LOGINMelihat Nia yang begitu segar, Michael tanpa sadar mengulurkan tangan untuk menyentuhnya, tetapi tangannya langsung ditepis."Tahu nggak betapa cemasnya aku pas dengar gurunya bilang dia nggak datang ke sekolah hari ini?"Nia marah. Hanya saja, meski marah, dia masih tetap terlihat cantik.Michael tersadar dari lamunannya dan bertanya, "Kamu sungguh mantan istriku?"Pertanyaan ini agak konyol. Michael baru menyadarinya setelah menanyakannya.Nia terkejut. Dia baru menyadari bahwa Michael telah hilang ingatan. Karena hilang ingatan, dia pasti tidak mengingatnya dan Yuyu lagi, lantas mengapa dia membawa Yuyu pergi?Memikirkan hal ini, dia merasa sedikit gugup."Jadi, bukan kamu yang bawa pergi Yuyu?"Michael mengerjap-ngerjap. "Yuyu itu siapa?"Pikiran Nia mendadak kosong. Tepat di saat itu, Jordi bergegas keluar dan mencengkeram kerah Michael."Di mana kamu sembunyikan Yuyu?"Michael tidak bereaksi ketika Jordi memukulnya barusan, tetapi sekarang setelah dia tersadar, dia tidak akan mem
Dia mengerutkan bibirnya. Apa perlu mengenakan pakaian seperti itu? Bukankah dia datang ke sini untuk merayunya? Untuk apa masih berpura-pura polos? pikirnya dalam hati. Hanya saja, karena tidak ingin merusak suasana, dia pun melambaikan tangannya.Nadia berpura-pura malu dan perlahan mendekati Michael."Kemeja Tuan Michael terlalu besar. Rasanya seperti pakai terusan."Michael meraih ujung kemeja itu dan menariknya lebih dekat. Tarikannya tidak kuat, tetapi Nadia sangat bijaksana. Dia berteriak dan jatuh ke pangkuan Michael. Kemeja yang kebesaran itu, tentu saja, tidak bisa menyembunyikan apa pun. Kemeja itu sudah tersingkap hingga ke pinggang.Michael melirik ke bawah dan melihat Nadia memiliki kaki yang jenjang, ramping, dan putih, serta postur tubuh yang bagus, tetapi wanita ini sama sekali tidak membangkitkan gairahnya.Apa kecelakaan mobil itu bukan hanya merusak otaknya, tetapi juga organ kelaminnya?"Tuan Michael, rumah Anda dingin sekali."Nadia mendekap Michael lebih erat lag
Setelah menyelinap keluar dari rumah Tristan, Michael kembali ke rumahnya sendiri dan tidur hingga siang hari. Dia baru terbangun ketika ponselnya berdering."Tuan Michael, ini aku, Nadia."Begitu mendengar namanya, Michael langsung membayangkan tubuhnya yang lembut dan harum serta bibirnya yang sangat menggoda. Jika mendeskripsikan wanita ini sebagai sebuah hidangan, dia pasti akan menjadi hidangan terlezat di dunia."Nona Nadia, mana mungkin aku melupakanmu.""Tuan Michael, Anda mabuk semalam.""Ya, aku memang mabuk. Seharusnya aku nggak berbuat lancang pada Nona Nadia, 'kan?""Sa, saya nggak keberatan."Berdasarkan beberapa kata-kata itu, Michael yakin bahwa wanita yang diciumnya tadi malam adalah Nadia."Tuan Michael sudah kembali ke Kota Yasel?""Sayang sekali. Padahal aku berencana untuk mentraktir Nona Nadia.""Sebenarnya, saya juga kembali ke Kota Yasel.""Oh ya?"Terdengar keheningan di ujung telepon. Nadia jelas menunggu ajakan Michael. Kening Michael berkerut. Keinginan wani
Tadi malam dia hanya bertemu dengan Nadia saja, 'kan? Jadi, dia menciumnya?Namun setelah dipikir-pikir lagi, dia tidak ingat seperti apa rupa Nadia. Jujur saja, jika Nadia cantik, dia pasti akan mengingatnya. Jika dia tidak mengingatnya, itu berarti dia tidak cukup cantik atau tidak sesuai dengan seleranya. Lantas, mengapa dia bisa menciumnya begitu saja?Yuyu menutup telepon dan menyeka air matanya dengan sedih.Ibunya telah memberitahunya bahwa ayahnya hilang ingatan. Ayahnya tidak mengingatnya dan ibunya lagi. Awalnya, dia tidak bisa menerima kenyataan itu, tetapi ibunya mengatakan itu hanya sementara dan ayahnya membutuhkan waktu untuk pulih. Ayahnya akan mengingat mereka setelah cedera kepalanya sembuh sepenuhnya.Namun selama periode ini, mereka tidak boleh mengganggunya. Jika tidak, itu akan membuat ayahnya terguncang, dan ayahnya mungkin tidak akan pernah mengingat mereka lagi.Dia sangat takut ayahnya tidak mengingatnya dan ibunya lagi, jadi dia terus menahan diri untuk tidak
Nia tahu dia sulit memberikan penjelasan kepada Jordi, jadi dia mendorongnya menjauh dan naik ke atas.Mendengar ada suara di luar, Bertha pun keluar dari kamar Yuyu."Yuyu tahu kamu akan pulang malam ini, jadi dia menunggumu. Dia baru tertidur pas hampir jam 12 tadi," bisik Bertha pada Nia."Ada sesuatu yang terjadi, jadi tertunda." Nia menyuruh Bertha untuk beristirahat. Nia akan tidur bersama Yuyu malam ini."Yuyu terus menunggumu karena dia ingin mengadu padamu.""Mengadu?"Bertha menghela napas. "Jordi tahu aku mengajak Yuyu bermain skateboard, jadi dia memarahiku dengan keras. Dia bilang skateboard sangat berbahaya dan melarang Yuyu untuk bermain lagi."Nia mengerutkan kening. Setiap olahraga pasti punya risiko bahaya. Yang penting berhati-hati saja. Masa tidak membiarkan anak untuk mencoba apa pun? Apalagi, Yuyu sangat menyukai skateboard."Yuyu nggak setuju. Jadi, dia pun membuang papan skateboard-nya Yuyu.""Yuyu pasti nangis, 'kan?""Ya, dia nangis lama sekali. Dia sangat sed
Mendengar itu, Nia tidak bisa tertawa lagi. Dia melayangkan pukulan dan membuat Michael pingsan.Benar saja, Michael memang sudah bajingan sejak kecil. Dia tidak pernah polos ataupun baik hati.Saat tengah malam tiba, orang yang diutus Kiana untuk menjemput Michael akhirnya tiba.Nia menyerahkan Michael kepada mereka, lalu dia baru pulang ke Kota Yasel dengan mobil.Dia sebenarnya bisa saja membawa Michael pulang bersamanya, tetapi dia takut akan membahayakan Michael jika Jordi mengetahui hal itu.Sesampainya di rumah, sudah hampir jam empat pagi. Ruang tamu gelap gulita. Setelah meletakkan tasnya, dia pergi ke ruang makan untuk mengambil segelas air."Kukira kamu akan pulang sebelum tengah malam."Suara itu muncul tiba-tiba sehingga membuat Nia terkejut.Nia segera menoleh. Di bawah cahaya bulan di luar, dia melihat Jordi duduk di ruang makan, menatapnya dengan ekspresi gelap. Nia mengerutkan kening dan menyalakan lampu.Begitu lampu menyala, Jordi memejamkan matanya, dan baru membuka







