Leon menggendongku tanpa berkata apa-apa, langkahnya mantap namun terasa lembut. Leon membawaku ke kamarnya, yang ternyata berada di lantai berbeda dari kamarku. Begitu pintu kamarnya terbuka, aroma maskulin dan hangat langsung menyambutku. Ruangan itu luas, dengan pencahayaan redup dan sentuhan elegan di setiap sudutnya. Leon menurunkanku perlahan di atas sofa empuk berwarna krem, lalu duduk di seberangku sambil menatapku lekat. "Lia, kalau kamu masuk ke dalam sini, berarti kamu tidak bisa keluar begitu saja," lontarnya, sembari melepas satu per satu kancing kemejanya, memperlihatkan dada bidangnya yang tampak sempurna di bawah cahaya lampu. Aku tertawa kecil, mencoba menutupi kegugupan yang sebenarnya mulai merayapi dadaku. Perlahan aku berdiri, melangkah mendekatinya, lalu duduk di pangkuannya. Dengan tatapan genit, aku menyentuh dagu Leon dan memaksanya menatapku. Tatapan Leon sempat berubah. Menyadari mataku yang sembab, kekhawatiran langsung tergambar di wajahnya. Ia me
Last Updated : 2025-10-16 Read more