ホーム / Male Adult / Gairah Sopir dan Majikan / Bab 19 Rapat Ketat dan Rencana Refreshing

共有

Bab 19 Rapat Ketat dan Rencana Refreshing

作者: Irbapiko
last update 公開日: 2026-01-04 08:00:51

Hari itu, suasana di kantor Sonya Fast terasa berbeda. Para kepala unit cabang dan manajer berkumpul di ruang rapat yang besar, menunggu kehadiran Bu Sonya. Arya berada di luar ruang rapat, tetapi ia bisa merasakan ketegangan di udara. Ia tahu bahwa rapat kali ini adalah rapat evaluasi yang penting.

Setelah beberapa saat, pintu ruang rapat terbuka, dan Bu Sonya masuk dengan langkah mantap yang didampingi oleh sang sekretaris canntiknya yang keturuna Belanda yaitu Cindy dengan tampilan

この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (4)
goodnovel comment avatar
Hendry Anaada
makin seruh lanjutkan
goodnovel comment avatar
Ryno Sukma P
lanjjjuuuuuuuuut
goodnovel comment avatar
Suwardi Suwardi
nbgtjhxtsafjkhdcbktewazdaaaaaaaiiiiiiicccvhkjfu
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 729 Amuk Kunci Pas Slamet di Pelabuhan Cabang

    "Mundur sepuluh langkah dari tangki solar Fuso ini sebelum besi baja kunci pas saya meratakan tempurung lutut kalian!" bentak Slamet menggelegar seraya mengacungkan kunci pas nomor empat puluh delapan di tangannya.Slamet berdiri tegap membusungkan dada berototnya di depan deretan sepuluh truk Fuso cadangan di dermaga pelabuhan cabang.Sepuluh pria kekar berbaju serba hitam utusan Sektor Selatan mengepung posisi Slamet seraya mengayunkan rantai kapal dan pipa besi berkarat."Waduhhh… te-te-tetapi Kang Slamet, jumlah preman itu beneran terlalu banyak buat dihadapi sendirian!" teriak Juna agak gagap panik dari atas bak truk."Mau pengawal kota atau preman pelabuhan, kunci pas supir tua ini dilarang pilih-pilih lawan!" tegas Slamet tegap membumi dalam batinnya yang mendidih amarah.Brugghh…!Dua pengawal musuh melompat maju b

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 728 Penolakan Alpha Arya Baswira

    "Jangan pernah berpikir kamu bisa melangkah keluar dari ruangan ini hidup-hidup kalau mulut kotormu masih berani mengancam pangkalan Marunda!" bentak Arya Baswira dengan suara dingin menghunjam lantai.Arya Baswira melangkah maju dua tindakan tegap, menginjak serpihan cek lima puluh miliar rupiah di bawah sol sepatu larsnya hingga hancur menjadi abu debu.Hawa dingin berdarah dingin memancar pekat dari dada bidang sang pengawal, mengunci gerak tubuh Nona Muda Sektor Selatan di atas sofa kulit."Waduhhh… te-te-tetapi Mas Arya, cewek aristokrat itu beneran punya koneksi ke puluhan preman pelabuhan!" seru Juna agak gagap panik dari celah pintu."Kunci mulut konyolmu dan saksikan bagaimana supir pangkalan ini menginjak harga diri musuhnya, Juna!" potong Arya melirik tajam.'Kembali ke Sektor Selatan dan sampaikan pada majikanmu, pangkalan Marunda bakal meratakan seluruh bisnis

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 727 Rayuan Beracun Utusan Aliansi Musuh

    "Tarik tanganmu dari dada saya sebelum jemari lentikmu itu patah jadi dua bagian!" bentak Arya Baswira berdarah dingin seraya mencengkeram pergelangan tangan Nona Muda Sektor Selatan.Arya Baswira menarik raga molek Nona Muda menjauh dari jangkauan amukan Sonya Baskoro, menyeret wanita angkuh itu melangkah masuk ke ruang transit direksi.Pintu kaca peredam suara ruang transit ditutup rapat, memisahkan perdebatan panas dari tatapan mata para staf dan supir pangkalan."Waduhhh… te-te-tetapi Mas Arya, jangan berduaan di kamar transit sama cewek ular itu!" teriak Juna agak gagap panik dari balik jendela kaca."Kunci bibir konyolmu dan awasi perimeter luar, Juna!" bentak Arya memotong lewat tatapan mata tajam.'Laki-laki mana yang sanggup menolak tawaran harta dan raga Nona Muda Sektor Selatan?' dengus Nona Muda dalam batinnya yang penuh kesombongan aristokrat.

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 726 Penyusupan Mantan Ipar Sektor Selatan

    "Singkirkan moncong pistol mainanmu itu sebelum tangan kasar supir pangkalan ini mematahkan pergelangan tangan mulusmu!" bentak Arya Baswira menggelegar dari ambang pintu kantor direksi.Pintu jati kantor direksi pangkalan Jakarta terbuka lebar, membocorkan raga tegap Arya Baswira dan aura dingin Sonya Baskoro yang baru mendarat kembali dari Batam.Wanita bergaun beludru merah yang memegang pistol di depan Juna seketika terperanjat kaku, menarik lengannya satset seraya menyisir rambut cantiknya."Waduhhh… te-te-tetapi Mas Arya, cewek angkuh ini beneran mau mencuri koper akta tua dari dalam brankas!" jerit Juna agak gagap panik seraya berlari ke balik punggung Arya."Tahan celoteh konyolmu dan amankan perimeter pintu luar, Juna!" potong Arya berdarah dingin.'Umpan rayuan wanita angkuh seperti kamu dilarang akan pernah mempan untuk menggoyahkan kesetiaan saya pada Sonya!' g

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 725 Batin Mulas Sopir Junior di Tengah Pesta Kemenangan

    "Waduhhh… kalau nasi tumpeng perayaan ini dihabiskan Kang Slamet duluan, silsilah uang makan saya di pangkalan beneran tinggal remahan kerupuk!" gerutu Juna seraya memegangi perutnya yang mendadak mulas.Suasana pos supir pangkalan Marunda Fast Jakarta tampak riuh oleh gelak tawa puluhan supir Fuso yang merayakan kemenangan hukum di Singapura.Bau harum sate kambing dan kuah soto membaur hangat dengan uap oli mesin, menciptakan pesta merakyat di balik benteng kargo.Juna menyendok kuah soto ke piringnya satset, memutar matanya liar menatap struk tagihan belanja pos yang membengkak di atas meja."Sialan, para boss pesta di hotel bintang lima Batam, silsilah uang makan saya di pangkalan jangan sampai cuma dapet sisa kuah soto!" umpat Juna dalam batinnya yang didera overthinking harian.Keringat dingin bercucuran deras membasahi dahi kusam Juna, menyapu kaus seragam supirnya

  • Gairah Sopir dan Majikan   Bab 724 Cemburu Posesif Sang Ratu Besi

    "Jangan pernah kamu berani menyentuh tombol terima panggilan dari manusia keparat Sektor Selatan itu, Arya!" bentak Sonya Baskoro seraya merebut gawai pribadinya dari atas meja samping ranjang.Sonya menarik selimut putih untuk menutup dada moleknya yang masih basah oleh peluh pasca-intim, menatap Arya Baswira dengan pancaran mata yang membara penuh rasa cemburu.Arya Baswira yang masih bertelanjang dada mengusap rahang tegapnya satset, memosisikan raga berototnya bagai benteng semen cor di tepi peraduan."Waduhhh… te-te-tetapi Sonya, pria Sektor Selatan itu beneran bilang punya rahasia lama pangkalan kita!" sahut Arya agak gagap terpana menatap amarah majikannya."Masa bodoh sama rahasia konyol itu, Arya! Raga dan keberanianmu cuma milik saya dan dilarang ada wanita atau pria asing yang berani mendikte supir pribadi Ratu Besi!" potong Sonya menegaskan kedaulatan cintanya.

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status