Partager

Bab 18

Auteur: Noona_im
last update Date de publication: 2025-06-01 14:43:12

Setelah menimbang berulang kali, Juna akhirnya memutuskan untuk menemui Aluna di kamarnya. Rasa bersalah terus menghantui pikirannya, terutama setelah menyaksikan bagaimana ibunya dengan dingin melemparkan kata-kata tajam kepada gadis itu. Meski pernikahan mereka terjadi karena ancaman, Aluna kini adalah istrinya. Dan Juna tahu, suka atau tidak, gadis itu adalah tanggung jawabnya.

Langkahnya terhenti tepat di depan pintu kamar Aluna. Ia menghela napas panjang, mencob
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Dernier chapitre

  • Gadis Penyakitan Perebut Suamiku    Bab 34

    "Ayah, Ayo kita ke taman lagi.""Jangan sekarang ya, Nak""Ayah 'kan udah janji mau ajak Senna main ke taman lagi waktu itu. Tuh 'kan Ayah bohong!" Bibirnya bergetar hebat, dan akhirnya gadis kecil itu meneteskan air matanya juga.Juna menghela napas, ia sebenarnya tidak tega menolak menginginkan sang putri apalagi sebelumnya, dirinya memang telah menjanjikan hal tersebut, tapi mau bagaimana lagi? keadaan yang membuatnya tidak bisa menepati janji.Membelai kepala sang putri yang kini tengah menangis di atas kasur, Juna mencoba untuk bernegosiasi. "Maaf ya sayang, tapi Ayah janji kalo Bunda udah enakkan kita pergi ke taman lagi.""Bohong! Sekarang aja Ayah gak tepati janji. Senna gak suka sama Ayah. Hiks~"Juna tidak tahu harus bagaimana, satu sisi ia tidak ingin mengecewakan putrinya, namun satu sisi lagi ia juga tidak bisa meninggal istrinya dalam keadaan seperti ini.Namun kegalauan yang Juna rasakan tidak berlangsung lama sebab sang istri kemudian menitah. "Udahlah, Yah, ajak aja k

  • Gadis Penyakitan Perebut Suamiku    Bab 33

    "Mau mampir dulu buat beli sesuatu gak, Bun?""Gak!"Liana langsung menjawab dengan ketus tawaran sang suami. Kini mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah mereka sendiri, setelah siang ini Juna menjemputnya dari rumah Soraya.Juna menghela napas, ia tahu istrinya pasti marah karena semalam ia lebih memilih pulang untuk menemani Aluna ketimbang menginap di kediaman Soraya menemani Liana dan putrinya.Namun mau bagaimana lagi? Karena itu memang sudah menjadi hal yang harus Juna lakukan. Lelaki itu tidak boleh mengabaikan istrinya yang lain.Melirik ke samping, Juna menemukan wajah sang istri yang masam. Lelaki itu menghela napas kemudian tangan kirinya terulur untuk menyentuh bagian perut Liana. Ia mengelusnya pelan. "Bener nih gak mau beli apa-apa? Mangga muda gitu? Biasanya pas hamil gini, Bunda 'kan paling suka makan mangga muda. Bahkan dulu sampai nyetok banyak. Kata Bunda, mual kalo gak makan yang asem-asem."Liana menepis tangan suaminya, dan menyuruh laki-laki itu untuk fokus

  • Gadis Penyakitan Perebut Suamiku    Bab 32

    Sakit. Mengapa sesakit ini?Dalam hidup, baru pertama kali Aluna merasakan bagaimana manisnya jatuh cinta, namun mengapa harus merasakan pahitnya juga?Aluna tahu bahwa dirinya salah, Aluna tahu bahwa apa yang tengah ia rasakan ini merupakan buah dari kesalahannya--yang dengan sengaja menyisipkan diri ke dalam rumah tangga sepasang suami-istri yang saling mencintai. Namun apakah Aluna benar-benar tidak berhak dan sama sekali tidak pantas untuk merasakan kebahagian walau hanya sekejap saja? Sejak kecil Aluna selalu merasa kesepian. Dari dulu Aluna selalu mendambakan hangatnya sebuah keluarga. Apa bisa Aluna merasakan mempunyai keluarga yang bahagia, diperhatikan, dan disayangi? Walau sekali saja, sebelum ia pergi meninggalkan dunia ini? Aluna berharap semoga Tuhan berkenan mengabulkan keinginannya, mungkin ini akan menjadi yang terakhir kali.Aluna menghapus lelehan air mata di pipinya, yang sudah sejak pagi tadi tidak henti untuk mengalir. Gadis tersebut beranjak dari ranjangnya, se

  • Gadis Penyakitan Perebut Suamiku    Bab 31

    Sekitar tiga puluh menit, Juna baru bisa kembali menyusul Liana ke ruangan Jeniffer. Ada beberapa urusan yang harus ia tangani terlebih dulu sebelum menebus obatnya, salah satunya meminta izin pada kepala rumah sakit agar tugas untuk melaksanakan visite pada pasien digantikan oleh dokter jaga.Begitu membuka pintu ruangan Jeniffer, pemandangan yang Juna lihat di sana adalah Jeniffer yang berdiri di samping Liana yang terduduk sembari mengelus-elus punggung istrinya tersebut. Juna juga sempat melihat ada air mata yang menetes di pipi sang istri, sebelum buru-buru di hapus oleh wanita itu. Huh, sudah Juna duga, pasti istrinya itu baru saja menceritakan masalah rumah tangga mereka pada sahabatnya.Di sana tidak tampak sosok Theo, hanya ada Liana dan Jeniffer saja. Ingin rasanya Juna memarahi Theo karena tidak menuruti permintaannya, namun Juna teringat bahwa yang dihadapi itu adalah jenis singa betina yang sangat ganas, akhirnya Juna mengurungkan niat yang ingin memarahi Theo. Juna yaki

  • Gadis Penyakitan Perebut Suamiku    Bab 30

    "Usianya empat minggu." ujar dokter Jennifer sambil membersihkan gel di perut Liana dengan lembut.Namun perhatian Juna tak tertuju pada penjelasan Jennifer. Pandangannya terpaku pada monitor di sebelah ranjang pemeriksaan, di mana gambar hitam putih menampilkan titik kecil yang berdenyut pelan. Detak jantung calon buah hatinya. Haru memenuhi dada Juna. Ada kehangatan yang menyeruak di balik segala beban yang selama ini menghimpitnya. Keajaiban kecil itu nyata, tumbuh dalam rahim istrinya, seolah menjadi pengingat akan cinta mereka.Jennifer kembali bersuara, sementara Juna dan Liana masih terpaku pada layar monitor. "Detak jantungnya bagus, semuanya normal. Untuk mual dan muntah yang Liana alami, itu wajar ya. Nanti aku kasih vitamin tambahan." "Oke, makasih, Jen," balas Juna singkat, sementara Liana hanya mengangguk dan tersenyum sebagai tanggapan. Sejak tadi Liana lebih fokus menatap layar dengan mata berkaca-kaca. Dadanya sesak oleh rasa haru yang begitu mendalam. Tangannya

  • Gadis Penyakitan Perebut Suamiku    29

    "Bagaimana Mas, apa kamu suka dengan nasi goreng buatanku?""Hhm ya, suka. Rasanya lumayan enak.""Syukurlah."Aluna tersenyum senang mendapati Juna yang memakan masakannya dengan lahap. Ternyata tidak sia-sia usahanya selama setengah jam berkutat di dapur.Namun berbeda dengan Aluna yang kini tengah bahagia, Liana justru tampak tidak suka melihat reaksi suaminya dan interaksi mereka. Wanita itu merotasikan bola mata dengan malas. Tuh 'kan benar dugaan Liana, Aluna membantunya serta merta hanya untuk mendapatkan pujian dari suami mereka. 'Dasar cari muka!'Mengabaikan pemandangan yang memuakkan di depan mata, Liana kembali mengayunkan sesendok nasi goreng yang tadi sempat tertunda ke dalam mulutnya. Namun baru saja nasi goreng itu mendarat di lidahnya, mendadak perut Liana bergejolak mual.Tidak tahu, mungkin karena rasa nasi goreng itu yang tidak sesuai selera Liana, atau memang karena interaksi suami dan madunya yang membuat Liana merasa mual dan ingin muntah? Tidak tahan, Liana l

  • Gadis Penyakitan Perebut Suamiku    Bab 4

    Di dalam ruangan, Liana mendekati ranjang Sienna. Wajah putrinya terlihat pucat, dengan tubuh lemah terbaring di atas ranjang. "Bunda..." suara kecil Sienna menyambutnya. "Iya, Sayang? Apa yang sakit?" Liana berdiri di sisi ranjang, membelai lembut kepala putrinya. "Kepala Senna sakit, Bunda.

  • Gadis Penyakitan Perebut Suamiku    Bab 3

    "Ayah—""Bunda—" Keduanya berucap bersamaan, dengan ekspresi terkejut yang serupa. Namun, perbedaan di antara mereka begitu nyata. Liana terkejut melihat suaminya bersama wanita lain, sementara Juna terkejut karena keberadaan istrinya di rumah sakit, terlebih saat Liana memergokinya bersama seoran

  • Gadis Penyakitan Perebut Suamiku    Bab 2

    Tiga hari telah berlalu sejak Juna terakhir kali menghubungi Liana. Selama itu pula, pria itu belum sekali pun pulang ke rumah. Meski begitu Juna terus mencoba menghubungi sang istri meski panggilannya tidak pernah dijawab.Liana memilih untuk menonaktifkan ponselnya. Rasa kecewa dan kesal terhadap

  • Gadis Penyakitan Perebut Suamiku    bab 1

    Sienna duduk di kursi kecil berwarna merah di sudut kafe, menggoyang-goyangkan kakinya yang mungil sambil memandangi pintu masuk. Balon warna-warni tergantung di dinding, dan kue ulang tahun besar berbentuk unicorn berada di atas meja. Anak-anak lain sudah mulai menikmati permainan dan kudapan, tet

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status