/ Young Adult / Don't Touch Me, Prince! / Jadi Babu Iblis Tampan

공유

Jadi Babu Iblis Tampan

last update 게시일: 2026-05-24 15:28:30

Zara Aurora adalah gadis yang menyandang status sebagai siswa kelas 10 di SMA Cendekia.

Tapi sekarang, kehidupan sekolah yang diidam-idamkan nya pupus sudah, setelah mencari masalah dengan Prince Charming.

Tap... Tap... Tap...

Seorang gadis terus berlari di lorong sekolah. Dia seperti sedang menghindari sesuatu.

"Zara...!" panggil Sora. "Lo kenapa lari-lari sih."

"Sora, please... Bantuin gue untuk jauh dari mereka" mohon Zara sambil mengatupkan kedua tangannya.

"Lo dikejar Prince Charming lagi" ujar Sora.

"Gue capek, lari-lari terus dari mereka" ucap Zara.

"Lo sih, cari masalah dengan mereka. Sekarang dah kena akibatnya kan" ucap Sora.

"Argh! Mau gimana lagi Ra. Gue gak sengaja cari masalah dengan mereka. Bagaimana sekarang gue?" Zara mengacak-acak rambutnya frustasi.

"Lebih baik lo minta maaf sama mereka" saran Sora.

"Jangan gila deh. Yang ada melayang nyawa gue" ujar Zara.

"Please, tolongin gue Sora..." Zara mengatup kedua tangannya memohon pada Sora.

Zara membelalakkan matanya kaget kala mendengar teriakan para cewek-cewek di lorong. Dia sudah tahu kalau ada teriakan seperti itu pasti orang-orang yang ingin dia hindari muncul.

"Aaahh! Pangeran gue!" teriak para cewek-cewek.

Deg!

Zara memang tidak melihat mereka karena dia posisi membelakangi. Tapi karena mendengar kata "pangeran..." Fiks, dia harus segera lari dari sini.

"Sora, gue harus pergi" ucap Zara tapi terurungkan saat ada suara yang memanggil namanya.

"Zara Aurora!"

Zara seketika membeku, dengan wajah tegang.

Zara berdoa dalam hati, supaya dia selamat dari semua ini.

Dia membalikkan tubuhnya, dan 4 cowok tampan berdiri di depannya dengan ekspresi yang tidak bisa di artikan. Well, bisa dibilang menyeramkan bagi Zara.

"Mau kemana lo?!"

"Lo gak bisa lari dari gue" ucap cowok tampan yang bernama Alex Gajendra.

Alex Gajendra, putra seorang dokter bedah yang terkenal di seluruh dunia yang memiliki rumah sakit sendiri. Rumah sakit yang terkenal karena fasilitas nya yang canggih. Dia termasuk Prince Charming.

"Tanggung jawab setelah berbuat seperti ini pada gue" ucap Arzan.

Arzan Ravindra cowok tampan yang merupakan salah satu Prince Charming. Putra sulung dari seorang Jenderal tentara. Dia mempunyai dua orang adik, cewek cowok yang masih SMP.

"Lo mempermalukan gue, gue gak akan maafin lo" ucal Axelle tajam.

Axelle Evano, putra satu-satunya di keluarganya. Ayahnya seorang CEO yang terkenal. Perusahaan nya pun ada dimana-mana, bahkan sampai di luar negeri. Kekayaannya pun tidak perlu diragukan lagi.

"Gue ikuti lo sampai ke ujung dunia sekalipun" ujar Arion.

Arion Gibran adalah anak dari seorang artis terkenal. Keluarganya memang keluarga selebritis dunia. Dia anak kedua, kakaknya adalah seorang model internasional.

Zara yang mendengar semua ucapan para Prince Charming, hanya bisa pasrah.

Ruang dan waktunya semakin sempit. Hancurlah semua yang dia impikan di sekolah ini. Zara hanya bisa mengucapkan selamat tinggal pada kehidupan sekolahnya yang tentram dan damai yang selalu dia impikan selama ini.

"Gue minta maaf. Serius deh, gue gak pernah mau cari masalah dengan kalian" ucap Zara takut.

"Heh? Lo kira gue bakal percaya sama omongan lo" sinis Arzan.

"Lo udah berani nampar gue di tempat umum. Seumur-umur, baru pertama kalinya gue di tampar, apalagi sama cewek kayak lo" ucap Axelle.

"Lo udah pecahin kaca mobil gue. Lo harus bayar biaya perbaikan mobil gue" ujar Arion.

"Lo kira gue tempat sampah. Lo berani nendang kaleng di kepala gue" ucap Alex dingin.

"Udah tumpahin minuman kesukaan gue lagi" kesal Arzan.

"Tapi gue kan dah minta maaf sama kalian. Kalian aja yang terlalu membesar-besarkan masalah" balas Zara.

"Lo berani nantang kita" ucap Arzan dengan tatapan tajam.

Zara memejamkan matanya, berpikir untuk cari cara agar dia bisa keluar dari masalah ini. "Duh, gimana ini. Apa yang harus gue lakuin sekarang?" batinnya.

"Begini aja. Kalian lupain segala yang gue lakuin sama kalian. Kalian lebih baik memaafkan orang dari pada membalas dendam, biar tidak tambah dosa" ucap Zara dengan senyum kaku.

"Nggak semudah itu. Lo kira berurusan dengan kita-kita itu masalah yang mudah. No, you are wrong" balas Arion.

"Kalo lo mau kita maafin. Lo harus lakuin apa yang kita minta. Bagaimana? Lo mau?" tawar Alex.

Tanpa berpikir, Zara menganggukkan kepalanya cepat. "Gue mau, apapun itu."

Keempat cowok tampan tersebut tersenyum misterius. "Lo harus jadi babu gue" ucap mereka bersamaan.

Napas Zara tercekat, dia sepertinya kehilangan pernapasan setelah mendengar ucapan yang tidak dia inginkan selama hidupnya.

"Gue ingin menghindar dari mereka, tapi kenapa gue makin masuk ke dalam kehidupan mereka" batin Zara yang sudah pasrah.

Ya, dia pasrah. Dia ingin masalah selesai. Mungkin dengan jadi babu mereka, dia termaafkan.

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요

최신 챕터

  • Don't Touch Me, Prince!   Love (END)

    Tinggal menghitung hari menjelang tahun baru. Zara dan keluarga liburan di tepi pantai, yang batal beberapa hari yang lalu. Sora dan Prince Charming juga ikut bersama mereka. Kali ini, mama Zara yang mengundang mereka. “Nggak apa-apa Mama Helen. Kami bisa ikut merayakan tahun baru bareng kalian kok. Lagipula keluarga kami semuanya sibuk” ucap Arion. “Iya mama Helen. Mama papa selalu tugas di tahun baru” ucap Alex. “Keluarga ku pergi keluar negeri. Tapi aku ingin merayakan tahun baru di Indonesia aja” ucap Axelle. “Kami ikut mama Helen aja. Mama papa juga izinin, karena mereka juga pergi bersama dengan keluarga Axelle” ucap Arzan. Begitulah yang mereka katakan, saat Helen menghubungi mereka berempat. Dan disinilah mereka berada sekarang. Di pantai, dengan cuaca yang sangat cerah. Zara yang mengenakan celana pendek dan kaos mini berjalan-jalan menikmati pasir putih di pantai, di temani oleh Sora. Dan para Prince Charming berselancar di laut. Tidak usah di pertanyakan baga

  • Don't Touch Me, Prince!   Teman Masa Kecil

    Dari jendela kamar, Zara memandang ke arah luar. Hari ini hujan turun. Dan rencana mereka liburan ke pantai juga batal.“Kenapa juga hari ini hujan. Jadi batal dong, kita bermain di pantai” ucap Sora di seberang sana.Zara dan Sora sedang melakukan panggilan video call. “Mau gimana lagi. Mungkin besok kita baru ke pantai atau beberapa hari kemudian.”“Iya sih. Tapi tetap aja batal hari ini.”Zara merebahkan dirinya di atas kasur. “Kita bisa ke pantai lain hari.”“Ya udah deh. Gue udah di panggil mama gue nih. Gue matiin ya.”Zara mengangguk. Dan panggilan video call mereka pun berakhir.Zara menghabiskan waktu nya membaca komik di dalam kamar.Saat sore hari, hujan baru berhenti turun. Zara keluar dari kamarnya untuk pergi ke minimarket yang tidak jauh dari rumahnya.Di perjalanan menuju minimarket, dia bertemu dengan Axelle. Ekspresi Axelle juga sedikit terlihat kaget.“Lo kenapa bisa ada disini?” tanya Zara.“Gue ada urusan” ucap Axelle sambil melihat ke arah lain.“Urusan apa? Dan

  • Don't Touch Me, Prince!   Tidak Menyerah

    Setelah selesai makan Zara dan Sora duduk di pinggir kolam renang sambil menggerakkan kaki mereka di dalam air. “Untung gue ikut liburan kesini. Kalau nggak gabur juga gue selama liburan.”“Tapi bagus juga sih. Biar gue ada teman.”Tiba-tiba para Prince Charming muncul. “Lo ada disini Zara” ucap Arion.“Kenapa? Cariin gue?”“Ya nggak kenapa-kenapa sih” jawab Arion.“Arzan, lo mau berenang nggak?” tanya Arion pada Arzan.Seketika Arzan membuka baju nya dan menampilkan otot-otot di tubuhnya. Arion langsung bersiul saat melihat tubuh Arion. “Agresif bener lo malam ini.”“Diam lo. Kata lo mau berenang” sahut Arzan.“Okay.” Giliran Arion yang melepas pakaiannya. Otot di tubuh Arion juga tak kalah sama dengan Arzan. Ekspresi wajah Zara sedikit terkejut sekaligus kebingungan. “Ngapain mereka berenang malam-malam begini?” ucap Zara dalam hati.Byur!Arzan dan Arion langsung menyebur ke dalam kolam. Zara dan Sora terkena cipratan air karena masih duduk di pinggir kolam.“Pakaian gue jadi bas

  • Don't Touch Me, Prince!   Next

    “Zara… Bangun!” teriak Sora di dekat telinga Zara. Zara langsung bangun dari tidurnya seketika. “Gue kaget astaga!” sahutnya sembari mengelus dadanya, dia hampir jantungan mendengar teriakan Sora. “Ini udah jam berapa astaga. Kita telat!” ucap Sora. “Hah? Apa? Kenapa?” Zara masih setengah sadar. Dia masih mengantuk. Sora mengguncang tubuh Zara. “Lo nggak ingat kita pergi ke vila nenek lo hari ini. Mama papa lo udah nunggu lo dari tadi. Lo masih aja belum bangun.” “Gue masih ngantuk loh. Lagipula kita nggak ada acara penting kok. Cuman liburan aja.” “Jalanan macet. Lo mau kita sampai di sana kemalaman. Buruan lo siap-siap” ucap Sora sambil mendorong tubuh Zara untuk bangun dari tempat tidur. “Iya, gue mau mandi dulu.” “Cepetan. Gue keluar dulu, sama mama papa lo.” Sora pun keluar dari kamar Zara. “Zara udah bangun Sora?” tanya Helen. “Dia lagi siap-siap Tante.” “Anak ini. Kok bisa dia lupa kalau hari ini kita pergi liburan.” “Pa, apa masih macet jalanan kah? Kala

  • Don't Touch Me, Prince!   We Love Zara

    Ting tong! Seseorang membunyikan bel rumah Zara. Zara yang mendengar bunyi bel itu langsung keluar dari kamar. "Mungkin paket yang datang." Ceklek! Zara melihat seorang pria. "Halo, dengan Nona Zara?" tanya pria tersebut. "Iya. Saya sendiri. Ada apa ya?" Pria tersebut memberikan sebuah kotak pada Zara. "Ini ada titipan buat Nona Zara." "Titipan? Dari siapa?" "Saya tidak bisa memberitahu kan nya Nona. Kalau begitu saya permisi." Pria tersebut pamit pergi dari rumah Zara. "Ini kotak dari siapa?" Zara menelusuri setiap inci kotak tersebut, mana tahu dia menemukan sebuah petunjuk. "Tidak ada nama pengirimnya." Zara mengunci pintu rumahnya kembali, dan masuk ke dalam kamarnya. Kotak tersebut di letakkan nya di atas kasurnya. "Ini kotak dari siapa sih?" Zara menatap kotak berwarna pink tersebut. Dia masih berpikir, siapa nama pengirim kotak ini. Daripada penasaran, Zara membuka kotak tersebut. Dia sedikit tercengang bahwa isi kotak tersebut adalah sebuah dress warna

  • Don't Touch Me, Prince!   Nembak or Lamaran

    Setelah acara balapan-balapan itu, Zara jadi terjebak pada malam itu juga.Well, kok dia merasa dijadikan bahan taruhan ya. Tapikan, dia juga yang kesusahan begini.Seperti malam ini. Dia terjebak dalam acara pernyataan cinta Axelle, atau yang disebut acara tembak-tembakan. Masalahnya, orangtua Zara juga berada disini. Orangtua Axelle juga ada disini. Bukan itu saja, orangtua Alex, Arzan, dan Arion juga berada disini.Ini acara nembak, atau lamaran sih. Pake bawa orangtua segala lagi. Inilah, yang membuat Zara kesusahan pada malam ini.Zara menggunakan dress putih, sama dengan warna kemeja Axelle. "Ini lo mau nembak, atau lamaran sih?!" kesal Zara.Axelle tersenyum. "Kalau lo anggap ini sebagai lamaran, no problem."Sedangkan ketiga cowok itu yang sedang memandangi Axelle dan Zara, sangat kesal bercampur marah. Apalagi Alex, dia benar-benar marah saat ini.Apalagi, karena Axelle pake acara undang orangtua segala lagi."Kok jadi Axelle yang bareng Zara, Alex?" tanya Sinta.Alex tidak

  • Don't Touch Me, Prince!   Tuan Muda Alex

    Seorang gadis memandangi rumah besar yang ada di depan matanya dengan ekspresi yang mengatakan "wow." Gadis itu adalah Zara Aurora dan rumah yang ada di depannya adalah rumah Alex Gajendra."Gila, gede bener rumah si ketos songong" gumamnya.Seseorang wanita paruh baya keluar dari rumah tersebut. "

  • Don't Touch Me, Prince!   Cilok dan Hari Sial

    "Sora, kita ke kantin yuk. Gue laper banget. Gue pengen makan cilok" ucap Zara sambil mengusap perutnya yang mulai keroncongan.Sora menggelengkan kepalanya melihat tingkah Zara yang kekanak-kanakan. "Ya udah, ayo. Gue juga pengen makan cilok" Sora menggandeng tangan Zara keluar dari kelas.Sesam

  • Don't Touch Me, Prince!   Hari-Hari Bersama Mereka

    "Mama... Zara pulang..." Zara yang baru sampai dirumahnya setelah pulang dari sekolah melepas sepatunya di depan pintu masuk. Ini sudah menjadi kebiasaan Zara setiap pulang sekolah.Kehidupan Zara terbilang lumayan. Mamanya seorang guru sekolah dasar, dan papanya seorang polisi. Yang bisa di bilan

  • Don't Touch Me, Prince!   Zara, Alex and Axelle

    Zara yang sedang membersihkan ruangan OSIS, tiba-tiba di kagetkan oleh kedatangan ketua OSIS. Siapa lagi kalau bukan Alex."Yang bersih nyapu nya" tegur Alex."Bodoh amat. Yang nyapu kan gue, jadi terserah gue dong." Zara menjulurkan lidahnya mengejek Alex.Alex tidak menanggapi Zara. Dia duduk di

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status