เข้าสู่ระบบSesampainya di hotel, kerabat mempelai wanita dan para pendamping pengantin lainnya sudah ada di sana.Kiana mendapati beberapa teman sekelas perempuan yang berbisik-bisik satu sama lain ketika mereka melihatnya."Meski pernikahannya ditipu dan Rachel merebut suaminya, hal-hal seperti ini pada dasarnya sulit dijelaskan. Pada akhirnya, Rachel menikah dengan keluarga kaya dan dia malah diusir.""Dengan kepribadiannya yang dingin dan arogan seperti itu, dia memang pantas menerima akhir seperti ini.""Tapi aku benar-benar mengagumi kemurahan hatinya. Dia masih mau datang untuk menjadi pendamping pengantin Rachel.""Mulai sekarang, Rachel akan menjadi Nyonya Sumargo, siapa yang nggak mau menjilatnya?"Mereka sengaja berbicara dengan suara keras, agar Kiana bisa mendengar percakapan mereka.Bibir Kiana berkedut. Dia tiba-tiba menemukan sosok Susan di kerumunan itu. Hal pertama yang dirasakan Susan saat melihatnya adalah rasa bersalah dan takut. Dia bahkan ingin melarikan diri.Rachel tidak m
"Oke.""Semoga segera dikaruniai anak dan langgeng selamanya.""Semoga segera dikaruniai anak dan langgeng selamanya."Rachel dan ibunya saling bertukar pandang. Keduanya tampak makin puas."Satu cowok satu cewek. Semoga membawa keberkahan melimpah."Tanpa ragu-ragu sedikit pun, Kiana mengulangi, "Satu cowok dan satu cewek. Semoga membawa keberkahan melimpah.""Semoga yang cowok sehebat ayahnya dan yang cewek secantik ibunya. Semoga mereka panjang umur dan bahagia, diberkati dengan keberuntungan.""Semoga yang cowok sehebat ayahnya dan yang cewek secantik ibunya. Semoga mereka panjang umur dan bahagia, diberkati dengan keberuntungan."Melihat Kiana begitu kooperatif, ibunya Rachel mulai bangga dengan dirinya sendiri."Kiana, pekerjaan ini seharusnya dilakukan oleh orang yang beruntung, jadi sebenarnya nggak pantas minta bantuanmu. Tapi karena kamu sahabatnya Rachel, kami ingin kamu berbagi keberuntungan ini."Kiana meletakkan biji teratai terakhir dengan hati-hati, lalu berdiri.Tepat
Mereka dulunya sahabat karib dan berjanji akan menjadi pendamping pengantin satu sama lain saat menikah.Namun, Rachel berselingkuh dengan pacarnya, menikah dengannya, hamil, menipunya selama tiga tahun, dan sekarang dia ingin Kiana menjadi pengiring pengantinnya?Kiana mendengus dingin. Rachel menganggap persahabatan mereka di masa lalu sebagai pisau yang menusuk hatinya.Hanya saja, Kiana tidak merasakan sakit lagi.Sebelum Kiana sempat berbicara, Rachel dengan gembira menariknya ke kamar tidur utama."Aku nggak suka tata letak dan dekorasi yang kamu sukai, jadi aku merenovasinya lagi dan sekarang sudah berbeda sepenuhnya," kata Rachel dengan bangga, sambil menunjuk ke ruangan yang dipenuhi dengan stiker 'kebahagiaan'."Benar juga, tempat ini sudah banyak berubah," ucap Kiana dengan nada sinis."Tapi kenapa kamu nggak ganti tempat tidur ini?"Rachel mengerutkan bibir. "Aku ... aku suka tempat tidur ini.""Rupanya kamu suka barang yang sudah aku tiduri?" Kiana melirik Rachel."Aku dap
Kiana langsung masuk ke dalam. Ada banyak orang di dalam, pria dan wanita, muda dan tua, semuanya adalah kerabat dan teman Keluarga Sumargo. Dia melihat sekeliling, tetapi tidak menemukan orang itu, jadi dia pun lanjut naik ke lantai atas."Kiana, kami nggak mengundangmu. Apa yang kamu lakukan di sini!"Begitu melihatnya, ibunya Yovan buru-buru mengejarnya."Jangan-jangan kamu menyesal dan sengaja datang membuat masalah? Dengar ya, sudah terlambat. Yovan dan Rachel akan menikah besok. Sekalipun kamu berlutut dan memohon pada kami sekarang, Keluarga Sumargo juga nggak menginginkanmu lagi!"Ibunya Yovan mengejar Kiana ke lantai atas dan hendak menghentikannya. Namun, Kiana mengambil patung porselen yang diletakkan di bawah tangga dan berbalik untuk menghantamkannya.Ibunya Yovan terkejut dan buru-buru mundur."Kamu, kamu menerobos rumahku dan bahkan ingin menyerangku! Kamu, kamu sudah keterlaluan!"Kiana hanya tidak ingin berbicara. Jika tidak, dia pasti sudah memaki ibunya Yovan habis-h
Kiana memang tidak bisa berbicara, tetapi dia bisa menggunakan tangannya.Jadi, dia pun meraih Melvin dan menendangnya dua kali.Dalam perjalanan kembali ke kota, Melvin mengigau karena demam tinggi, tetapi dia masih tidak puas."Kalau aku sudah sembuh nanti, aku mau duel sama kamu!"Kiana tidak menggubrisnya. Dia malah melakukan panggilan video kepada ayahnya Tristan.Dia dan Tristan tidak pulang semalam, jadi lelaki tua itu pasti tidak tidur nyenyak.Ayahnya Tristan segera menjawab telepon. Kiana melambaikan tangan sambil tersenyum kepadanya, lalu mengarahkan kamera ke Tristan."Nak, kenapa kamu terluka? Apa yang terjadi? Parah nggak? Di mana kalian sekarang?""Nggak apa-apa. Jangan terlalu dipikirkan," kata Tristan sambil mengerutkan kening."Pasti terjadi sesuatu, 'kan? Cepat kasih tahu Ayah.""Sudah ya. Aku tutup dulu."Tristan langsung menepis kamera, seakan tidak ingin mengucapkan sepatah kata pun lagi.Kiana menghela napas. Tristan selalu memperlakukan ayahnya seperti ini. Dia
"Tapi ada satu hal yang perlu aku jelaskan padamu."Tristan agak terkejut. "Apa?"Kiana menggigit bibir bawahnya. "Ini bukan pengakuan sepihak darimu.""...""Karena aku juga mencintaimu."Tristan menangkup wajahnya dan menyuruhnya mengulanginya lagi."Tristan, aku mencintaimu.""Sekali lagi.""Aku mencintaimu.""Lagi.""Mau seribu kali atau sepuluh ribu kali, juga bisa. Aku mencintaimu. Aku mencintaimu. Aku mencintaimu ...."Kiana yang baru saja mengatakan beberapa kali itu sudah langsung dicium Tristan, membiarkan kata-kata penuh cinta itu melebur ke dalam tubuh mereka, lalu meledak dengan api yang lebih intens, saling membakar dan saling menginginkan dengan penuh gairah.Kiana digendong ke tempat tidur tanpa dia sadari. Dia hanya pasrah, membiarkan pria yang sangat dicintainya itu memiliki dan menguasainya.Namun ada penghalang di antara mereka. Di saat Kiana sangat menginginkannya, akal sehat menghentikannya.Kiana menatapnya dengan mata menyala-nyala.Tristan menatapnya dengan aka







