Beranda / Young Adult / Don't Touch Me, Prince! / Jadi Babu Iblis Tampan 2

Share

Jadi Babu Iblis Tampan 2

last update Tanggal publikasi: 2026-05-24 15:29:29

"Zara, beliin gue minum!" titah Arion pada Zara.

Zara yang sedang asyik menulis di buku, harus menghentikan aktivitasnya. Dia pergi ke arah Arion.

"Mana uang beli minumannya?" Zara menyodorkan tangannya, meminta uang pada Arion.

"Pake uang lo lah. Masa pake uang gue" jawab Arion ketus.

"Tapi lo kan yang minta beli minum" balas Zara sambil menahan amarahnya.

"Lo kan babu gue. Jadi lo harus turutin permintaan gue" ucap Arion dengan smirk.

Zara mengepalkan tangannya kesal dengan ucapan Arion mengenai dirinya.

"Cepetan beli minum, gue haus nih."

"Iya, iya." Zara menghentak kakinya, lalu pergi menuju ke kantin.

"Sekalian juga beliin sama gue makanan!" teriak Arzan.

Zara menoleh ke belakang karena mendengar teriakan Arzan.

Dia melihat Arion dan Arzan asyik bermain game di handphone mereka.

Tapi jangan salah di sekitar Arion dan Arzan sudah berkumpul para ciwi-ciwi yang naksir pada mereka.

Zara pun melanjutkan langkahnya menuju ke kantin.

Apa Zara pernah bilang kalau dia dan kedua Prince Charming yaitu Arion dan Arzan sekelas.

Kalau belum, sekarang Zara beritahukan kalau dia dengan kedua iblis itu adalah teman sekelas.

Awalnya mereka bukan sekelas. Tapi entah kenapa tiba-tiba mereka jadi sekelas. Sejak hari dimana Zara jadi babu mereka, kedua orang itu tiba-tiba pindah dari kelas 10 IPA 1 jadi ke kelas Zara.

Yang dua orang lagi menetap di kelas mereka. Alex dan Axelle kelas 10 IPA 1.

"Ck, seharusnya mereka berdua bersyukur masuk ke kelas unggulan. Tapi malah masuk ke kelas gue" gumam Zara kesal.

Kalau di mata orang lain mereka menganggap sebagai Prince Charming, tapi bagi Zara mereka adalah iblis. Iblis yang menjelma sebagai manusia tampan.

Dengan langkah yang dipaksakan, Zara pergi ke kantin. Dia membeli apa yang diperintahkan Arion dan Arzan padanya.

Seusai membeli, Zara kembali ke kelasnya. Tetapi, dalam perjalanan lagi-lagi Zara bertemu dengan kedua iblis tampan lainnya yaitu Alex dan Axelle.

"Darimana lo, gue cariin daritadi?" tanya Alex.

"Gue habis beli minuman sama makanan buat Arion dan Arzan" jawab Zara gugup. Ya dia masih gugup dan takut bila bertemu Prince Charming.

"Oh. Setelah ini lo langsung pergi ke ruang OSIS" ucap Alex.

"Ngapain?"

"Lo bersihin ruangan gue" jawab Alex dengan tegas.

"Nggak mau. Bukannya sudah ada orang yang mengurus ruangan OSIS" tolak Zara.

"Lo babu gue. Jadi lo yang harus bersihin ruangan gue, bukan orang lain" tegas Alex.

"Tapi kan..."

"Kalo lo mau di maafin. Lo harus turuti perintah kita" potong Axelle.

Zara mendesah pasrah, dia harus menuruti perintah mereka.

"Jadi apa perintah lo?" tanya Zara pada Axelle, karena ia tahu, setelah Alex mungkin dia yang kasih perintah padanya.

"Tadi gue disuruh guru cari siswa untuk memasukkan buku-buku baru di dalam rak dan membersihkan perpustakaan. Jadi gue suruh lo yang atur dan bersihin tuh perpustakaan" jawab Axelle.

"Cuman gue sendiri?"

"Ya. Cuman lo sendiri" jawab Axelle mantap.

"What?! Tapi kan lo tahu sendiri, itu perpustakaan gede bener" ucap Zara shock.

Axelle mengedikkan bahunya tidak peduli. "Itu masalah lo bukan masalah gue."

Zara menghela nafas berat. "Baiklah." Dia pun kembali melanjutkan langkahnya menuju ke kelasnya.

Dengan langkah gontai di berjalan. Baru dua hari jadi babu mereka, dia sudah sangat capek, apalagi kalau sudah berhari-hari. Bisa-bisa Zara masuk ke rumah sakit karena kehabisan tenaga karena terlalu sering disuruh-suruh.

"Nih makanan dan minumannya." Zara meletakkan minuman dan makanannya di atas meja tepat dihadapan Arion dan Arzan.

"Lo lama banget. Gue jadi nggak nafsu buat makan lagi" ujar Arzan.

"Kalo lo nggak mau, lo beli sendiri!" bentak Zara.

Sadar telah membentak Arzan, dia langsung menutup mulutnya. Dia mengatupkan kedua tangannya meminta maaf. "Sorry, gue gak bermaksud membentak lo."

"Lo berani membentak gue!" ucap Arzan emosi.

Zara memejamkan matanya takut. Arion yang sudah melihat Zara bergetar ketakutan pun menyuruh Arzan untuk meredakan emosinya.

"Lo gak usah ladenin nih cewek. Lo makan aja makanannya. Tadi lo bilang laper. Sekarang lo makan aja, gak usah emosian" ujar Arion.

Zara pun kembali ke tempat duduknya. Di tempatnya sudah ada Sora sahabatnya.

"Sora..." lirih Zara.

"Lo nggak apa-apa kan Zara?"

Zara menggelengkan kepalanya. "Gue baik-baik aja. Gue betul-betul kesal sama cowok-cowok iblis itu. Mereka beneran buat gue jadi babu mereka. Gak punya hati, masa gue di suruh buat bersihin ruang OSIS dan perpustakaan, sendirian lagi. Dasar berhati batu" gerutu Zara.

"Ruangan OSIS? Jadi Alex, ketua OSIS yang songong itu yang nyuruh lo bersihin ruangannya" ucap Sora.

"Bukan cuman songong, menyebalkan juga" balas Zara.

Brak!

Zara dan Sora kaget mendengar pukulan yang berasal dari pintu kelas.

"Lo asyik ngobrol disini. Gue udah suruh lo buat bersihin ruangan gue. Kenapa lo nggak bersihin juga" ucap Alex dingin.

"Iya, gue bersihin sekarang" sahut Zara. Dia langsung berlari keluar kelas menuju ke ruang OSIS.

Karena masih melihat Alex berdiri di pintu kelas. Sora menghampirinya dengan wajah tidak bersahabat.

"Lo udah keterlaluan banget sama Zara. Masa lo nyuruh dia bersihin ruangan OSIS. Dan nyuruh Zara bersihkan perpustakaan. Lo gak kasihan sama Zara. Sudah dua hari dia menuruti perintah kalian berempat. Masa kalian nggak maafin dia juga. Hanya gara-gara masalah sepele, kalian beneran buat Zara jadi babu kalian. Zara itu bukan pelayan kalian, dia siswi di sekolah ini" ucap Sora panjang lebar.

Alex ingin membalas omongan Sora, tapi tidak jadi, karena Sora sudah pergi dari hadapannya.

Alex melihat ke arah Arion dan Arzan. Dia berjalan mendekati mereka berdua. "Kenapa kalian juga pindah ke kelas ini?" tanyanya pada Arion dan Arzan.

Arion dan Arzan berhenti memainkan game. "Biar gampang aja kalau nyuruh Zara" jawab Arzan.

"Apa kita nggak keterlaluan dengan Zara?"

"Keterlaluan dari mananya. Dia yang mulai cari gara-gara dengan kita. Jadi dia harus menerima akibatnya" jawab Arion enteng.

Alex menganggukkan kepalanya, setuju dengan ucapan Arion. "Nanti pigi kerumah gue. Kita main game seperti biasanya" ajak Alex.

"Oke. Kali ini gue pasti menang" jawab Arzan.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Don't Touch Me, Prince!   Pulih

    Beberapa hari setelah operasi, Alex masih belum menunjukkan tanda-tanda siuman. Dia masih tetap berbaring sambil menutup mata, entah sampai kapan.Dan sudah menjadi kebiasaan Zara beberapa hari ini, setelah pulang sekolah, dia langsung ke rumah sakit menjenguk Alex. Zara mengambil tempat, duduk di samping kasur Alex."Apa kabar Alex? Lo masih betah aja tidur" ucapnya, tanpa ada sahutan dari Alex.Zara hanya bisa menguatkan dirinya untuk tidak menangis. Sejak Alex kecelakaan, dia menjadi sangat sensitif. Apalagi kalau berhubungan dengan Alex, dia benar-benar tidak sanggup.Zara mengingat-ingat kebersamaan Alex beberapa minggu yang lalu. Kata-kata Alex masih terngiang-ngiang di otaknya."Gue jadi pengen di khawatirin sama lo Zara""Gue ingin lo jadi istri gue di masa depan. Biar lo selalu perhatian dan khawatir sama gue""Gue suka sama lo. Gue tulus sama lo.""Kalau lo masih belum suka sama gue. Gue akan buat lo suka sama gue. Bukan cuman suka, gue akan buat jatuh cinta sama gue."Zara

  • Don't Touch Me, Prince!   Operasi

    Alex di bawa ke rumah sakit milik keluarganya. Dia langsung di bawa masuk ke ruang UGD.Sinta dan Bryan datang. "Tuan, Nyonya. Tuan Muda sudah di bawa masuk ke dalam ruangan" ucap salah satu dokter pada Bryan dan Sinta."Ma. Papa masuk dulu. Biar papa yang tangani Alex" ucap Bryan pada Sinta."Selamatkan Alex pa" ucap Sinta dengan tangis. Dia shock mendengar Alex kecelakaan."Tentu sayang." Bryan dan diikuti dokter lainnya masuk ke dalam ruang UGD. Zara berjalan mendekati Sinta sambil menundukkan kepalanya menahan tangisnya. "Zara minta maaf. Ini semua salah Zara..." lirihnya.Sinta menoleh ke arah Zara. Dia langsung memeluk nya. "Ini bukan salah kamu sayang..." Tangis Zara langsung pecah."Ini semua salah Zara Ma... hiks... hiks... Andaikan Zara tidak menyeberang sembarangan. Alex nggak akan kecelakaan..." tangis Zara.Sinta mengelus kepala Zara. "Alex akan selamat Zara. Itu pasti, kamu tenang saja."Bryan keluar dari ruang UGD. "Ma, Alex harus segera di operasi. Dia sudah kehilanga

  • Don't Touch Me, Prince!   Kecelakaan

    "Sora, ayo kita pergi dari sini.""Lo nggak mau lihat siapa pemenangnya?""Nggak. Gue malas lihat mereka." Zara dan Sora pergi dari lapangan basket."Kenapa lo nggak mau lihat?" tanya Sora sambil berjalan beriringan dengan Zara."Gue nggak mau tahu siapa pemenangnya. Itu aja" jawab Zara datar.Tiba-tiba ada seseorang yang datang menghampiri Zara dan Sora."Enak banget lo di perebutin Prince Charming." "Siapa lo?" Zara tidak mengenal siapa cewek yang ada di depannya."Gue Diva. Gue termasuk senior lo disini" jawab Diva."Ra, dia cewek yang sama dengan Fara" bisik Sora di telinga Zara."Ada apa kakak cariin gue?" tanya Zara."Lo kasih pelet apa sih sama Prince Charming. Sampe-sampe mereka nempel terus sama lo" ucap Diva.Walaupun Diva adalah kakak kelasnya, Zara tidak akan tinggal diam, setelah difitnah."Kak, lo pernah dengar sendiri kan kalau Prince Charming sendiri yang dekatin gue" balas Zara tenang."Tapi nggak mungkin Prince Charming suka sama lo. Lo pasti kasih sesuatu kan sampa

  • Don't Touch Me, Prince!   Pertandingan Basket

    Dua hari kemudian...Sekarang adalah saatnya festival sekolah SMA Cendekia, sekaligus merayakan ulang tahun sekolah.Acara itu diadakan dari pagi hingga malam. Jadi murid-murid akan seharian berada di sekolah.Setiap kelas, dari kelas 10 sampai kelas 12, menampilkan berbagai kegiatan di acara tersebut."Sibuk bener nih sekolah" ucap Zara yang memperhatikan di sekelilingnya yang begitu sibuk."Ya iyalah. Gimana nggak sibuk, sekarang ada festival sekolah sekaligus merayakan ulang tahun sekolah. Lo nggak lihat pada ramai begini" balas Sora."Kalian tahu nggak, Arion bakal nyanyi di acara nanti malam.""Serius lo. Gue nggak sabar lihat pertunjukan nya langsung.""Akhirnya, gue bisa lihat Arion nyanyi secara langsung."Zara dan Sora melihat ke arah cewek-cewek di kelasnya yang kegirangan."Arion nanti bakal nyanyi" ucap Zara."Iya. Dan gue harap, lo akan menanti hal itu" sahut Arion yang tiba-tiba muncul di samping Zara."Lo ngapain disini?" tanya Zara."Ini kelas gue juga Zara" jawab Ario

  • Don't Touch Me, Prince!   Fear of Losing

    Arzan mencari-cari Zara, tapi tidak ketemu. Padahal tadi dia suruh Zara untuk menunggunya di ruang tamu."Mana sih tuh anak?"Arzan terus mengelilingi rumahnya, dan dia akhirnya menemukan Zara yang sedang duduk di pinggir kolam renang."Ternyata lo disini. Gue daritadi cariin lo." Arzan berjalan mendekati Zara."Sorry. Gue cuman mau main air aja." Zara memasukkan kaki nya ke dalam air."Bukannya lo takut dekat-dekat di kolam renang" ujar Arzan."Darimana lo tahu?""Feeling aja sih.""Sekarang nggak terlalu lagi. Sejak papa mulai ajarin gue cara berenang" ucap Zara."Kalau diingat-ingat, gue dan lo juga pernah berdua di kolam renang saat di hukum guru" ucap Arzan sembari berpikir."Waktu itu lo sampe nangis, gara-gara ngira gue hampir mati di kolam renang" lanjutnya sambil tertawa."Siapa suruh lo kek gitu. Sok-sokan nahan napas dalam air. Mati nanti baru tahu rasa" cibir Zara kesal."Jadi pengen gue mati nih?""Nggak lah!" jawab Zara cepat yang langsung membuat Arzan tertawa renyah.

  • Don't Touch Me, Prince!   Shameful Day

    "Kamu udah bilang sama Arzan kan Zara?" tanya Luna saat mengetahui Zara sudah turun dari lantai atas."Hmm, sudah Ma."Luna memperhatikan tingkah Zara yang sedikit aneh menurutnya. Tatapannya jatuh pada leher Zara. "Kok leher kamu merah-merah begitu?"Zara terkejut. Dia lupa untuk menutupi lehernya. Dia langsung menutup lehernya dengan rambut panjangnya. "Itu tadi, Zara digigit nyamuk Ma.""Nyamuk?" Luna tersenyum tipis. Zara kira, dia tidak tahu kenapa lehernya bisa begitu. Luna menggelengkan kepalanya pelan. "Dasar anak ini, dia tidak bisa menahan dirinya" batinnya."Kenapa Ma. Kok geleng-geleng kepala gitu?""Nggak ada apa-apa."Beberapa saat kemudian, Arzan turun dari lantai atas, dan bersamaan papanya Arzan sudah pulang."Papa... Tumben kok cepat pulang?" tanya Arzan."Kenapa memangnya kalau papa cepat pulang? Kamu nggak senang?" tanya Zen, papanya Arzan.Awal Zara lihat Zen, Zara merasakan aura yang begitu kuat dari Zen. Sifatnya yang tegas dan berwibawa sangat terlihat. Zen ben

  • Don't Touch Me, Prince!   Hukuman Arzan dan Zara

    Dengan wajah malas, Zara duduk tenang di tempatnya. Tiba-tiba mood nya buruk hari ini.Kejadian di rumah Alex masih membuat di kesal setengah mati. "Hufftt..." membaringkan kepalanya di atas meja.Sora menggoyangkan pundak Zara. "Ra, Zara. Lo kenapa sih?""Lagi malas" jawabnya singkat."Jangan mala

  • Don't Touch Me, Prince!   Tuan Muda Alex

    Seorang gadis memandangi rumah besar yang ada di depan matanya dengan ekspresi yang mengatakan "wow." Gadis itu adalah Zara Aurora dan rumah yang ada di depannya adalah rumah Alex Gajendra."Gila, gede bener rumah si ketos songong" gumamnya.Seseorang wanita paruh baya keluar dari rumah tersebut. "

  • Don't Touch Me, Prince!   Cilok dan Hari Sial

    "Sora, kita ke kantin yuk. Gue laper banget. Gue pengen makan cilok" ucap Zara sambil mengusap perutnya yang mulai keroncongan.Sora menggelengkan kepalanya melihat tingkah Zara yang kekanak-kanakan. "Ya udah, ayo. Gue juga pengen makan cilok" Sora menggandeng tangan Zara keluar dari kelas.Sesam

  • Don't Touch Me, Prince!   Hari-Hari Bersama Mereka

    "Mama... Zara pulang..." Zara yang baru sampai dirumahnya setelah pulang dari sekolah melepas sepatunya di depan pintu masuk. Ini sudah menjadi kebiasaan Zara setiap pulang sekolah.Kehidupan Zara terbilang lumayan. Mamanya seorang guru sekolah dasar, dan papanya seorang polisi. Yang bisa di bilan

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status