Share

Bab 77. Tukar Baju

Dua orang pengantin baru duduk di meja makan dengan pakaian sepasang yang semula. Belum jadi tukar baju sebab Jeta masih terus menolak. Merasa canggung dan malu membuatnya meminta mengulur waktu. Faqih pun mengalah sejenak dan membawa istri ke ruang makan dan duduk di kursi meja makan.

"Salad …," tegur Faqih dengan senyum saat lagi-lagi salad buahlah yang jadi prioritas bagi Jeta.

"Sedikit saja," respon Jeta. Segera memakan beragam iris buah segar berbumbu mayones, keju, krim manis, susu dan air yoghurt.

"Apa enak?" tanya Faqih iseng saja. Padahal juga diakuinya itu enak dan segar. Apalagi cuaca Batam sedang sangat panas hari-hari.

"Iya, enak sekali, ini sangat lezat. Saat itu aku tidak terpikir dengan menu sehat ini. Kamu pintar sekali memilihkannya untukku. Seperti sudah pengalaman sekali. Terima kasih, ya, Faqih," sahut Jeta dengan tersenyum. Terlihat semakin cantik mempesona dengan riasan pengantin dan gaun indahnya.

"Iya, Jeta," sahut Faqih singkat. Rasa mulutnya tercekat. Menyi
Locked Chapter
Continue to read this book on the APP

Related chapters

Latest chapter

DMCA.com Protection Status