Share

Bab 60

Author: Lavendulaaa
last update publish date: 2025-12-31 21:57:35

Miya turun dari mobil. Dia berjalan menyusuri parkiran menuju ke sebuah jalan setapak yang telah lama tidak dia lewati. Langkahnya terus membawanya ke tempat yang sunyi.

Miya berdiri menatap batu nisan bertuliskan nama mantan kekasihnya yang telah pergi meninggalkannya. Dia menaruh buket bunga yang dia bawa dan memejamkan matanya. Sejenak otaknya mengingat banyak memori tentang mereka.

“Kenapa kamu masih datang ke sini?” tanya seseorang dari balik badan Miya.

Miya membalikkan badannya dan melih
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 109

    Naya menatap pantulan dirinya di cermin. Dia tersenyum saat menatap toga yang sudah dipakainya dengan rapi. Sebuah ketukan membuat Naya menoleh ke arah pintu kamarnya. Terlihat papanya sedang berdiri di ambang pintu. "Boleh Papa masuk?" tanya papa Naya. Naya menganggukkan kepalanya dan mempersilakan papanya masuk. Papa Naya pun masuk ke kamar anaknya. Dia memperhatikan anaknya yang sudah terlihat sangat cantik. "Kamu gimana, Nay? Sudah merasa lebih lega?" tanya papa Naya yang berdiri di depan anaknya. "Apa pertanyaan ini menyangkut masalah Pak Ardi, Pa?" tanya Naya yang memastikan arah pertanyaan papanya. "Kalau Papa tanya masalah itu, apa boleh?" tanya papa Naya. Naya menganggukkan kepalanya. Dia sangat paham dengan kekhawatiran yang ada pada keluarganya. Naya tersenyum sebentar menatap papanya yang sedang menatapnya. "Aku baik-baik aja, Pa. Aku nggak ada hubungan lagi sama Pak Ardi. Papa bisa cek ponselku, Pa. Aku sama sekali ngak bohongkan Papa kali ini," jawab Naya ya

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 108

    Waktu berlalu begitu cepat. Hari-hari yang penuh revisi akhirnya selesai. Naya pun sudah mendapatkan jadwal untuk melakukan sidang. Naya berjalan dengan Sari, yang baru saja melakukan bimbingan atas revisinya. Wajah lelah terlihat di wajah Sari. Namun, gadis itu hanya bergelayut manja ke sahabatnya yang ada di sampingnya. "Kenapa? Capek banget, ya, kamu?" tanya Naya yang mempersilakan sahabatnya bersandar pada bahunya."Jujur, capek banget. Revisiku kayak nggak pernah benar, Nay. Capek banget. Pengin cepat selesai, tapi kenapa rasanya kayak susah banget buat selesainya." Sari mencurahkan perasaannya dengan nada sedignya. "Sar, tenang aja. Pasti selesai kok. Jangan terfokus sama kecepatan orang menyelesaikannya. Setiap orang punya kecepatannya sendiri, Sar. Jangan menyamakan pace-mu sama orang lain. Itu yang akan membuat kamu semakin tertekan," kata Naya memberikan sedikit pandangannya. "Tapi, kamu tetap aja bisa menyelesaikannya dengan cepat, sementara aku belum selesai revisi," b

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 107

    Naya bertemu dengan Sari di kampus. Sahabatnya itu pun sudah menunggu dirinya datang. Sari memeluk dirinya dengan erat."Kenapa kamu main peluk-peluk?" tanya Naya yang mulai melepaskan pelukannya. "Aku dengar semua yang terjadi sebelumnya. Kamu yakin baik-baik aja sekarang?" tanya Sari balik."Oh itu, udah baik-baik aja. Aku nggak mempermasalahkan apa pun lagi. Sekarang, aku benar-benar selesai sama dia, Sar." Naya mengatakan dengan tenang."Kamu yakin sudah sangat baik-baik saja, Nay?" tanya Sari dan berjalan bersama dengan sahabatnya. "Bukan yang sangat baik-baik saja, tapi cukup baik aja. Sudah mulai kebiasaan dengan ketidakhadiran dia di dalam hidupku." Naya menjawab dengan tenang."Kamu yakin, Nay? Aku tahu banget, kamu suka sekali menahan apa yang kamu rasakan, Nay. Nggak semua harus kamu lalui, tapi kalau yang satu ini, agaknya aku tidak bisa terlalu mendukungmu untuk melanjutkan apa yang membuatmu senang selama ini," kata Sari panjang.Naya tertawa pelan mendengar hal terseb

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 106

    Waktu berlalu dengan cepat. Namun, kekhawatiran Naya sama sekali tidak terjadi. Bahkan saat magangnya sudah hampir selesai pun, semua ketakutannya tidak terjadi.Ada rasa syukur, karena dirinya tidak membawa pengaruh buruk untuk perusahaan tempat dirinya belajar. Namun, tidak dipungkiri, bahwa dirinya juga menjadi bahan gosip untuk teman-temannya. Naya pun tidak bisa mengelak dengan bahasan skandal yang ada.Dia sangat sadar apa yang sebelumnya dia lakukan. Terlebih menyangkut hubungannya dengan Ardi. Namun, dia tidak bisa membela dirinya sama sekali.Hari ini, Naya harus menyelesaikan semua proses untuk magangnya. Dia mendatangi meja Pak Tiko dan membawa beberapa berkas yang harus ditandatangani ole pria itu. Namun, pria itu tidak seperti biasanya dan meminta Naya untuk menemuinya di pantry.Naya pun segera berjalan ke pantry, di mana biasanya Pak Tiko membuat kopi untuk menemani menyelesaikan pekerjaannya. Dia duduk di depan kitchen island. Dia menatap Pak Tiko yang sedang memasukka

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 105

    "Pernah kamu berpikir untuk bercerai sama aku?" tanya Miya yang duduk di kasur. Langkah Ardi benar-benar terhenti di ambang pintu. Dia membalikkan badannya dan menatap istrinya. Dia menghelakan napas sebelum dirinya menjawab pertanyaan istrinya itu"Pernah, dan bahkan kalau kamu lupa, aku pernah memberikan surat perjanjian cerai saat kamu mengatakan, kamu mengandung Daffa." Ardi menjawab dengan sangat tenang. Semua dia katakan tanpa ada keinginan untuk menyembunyikan sesuatu dari istrinya itu.Di dalam hatinya, Ardi sudah merasa sangat malu. Namun, dia ingin istrinya juga tahu, bahwa selama ini cinta untuk wanita yang memberinya keturunan itu tidak pernah ada. Semua yang dia rasakan hanya rasa tanggung jawab untuk menjaga aib keluarganya. Namun, Miya memang tidak mudah percaya dengan apa yang ada."Masih tidak percaya denganku?" tanya Ardi pada istrinya.Tidak ada jawaban dari Miya yang keluar. Namun, dia menatap Ardi dengan wajah tanpa ekspresi. Melihat hal itu, Ardi memilih meningg

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 104

    Hubungan Naya dan Ardi benar-benar berakhir di hadapan kedua orang tua Naya. Ardi dan Miya keluar dari rumah Naya. Mama Naya mengantar keduanya. Sementara itu, Naya menangis di dalam pelukan papanya. Tanpa menghakimi perasaan anaknya, papa Naya memeluk erat anaknya. Dia mengusap lembut punggung anaknya, mencoba memberikan kekuatan untuk anaknya. Naya tidak mengatakan apa pun, hanya menangis di dalam pelukan papanya. "Tenang, Nay. Papa ada di sini sama kamu. Papa hanya nggak mau kamu salah jalan, Nak. Papa tahu, kamu baru belajar mengenal cinta, tapi memang tahta tertinggi tentang cinta adalah melepaskan, Nay. Kamu nggak boleh merusak dan mengambil milik orang lain, Nak. Papa nggak mau kamu dijadikan olok-olokan publik." Papa Naya mencoba membuat Naya sadar, apa yang mereka lakukan adalah untuk Naya."Aku tahu, Pa. Cuma rasanya sakit juga. Ternyata melepaskan tidak semudah itu." Naya mengatakannya dengan suaranya yang bergetar."Benar. Melepaskan memang tidak semudah itu. Maka dari i

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 04

    Kedekatan antara Naya dan Ardi semakin terlihat saat Naya terpilih menjadi ketua UKM basket. Bahkan Naya mulai terlihat dekat dengan banyak orang lain. Seperti saat ini, Naya duduk bersama dengan Ardi dan wakil ketua UKM basket, Rangga Baskhara yang sedang membicarakan persiapan untuk pertandingan

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 03

    Setelah melihat Naya bisa sangat terpuruk, Ardi jadi lebih memperhatikan permainan Naya di setiap latihan. Bahkan dia juga tidak jarang mengajak Naya berbicara setelah latihan untuk menyadarkan anak itu, bahwa banyak yang sangat memperhatikannya. Seperti hari ini, Naya masih duduk di tepi lapangan

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 02

    Matahari mulai berpindah ke ufuk barat, membuat semburat senja yang sangat memanjakan mata untuk melihatnya. Naya turun dari ojek online dan masuk kembali ke rumahnya. Dia melihat mobil yang akhir-akhir ini sudah jarang dilihat jam segini di rumah. Naya melanjutkan langkahnya dan bertepatan dengan

  • Dosa Terlarang Bersama Pelatih   Bab 01

    Pertandingan basket sedang berlangsung. Waktu terus bergulir dan di waktu terakhir, Naya mengangkat kedua tangannya memberi kode kepada temannya. Naya menerima bola tersebut dan memantau sekelilingnya. Naya melempar bola ke ring dan berusaha membuat poin di akhir pertandingan. “Three point!” Suar

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status