Home / Romansa / Godaan Panas Pegawai Magang / Bab. 28. DRAMA RESEPSI DIMULAI

Share

Bab. 28. DRAMA RESEPSI DIMULAI

Author: Kurnia
last update publish date: 2026-02-08 08:30:50

“Walaupun kamu turut andil dalam menipuku. Tapi aku bisa mengerti, kamu pasti dipaksa oleh Mas Yuan. Jadi, sangat sulit bagiku untuk membencimu,” tuturku, bersuara lembut dan penuh perhatian.

Desy meletakkan kembali sendok dan garpu yang ia pegang untuk memberiku atensi.

“Mbak Lia? Kamu....” Desy tak melanjutkan kalimatnya. Mungkin ia tak memiliki kata yang pas untuk disuarakan.

“Di mataku, kamu tetaplah gadis kecil yang aku sayangi. Aku ingin yang terbaik untukmu.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Godaan Panas Pegawai Magang   Bab. 36. KEHOBONGAN DIBALAS NYAWA (tamat)

    Besoknya, Intan dan Kevin mengajakku ke taman kota untuk menghadiri pameran buku. Tentu aku tak menolak.Kami berempat berkeliling, mengunjungi berbagai kios buku yang menurut kami menarik. Leon membeli beberapa buku. Dia memang suka membaca. Koleksi bukunya saja segunung. "Suamimu maniak buku. Nyebelin banget!" Intan mengomentari Leon sambil menggerutu. "Kevin juga sama. Ngapain protes?" balasku, geregetan. Intan tertawa canggung, ia mengajakku mengunjungi kios makanan ringan. Kami memesan dua porsi. Saat sedang menunggu, aku dikejutkan dengan Mas Yuan yang membagikan brosur padaku. "Mas Yuan?" Mas Yuan mungkin malu bertemu denganku, ia buru-buru kabur. Aku yang penasaran, berusaha mengejar. Untungnya Mas Yuan berhenti di depan kedai sederhana di seberang taman. Aku menghampiri Mas Yuan, mengajaknya mengobrol. Awalnya Mas Yuan enggan, tapi aku terus memaksa, sehingga dengan berat hat

  • Godaan Panas Pegawai Magang   Bab. 35. PERNIKAHAN MANIS

    Gaun putih indah, berhias manik-manik berkilau. Tudung transparan yang menutupi wajah elokku. Tirai bermata berlian yang bertengger anggun di kepalaku. Tampilanku di hari pernikahanku, sungguh memukau. Nyonya Lusi benar-benar menjadikanku sebagai wanita paling cantik di seluruh penjuru dunia. "Lia? Kamu sudah siap?" tanya Nyonya Lusi, mengelus pundakku. Aku mengangguk mantap. "Iya, Ibu... Saya siap," ucapku. Nyonya Lusi tersenyum lembut. "Baguslah... Ayo kita pergi. Semua orang menunggumu di altar leluhur keluarga George."Aku mengikuti Nyonya Lusi yang menuntunku menuju tempat pernikahanku.Sebelum memasuki aula, Nyonya Lusi menyerahkanku kepada kakak angkat Leon. Ini pertama kalinya aku bertemu dengannya. Kakak angkat Leon tersenyum ramah. Ia memintaku menggandeng lengannya. Kami berjalan bersama di atas karpet merah, di tengah tamu undangan yang duduk manis menungguku. Selangkah demi selangkah

  • Godaan Panas Pegawai Magang   Bab. 34. MENGUNJUNGI PEMBUAT LUKA

    Aku dibuat tercengang sekaligus kagum dengan sikap gentle Kevin.Reaksi awal Intan sama sepertiku, dia tekejut. Wajahnya melongo, tingkahnya menunjukkan kegugupan. Aku mengelus pundak Intan, memberinya sebuah keberanian untuk jujur pada dirinya sendiri."Kevin... Kamu tiba-tiba banget...." ucap Intan, malu-malu."Maaf... Lain kali, aku akan mengungkapkannya secara matang," balas Kevin, merendahkan suaranya."Nggak ada lain kali! Umumkan hubungan kalian di sini!" seru Leon, bersemangat.Kevin berlutut di depan Intan. Ia mengeluarkan kotak kecil berwarna biru dari kantong jasnya. Lalu membuka kotak tersebut yang berisikan sebuah cincin berlian.Aku tersenyum tipis. Kevin memang selalu membawa benda itu ke mana pun ia pergi. Tak aku sangka, cinta Kevin sungguh besar."Intan... Cincin ini, cincin yang kamu pilih sendiri. Kamu... Nggak lupa, 'kan?" kata Kevin, matanya berbinar penuh harap."Mana mungkin aku

  • Godaan Panas Pegawai Magang   Bab. 33. PESTA PERPISAHAN

    Aku menggelengkan kepala, lalu melepas pelukanku.Sambil mengusap air mataku yang membasahi pipi, aku berkata, "Intan, kamu beneran orang yang dikirim Dewa buat bantu aku. Aku beruntung banget."Sembari tersenyum lembut, Leon berkata, "Lebay deh... Emangnya aku ngapain?" kataya, menoyor keningku."Hey... Hey... Kalian berdua! Kalau sedih-sedihan, jangan di sini! Aku sudah lapar loh! Kapan kita makannya!" sela Kevin bertepuk tangan. Jelas dia mengejek kami."Lia... Ayo kita makan. Mbak Lia dan Pak Kevin yang memasak semua hidangan hari ini," ucap Leon, baru bersuara.Ah ya, ngomong-ngomong... Kenapa Leon bisa bersama Intan dan Kevin? Tidak... Tunggu... Kenapa mereka bertiga berada di tempat yang sama? Dan... Sejak kapan mereka begitu akrap? Seperti kawan lama saja.Aku terkejut ketika Kevin menarik lenganku, dan memaksaku kembali duduk di kursi."Lia... Tolong hargai aku dan Intan. Semua makanan ini, kami masak dengan sep

  • Godaan Panas Pegawai Magang   Bab. 32. KEHIDUPAN ASLI LEON

    Besoknya, aku terbangun di siang bolong. Saat menyadarinya, aku bergegas membersihkan diri, dan turun untuk menemui Nyonya Lusi. Rupanya, Nyonya Lusi telah menungguku, dan beliau tak marah atau kesal karena aku bangun kesiangan. Aku bisa bernapas lega. Aku pikir, sikap Nyonya Lusi akan berubah sinis. "Lia... Ayo makan siang dulu. Aku sengaja masak makanan kesukaan kamu," ajak Nyonya Lusi, tersenyun ramah. Aku duduk di kursi yang ditunjuk Nyonya Lusi. Dan beliau langsung mengisi piringku dengan beberapa makanan. "Terima kasih, Nyonya," kataku. "Jangan panggil nyonya. Aku ini calon ibu mertuamu. Panggil ibu saja, biar lebih akrab," timpal Nyonya Lusi, menepuk punggung tanganku pelan. Aku mengangguk penuh antusias. "Iya, Ibu...."Kami pun makan berdua tanpa ditemani Leon yang sedang mengurus suatu hal penting. Setelah makan siang, Nyonya Lusi mengajakku berkeliling mansion. Beliau menceritakan mengenai Leon,

  • Godaan Panas Pegawai Magang   Bab. 31. BERTEMU CALON IBU MERTUA

    Leon baru puas dan berhenti setelah keluar lima kali. Dia benar-benar gila. Sekarang ia berbaring di sampingku sambil meny*su seperti bayi. "Leon...." panggilku lirih. "Hm?" Leon menanggapi tanpa membuka matanya. "Dadaku sakit...." keluhku. "Sudah, jangan dihisap lagi," pintaku, suaraku parau.Leon menurut tanpa drama. Bahkan ia langsung meminta maaf. Aku tak mempermasalahkan hal tersebut.Aku meraih ponsel milik Leon yang tergeletak di atas nakas. Aku menyalakannya, dan terkejut mengetahui jika waktu sudah menunjukkan pukul dua pagi. Itu artinya, kami berdua bermain seharian penuh. Pantas saja, tubuhku terasa hancur. Aku menggoyang-goyang pelan pundak Leon, membangunkan lelaki itu."Leon... Ayo kita pindah kamar. Ranjang di sini basah. Aku... Tidak bisa tidur nyeyak," ajakku, ketika Leon memperhatikanku.Dengan wajah lelah, dan napas berat, Leon bangkit dari ranjang. Ia meraih celana pendek, lalu mengenakan

  • Godaan Panas Pegawai Magang   Bab. 05. Istri Lain Suamiku

    Aku menggelengkan kepala, heran dengan pemikiran Intan. Kami berdua duduk bersama setelah mengambil nampan berisi makanan. "Intan, anakmu sekarang sudah kelas berapa, ya? Terakhir aku bertemu dengannya... Sekitar dua tahun lalu," tanyaku, teringat anak semata wayang Intan.Intan memasukkn sesuap

  • Godaan Panas Pegawai Magang   Bab. 04. Desy, Keponakan Kesayangan Suamiku

    "Mbak Lia...." Aku mengerjapkan mataku berkali-kali. "Apa?" tanyaku, menggebu dan sedikit goyah. "Semua bahan sudah siap dicek," kata Leon, melaporkan. "Ya-yasudah! Kenapa kamu nggak pakai kemejamu!" Aku mengutuk diriku sendiri yang gugup, dan salah tingkah. "Maaf, bolehkah aku mandi dulu? Bada

  • Godaan Panas Pegawai Magang   Bab. 03. Big Bos Berulah, Dasar Bayi Sialan!

    Sampainya di hotel, aku menemui Kevin yang ternyata sudah menungguku di lobi."Ada apa, Bos?" tanyaku, saat sudah di depan Kevin."Gawat! Big Bos marah besar. Dia berencana untuk memutus kerja sama dengan perusahaan. Kamu bisa merayunya, 'kan? Dia luluh sama cewek tobrut kayak kamu!" pinta Kevin, m

  • Godaan Panas Pegawai Magang   Bab. 02. Godaan Anak Magang

    "Please... Ibu jangan sembarangan kalau ngomong!" tegurku cukup keras.Aku memang selalu meluruskan segalanya agar tidak tercipta skandal dan gosip.Aku tak ingin melanjutkan obrolan tidak penting ini. Aku meminta wanita itu mengantarku ke tempat di mana Big Bos mengamuk.Baru saja aku membuka pint

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status