共有

BAB 62 FITNAH

作者: Square Pena
last update 公開日: 2026-03-05 18:07:33
Ruang Pertemuan Rahasia Dewan Direksi

Suasana di ruangan itu sedingin kamar mayat. Lima orang anggota Dewan Komisaris The Boss, termasuk Sanjaya dan Jenderal Polisi menatap layar proyektor dengan wajah merah padam menahan murka.

Di layar, terpampang dokumen digital yang sangat meyakinkan, hasil karya seni Kailan dan tim Cyber Phoenix.

Email Terenkripsi: Percakapan antara akun pribadi Julian dengan Kartel Sinaloa di Meksiko.

Isi Pesan:

"Tawaran diterima. Saya akan menyerahkan rute dist
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Elang (Pembalasan Sang Putra Terbuang)   BAB 89 PEMAKAMAN TANPA NISAN -TAMAT-

    Pemakaman Rahasia, Pinggiran Jakarta - (Keesokan Harinya).Hujan gerimis belum juga berhenti, seolah langit Jakarta ikut menangisi kepergian sang hantu penuntut keadilan.Suara cangkul yang menghantam tanah basah terdengar berirama. Dimas dan dua mantan napi dari Blok Hitam sedang menutup lubang lahat itu dengan tanah merah. Otot lengan mereka tegang, tapi tidak ada yang mengeluh. Di mata mereka, pria di dalam peti kayu itu bukan sekadar bos, melainkan dewa penyelamat.Di pinggir liang lahat, Larasati berlutut di atas lumpur. Gaun hitamnya kotor. Dia tidak memedulikannya. Air mata terus mengalir di pipinya yang pucat, tangannya gemetar mengusap gundukan tanah yang baru saja selesai dipadatkan."Maafkan Ibu, Nak..." isak Larasati, suaranya nyaris habis. "Ibu baru memelukmu sebentar... kenapa kau buru-buru pergi..."Tidak ada batu nisan berukir nama di sana. Hanya ada sebuah patok kayu polos.Secara hukum, Elang Dirgantara sudah ma

  • Elang (Pembalasan Sang Putra Terbuang)   BAB 88 KEADILAN YANG DIBAYAR DARAH

    Helipad Gedung Mahkamah Agung - Pukul 08.15 WIB.DOR!Suara letusan pistol kaliber 9mm itu membelah deru angin dari baling-baling helikopter.Bagi Elang, waktu seolah berjalan dalam gerak lambat. Di tengah sisa tenaganya yang sudah habis dan otot jantung yang mulai robek karena efek obat, insting jalanan Napi 9821 mengambil alih untuk terakhir kalinya.Dia tidak memikirkan dirinya sendiri. Dia melihat arah laras pistol Sanjaya yang terkunci lurus ke dahi Larasati.Dengan sisa tenaga paling dasar yang dia miliki, Elang memutar tubuhnya yang kaku. Dia menarik bahu Larasati, membanting wanita itu ke aspal, dan menjadikan punggung serta dadanya sebagai tameng hidup.JLEB!Peluru itu tidak mengenai Larasati.Peluru panas itu menembus punggung kiri jas hitam Elang, merobek tulang rusuk rapuh Elister, dan bersarang tepat di bilik jantung aslinya—jantung yang memompakan kehidupan kedua baginya."Ugh!"Tubuh

  • Elang (Pembalasan Sang Putra Terbuang)   BAB 87 WAJAH ASLI SANG HANTU

    Helipad Gedung Mahkamah Agung - Pukul 08.10 WIB.Cahaya putih dari lampu sorot helikopter polisi membutakan pandangan. Angin puting beliung dari baling-baling menerbangkan debu, pecahan kaca, dan rintik hujan ke udara.Di angkasa, bukan hanya helikopter polisi yang mengitari atap gedung itu. Tiga buah drone kamera beresolusi tinggi milik stasiun TV berita nasional melayang dekat, menyorotkan lensa mereka dengan lampu merah yang berkedip tanda siaran langsung.Seluruh Indonesia sedang menahan napas menonton adegan ini.Sanjaya tertawa serak, meski lehernya menempel pada bilah pisau berdarah milik Elang."Kau tamat, Elang," bisik Sanjaya di sela deru angin. "Jutaan orang sedang menontonmu sekarang. Kalau kau menggorok leherku, kau akan dicatat sejarah sebagai teroris gila yang membunuh Ketua Mahkamah Agung. Turunkan pisaumu. Hukum manusia akan melindungiku!"Dari pengeras suara helikopter polisi, suara Toba kembali menggema keras.

  • Elang (Pembalasan Sang Putra Terbuang)   BAB 86 KONFRONTASI DI ATAP

    Helipad Gedung Mahkamah Agung - Pukul 08.05 WIB.Angin puting beliung buatan dari baling-baling helikopter AgustaWestland menyapu atap beton itu. Suara mesin jetnya memekakkan telinga, menenggelamkan raungan sirine polisi jauh di jalanan bawah sana.Sanjaya—sang Ketua Mahkamah Agung yang kini menjadi buronan—mendorong kursi roda Barata dengan kasar menuju pintu helikopter yang terbuka. Dua pengawal elitnya menyeret Larasati yang meronta-ronta dan menangis."Cepat! Masukkan mereka!" teriak Sanjaya pada pilot.Tapi langkah mereka terhenti.Di ambang pintu akses tangga, Elang berdiri. Kemeja hitamnya basah oleh keringat dan darah. Dua pistol Glock di tangannya memuntahkan peluru.DOR! DOR!Dua pengawal yang menyeret Larasati ambruk dengan lubang di kepala mereka. Larasati jatuh berlutut di aspal helipad, menutupi telinganya.Sanjaya memucat. Dia bersembunyi di balik kursi roda Barata, menjadikan pria tua yang sakit

  • Elang (Pembalasan Sang Putra Terbuang)   BAB 85 MENYERBU ISTANA HUKUM

    Jalan Medan Merdeka Utara - Pukul 07.55 WIB.Truk logistik seberat 12 ton itu melolong buas. Pedal gas diinjak rata dengan lantai kabin. Jarum speedometer bergetar di angka 100 km/jam.Di kursi kemudi, Elang menatap lurus ke depan. Kaca depan truk yang sudah dilapisi baja anti-peluru mulai berderak saat rentetan tembakan dari penembak jitu di atap Gedung Mahkamah Agung menghujaninya.Peluru-peluru itu hanya meninggalkan bekas putih di kaca. Elang tidak berkedip. Jantungnya berdetak secepat mesin diesel di bawah kakinya. Obat bius militer dari Kara bekerja sempurna. Dia tidak merasakan takut, tidak merasakan sakit. Dia merasa seperti dewa perang.Di depan sana, barikade beton dan puluhan penjaga bersenjata laras panjang memblokir gerbang utama istana hukum tersebut."Truk itu tidak mau berhenti! Tembak bannya! Tembak!" teriak komandan jaga dengan panik.Terlambat.BRAAAAKKK!!!Bumper perusak truk itu menghantam b

  • Elang (Pembalasan Sang Putra Terbuang)   BAB 84 HARI PENGHAKIMAN

    Safe House Phoenix - Pukul 05.30 WIB. Jarum suntik berbahan baja itu menembus kulit dada Elang, tepat di atas tulang rusuknya. Tangan Dokter Kara bergetar hebat saat menekan pendorong suntikan itu. Cairan kental berwarna kuning keemasan—koktail painkiller dosis militer kelas berat yang dicampur dengan stimulan jantung ilegal—mengalir masuk ke aliran darah Elang. Elang memejamkan mata. Rahangnya mengeras hingga ototnya menonjol. Sensasi awalnya adalah rasa panas yang membakar pembuluh darah, seperti disiram cairan timah. Namun, beberapa detik kemudian, rasa sakit yang menyiksa organ dalamnya selama berbulan-bulan ini lenyap seketika. Dada yang tadinya sesak kini terasa lapang. Otot-otot Elister yang rapuh tiba-tiba dipenuhi tenaga yang meledak-ledak. Tubuhnya tidak lagi merasakan lelah, takut, atau nyeri. Saraf rasa sakitnya telah dimatikan total. "Selesai," bisik Kara, menarik jarumnya dan memb

  • Elang (Pembalasan Sang Putra Terbuang)   BAB 3: PENGKHIANATAN TERAKHIR

    Pagi itu, selasar Rutan terasa lebih dingin dari biasanya. Ketika sipir memanggil nomornya untuk kunjungannya dalam dua hari ini, jantung Elang berdegup kencang. Bukan siapa-siapa lagi yang dia harapkan, melainkan satu wajah yang menghantui tidurnya semalam.Dan doanya terkabul.Di balik kaca pemba

  • Elang (Pembalasan Sang Putra Terbuang)   BAB 2 SISA-SISA HARAPAN

    Bau apek dinding beton dan aroma pemutih lantai yang menyengat menyambut Elang di ruang kunjungan Rutan. Ini adalah tempat transit sementara sebelum dia dipindahkan ke Lapas dengan keamanan maksimum untuk para pembunuh kelas kakap. Di balik kaca pembatas yang tebal, dua wajah familiar menatapnya d

  • Elang (Pembalasan Sang Putra Terbuang)   Bab 1 Kambing Hitam

    "Terdakwa Elang, atas tuduhan pembunuhan berencana terhadap korban Vania Angel, Majelis Hakim memutuskan..." Suara Hakim Ketua yang serak membelah keheningan ruang sidang yang pengap. Di kursi pesakitan, seorang pemuda berusia dua puluh tiga tahun duduk dengan punggung tegak, meski kedua tangannya

  • Elang (Pembalasan Sang Putra Terbuang)   BAB 73 KERUNTUHAN BURSA SAHAM

    Kantor Tuan Hong - Pukul 16.00 WIB.Di ruangannya, Tuan Hong menatap layar TV dengan tubuh gemetar hebat.Siaran langsung itu viral dalam hitungan menit. Hastag #TangkapHong dan #PahlawanLumpur menjadi trending topic nomor satu di dunia. Saham perusahaannya yang tadi sudah hancu

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status