Share

bab 142

Author: Addarayuli
last update Last Updated: 2026-03-06 20:03:33

Nozela berdecak pinggang didepan ranjangnya, dihadpannya sudah ada beberapa dress yang dia letakkan diatas ranjang. Dia menatap tiga dress barunya yang sama sekali belum pernah dipakainya, semua dress itu terlihat bagus dan cocok dia gunakan untuk dinner bersama orang tuanya nanti.

"Gue pakai yang mana ya?"

Tok..Tok..

"Masuk."

Pintu kamar Nozela terbuka, Tiara masuk dan seketika terkejut karena Nozela belum siap-siap. Dia lekas menghampiri Nozela yang hanya diam me

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Betty Rosananingsih
jangan2 clarie sama clarissa dodara tiri ya
goodnovel comment avatar
Red Girl
Dunia tak selebar daun kelor ya. Yah si Clarissot cemen, kabur begitu tau ada Ojel. Sekalian aja donk, ortunya Clarie, ceritain klo Clarie dah dijodohin ma Leon, biar ortunya Ojel tau Leon harusnya ga kejar2 Ojel lagi. Kmu ga ada salah ma Clarie, Jel, kan kmu ga tau Leon dah punya calon tunangan..
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Gairah Sahabatku   bab 142

    Nozela berdecak pinggang didepan ranjangnya, dihadpannya sudah ada beberapa dress yang dia letakkan diatas ranjang. Dia menatap tiga dress barunya yang sama sekali belum pernah dipakainya, semua dress itu terlihat bagus dan cocok dia gunakan untuk dinner bersama orang tuanya nanti."Gue pakai yang mana ya?"Tok..Tok.."Masuk."Pintu kamar Nozela terbuka, Tiara masuk dan seketika terkejut karena Nozela belum siap-siap. Dia lekas menghampiri Nozela yang hanya diam mematung didekat ranjang."Kamu kenapa belum siap-siap Jel, udah jam berapa ini nanti kita telat loh." ucap Tiara."Ojel bingung mau pakai dress yang mana mah, semuanya bagus."Nozela menoleh ke arah mamanya dengan wajah memelas, hal yang tidak dia sukai saat pergi ke acara formal ya seperti ini. Dia kesulitan memilih pakaian yang bahkan hanya untuk dipakainya sendiri.Tiara menghela nafas pelan, dia lekas mengamil satu per satu dress Nozela lalu menempelkannya ke tubuh

  • Gairah Sahabatku   bab 141

    Nozela duduk diujung sofa sambil menatap Thalia dan Leon bergantian, dia kemudian menghela nafas palna lalu menyandarkan tubuhnya ke sofa. Nozela memijit pangkal hidungnya, kepalanya yang sebenarnya masih pusing akibat efek alkohol yang dia minum seketika bertambah pusing karena melihat kehadiran Leon di rumahnya.Bukan tanpa alasan, Nozela sudah tak ingin bicara atau berurusan lagi dengan mantan kekasihnya. Dia sedang dalam masa percobaan untuk move on, namun dengan tidak tahu dirinya Leon masih terus mengejarnya padahal dia selalu memberikan penolakan.Seperti sekarang ini, Leon justru datang ke rumahnya dengan alasan menjenguknya yang sedang sakit. Dia tidak sakit, hanya saja William tadi pagi mengirim pesan ke Thalia menggunakan ponselnya dan Thalia pasti mengira dia benar sakit."Wajah kamu masih pucet Jel, mau ke dokter aja?" tanya Leon."Nggak perlu, gue udah nggak papa kok." jawab Nozela seadanya.Thalia menelan ludahnya kasar, diliha

  • Gairah Sahabatku   bab 140

    "Nggak akan gue biarin cewek gatel itu deketin William terus. Awas aja kalau sampai yang diomongin Thalia itu bener, habis kamu Nozela."Setelah jam kuliah selesai, Clarissa buru-buru keluar dari kelas, sepulang dari kampus dia akan langsung pergi ke apartemen William untuk memastikan dugaannya salah. Dia segera menyalakan mesin mobilnya kemudian meninggalkan area kampus. Meski Thalia tak begitu dekat dengan William namun tak menutup kemungkinan bahwa Thalia mengetahui apa saja yang mereka lakukan.Sejak petemuan terakhirnya dengan Thalia tadi dia selalu merasa tidak tenang. Bagaimana bisa tenang kalau dia terus kepikiran William dan Nozela.Dengan tangan yang mencengkeram setir dengan kuat, Clarissa semakin menambah laju mobilnya. Dia belum bisa tenang jika belum melihat dengan mata kepalanya sendiri. Beberapa menit kemudian dia sampai di basement apartemen William, dia segera turun lalu masuk ke dalam lift."Semoga William ada disana." gumam Clarissa.

  • Gairah Sahabatku   bab 139

    "Thalia, tunggu."Thalia menghentikan langkahnya saat Leon memanggilnya, dia menoleh ke belakang dan terlihat Leon berjalan cepat menghampirinya."Ada apa Le?" tanya Thalia."Lo tahu kemana Nozela? Kenapa dia nggak masuk hari ini?""Gue cuma dikasih tahu kalo dia nggak enak badan.""Apa? Jadi Ojel sakit?"Thalia menganggukkan kepalanya pelan. "Iya.""Lo mau kesana nggak? Gue mau jenguk Nozela juga."Pegangan tangan Thalia pada tas semakin erat, dia tak suka mendengar Leon masih sangat perhatian pada sahabatnya. Bukan karena cemburu, namun dia tak suka karena Leon terlalu plin plan dan statusnya yang kini sudah menjadi mantan kekasih.Dia menatap Leon tajam dengan rahang yang mengetat, dia tak akan membiarkan sahabatnya sakit hati lagi dengan ulah Leon. Secepatnya dia akan memberitahu Nozela yang sebenarnya sebeluh sahabanya itu luluh lalu kembali bersama Leon."Gue nggak tahu, lihat nanti."Leon mengangguk.

  • Gairah Sahabatku   bab 138

    "Akh....kepala gue."Masih dengan mata terpejam, Nozela mengeluh kepalanya sakit. Kedua tangannya menjambak rambutnya dengan kuat saat rasa sakit itu lebih mendominasi. Perlahan dia mulai membuka matanya, seketika dia merasa pusing dan semua barang-barang dikamar itu terasa berputar."Ssshhhh." desis Nozela.Dia memukul-mukul kepalanya pelan berarap rasa sakit dikepalanya sedikit berkurang."Gue dimana?" gumamnya.Nozela mencoba membuka lebar matanya dan menyesuaikan dengan cahaya yang masuk lewat jendela yang tirainya tidak ditutup. Nozela memindai seluruh ruang kamar yang tidak asing baginya, dia mengucek kedua matanya untuk memastikan penelihatannya tidak salah."I-Ini kamar Liam." gumam Nozela.Seketika Nozela langsung mengecek pakaian yang dipakainya semalam, dia bernafas lega saat pakaiannya masih sama seperti yang dia gunakan tadi malam. Itu artinya William tidak macam-macam dengannya.Nozela masih mencerna situasi dan k

  • Gairah Sahabatku   bab 137

    William mengemudikan mobilnya dengan kencang membelah jalanan yang sudah sepi, raut wajahnya memancarkan aura kekhawatiran yang kuat. Setelah mendapat kabar dari kedua sahabatnya dimana posisi mereka sekarang, dia mengmudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.Dia terkejut saat mendengar ucapan Lego jika Nozela hampir dilecehkan oleh seseoang, dia tentu saja marah dan khawatir dengan keadaan Nozela. Entah bagaimana dan apa yang dilakukan oleh Nozela hingga bisa berakhir seperti ini.William meraup wajahnya kasar, dia semakin menambah kecepatannya agar cepat sampai pada lokasi yang dikirimkan oleh Lego. Dan bebrapa saat kemudian akhirnya dia sampai, William buru-buru keluar dari mobil lalu masuk ke dalam."Dimana mereka?" gumamnya.Dia berusaha mencari keberadaan ketiga sahabatnya, matanya mengedar mencari anak tangga untuk naik ke atas. Setelah menemukannya William lekas pergi menaiki anak tangga itu menuju lantai tiga. Dia ingat pernah pergi ke sini beber

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status