MasukMenceritakan tentang kisah romansa dari Nicholas Michelle yang mencintai adik angkatnya sendiri yaitu Lily Charoline. Konflik terjadi saat Lily berniat membantu saudara kembarnya Lila untuk memutuskan hubungan dengan Alex, produser yang menjadikan Lila artis sekaligus kekasihnya. Siapa sangka niat baik Lily malah menjadikannya terjerumus dalam masalah besar yaitu hubungan semalam dengan Nicholas. Karena Lila berniat jahat pada Lily, Nicholas berusaha menutupi aib Lily. Tak hanya itu, Nicholas juga membantu Lily di dalam suka dan dukanya sehingga lambat laun Lily merasakan jatuh hati pada Nicholas. Disaat mereka merasakan saling jatuh cinta, Lila terus mengganggu karena dia juga menyukai Nicholas. Berusaha keras menjauhkan lily dari Nicholas. Nicholas memutuskan untuk menyatakan cintanya namun rahasia yang selama ini ditutupi akhirnya terbongkar juga. Lily mendapatkan kenyataan jika yang merenggut kesuciannya tak lain adalah kakaknya sendiri berdasarkan lukisan sketsa wajah yang diingat dan kancing kemeja serta luka goresan kuku Lily. Hancur, sakit, kecewa, benci dan juga merasa dikhianati, itulah perasaan Lily saat tahu semua rahasia tentang Nicholas. Namun bukankah cinta itu buta? sehingga kesalahan seberat apapun akan dimaafkan.
Lihat lebih banyakStevani pernah berkata pada Lila jika dia memakai metode hymenoplasty yaitu operasi selaput dara, untuk mengembalikan keperawanan.Hymenoplasty terbagi atas dua prosedur, yaitu simple hymenoplasty dan alloplant. Simple hymenoplasty dilakukan saat ada selaput dara yang masih tersisa. Selaput dara yang tersisa akan dijahit sehingga bentuknya bisa kembali seperti semula.Sedangkan untuk Stevani memakai metode Alloplant (metode memasang selaput dara buatan) karena selaput dara benar- benar tidak ada yang tersisa akibat one night stand yang sering dia lakukan.Bahkan dia juga menggunakan operasi Vaginoplasty yaitu operasi vagina yang bertujuan mengembalikan vagina menjadi kencang kembali.Stevani merasa jika perlu memperbaiki ototnya yang kendur karena bergonta ganti pasangan dengan para pria hyperseks.Hal itu tentunya menjadikan Lila merasa takut jika Alex berpaling darinya dan memilih Stevani karena dunia malam tak jauh dari kehidupannya sehari hari.Ternyata persepsi Lila keliru setelah
"Miom?” ucap Alex, bergetar.“Tenanglah, semua tak seburuk yang kamu pikirkan. Aku akan mengobatinya dengan kemampuanku. Okey."Alex menunduk tak bisa berkata kata. "Terima kasih, Dokter.""Dengan senang hati. Baiklah, aku permisi dulu."Alex terduduk lemas sepeninggal dokter tersebut. "Lila," ucap Alex tatkala melihat sang kekasih.Beberapa perawat mendorong brankar dengan Lila di atasnya. Mereka memindahkan Lila ke ruang VIP. Alex setia mengikuti sampai Lila berhasil di pindahkan, segera duduk menunggu wanita yang dipuja hingga Lila sadar.Alex memandang sayu wanita yang kini tergolek lemah. Dirinya sungguh menyesal mengirim chat dan memanggil Stevani. Andai tak melakukannya, hal ini tak akan terjadi. Dipandang lekat Lila yang kini menutup mata dan belum sadarkan diri. "Lila, maafkan aku. Sebenarnya aku ingin melepasmu, aku tak mau kamu menderita karena aku. Jika cintaku hanya membuatmu sakit, lebih baik aku pergi, jangan seperti ini!? Aku ingin melihatmu bahagia seperti Lila yang d
Lily sungguh kesal melihat reaksi Nicho yang tak tanggap sama sekali.Dirinya duduk di pangkuan dan menci um bibir lembut itu. Seolah merubah sosoknya seperti bukan dirinya saja. Nicho menyusuri leher jenjang Lily, memberi reaksi cipratan api gairah di diri sang adik.Nicho menci um bibir Lily, membuatnya tersenyum. "Jadi kamu benar benar ingin aku menja mahmu, Lily?"Lily mengangguk mantap, membuat Nicho menyesap lagi bibir candunya. Menjelajahi isi di dalam dan mengobrak abrik seperti orang kesetanan. Lidah saling bertautan layaknya sedang menari balet. Nicho segera membuka kancing baju Lily dan mulai melancarkan aksinya."Ah," ucap Lily, saat Nicho menyesap pelan asetnya.Tiba tiba terdengar bunyi ponsel Lily, nyaring dan berisik. Namun, Lily dan Nicho terus melanjutkan aksinya. Lily meraba dada bidang Nicho dan meremas rambut coklat itu sambil terus berciuman tanpa lelah.Lagi-lagi, ponsel Lily berdering membuat Nicho kesal. Dilepas pagutan, membuat Lily mengernyitkan kening. "Ada
Jam sudah siang, tapi dua insan di sebuah penginapan itu belum juga terbangun. Lily mengerjapkan mata, melihat sekitar. Dirinya bangun dan berjalan ke ruang tamu, ada Nicho tertidur di sofa.Lily mendekat dan duduk di lantai berada tepat di depan Nicho, memperhatikan wajah sembab yang di usir semalam.Lily menatap intens detail wajah Nicho, dari lentiknya bulu mata untuk ukuran lelaki. Alis mata yang indah, hidung mancung dan bibirnya sensual.Melihat pergerakan Nicho, Lily segera berdiri dan berlari ke kamar mandi, menghilangkan penat dengan mengguyur tubuhnya. Nicho sendiri membelalakkan mata terkejut melihat jam sudah menunjukkan jam 11.00 siang. "Kenapa Lily berada di kamar mandi dapur?" gumam Nicho tak paham, segera mengambil pakaian ganti dan mandi di toilet kamar.Karena tadi gugup, Lily tak sempat mengambil baju ganti. Dirinya segera melilitkan handuk di tubuh dan berjalan pelan menuju kamar. Lily mengendap-endap layaknya pencuri yang akan mengambil barang berharga orang lain.
Lila diminta masuk oleh Evelyn setelah Lily pingsan mendengar kabar kehamilannya. Evelyn menasehati Lila agar dia tetap mendampingi Lily, apapun keadaannya. Evelyn juga menjelaskan kalau Lily sedang berada di fase terendah dalam hidupnya. Jika dia tidak didampingi, ditakutkan kondisi Lily semakin m
“Brengsek!” rintih Alex. “Aku pasti membalas semua perbuatanmu, aku janji!” Getaran ponsel di saku celana yang berserakan di lantai membuat Alex berusaha keras mengambilnya. Dengan tangan terikat, bisa dipastikan Alex sangat kesulitan mengambil ponsel tersebut. Setelah berusaha sekuat tenaga, akhi
"Akh!"Lily merasakan sakit kepala yang begitu hebat datang melanda. Bukan karena potongan ingatan yang timbul, lebih tepatnya Lily menolak ingatan tentang hal itu. Bagaimana tidak? Ciuman itu membuat kepalanya sakit.Hiks hiks.'Lily.'Nicho melihat Lily terduduk di lantai melalui celah pintu kam
“Sialan, apa maumu?” Alex tetap melawan walau kepala dan perutnya terasa sakit.“Apa mauku? Yang kumau hanya menyingkirkan laki-laki brengsek sepertimu!” Pria itu melayangkan pinggiran telapak tangannya ke leher kanan Alex, membuat Alex pingsan seketika. Segera, dia mengeluarkan ponsel dan menghubu
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Peringkat
Ulasan-ulasanLebih banyak