Beranda / Romansa / Gairah Sopir dan Majikan / Bab 23 Pijatan yang Dibayar Mahal

Share

Bab 23 Pijatan yang Dibayar Mahal

Penulis: Irbapiko
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-06 08:00:25

Setelah Arya selesai memberikan pijatan yang melegakan bagi Bu Sonya, suasana di dalam kamar mewah tersebut menjadi lebih tenang. Bu Sonya merasakan kelegaan yang luar biasa dari pijatan tadi, meredakan ketegangan dan pegal-pegal yang selama ini mengganggu. Ia menghela napas panjang, merasa segar kembali setelah mendapatkan perawatan dari Arya.

Namun, ketenangan tersebut tiba-tiba terpecah oleh nada dering telepon dari ponsel Bu Sonya yang diletakkan di meja dekat tempat tidur. Ia mengambil ponselnya dan melihat panggilan masuk dari Jessy, adiknya.

"Halo, Jessy," sapanya sambil masi dalam posisi tengkurap.

"Halo, Sonya. Aku tadi mendengar dari Cindy bahwa kalian semua berada di Ancol. Kenapa tidak mengajakku?" suara Jessy terdengar agak cempreng.

Bu Sonya tertawa, "Maafkan aku, Jess. Ini memang rencana dadakan. Aku tidak berniat untuk merahasiakannya darimu."

Jessy melontarkan sedikit sindiran, "Hah, jadi kalian berencana seru-seruan tanpa mengajak

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 34 Liburan di Bandung

    Kegembiraan dan antisipasi untuk liburan ke Bandung sedikit terganggu saat kabar tak terduga datang. Di pagi hari sebelum mereka berangkat, Bu Sonya menerima kabar dari tetangga yang cukup mengkhawatirkan. Kabarnya, lingkungan perumahan mewah tempat tinggal Bu Sonya sedang menghadapi masalah keamanan yang cukup serius. Beberapa kejadian yang mencurigakan terjadi belakangan ini, dan ini membuat mereka menjadi sangat waspada.Berita ini segera disampaikan kepada semua anggota keluarga dan rencana pun harus diubah. Mbak Tini dan Pak Dirman, yang seharusnya ikut dalam liburan, memutuskan untuk tidak ikut mengingat situasi yang tidak aman di perumahan tersebut."Kami harus memprioritaskan keamanan," ujar Pak Dirman dengan suara serius. "Lagi pula, kami juga harus memastikan rumah ini tetap terjaga."Meskipun berat hati, keputusan ini diambil demi keamanan semua orang. Bu Sonya merasa prihatin, namun ia mengerti dan menghargai keputusan yang diambil oleh Mbak Tini dan

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 33 Pesta Kecil di Rumah Bu Sonya

    Hari berikutnya di malam hari, suasana di rumah Sonya Fast terasa berbeda. Lampu-lampu gemerlap tergantung di taman dan teras, menciptakan suasana yang hangat dan menyenangkan. Bu Sonya sibuk mempersiapkan semuanya dengan penuh semangat. Ia ingin mengadakan sebuah pesta kecil sebagai tanda terima kasih atas dukungan semua orang yang ada dalam hidupnya.Arya, yang baru saja selesai mengantar Bu Sonya pulang dari kantor, melihat persiapan itu dengan senyuman. Ia tahu bahwa Bu Sonya ingin berbagi kebahagiaan dengan mereka yang dekat dengannya. Melihat Bu Sonya yang tegas dan serius di kantor, Arya merasa senang melihat sisi lain dari majikannya ini.Malam itu, rumah itu ramai dengan suara tawa dan obrolan hangat. Arya, Cindy, Jodi, Mbak Tini, dan Pak Dirman semua berkumpul di halaman rumah, menikmati makanan dan minuman yang telah disiapkan dengan baik oleh tim dapur.Bu Sonya melihat sekitar dan tersenyum bahagia. Ia bangga dengan tim yang ada di sekitarnya. Kemud

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 32 Apresiasi untuk Arya

    Malam itu, suasana di rumah Bu Sonya terasa tenang. Arya, sang sopir pribadi, tengah duduk di kamarnya yang terletak di lantai bawah. Ia merenung sejenak, memikirkan semua yang telah terjadi dalam beberapa bulan terakhir. Pekerjaannya sebagai sopir pribadi Bu Sonya telah membawanya ke dalam dinamika perusahaan dan kehidupan keluarga Sonya Fast.Ponsel Arya tiba-tiba bergetar di atas meja. Ia mengambilnya dan melihat panggilan masuk dari Bu Sonya. Tanpa ragu, Arya menjawab panggilan tersebut."Halo, Bu Sonya?" sapanya."Ya, Arya. Bisakah kamu datang ke kamarku sebentar?" tanya Bu Sonya dengan suara lembut.Terdengar ragu di dalam suara Bu Sonya, yang agak tidak biasa. "Tentu, Bu Sonya. Saya akan datang."Arya memutus panggilan dan dengan hati-hati mendekati tangga yang mengarah ke lantai atas. Ia merasa sedikit penasaran, karena jarang sekali Bu Sonya memanggilnya dengan nada seperti itu. Ia naik ke lantai atas dan berjalan menuju pintu kamar Bu Sonya.Dengan perasaan harap-harap cemas

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 31 Kontra Strategi ala Arya

    Dalam ruang rapat yang tenang, Bu Sonya duduk di ujung meja dengan pandangan serius. Cindy, Jodi, dan Arya duduk mengelilingi meja rapat. Ruangan itu penuh dengan kekhawatiran namun juga tekad untuk melawan rencana jahat yang telah terungkap."Dengan informasi yang telah Arya berikan, kita memiliki keuntungan untuk bisa menghadapi mereka," kata Bu Sonya dengan tegas. "Kita harus bertindak cepat dan cerdas."Cindy mengangguk setuju, "Kita tahu bahwa keempat orang itu sangat berbahaya dan mungkin memiliki sumber daya yang besar. Tapi kita tidak boleh takut. Kita punya tim yang kuat di sini."Jodi menambahkan, "Saya setuju. Kita harus merencanakan penjebakan yang bisa mengungkap rencana mereka."Arya yang duduk di sudut ruangan, merasa tegang namun juga bersemangat. Ia tahu bahwa ini adalah saatnya untuk berkontribusi lebih dari sekadar sopir pribadi. "Saya punya ide," katanya.Bu Sonya menatapnya, "Katakan, Arya.""Apa kalau kita menciptakan situasi palsu yang membuat mereka percaya bah

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 30 Rencana Jahat Pak Jaka dkk

    Hari itu di sebuah kafe, Pak Jaka dan Pak Hadi duduk di sebuah meja, menunggu dua orang lainnya yang belum datang. Suasana yang tegang terasa di udara, seolah-olah ada sesuatu yang besar akan terjadi.Tak lama kemudian, dua sosok yang dikenal oleh Pak Jaka dan Pak Hadi datang menghampiri meja mereka. Mereka adalah mantan kepala unit cabang 4 dan 7 yang baru saja dipecat oleh Bu Sonya. Kehadiran mereka mengisyaratkan bahwa mereka memiliki rasa dendam terhadap Bu Sonya dan perusahaannya.Pak Jaka menyambut mereka dengan senyuman sinis, "Baiklah, mari kita mulai."Pak Hadi menambahkan, "Kita semua memiliki alasan yang sama untuk melakukan ini."Mantan kepala unit cabang 4 mengangguk, "Benar. Bu Sonya telah merusak karir kita dengan semena-mena. Kita harus memberinya pelajaran."Mantan kepala unit cabang 7 juga ikut angkat bicara, "Dan yang terpenting, kita akan menguasai perusahaan ini. Kami telah memiliki rencana untuk merusak citra perusahaan dan me

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 29 Bu Sonya Marah-Marah Lagi !

    Suasana kantor Sonya Fast hari itu kembali terasa tegang saat Bu Sonya, dengan ekspresi serius, berdiri di hadapan meja kerjanya dan di depannya ada kepala unit cabang ke 9 yang sedang gemetar. Arya, seperti biasa, berada di latar belakang, diam-diam menyaksikan adegan yang tengah berlangsung."Bagaimana ini bisa terjadi, Pak Hadi? Cabang ke 9 ini sudah beberapa kali membuat kesalahan dalam pengiriman barang. Pelanggan-pelanggan kita semakin banyak yang mengeluh!" ujar Bu Sonya dengan nada tegas.Kepala unit cabang ke 9, Pak Hadi, tampak berusaha menjelaskan dengan wajah yang cemas, "Maaf, Bu Sonya. Kami sedang berusaha memperbaiki sistem pengiriman dan menangani masalah ini."Bu Sonya tidak terima dengan penjelasan itu, "Ini bukan kali pertama, Pak Hadi. Masalah yang sama sudah terjadi berulang kali. Apa yang anda lakukan? Apa yang Jaka lakukan sebagai manajer keuangan? Apakah laporan keuangan cabang ini juga berantakan?"Mendengar nama Jaka disebut, mat

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status