, jadi terserah gue dong." Zara menjulurkan lidahnya mengejek Alex.Alex tidak menanggapi Zara. Dia duduk di







