Share

Bab 60

Penulis: Lavendulaaa
last update Tanggal publikasi: 2025-12-31 21:57:35

Miya turun dari mobil. Dia berjalan menyusuri parkiran menuju ke sebuah jalan setapak yang telah lama tidak dia lewati. Langkahnya terus membawanya ke tempat yang sunyi.

Miya berdiri menatap batu nisan bertuliskan nama mantan kekasihnya yang telah pergi meninggalkannya. Dia menaruh buket bunga yang dia bawa dan memejamkan matanya. Sejenak otaknya mengingat banyak memori tentang mereka.

“Kenapa kamu masih datang ke sini?” tanya seseorang dari balik badan Miya.

Miya membalikkan badannya dan melih
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 107

    Naya bertemu dengan Sari di kampus. Sahabatnya itu pun sudah menunggu dirinya datang. Sari memeluk dirinya dengan erat."Kenapa kamu main peluk-peluk?" tanya Naya yang mulai melepaskan pelukannya. "Aku dengar semua yang terjadi sebelumnya. Kamu yakin baik-baik aja sekarang?" tanya Sari balik."Oh itu, udah baik-baik aja. Aku nggak mempermasalahkan apa pun lagi. Sekarang, aku benar-benar selesai sama dia, Sar." Naya mengatakan dengan tenang."Kamu yakin sudah sangat baik-baik saja, Nay?" tanya Sari dan berjalan bersama dengan sahabatnya. "Bukan yang sangat baik-baik saja, tapi cukup baik aja. Sudah mulai kebiasaan dengan ketidakhadiran dia di dalam hidupku." Naya menjawab dengan tenang."Kamu yakin, Nay? Aku tahu banget, kamu suka sekali menahan apa yang kamu rasakan, Nay. Nggak semua harus kamu lalui, tapi kalau yang satu ini, agaknya aku tidak bisa terlalu mendukungmu untuk melanjutkan apa yang membuatmu senang selama ini," kata Sari panjang.Naya tertawa pelan mendengar hal terseb

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 106

    Waktu berlalu dengan cepat. Namun, kekhawatiran Naya sama sekali tidak terjadi. Bahkan saat magangnya sudah hampir selesai pun, semua ketakutannya tidak terjadi.Ada rasa syukur, karena dirinya tidak membawa pengaruh buruk untuk perusahaan tempat dirinya belajar. Namun, tidak dipungkiri, bahwa dirinya juga menjadi bahan gosip untuk teman-temannya. Naya pun tidak bisa mengelak dengan bahasan skandal yang ada.Dia sangat sadar apa yang sebelumnya dia lakukan. Terlebih menyangkut hubungannya dengan Ardi. Namun, dia tidak bisa membela dirinya sama sekali.Hari ini, Naya harus menyelesaikan semua proses untuk magangnya. Dia mendatangi meja Pak Tiko dan membawa beberapa berkas yang harus ditandatangani ole pria itu. Namun, pria itu tidak seperti biasanya dan meminta Naya untuk menemuinya di pantry.Naya pun segera berjalan ke pantry, di mana biasanya Pak Tiko membuat kopi untuk menemani menyelesaikan pekerjaannya. Dia duduk di depan kitchen island. Dia menatap Pak Tiko yang sedang memasukka

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 105

    "Pernah kamu berpikir untuk bercerai sama aku?" tanya Miya yang duduk di kasur. Langkah Ardi benar-benar terhenti di ambang pintu. Dia membalikkan badannya dan menatap istrinya. Dia menghelakan napas sebelum dirinya menjawab pertanyaan istrinya itu"Pernah, dan bahkan kalau kamu lupa, aku pernah memberikan surat perjanjian cerai saat kamu mengatakan, kamu mengandung Daffa." Ardi menjawab dengan sangat tenang. Semua dia katakan tanpa ada keinginan untuk menyembunyikan sesuatu dari istrinya itu.Di dalam hatinya, Ardi sudah merasa sangat malu. Namun, dia ingin istrinya juga tahu, bahwa selama ini cinta untuk wanita yang memberinya keturunan itu tidak pernah ada. Semua yang dia rasakan hanya rasa tanggung jawab untuk menjaga aib keluarganya. Namun, Miya memang tidak mudah percaya dengan apa yang ada."Masih tidak percaya denganku?" tanya Ardi pada istrinya.Tidak ada jawaban dari Miya yang keluar. Namun, dia menatap Ardi dengan wajah tanpa ekspresi. Melihat hal itu, Ardi memilih meningg

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 104

    Hubungan Naya dan Ardi benar-benar berakhir di hadapan kedua orang tua Naya. Ardi dan Miya keluar dari rumah Naya. Mama Naya mengantar keduanya. Sementara itu, Naya menangis di dalam pelukan papanya. Tanpa menghakimi perasaan anaknya, papa Naya memeluk erat anaknya. Dia mengusap lembut punggung anaknya, mencoba memberikan kekuatan untuk anaknya. Naya tidak mengatakan apa pun, hanya menangis di dalam pelukan papanya. "Tenang, Nay. Papa ada di sini sama kamu. Papa hanya nggak mau kamu salah jalan, Nak. Papa tahu, kamu baru belajar mengenal cinta, tapi memang tahta tertinggi tentang cinta adalah melepaskan, Nay. Kamu nggak boleh merusak dan mengambil milik orang lain, Nak. Papa nggak mau kamu dijadikan olok-olokan publik." Papa Naya mencoba membuat Naya sadar, apa yang mereka lakukan adalah untuk Naya."Aku tahu, Pa. Cuma rasanya sakit juga. Ternyata melepaskan tidak semudah itu." Naya mengatakannya dengan suaranya yang bergetar."Benar. Melepaskan memang tidak semudah itu. Maka dari i

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 103

    Seperti yang direncanakan, Naya beserta keluarga bertemu dengan Ardi. Namun, pertemuan itu dilakukan di rumah Naya atas permintaan Miya yang ingin melihat reaksi suaminya lebih jelas, saat mendatangi keluarga Naya. Ardi terdiam di bangku kemudi, saat berhenti di depan sebuah rumah megah yang tidak pernah benar-benar dia lihat.Ardi menoleh ke arah istrinya yang ada di sampingnya. Wanita itu terlihat sedang merapikan make upnya. Ardi menatap datar wanita yang merapikan dandanannya itu. "Maksud kamu apa?" tanya Ardi pada istrinya yang masih sibuk dengan wajahnya."Mengantarmu bertemu dengan kekasih kecilmu itu." Miya mengatakannya dengan sangat tenang. "Miya, aku tidak bercanda." Ardi menatap datar istrinya yang ada di sampingnya."Siapa yang sedang bercanda? Aku pun tidak bercanda. Ayo, pasti keluarga kekasih kecilmu itu sudah menunggumu,' kata Miya yang keluar dari mobilArdi dengan cepat menyusul istrinya dan menahan langkah istrinya. Miya berhenti melangkah dan menatap tenang suam

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 102

    Naya menatap ponselnya. Sejak kepulangannya terakhir, dia masih berkomunikasi dengan Ardi, sebagaimana biasanya. Dia juga tidak mengatakan apa pun pada Ardi. Ada rasa ingin menceritakan pada Ardi apa yang sedang terjadi. Namun, dia masih berusaha menahan untuk meyakinkan dirinya untuk memutuskan sesuatu. Perasaannya masih terus tumbuh untuk Ardi, meski dirinya sudah jarang bertemu dengan pria itu. Namun, Ardi selalu memberi kabar untuk dirinya.Setiap pesan dari Ardi membuat Naya selalu teringat akan pesan papanya. Namun, masih belum ada gairah untuk dirinya membicarakan dengan Ardi. Pikirannya berkecamuk dengan apa yang terjadi sebelumnya. "Bu Miya bikin masalah banget! Ini gimana kalau aku menolak untuk berpisah dengan Pak Ardi. Papa sama Mama akan bereaksi kayak apa, kalau aku menolak?" Naya menjatuhkan kepalanya ke bantal dan menenggelamkan wajahnya di bantal. Dia merasa sangat pusing dengan apa yang terjadi akhir-akhir ini. Naya membalikkan badannya dan menatap ceiling ruangan

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 04

    Kedekatan antara Naya dan Ardi semakin terlihat saat Naya terpilih menjadi ketua UKM basket. Bahkan Naya mulai terlihat dekat dengan banyak orang lain. Seperti saat ini, Naya duduk bersama dengan Ardi dan wakil ketua UKM basket, Rangga Baskhara yang sedang membicarakan persiapan untuk pertandingan

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 03

    Setelah melihat Naya bisa sangat terpuruk, Ardi jadi lebih memperhatikan permainan Naya di setiap latihan. Bahkan dia juga tidak jarang mengajak Naya berbicara setelah latihan untuk menyadarkan anak itu, bahwa banyak yang sangat memperhatikannya. Seperti hari ini, Naya masih duduk di tepi lapangan

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 02

    Matahari mulai berpindah ke ufuk barat, membuat semburat senja yang sangat memanjakan mata untuk melihatnya. Naya turun dari ojek online dan masuk kembali ke rumahnya. Dia melihat mobil yang akhir-akhir ini sudah jarang dilihat jam segini di rumah. Naya melanjutkan langkahnya dan bertepatan dengan

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 01

    Pertandingan basket sedang berlangsung. Waktu terus bergulir dan di waktu terakhir, Naya mengangkat kedua tangannya memberi kode kepada temannya. Naya menerima bola tersebut dan memantau sekelilingnya. Naya melempar bola ke ring dan berusaha membuat poin di akhir pertandingan. “Three point!” Suar

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status