تسجيل الدخول"Zara, beliin gue minum!" titah Arion pada Zara.
Zara yang sedang asyik menulis di buku, harus menghentikan aktivitasnya. Dia pergi ke arah Arion. "Mana uang beli minumannya?" Zara menyodorkan tangannya, meminta uang pada Arion. "Pake uang lo lah. Masa pake uang gue" jawab Arion ketus. "Tapi lo kan yang minta beli minum" balas Zara sambil menahan amarahnya. "Lo kan babu gue. Jadi lo harus turutin permintaan gue" ucap Arion dengan smirk. Zara mengepalkan tangannya kesal dengan ucapan Arion mengenai dirinya. "Cepetan beli minum, gue haus nih." "Iya, iya." Zara menghentak kakinya, lalu pergi menuju ke kantin. "Sekalian juga beliin sama gue makanan!" teriak Arzan. Zara menoleh ke belakang karena mendengar teriakan Arzan. Dia melihat Arion dan Arzan asyik bermain game di handphone mereka. Tapi jangan salah di sekitar Arion dan Arzan sudah berkumpul para ciwi-ciwi yang naksir pada mereka. Zara pun melanjutkan langkahnya menuju ke kantin. Apa Zara pernah bilang kalau dia dan kedua Prince Charming yaitu Arion dan Arzan sekelas. Kalau belum, sekarang Zara beritahukan kalau dia dengan kedua iblis itu adalah teman sekelas. Awalnya mereka bukan sekelas. Tapi entah kenapa tiba-tiba mereka jadi sekelas. Sejak hari dimana Zara jadi babu mereka, kedua orang itu tiba-tiba pindah dari kelas 10 IPA 1 jadi ke kelas Zara. Yang dua orang lagi menetap di kelas mereka. Alex dan Axelle kelas 10 IPA 1. "Ck, seharusnya mereka berdua bersyukur masuk ke kelas unggulan. Tapi malah masuk ke kelas gue" gumam Zara kesal. Kalau di mata orang lain mereka menganggap sebagai Prince Charming, tapi bagi Zara mereka adalah iblis. Iblis yang menjelma sebagai manusia tampan. Dengan langkah yang dipaksakan, Zara pergi ke kantin. Dia membeli apa yang diperintahkan Arion dan Arzan padanya. Seusai membeli, Zara kembali ke kelasnya. Tetapi, dalam perjalanan lagi-lagi Zara bertemu dengan kedua iblis tampan lainnya yaitu Alex dan Axelle. "Darimana lo, gue cariin daritadi?" tanya Alex. "Gue habis beli minuman sama makanan buat Arion dan Arzan" jawab Zara gugup. Ya dia masih gugup dan takut bila bertemu Prince Charming. "Oh. Setelah ini lo langsung pergi ke ruang OSIS" ucap Alex. "Ngapain?" "Lo bersihin ruangan gue" jawab Alex dengan tegas. "Nggak mau. Bukannya sudah ada orang yang mengurus ruangan OSIS" tolak Zara. "Lo babu gue. Jadi lo yang harus bersihin ruangan gue, bukan orang lain" tegas Alex. "Tapi kan..." "Kalo lo mau di maafin. Lo harus turuti perintah kita" potong Axelle. Zara mendesah pasrah, dia harus menuruti perintah mereka. "Jadi apa perintah lo?" tanya Zara pada Axelle, karena ia tahu, setelah Alex mungkin dia yang kasih perintah padanya. "Tadi gue disuruh guru cari siswa untuk memasukkan buku-buku baru di dalam rak dan membersihkan perpustakaan. Jadi gue suruh lo yang atur dan bersihin tuh perpustakaan" jawab Axelle. "Cuman gue sendiri?" "Ya. Cuman lo sendiri" jawab Axelle mantap. "What?! Tapi kan lo tahu sendiri, itu perpustakaan gede bener" ucap Zara shock. Axelle mengedikkan bahunya tidak peduli. "Itu masalah lo bukan masalah gue." Zara menghela nafas berat. "Baiklah." Dia pun kembali melanjutkan langkahnya menuju ke kelasnya. Dengan langkah gontai di berjalan. Baru dua hari jadi babu mereka, dia sudah sangat capek, apalagi kalau sudah berhari-hari. Bisa-bisa Zara masuk ke rumah sakit karena kehabisan tenaga karena terlalu sering disuruh-suruh. "Nih makanan dan minumannya." Zara meletakkan minuman dan makanannya di atas meja tepat dihadapan Arion dan Arzan. "Lo lama banget. Gue jadi nggak nafsu buat makan lagi" ujar Arzan. "Kalo lo nggak mau, lo beli sendiri!" bentak Zara. Sadar telah membentak Arzan, dia langsung menutup mulutnya. Dia mengatupkan kedua tangannya meminta maaf. "Sorry, gue gak bermaksud membentak lo." "Lo berani membentak gue!" ucap Arzan emosi. Zara memejamkan matanya takut. Arion yang sudah melihat Zara bergetar ketakutan pun menyuruh Arzan untuk meredakan emosinya. "Lo gak usah ladenin nih cewek. Lo makan aja makanannya. Tadi lo bilang laper. Sekarang lo makan aja, gak usah emosian" ujar Arion. Zara pun kembali ke tempat duduknya. Di tempatnya sudah ada Sora sahabatnya. "Sora..." lirih Zara. "Lo nggak apa-apa kan Zara?" Zara menggelengkan kepalanya. "Gue baik-baik aja. Gue betul-betul kesal sama cowok-cowok iblis itu. Mereka beneran buat gue jadi babu mereka. Gak punya hati, masa gue di suruh buat bersihin ruang OSIS dan perpustakaan, sendirian lagi. Dasar berhati batu" gerutu Zara. "Ruangan OSIS? Jadi Alex, ketua OSIS yang songong itu yang nyuruh lo bersihin ruangannya" ucap Sora. "Bukan cuman songong, menyebalkan juga" balas Zara. Brak! Zara dan Sora kaget mendengar pukulan yang berasal dari pintu kelas. "Lo asyik ngobrol disini. Gue udah suruh lo buat bersihin ruangan gue. Kenapa lo nggak bersihin juga" ucap Alex dingin. "Iya, gue bersihin sekarang" sahut Zara. Dia langsung berlari keluar kelas menuju ke ruang OSIS. Karena masih melihat Alex berdiri di pintu kelas. Sora menghampirinya dengan wajah tidak bersahabat. "Lo udah keterlaluan banget sama Zara. Masa lo nyuruh dia bersihin ruangan OSIS. Dan nyuruh Zara bersihkan perpustakaan. Lo gak kasihan sama Zara. Sudah dua hari dia menuruti perintah kalian berempat. Masa kalian nggak maafin dia juga. Hanya gara-gara masalah sepele, kalian beneran buat Zara jadi babu kalian. Zara itu bukan pelayan kalian, dia siswi di sekolah ini" ucap Sora panjang lebar. Alex ingin membalas omongan Sora, tapi tidak jadi, karena Sora sudah pergi dari hadapannya. Alex melihat ke arah Arion dan Arzan. Dia berjalan mendekati mereka berdua. "Kenapa kalian juga pindah ke kelas ini?" tanyanya pada Arion dan Arzan. Arion dan Arzan berhenti memainkan game. "Biar gampang aja kalau nyuruh Zara" jawab Arzan. "Apa kita nggak keterlaluan dengan Zara?" "Keterlaluan dari mananya. Dia yang mulai cari gara-gara dengan kita. Jadi dia harus menerima akibatnya" jawab Arion enteng. Alex menganggukkan kepalanya, setuju dengan ucapan Arion. "Nanti pigi kerumah gue. Kita main game seperti biasanya" ajak Alex. "Oke. Kali ini gue pasti menang" jawab Arzan."Sora, kita ke kantin yuk. Gue laper banget. Gue pengen makan cilok" ucap Zara sambil mengusap perutnya yang mulai keroncongan.Sora menggelengkan kepalanya melihat tingkah Zara yang kekanak-kanakan. "Ya udah, ayo. Gue juga pengen makan cilok" Sora menggandeng tangan Zara keluar dari kelas.Sesampainya di kantin, Zara memesan cilok kesukaannya. "Bi, beli cilok dong.""Yah, cilok nya sudah habis nih" ujar Bibi Idam yang menjual di kantin sekolah Cendekia."Kok bisa habis Bi. Biasanya masih banyak cilok nya" ucap Zara kecewa."Tadi ada yang beli semua ciloknya.""Siapa Bi?" tanya Zara penasaran. Dia kepo siapa yang bisa-bisanya membeli semua cilok kesukaannya."Itu loh, empat cowok yang Bibi dengar di panggil Prince Charming" jawab Bibi Idam."Apa?! Mereka lagi?!" Zara ternganga tidak percaya bahwa Prince Charming itu lagi yang membeli semua ciloknya."Kesambet apa mereka, sampai beli semua cilok" gerutu Zara kesal."Napa Zara?" tanya Sora yang menghampiri Zara karena belum selesai me
"Mama... Zara pulang..." Zara yang baru sampai dirumahnya setelah pulang dari sekolah melepas sepatunya di depan pintu masuk. Ini sudah menjadi kebiasaan Zara setiap pulang sekolah.Kehidupan Zara terbilang lumayan. Mamanya seorang guru sekolah dasar, dan papanya seorang polisi. Yang bisa di bilang hidupnya nggak terbilang miskin kali ya."Kenapa baru pulang Zara. Kamu telat 15 menit loh" ucap mamanya, Helen."Aduh Ma. 15 menit doang Mama perhitungan banget sama waktu" balas Zara sambil mengerucutkan bibirnya."Iya Mama minta maaf. Mama sih selalu khawatir. Padahal kamu sudah gede" ucap Helen."Iya. Zara tahu. Zara masuk dulu ke kamar ya Ma. Mau ganti baju dulu." Zara pun ke kamarnya. Kamarnya yang bernuansa warna pink dan biru muda, warna kesukaan seorang Zara Aurora.Dia mengganti baju sekolahnya dengan baju santai nya di rumah."Zara, tadi ada teman mu yang nelpon rumah" ucap Helen dari luar kamar Zara.Zara yang mendengar ucapan mamanya, keluar dari kamarnya. "Siapa Ma? Perasaa
Zara yang sedang membersihkan ruangan OSIS, tiba-tiba di kagetkan oleh kedatangan ketua OSIS. Siapa lagi kalau bukan Alex."Yang bersih nyapu nya" tegur Alex."Bodoh amat. Yang nyapu kan gue, jadi terserah gue dong." Zara menjulurkan lidahnya mengejek Alex.Alex tidak menanggapi Zara. Dia duduk di meja ketua OSIS.Kedua manik hitamnya terus memperhatikan Zara. Seulas senyum tipis terbit di bibirnya. "Mau-mau aja di jadikan babu" gumamnya.Dengan serius, Zara mengerjakan pekerjaan nya. Dia tidak mengeluh karena di suruh oleh Alex yang jelas-jelas ini bukanlah pekerjaan nya. Tapi beginilah, dia sekarang jadi babu nya Alex hanya gara-gara sepele."Lo udah bersihkan lemari nya?" tanya Alex."Hmm, udah." Zara tidak menoleh pada Alex, tapi dia menanggapi perkataan Alex.Alex tidak melepaskan pandangannya dari Zara. "Kalau dilihat-lihat, cewek ini cantik juga" batinnya."Udah bersih ruangan lo." Ucapan Zara membuyarkan lamunan Alex."Cepat sekali lo selesainya.""Cepat darimana nya. Lo aja y
"Zara, beliin gue minum!" titah Arion pada Zara.Zara yang sedang asyik menulis di buku, harus menghentikan aktivitasnya. Dia pergi ke arah Arion."Mana uang beli minumannya?" Zara menyodorkan tangannya, meminta uang pada Arion."Pake uang lo lah. Masa pake uang gue" jawab Arion ketus."Tapi lo kan yang minta beli minum" balas Zara sambil menahan amarahnya."Lo kan babu gue. Jadi lo harus turutin permintaan gue" ucap Arion dengan smirk.Zara mengepalkan tangannya kesal dengan ucapan Arion mengenai dirinya."Cepetan beli minum, gue haus nih.""Iya, iya." Zara menghentak kakinya, lalu pergi menuju ke kantin."Sekalian juga beliin sama gue makanan!" teriak Arzan.Zara menoleh ke belakang karena mendengar teriakan Arzan.Dia melihat Arion dan Arzan asyik bermain game di handphone mereka.Tapi jangan salah di sekitar Arion dan Arzan sudah berkumpul para ciwi-ciwi yang naksir pada mereka.Zara pun melanjutkan langkahnya menuju ke kantin.Apa Zara pernah bilang kalau dia dan kedua Prince Cha
Zara Aurora adalah gadis yang menyandang status sebagai siswa kelas 10 di SMA Cendekia.Tapi sekarang, kehidupan sekolah yang diidam-idamkan nya pupus sudah, setelah mencari masalah dengan Prince Charming.Tap... Tap... Tap...Seorang gadis terus berlari di lorong sekolah. Dia seperti sedang menghindari sesuatu."Zara...!" panggil Sora. "Lo kenapa lari-lari sih.""Sora, please... Bantuin gue untuk jauh dari mereka" mohon Zara sambil mengatupkan kedua tangannya."Lo dikejar Prince Charming lagi" ujar Sora."Gue capek, lari-lari terus dari mereka" ucap Zara."Lo sih, cari masalah dengan mereka. Sekarang dah kena akibatnya kan" ucap Sora."Argh! Mau gimana lagi Ra. Gue gak sengaja cari masalah dengan mereka. Bagaimana sekarang gue?" Zara mengacak-acak rambutnya frustasi."Lebih baik lo minta maaf sama mereka" saran Sora."Jangan gila deh. Yang ada melayang nyawa gue" ujar Zara."Please, tolongin gue Sora..." Zara mengatup kedua tangannya memohon pada Sora.Zara membelalakkan matanya kage
Tap... Tap... Tap...Seorang gadis terus berlari di lorong sekolah. Dia seperti sedang menghindari sesuatu."Zara...!" panggil Sora. "Lo kenapa lari-lari sih.""Sora, please... Bantuin gue untuk jauh dari mereka" mohon Zara sambil mengatupkan kedua tangannya."Lo dikejar Prince Charming lagi" ujar Sora."Gue capek, lari-lari terus dari mereka" ucap Zara."Lo sih, cari masalah dengan mereka. Sekarang dah kena akibatnya kan" ucap Sora.*Flashback on*Dua bulan setelah masa MPLS...Zara pergi ke sekolah dengan hati yang begitu kesal. Mood nya buruk sekali setelah dari rumah.Bagaimana tidak emosi, diperjalanan dia dilempar sampah oleh orang tanpa sengaja.Yang bener aja lah, Zara yang kena imbasnya. Inilah akibatnya kalau buang sampah sembarangan.Zara terus mengutuk orang yang tanpa sengaja melempar sampah padanya."Orang gila, gak bisa lihat orang. Emang dia buta ya" umpat Zara kesal.Zara melihat sebuah kaleng botol, dan dengan emosi dia menendang kaleng botol tersebut, dan...Bugh!"







