共有

Gagal Menjadi Bulanmu
Gagal Menjadi Bulanmu
作者: Abu

Bab 1

作者: Abu
Surat ke-95 dibakar di sebuah lelang.

Arsen menemani Nadine datang untuk memenangkan lelang barang peninggalan ibunya Nadine, yaitu kalung safir biru yang paling disukai almarhumah semasa hidup.

Akan tetapi, baru saja lelang dimulai, mata Arsen sudah menangkap sosok mahasiswi yang sedang bekerja paruh waktu di sana.

Gadis itu menatap kalung tersebut beberapa detik lebih lama dan Arsen langsung menaikkan harga tanpa batas. Dia memenangkan lelang dengan harga selangit, lalu menyodorkan kalung itu kepada si gadis di depan semua orang.

"Karena kelihatannya kamu suka, makanya aku beliin." Suaranya terdengar berat dan rendah. "Suka, 'kan?"

Gadis yang mengenakan seragam pelayan itu mendorong tangan Arsen dengan tegas. "Pak, saya sudah bilang, saya tidak tertarik sama orang kaya dan saya tidak mau jadi wanita simpanan Anda. Percuma beri saya hadiah apa pun. Tolong ambil lagi kalungnya dan jangan ganggu saya kerja."

Selesai bicara, dia berbalik dan pergi begitu saja sambil membawa tumpukan gelas kosong.

Alih-alih marah, Arsen malah terkekeh pelan, lalu meninggalkan semua orang di ruangan itu dan mengejarnya.

Jantung Nadine serasa diremas sakit. Dia terpaku selama dua detik, lalu ikut berlari keluar.

Di atas geladak yang diterpa angin laut menderu, Arsen masih saja merayu gadis itu. Melihat gadis itu benar-benar menolak menerimanya, Arsen menggerakkan tangannya asal-asalan ....

Dan kalung safir yang tak ternilai harganya itu dia lempar ke laut begitu saja, seolah tak berarti apa-apa.

"Kalau kamu nggak suka, ya sudah, nanti aku pilihin yang lain." Suaranya terdengar begitu lembut. "Aku bakal terus milih sampai kamu puas."

Setelah berkata demikian, dia mengikuti gadis itu pergi tanpa sekali pun menoleh, sama sekali tidak menyadari bahwa ....

Nadine sedang memanjat pagar pembatas, lalu melompat tanpa ragu ke dalam air laut yang gelap dan sedingin es.

Saat air laut mulai masuk ke rongga hidungnya, Nadine tiba-tiba teringat bahwa lima tahun lalu, ketika Arsen melamarnya, mereka juga berada di atas kapal pesiar seperti ini.

Waktu itu Arsen berkata, "Nadine, mulai sekarang, meski kamu minta bintang di langit, bakal aku ambilin buat kamu."

Akan tetapi, kini, dia bahkan tega membuang barang peninggalan ibunya Nadine ke laut begitu saja.

Butuh waktu semalaman penuh bagi Nadine untuk akhirnya bisa merangkak keluar dari air laut yang membekukan itu.

Kalung tersebut tergenggam erat di telapak tangannya, tampak berkilau setelah terendam air laut, tetapi jemari tangannya sendiri sudah mati rasa dan kaku.

Dalam perjalanan pulang, dia membuka media sosialnya dan melihat para pemuda kaya itu sedang ramai mengunggah status ....

[Arsen kali ini benaran bucin parah, ngejar pelayan sampai bikin geger seisi kota.]

[Dulu pas ngejar istrinya, kayaknya nggak sampai seheboh ini, deh?]

Jari Nadine seketika terhenti, jantungnya terasa seperti dijerat erat oleh seutas benang tipis yang tajam.

Benar juga. Dulu saat Arsen mengejarnya, pria itu menulis 99 surat cinta dan menyatakan cinta sebanyak 99 kali, baru setelah itu Nadine luluh dan mengangguk setuju.

Mereka mendayung bahtera cinta sejak masih mengenakan seragam sekolah hingga akhirnya bersanding di pelaminan. Setelah menikah pun, hubungan mereka sempat begitu hangat dan penuh kemesraan. Semua orang selalu bilang kalau Arsen sangat mencintainya.

Sampai akhirnya, pada tahun kelima pernikahan mereka, Arsen harus diinfus di rumah sakit dan bertemu dengan seorang mahasiswi magang yang ceroboh. Gadis itu berkali-kali salah menusukkan jarum suntik hingga punggung tangan Arsen memar keunguan. Bukannya marah, Arsen malah menatap wajah panik gadis itu sambil tersenyum.

Setelah itu, Arsen mulai menghamburkan uang, menghadiahi mobil, hingga membelikan rumah mewah demi menjadikan gadis itu simpanannya. Namun, dengan raut wajah penuh harga diri, gadis itu menolaknya mentah-mentah.

"Pak Arsen, saya tidak tertarik dengan dunia orang kaya. Tolong jaga sikap Anda."

Bahkan, gadis itu sampai mendatangi Nadine dan berkata, "Tolong urus suami Anda dengan baik. Jangan biarkan dia mengganggu saya lagi."

Jika itu dilakukan oleh orang lain, Arsen pasti sudah mengamuk sejak lama.

Akan tetapi, kepada gadis itu, dia sama sekali tidak marah. Sebaliknya, dia justru makin gencar mengejarnya.

Saat Nadine pergi menanyainya, Arsen hanya menanggapi dengan sikap acuh tak acuh.

"Dia itu menarik. Aku cuma mau main-main aja. Nanti kalau sudah bosan, aku juga bakal pulang."

"Nadine, aku cinta banget sama kamu. Tapi, seumur hidup cuma cinta sama satu orang itu susah banget. Kamu harus kasih aku kesempatan buat mampir sekejap ke hati yang lain."

Nadine merasa hancur bukan main, tetapi dia tidak sanggup meninggalkan pria itu.

Oleh karena itu, dia mengeluarkan kembali 99 surat cinta tersebut dan memutuskan untuk memberi Arsen 99 kesempatan.

Setiap kali Arsen menyakitinya, dia akan membakar satu lembar surat.

Saat semua surat cinta itu habis terbakar, di hari itulah dia akan benar-benar merelakan pria itu pergi.

Detik ini, dia menyalakan pemantik api dan membakar surat cinta yang ke-95.

Ketika kobaran api melahap kertas tersebut, dia bergumam dalam hati, 'Kesempatan pria itu sekarang tinggal empat kali lagi.'

Begitu mobil tiba di vila, Nadine baru saja melangkah masuk ke dalam rumah ketika dia melihat Arsen sudah berdiri di atas tangga, sedang menunduk menatap ke arahnya.

"Udah pulang? Ada yang mau aku omongin."

Nadine mengangguk, lalu menapaki anak tangga tanpa sedikit pun rasa waswas, persis seperti yang dia lakukan berkali-kali sebelumnya.

Akan tetapi, siapa sangka. Baru saja dia tiba di hadapan pria itu, sang pria tiba-tiba mengulurkan tangan dan mendorongnya dengan keras!

"Ah!"

Tubuh Nadine terhempas keras menuruni tangga. Bagian belakang kepalanya membentur ujung anak tangga dan darah hangat mengucur dari pelipisnya, membuat pandangannya kabur.

Dia gemetar menahan sakit, menatap Arsen dengan tatapan tak percaya.

Akan tetapi, pria itu justru turun perlahan, berjongkok di hadapannya, lalu mengusap darah yang membasahi wajahnya.

"Nadine, tahan sebentar, ya."

"Dia akhir-akhir ini lagi cari kerjaan jadi perawat. Kalau kamu terluka, aku bisa punya alasan buat ngebolehin dia tinggal di sini."

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Gagal Menjadi Bulanmu   Bab 25

    Hari itu, Saskia yang tampak linglung, salah menusukkan jarum. Setelah berkali-kali mencoba, punggung tangan Arsen sampai membiru, bengkak, dan memerah.Dulu, bagaimana Arsen bersikap?Dia malah merasa kebingungan gadis itu terlihat lucu. Saat Saskia menangis memohon maaf, dia justru tersenyum santai dan berkata tak apa-apa, pelan-pelan saja.Sejak saat itu, dia terjebak dalam pusaran pesona wanita itu, terus melangkah ke jalan yang salah dan tak pernah bisa kembali.Namun, kali ini, dia menatap dingin pada Saskia yang sedang memohon maaf, lalu membentak, "Panggil atasanmu ke sini!"Selanjutnya, pihak rumah sakit memberikan ganti rugi berupa sejumlah uang dan langsung memecat Saskia. Sejak hari itu, Saskia benar-benar lenyap dari dunia Arsen.Setelah cairan infusnya habis, sebuah bayangan yang begitu familier melangkah ke arahnya seraya mengulurkan tangan."Arsen, ayo kita pulang."Arsen mendongak, menatap Nadine yang menatapnya dengan mata penuh cinta dan senyuman merekah. Bibirnya pu

  • Gagal Menjadi Bulanmu   Bab 24

    Napas di seberang sana perlahan memburu, terdengar parau dan bercampur rasa sakit.Namun, Nadine seolah menutup telinga, pura-pura tak mendengarnya sama sekali."Dalam hubungan ini, kamu selalu minta alasan. Bahkan kalau jawabannya udah aku taruh di depan mata, kamu tetap nggak mau lihat. Jadi, akar dari semua masalah ini cuma satu. Kamu nggak peduli."Karena ketidakpedulian itulah, Arsen bisa berselingkuh dengan begitu bebas tanpa memikirkan perasaannya, membiarkan Saskia menginjak-injak harga dirinya, dan membiarkan Nadine berulang kali menerima rasa sakit yang seharusnya tidak perlu dia rasakan."Jadi, alasan kita cerai, kamu pasti udah tahu jawabannya, 'kan?""Arsen, karena kita udah cerai, seharusnya kita nggak perlu berhubungan lagi."Selesai bicara seperti itu, Nadine hendak menutup telepon, tetapi Arsen di seberang sana buru-buru memohon dengan panik."Nggak, nggak, Nadine, kamu nggak bisa kayak gini. Kita ketemu sekali aja, ya? Tolong ...."Dalam ingatan Nadine, Arsen sangat j

  • Gagal Menjadi Bulanmu   Bab 23

    Meski begitu, Dito tetap sangat tersentuh. Dibandingkan dengan sikap Nadine yang dulu begitu menjauh dan dingin, ini sudah merupakan kemajuan yang sangat besar.Di luar negeri, setelah Nadine membaca pesan dari Dito yang berisi ucapan terima kasih dan betapa dia menyukai hadiah tersebut, gadis itu terpaku cukup lama. Dia membiarkan perasaan rumit itu perlahan-lahan menelannya utuh.Sebenarnya, sudah sejak lama Nadine memaafkan ayahnya.Lagi pula, dalam tragedi waktu itu, Dito sejatinya adalah korban. Hanya saja, dulu dia terlalu membela posisi ibunya dan merasa pria itu telah mengkhianati sang ibu, sehingga dia begitu tegas memutuskan hubungan dengan ayahnya.Setelah itu, dia sendiri mengalami kegagalan rumah tangga. Setelah berurusan dengan berbagai macam orang dan melihat berbagai peristiwa, dia perlahan mulai memahami posisi dan kesulitan ayahnya.Namun, luka itu sudah terlanjur tertoreh. Meski Nadine punya niat untuk menebusnya, dia tak tahu harus memulai dari mana.Oleh karena itu

  • Gagal Menjadi Bulanmu   Bab 22

    Di kediaman Keluarga Mahardika, Arsen sama sekali tidak tahu rencana Dito untuknya. Pikirannya hanya dipenuhi satu tujuan yaitu, menemukan Nadine.Dia terus menyuruh orang mengirimkan berbagai hadiah permintaan maaf kepada Dito. Bahkan, dia sampai berniat merenovasi makam mendiang Ratih.Namun, semuanya dikembalikan dalam keadaan utuh dan dilempar keluar, tanpa ada satu pun yang dibuka.Arsen tak gentar. Dia hanya memerintahkan bawahannya untuk terus mengirimkan hadiah-hadiah itu lagi dan lagi.Di saat yang sama, anak buahnya yang ditugaskan ke luar negeri untuk melacak Keluarga Atmadja juga dipaksa pulang. Mereka bahkan dicegat sebelum bisa melewati imigrasi."Kamu bilang apa?"Ketika Arsen kembali mendengar kabar bahwa anak buahnya dicekal bepergian ke luar negeri, dia tak bisa lagi duduk diam.Teringat saat dia diusir oleh Dito waktu itu, dia tiba-tiba menyadari satu hal.Meski dia tak tahu apakah Nadine sudah memaafkannya atau belum, kepulangan Dito ke tanah air pasti atas restu wa

  • Gagal Menjadi Bulanmu   Bab 21

    Dito sampai tertawa sinis mendengar omong kosong Arsen."Yang kamu sebut putus hubungan dengan Saskia itu cuma karena kamu udah bosen. Kalau kamu nggak pernah bosen, apa kamu mau bikin anakku kesepian seumur hidupnya padahal punya suami?""Lagi pula, kamu udah nikah sama anakku, harusnya kamu tahu wataknya yang nggak bisa mentolerir pengkhianatan sedikit pun. Dulu karena kesepian, aku asal nikah sama orang biasa. Harta benda juga udah aku kasih semua ke Nadine. Tapi, coba lihat, bertahun-tahun ini dia nggak pernah mau ngomong sepatah kata pun sama aku. Padahal posisiku waktu itu duda karena ditinggal mati istri. Nah, coba bandingin sama kamu. Kok kamu bisa mikir dia masih cinta sama kamu? Kalau dia benaran cinta, dia nggak bakal ninggalin kamu.""Arsen, berhenti menipu dirimu sendiri. Galeri ini juga nggak usah kamu harapkan. Pulang sana. Mulai sekarang, berhenti bermimpi bisa nemuin dia. Dia nggak akan mau ketemu sama kamu."Selesai bicara, Dito mengangkat cangkir tehnya, memberi isya

  • Gagal Menjadi Bulanmu   Bab 20

    Pada hari akuisisi galeri mendiang Ratih, Arsen sudah tiba di galeri sejak pagi.Meski staf galeri sudah memberitahunya bahwa Nadine tidak akan datang hari ini, Arsen masih menyimpan secercah harapan. Siapa tahu Nadine benar-benar muncul?Lagi pula, ini adalah hasil jerih payah ibunya semasa hidup. Nadine sangat mencintai ibunya, mana mungkin dia tidak datang.Dengan harapan itu, Arsen terus menunggu Nadine.Akhirnya, terdengar suara langkah kaki yang makin mendekat. Arsen buru-buru duduk tegak, menatap pintu utama yang terbuka lebar dengan penuh harap.Dan tepat di tengah penantiannya yang mendebarkan, sosok berpakaian putih perlahan melangkah masuk.Dia buru-buru bangkit berdiri menatap sosok itu. Nama Nadine belum sempat terucap, tetapi sudah kembali tertahan di tenggorokan."Paman, kenapa Paman yang datang? Di mana Nadine?"Sosok yang datang tak lain adalah Ayah Nadine, Dito.Dito menatap Arsen dengan tatapan dingin. "Di mana dia, aku nggak akan kasih tahu. Tapi, kamu mau beli gale

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status