LOGIN
“Aahhh… ayo lakukan lagi sayang.” Pinta seorang wanita terdengar nyaring di daun telinga Kinan.
Kinan mulai mendekati pintu kamar di mana dia tengah membawa kue ulang tahun di tangannya untuk memberikan kejutan sang kekasih. Hentakan demi hentakan dilakukan oleh Gio kepada wanita yang saat ini dia setubuhi. Tubuh keduanya di selimuti keringat basah, kedua mata mereka terpejam menikmati setiap kegiatan yang mereka lakukan. Tangan manis itu bergetar hebat saat membuka pintu kamar, dirinya sangat terkejut tubuhnya seketika kaku, bibirnya membisu dan air mata mengalir begitu saja saat dia melihat dengan kedua matanya Gio dan Mamahnya telah melakukan hal yang menjijikan. Di saat sedang menikmati kegiatan panasnya. Suara mereka terdengar menggema di dalam kamar hingga Gio tidak sadar bahwa mereka tengah di saksikan oleh Kinan yang berada di ambang pintu, Kinan berdiam diri menatap dengan tatapan syok. Kedua tangannya tengah memegangi kue ulang tahun. Pria itu diam tanpa mengeluarkan sepatah kata. “Ka-lian sedang apa.” Kedua bibirnya bergetar termasuk tangannya hingga dia tidak sengaja menjatuhkan kue ulang tahun untuk sang kekasih. Seketika kue itu jatuh ke bawah lantai hingga rusak parah. Kinan bergetar seluruh tubuhnya lemah, bibirnya mencangkup hatinya menahan rasa sakit saat ia menyaksikan orang tuanya sedang bermain gila bersama tunangannya. “Ki-nan.” “Ahhh sayang ayo percepat.” Pinta Inggrit merintih meminta hujaman sang kekasih dipercepat agar dirinya bisa menikmati hentakan kenikmatan. “Kinan.” Inggris tersadar saat Gio mulai melepaskan diri dari tubuhnya kemudian pria itu tergesa mencari pakaian yang tercecer si sembarang tempat. “Kalian pengkhianat!” Pekik Kinan. Air mata mulai membendung, Kinan menahannya agar tidak tumpah. Sorot matanya menatap tajam ke arah mereka, napasnya memburu. Kinan langsung berlari meninggalkan mereka berdua di dalam kamar. Hari ini tepat Gio berulang tahun, Kinan sengaja tidak memberitahu Gio, bahwa dia akan datang ke rumahnya sebagai kejutan untuknya. Akan tetapi kejutan itu bukan untuk Gio melainkan untuk dirinya sendiri. “Kinan tunggu.” Panggil Gio tergesa memakai celana pendeknya lalu berlari menyusul Kinan seorang diri. Inggrid hanya diam membisu kemudian ia menggulungkan selimbut tebal pada tubuhnya untuk menutupi diri. “Sialan, anak itu jadi tahu hubunganku.” Geruru Inggris dia kemudian mencari pakaian dalam untuk dipakai. “Kinan, tunggu dulu aku mohon, kamu hanya salah paham.” Ucap Gio menyusul. Kinan menangis kedua matanya merah, napasnya memburu hatinya sangat hancur, mendengar desahan orang tuanya sendiri membuatnya sangat sakit sekali. Dunianya seakan runtuh, dia tidak tahu harus percaya kepada siapa lagi di dunia ini. “Aku jijik sama kamu! Untuk apalagi kamu menjelaskan kepadaku, semua sudah jelas kau dan Mamahku tega berselingkuh dihadapanku. Pantas saja kamu selalu ingin menginap di rumahku, sekarang aku tahu alasanmu, kamu datang bukan untukku tapi untuk Mamahku, kalian iblis kalian tidak punya hati.” Jerit tangis Kinan. Dia tidak terima dirinya di khianati oleh orang yang dia sayangi. “Kinan, aku bisa menjelaskan semuanya kepadamu!” Kinan menghentikan langkah kaki saat ia hendak pergi, kemudian ia langsung membalikan tubuhnya kembali lalu menatapnya sambil menangis. Sesekali Kinan mengusap kasar air matanya sambil menghembuskan napas beratnya. “Tidak, sudah cukup kau tidak perlu menjelaskannya kepadaku, semua sudah jelas karena aku sudah melihat dengan kedua mataku kalian berkhianat. Kalian selingkuh dibelakangku.” Lirih Kinan menatap tidak percaya kepada orang yang dia sangat cintai. “Aku..” “Aku tidak mau berhubungan lagi denganmu, aku tidak mau mengenalmu lagi. Kalian sangat jahat kepadaku.” Ucap kembali Kinan. Kedua tangannya mengepal geram ia langsung menarik cincin tunangannya, lalu melempar tepat ke wajah Gio. “Aku pikir aku salah menilaimu, kau menyakitiku berselingkuh dengan Mamahku. Kau sangat jahat kau…” Kinan tidak bisa berkata-kata lagi dia melihat Inggrit keluar dari dalam kamar kemudian menatap ke arah mereka, wanita tua itu tengah memakai pakaian pajamas seksi. Kinan langsung berlalu pergi meninggalkan mereka berdua, Gio mengacak rambut kemudian Inggris memeluknya dari arah belakang. “Anak itu tidak usah kamu hiraukan lagi, kita lanjutkan permainan kita.” Bisik Inggrit mengecup leher jenjang Gio. “Tapi..” “Aku akan mengurusnya yang terpenting kita berdua tidak bersembunyi darinya lagi.” Gio mengangguk dia setuju apa yang di katakan oleh Inggrit kekasih gelapnya yang tidak lain Ibu dari tunangannya sendiri. Sementara Kinan dia terus menangis di sepanjang jalan, hatinya sangat hancur kekuatannya seketika hilang. Kedua kakinya sudah tidak bisa menopang tubuhnya hingga Kinan kini duduk di trotoar jalan sambil memeluk tubuhnya dalam kesakitan. Hujan mulai turun membasahi bumi pertiwi seperti hatinya yang sedang di banjiri kesedihan. Orang tua yang sangat dia cintai dan hormati telah tega merebut tunangannya sendiri. “Kenapa semuanya terjadi kepadaku, kenapa tuhan..” Kinan berteriak dengan lantang sambil memeluk tubuhnya. Ia melihat mobil hitam dari arah kejauhan kemudian Kinan berlari ke tengah jalan sambil merentangkan kedua tangannya. Seorang pria yang sedang mengemudikan mobil menghentikan laju kendaraannya secara mendadak, tepat di depan Kinan yang sedang menangis. Kinan berdiri menghalangi mobil yang tengah lewat hingga mobil itu seketika berhenti. Kinan mulai mengadahkan kepalanya kemudian dia melihat mobil mewah ada dihadapannya. Dia berjalan ke pinggir kemudian mengetuk pintu kaca jendela. Tok… tok “Tolong aku!” Kinan berdiri kemudian dia melihat seorang pria tengah duduk membuka kaca jendela mobil sambil menatapnya. “Siapa kamu?” “Kamu tidak perlu tahu saya siapa yang jelas saya mohon pertolonganmu, saya masih perawan dan kau boleh meniduriku malam ini. Saya membutuhkan uang banyak.” Kinan menawarkan diri kepada pria asing yang tidak tahu dia siapa. Entah ide gila dari mana yang membuat Kinan mau melakukan hal itu. “Apa..” “Aku masih perawan, bayar malam pertamaku, aku enggak ada pilihan lain lagi.” Kinan memohon dia mencangkupkan kedua tangannya sambil menangis. “Kamu serius?” Tanya pria itu memandanginya. “Ya, aku serius.” Jawab Kinan. “Masuklah.” Titah pria itu. “Terima kasih.” Kinan masuk ke dalam dengan keadaan basah kuyup, dia memeluk tubuhnya oleh tangan kemudian menutup pintu mobil. “Pakailah.” Titahnya memberikan jas kepada Kinan. Kinan sudah memikirkannya dengan matang dia rela menjual keperawanannya karena dirinya sudah di khianati oleh orang yang sangat dia cintai. Mungkin dengan mendapatkan uang hasil dari tidak pantas dia bisa pergi ke luar negeri dan membangun hidup baru di sana. Kinan tidak akan kembali pulang ke rumahnya dia sudah tidak sanggup untuk bertemu sang Mamah yang telah tega mengkhinatinya. “Apa yang kau inginkan?” Tanya pria itu sambil melajukan mobil di mana dia tidak tahu siapa wanita yang ada di sampingnya. “Aku mau kau meniduriku dan membayarku, hanya ini satu-satunya harapanku untuk bertahan hidup untuk pergi dari negeri ini.” Jawab Kinan menatap kosong ke arah jalanan sambil menangis. “Berapa jumlah uang yang kamu inginkan?” Tanya pria yang bernama Sean.“Ahh, tidak.” Jawabnya kemudian Kinan kembali merebahkan tubuh dan di selimuti oleh Sean. Kinan berharap setelah kejadian ini ia akan mencaritahu tentang masa lalu kedua orang tuanya. Ia berharap setelah menggali akar permasalahannya Kinan berjanji akan merebut semua harta kekayaan orang tuanya. Walau bagaimana pun Kinan tidak akan membiarkan Ingrit menderita di masa tuanya, baru kali ini dirinya mendapat keberanian untuk membalas dendam. Satu minggu telah berlalu, Kinan dan Sean telah kembali ke kota Jakarta mereka kini berada di sebuah restaurant ternama. Keduanya sedang makan siang bersama, Kinan berhasil mengirim photo saat sedang di cium oleh Sean, ia mengirim photo tersebut kepada Violla. “Emm… hari ini aku tidak bisa pulang bersamamu, soalnya Mamah memintaku untuk mengantar dia ke rumah sakit.” Ujarnya.“Tidak masalah, yang terpenting kamu sudah mau aku ajak makan siang bersama, tapi.” Sean memotong ucapannya membuat Kinan diam menatapnya.“Tapi apa?” Tanya Kinan tanpa ragu.
Malam ini Kinan tengah menunggu Sean di mana dia pergi ke salah satu hotel yang ada di sebrang, Kinan menolak karena ia merasa tidak enak badan. Di saat ia tengah duduk merenung Kinan mendapati pesan singkat dari seseorang ia tidak tahu siapa yang mengirim pesan kepadanya. Kinan mulai membuka pesan dengan salah satu photo saat dirinya bersama kedua orang tuanya. Kinan merasa syok berat sekali dan ia pun sangat terkejut. Sebuah bukti menunjukan bahwa Kinan dan Violla masih terbilang sodara karena Violla anak dari ayahnya di mana Ingrit pun mengetahui bahwa suaminya telah berselingkuh sampai memiliki anak dari orang lain. Rahasia ini hanya orang tua Ingrit yang mengetahuinya tapi tidak dengan suaminya. Kinan benar-benar syok dan seluruh harta yang di miliki Violla milik dirinya dengan Ingrit di mana mereka merebut semua fasilitas dan harta kekayaan orang tuanya yang sudah lama meninggal.“Violla! Dia adik kandungku! Bukannya dia jauh di atasku, tapi aku juga tidam tahu berapa umur di
Setelah tiba di Hotel mereka menginap dan semua sesuai rencana, Sean sengaja memesan satu kamar untuk mereka berdua membuat Kinan merasa heran atas tingkah laku atasannya itu. “Kamu sengaja memesan satu kamar untuk kita berdua? Dasar mesum.” Omel Kinan saat ia memasuki kamar hotel untuk beristirahat, walau pun perjalanan mereka hanya sebentar tapi Kinan ingin beristirahat sebentar sebelum sore nanti ia akan menemani Sean bertemu dengan rekan bisnisnya. “Jangan banyak tanya, lagi pula di sini tidak ada kamar lagi semua sudah penuh.” Balas Sean ia melonggarkan kerah dasi setelah itu mendekati Kinan yang sedang duduk di ranjang. Ia mulai mendekatinya habis itu menyondongkan tubuh mengukung Kinan sambil mengecup pipi kanan sebagai tanda dia menyukainya.“Bagaimana kalau semua orang tahu tentang hubungan kita berdua?” Tanya Kinan ia menatapnya kemudian Sean mendorong tubuh Kinan sampai terjatuh ke atas tempat tidur. Kini Kinan ada di bawah tekanannya menatap dengan dalam kemudian ia me
Sean telah kembali bekerja seperti biasa ia duduk di ruang kerja sambil memikirkan bagaimana nasib kedepannya kalau sampai Ratna tahu bahwa bayi yang Violla kandung ternyata bukan cucu kandungannya. Otomatis orang tuanya akan terkena masalah besar yaitu penyakiynya akan kambuh dan itu semua tidak mau terjadi kepadanya, Sean harus mencari cara agar kasus sekandal istrinya bisa di dengar olen Ratna tanpa menimbulkan kecemasan yang berlebih. Hari ini Sean akan menghadiri acara di luar kota, kebetulan sekali Sean akan mengajak Kinan bermalam bersama dengannya. Hari ini Sean juga sudah memberitahu Kinan bahwa mereka akan pergi ke luar kota untuk urusan pekerjaan. Kinan sendiri menyetujui karena ini berurusan dengan kerjaan yang dia tekuni yaitu menggarap proyek baru yang akan mereka jalankan. “Apa kamu sudah siap?” Tanya Sean saat mereka sampai di lobby kantor, Sean menyuruh satpam untuk memasukan koper yang Kinan bawa. Entahlah Kinan merasa kegiatan ini kesempatan untuk Sean berduaan d
Kini Bastian tengah berada di rumah sakit, dirinya melihat Violla sedang bersama orang tuanya. Perasaan cemas dan khawatir menjadi satu, saat ini Violla sengaja memanas-manasi Ratna supaya Bastian tidak menjauhinya. “Mamah, apa yang terjadi?” Tanya Sean ia langsung duduk lalu meraih tangan orang tuanya. Akan tetapi Ratna malah menarik tangannya dan mengabaikan Sean, wanita paruh baya itu merasa kesal karena Sean tidak memperlakukan Violla dengan baik. Apalagi menantunya sedang mengandung membuatnya sangat geram sehingga penyakit jantungnya kumat. “Violla, kenapa kamu ada di sini?” Tanya Sean menoleh ke arah istrinya.Hanya saja Violla diam tidak menjawab pertanyaan Sean, wanita licik itu selalu membuat masalah apa lagi kehamilannya sekarang dia jadikan tameng untuk menjerat Sean supaya pria itu tidak berani macam-macam terhadapnya. “Sean, kenala kamu bicara dengan nada seperti itu? Untung saja Violla berada sedang bersama Mamah kalau tidak, entah apa yang akan terjadi sama Mamah.”
“Memangnya aku tidak boleh bertanya mengenai pria itu lagi?!” Sean segera beranjak dari tempat duduknya kemudian ia pergi ke arah kamar ruang tamu. Di sana Kinan hanya bisa duduk sambil memeluk dada ia berpikir bahwa Sean sedang cemburu kepadanya tapi kembali lagi Kinan mengingat bahwa mereka bukanlah siapa-siapa. Ia langsung menghapus pikiran tentang Sean. Hanya saja sekarang Kinan mulai males datang ke tempat kerja di mana di sana ada Kevin. Pria yang sudah membuatnya sakit hati, walau pun dulu dia sangat bego sekali karena sudah tahu bahwa Kevin tidak menyukainya dan diam-diam menjelek-jelekkan dirinya bersama keluarganya. Tapi saat itu Kinan belum sadar dia susah sekali melupakannya akan tetapi berangsur membaik hatinya mulai menerima kenyataan dan melupakan Kevin dari hidupnya. Terlebih pria itu sudah pindah entah ke mana, akhirnya Kinan melanjutkan hidup dan bertemu dengan Leon. “Bagaimana kalau suatu saat skandal kita berdua terbongkar di depan publik, sebaiknya aku tidak bo







