Home / Romansa / Gairah Sopir dan Majikan / Bab 43 Komitmen Arya dan Sonya

Share

Bab 43 Komitmen Arya dan Sonya

Author: Irbapiko
last update Last Updated: 2026-01-16 08:00:57

Pemandangan di hadapannya Arya membuatnya hampir terpaku di tempat. Sonya berbaring di atas ranjang dengan lingerie yang begitu seksi, memancarkan aura keanggunan dan pesona yang tak tertandingi. Tubuh indah sang majikan terpampang dengan begitu menggoda, menyulut perasaan campur aduk dalam diri Arya.

Sonya mengalihkan pandangan dari bukunya dan tersenyum padanya dengan senyum yang sedikit menggoda. "Arya, apakah Anda siap untuk melanjutkan sesi pijatan?"

Arya mengangguk, berusaha untuk menjaga raut wajahnya tetap tenang. "Tentu saja, Bu Sonya."

Dengan hati yang berdebar kencang, Arya mendekati ranjang. Dia merasa canggung dan gugup, tidak tahu bagaimana harus menghadapi situasi ini. Dia telah belajar memegang kendali atas dirinya sendiri selama ini, tetapi hadirnya Sonya dengan penampilan yang begitu menggoda membuatnya terasa seperti seorang pemula lagi.

Sonya merebahkan dirinya dengan senyuman men

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 95 Sandiwara di Pesisir Surga

    Pagi itu, suasana di gudang utama Sonya Fast seharusnya menjadi titik awal keberangkatan konvoi besar menuju jalur Sumatra. Truk-truk tronton sudah menderu, memanaskan mesin di bawah arahan Arya yang tampak sibuk memeriksa daftar logistik. Namun, sebuah dering telepon dari kantor pusat mengubah segalanya dalam sekejap."Halo, Sayang? Ada apa?" tanya Arya saat mengangkat telepon dari Sonya."Ar, batalkan pengiriman jalur Sumatra untuk hari ini. Aku baru saja mendapat laporan cuaca buruk dan kendala teknis di Pelabuhan Merak. Antrean feri membeludak dan ombak sedang tidak bersahabat. Aku tidak mau ambil risiko armada kita tertahan di sana atau, lebih buruk lagi, mengalami kecelakaan," suara Sonya terdengar tegas namun ada nada kelelahan di sana.Arya terdiam sejenak, lalu menghela napas. "Baiklah kalau itu keputusanmu. Tapi semua barang sudah dimuat.""Biarkan saja di gudang yang terkunci rapat. Aku punya rencana lain. Kita semua butuh isti

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 94 Benalu di Balik Meja Direksi

    Pagi itu, suasana di kantor pusat Sonya Fast tampak berjalan seperti biasa. Deru mesin truk yang keluar-masuk gerbang logistik terdengar bagaikan musik bagi telinga para pemegang saham. Di lantai atas, Sonya masih mempertahankan citranya sebagai bos yang galak dan tak tersentuh, sementara Arya kini duduk di sebuah ruangan strategis yang berdekatan dengan ruang utama—sebuah posisi penting yang diberikan Sonya bukan hanya karena status suami, melainkan karena kecakapan Arya dalam mengelola operasional lapangan yang keras.Namun, di kantin karyawan yang terletak di sudut gedung, Jodi sedang menyesap kopi hitamnya dengan tatapan mata yang tidak tenang. Ia baru saja selesai melakukan panggilan telepon singkat yang sangat rahasia. Bagi Jodi, pemandangan Arya yang kini dihormati banyak orang adalah racun bagi harga dirinya. Ia ingat betul saat Arya datang pertama kali sebagai sopir desa yang lugu. Sekarang, melihat pemuda Jogja itu mengenakan kemeja mahal dan memberi instruksi

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 93 Permainan Api di Rumah Menteng

    Malam di kawasan elit Menteng selalu terasa lebih eksklusif dan tenang dibandingkan hiruk-pikuk pusat Jakarta lainnya. Di balik pagar besi tinggi sebuah rumah bergaya modern minimalis, air kolam renang pribadi berwarna biru toska memantulkan cahaya lampu taman yang temaram. Jessy, adik kandung Sonya yang memiliki kecantikan lembut namun menyimpan api gairah yang besar, baru saja menyelesaikan beberapa putaran renang malamnya. Tubuhnya yang mulus hanya terbungkus bikini two-piece merah menyala yang sangat kontras dengan kulit putihnya yang basah.Ia naik ke permukaan, menyeka air dari wajahnya, dan mendapati Dave, suaminya, sudah berdiri di tepi kolam. Dave masih mengenakan kemeja kantor yang sudah dibuka dua kancing atasnya, menatap istrinya dengan tatapan yang sulit diartikan—campuran antara nafsu dan ambisi yang tersembunyi."Baru pulang, Sayang? Kok nggak bilang-bilang?" tanya Jessy sambil berjalan mendekat, gerakan pinggulnya yang lentur sengaja ia g

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 92 Hasrat Tua di Rumah Jati

    Malam di kediaman mewah keluarga Baskoro di Kemang terasa jauh lebih sunyi dari biasanya. Pak Baskoro sedang berada di luar kota, sementara Sonya dan Arya masih tertahan di kantor Sonya Fast untuk menyelesaikan beberapa urusan logistik yang mendesak. Di rumah yang luas itu, praktis hanya ada Pak Dirman, sang sopir kepercayaan keluarga, dan Mbak Tini, asisten rumah tangga senior yang sudah mengabdi belasan tahun.Pak Dirman sedang duduk di kursi kayu di dekat dapur sambil menyeruput kopi hitamnya. Meski usianya sudah tidak muda lagi, tubuhnya masih tampak tegap karena sering membantu Arya mengangkat barang-barang berat. Matanya tak lepas menatap Mbak Tini yang sedang sibuk mengepel lantai dapur dengan daster batik yang sedikit tersingkap karena gerakannya yang lincah."Tini, mbok ya sudah istirahat saja. Sonya sama Arya juga kayaknya pulang larut," ucap Pak Dirman dengan suara beratnya.Mbak Tini menoleh, menyeka keringat di dahinya dengan ujung

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 91 Desahan di Balik Rencana Gelap

    Malam di Jakarta selalu menyisakan hawa panas yang lengket, namun di dalam unit apartemen mewah milik Cindy di kawasan Kuningan, suhu udara diatur sedemikian dingin oleh mesin pendingin ruangan yang bekerja maksimal. Aroma lilin aromaterapi vanila bercampur dengan bau parfum mahal memenuhi ruangan yang tertata minimalis namun glamor itu. Cindy, sang sekretaris seksi blasteran Indonesia-Belanda, baru saja melepaskan blazer kerjanya dan melemparkannya begitu saja ke sofa beludru merah.Ia hanya mengenakan kemeja putih tipis yang kancing atasnya sudah terbuka, memperlihatkan bra renda hitam yang menopang dadanya yang padat. Di tangannya, sebotol wine merah sudah terbuka setengah. Tak lama, bel apartemen berbunyi. Cindy tersenyum binal, ia tahu siapa yang datang.Begitu pintu terbuka, Jodi langsung merangsek masuk. Tanpa basa-basi, ia menarik pinggul Cindy dan melumat bibirnya dengan beringas. Jodi, staf operasional andalan Sonya Fast yang biasanya terlih

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 90 Dinamika di Balik Dinding Kaca

    Sinar matahari pagi menyinari gedung perkantoran Sonya Fast yang berdiri megah di kawasan pusat bisnis Jakarta. Setelah kegaduhan yang terjadi di Marunda, Sonya memutuskan bahwa operasional harus segera kembali normal. Ia tidak ingin para klien kehilangan kepercayaan hanya karena satu insiden sabotase. Baginya, bisnis adalah medan perang, dan seorang jenderal tidak boleh terlihat lemah hanya karena satu serangan gerilya.Suasana di lobi utama sudah tampak sibuk sejak pukul delapan. Para kurir dengan seragam oranye khas Sonya Fast berlalu-lalang mengangkut paket, sementara staf admin sibuk dengan panggilan telepon yang tak kunjung berhenti. Di tengah kesibukan itu, sebuah mobil sedan mewah berhenti tepat di depan lobi.Arya turun dari kursi kemudi. Penampilannya pagi itu sangat berkelas, mengenakan kemeja slim-fit berwarna biru muda yang lengan bajunya digulung hingga siku, memperlihatkan jam tangan pemberian Sonya yang melingkar gagah di perge

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status